Mendinginkan Tangan

Masa Pandemi membuat kita harus berdiam diri di rumah. Karena manusia butuh aktivitas maka saya memilih aktivitas berkebun. Aktivitas berkebun ternyata membutuhkan kesabaran. Kesabaran ini yang akan membuat tangan kita menjadi “dingin”. Apabila sudah memiliki “tangan dingin” maka menanam apapun akan menghasilkan.

Wiktionary mengatakan bahwa Tangan Dingin mempunyai arti yaitu “sifat selalu membawa hasil “. Jika itu seorang petani maka apapun yang ditanam selalu memberikan hasil . Berkebun adalah salah satu aktivitas dari petani. Saya kagum dengan petani. Karena mereka adalah manusia ber-“tangan dingin”.

Seorang petani adalah manusia bertangan dingin. Tangannya mampu berdialog dengan alam melalui tanaman. Dialog diantara mereka menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia yaitu hasil panen. Kemampuan ini bukan didapatkan secara instan. Mereka memperoleh kesaktian “tangan dingin” setelah berlatih dalam beberapa masa tanam.

Latihan ini bisa berlangsung selama satu masa tanam atau beberapa kali masa tanam. Ini tergantung suhu di tangan petani. Petani bertangan dingin melalui proses mendinginkan tangan. Jika tangan mempunyai suhu tinggi maka proses akan lama. Suhu menengah maka proses lebih cepat. Jika suhu rendah maka proses cepat.

Proses penurunan suhu proses yang melibatkan faktor jasmani dan rohani. Kuncinya adalah kesabaran. Semakin sabar maka semakin cepat turun suhunya dan sebaliknya. Petani bertangan dingin memiliki kesabaran tingkat tinggi dan sebaliknya. Saya punya pengalaman dalam penurunan suhu tangan. Saya bukan petani. Saya hanya penghobi tanaman atau suka berkebun saja. Karena berurusan dengan tanaman maka harus mendinginkan tangan.

Saya ingat ketika menanam singkong. Untuk menghasilkan singkong yang besar, empuk dan enak. Saya harus mencurahkan kemampuan untuk selalu merawat tanaman secara konsisten selama 3 bulan lamanya. Sedikit lengah maka hasilnya beda. Kesabaran diuji disitu. Karena proses alam tidak bisa dipaksakan dan dipercepat.

Mbak Warti menasehati kepada saya, “Kalau merawat tanaman harus sepenuh hati”. Nasehat ini adalah benar . Pengalaman saya ketika merawat tanaman singkong selama 3 bulan terasa berat buat saya. Karena ada perasaan tidak sabar dan ingin segera mendapat hasil. Jika mau cepat maka beli di pasar itu lebih praktis. Namun, Jika beli di pasar maka tidak kepuasan dalam berkebun. Apa guna saya berkebun?

Kesabaran adalah sesuatu yang sulit diinstal di dalam jiwa saya. Karena ada perasaan kemrungsung/tidak sabar. Berkebun adalah sarana untuk mendinginkan tangan Semoga saya bisa konsisten untuk menurunkan suhu meskipun tidak akan sedingin dari tangan petani. Paling tidak, ada penurunan suhu di tangan saya.Tangan dingin ternyata juga berkaitan erat dengan kesabaran.

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahiim….

Alangkah sabar para petani. Sabar yang berlipat-lipat untuk menghadapi tantangan alam dan ketamakan manusia. Petani itu bukan pekerjaan atau profesi. Itulah adalah takdir yang dijalani dengan laku. Sehingga wujud menjadi “manunggaling kawula lan tanduran”. Alam yang menyatu di dalam sukma seorang petani.

Petani adalah pemilik dari tangan dingin. Manusia yang selalu bekerja keras dan berusaha dalam kepasrahan. Mereka bekerja keras dengan ketenangan jiwa. Mereka seringkali dikalahkan oleh alam dan ketamakan manusia. Tapi….mereka “berjuang dalam kepasrahan dan pasrah dalam perjuangan”. Karena mereka adalah pemilik dari “Tangan Dingin”.

FILOSOFI SAPU LIDI

Sapu Lidi terdiri dari kumpulan lidi yang diikat jadi satu. Ketika masih berwujud lidi, Lidi adalah sesuatu yang lemah dan tidak bermakna. Kita mematahkan lidi dengan  mudahnya. Apabila dijadikan satu kemudian diikat menjadi Sapu Lidi. Kita akan kesulitan mematahkan lidi-lidinya.

Kita belajar dari filosofi sapu lidi. Filosofi sapu lidi adalah berkumpul, bersatu dan bekerjasama. Saya kira itu yang mendasari munculnya komunitas IKATAN KATA. Komunitas yang mengikat anggotanya dengan KATA. Komunitas ini juga  mengikat KATA menjadi sebuah makna.

Ibarat satu penulis itu adalah SATU KATA. Apabila dikumpulkan puluhan penulis dalam satu ikatan maka akan menjadi sekumpulan KATA. Sekumpulan KATA lebih bermakna daripada sebuah KATA. Seperti  filosofi sapu lidi.

Saya bergabung dengan komunitas IKATAN KATA karena alasan ini. Jika saya menulis sendiri maka pengaruhnya tidak besar. Kecuali saya adalah orang besar atau tokoh, ternyata saya hanya orang biasa. Ketika saya menulis bersama dengan sahabat satu komunitas. Maka, Tulisan saya menjadi bagian dari kekuatan yang besar. Tulisan saya menjadi bermakna.

IKATAN KATA mengajak para penulis untuk berjalan bersama. IKATAN KATA mengajari makna kekuatan dalam persatuan. Jika anda blogger maka bergabunglah dengan sebuah komunitas. Karena ada manfaat ganda dengan bergabung dengan komunitas. Kalau saya bergabung dengan komunitas IKATAN KATA.

Seperti pepatah “SEKALI DAYUNG MAKA DUA ATAU TIGA PULAU TERLAMPAUI”. Anda menulis maka hasrat untuk menulis terpuaskan. Jika anda bergabung dengan komunitas maka tulisan anda menjadi bagian dari kekuatan yang lebih besar dan bermanfaat. Anda menulis maka hasrat terpuaskan sekaligus memberi manfaat kepada orang lain.

Kita adalah makhluk sosial. Kita tidak bisa hidup sendirian. Kita sebagai manusia mempunyai tanggungjawab sosial. Tanggungjawab sosial kita adalah memberi kebaikan kepada sesama manusia. Berkontribusi di komunitas IKATAN KATA adalah salah satu wujud tanggungjawab sosial di diri saya pribadi.

Mari bergabung di IKATAN KATA. Jika mau gabung klik saja di https://ikatankata.home.blog/join-us/

Mindset

Pengendalian diri dari dalam itu dengan memperkuat karakter yang baik. Kita eliminasi karakter yang buruk. Kalau kita selalu berbuat maka kita adalah malaikat dan selalu bertindak buruk maka kita adalah syetan. Ups….Kita adalah manusia memiliki dua karakter berpasangan yaitu baik dan buruk.

Langkah pertama yang kita atur adalah mindset. Mindset harus yang positif. Karena mindset mendasari niat dan perilaku. Mindset buruk maka menghasilkan niat yang buruk pula. Niat buruk maka motifnya juga buruk. Hasil perbuatan juga merugikan pihak lain.

Mindset yang baik akan menghasilkan tindakan yang positif, minimal tidak merugikan diri sendiri atau orang lain. Orang yang mindset-nya bagus. Mereka akan berusaha menjadi terbaik. Mereka tidak desktruktif

Berdasarkan pengamatan, obrolan dan bacaan. Orang yang berpikir positif maka memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

  • Selalu ingat kepada Allah SWT

Saya sebagai seorang muslim. Saya harus mengingat Allah SWT dengan jalan menjalankan segala perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, dalam bahasa agama disebut Bertakwa.

  • Mempunyai Tujuan Hidup (Purpose) agar mempunyai antusiasme dalam kehidupan.

Kita harus memiliki tujuan hidup (purpose). Tujuan hidup membuat hidup menjadi bergairah. Kita akan berusaha menggapai tujuan kita meskipun itu berat. Aktivitas kita menggapai tujuan akan mereduksi pikiran negatif .

Kita tidak akan sempat berpikir negatif . Akal dan Perasaan kita akan tercurah kepada tujuan hidup. Catatannya adalah tujuan hidup kita harus yang positif dan baik juga. Karena tujuan hidup yang positif menghasilkan yang positif juga.

  • Bertanggung jawab atas segala tindakan yang dilakukan yang baik atau buruk

Setiap tindakan kita mesti ada akibatnya. Akibat itu bisa baik atau buruk. Jika baik maka kita syukuri. Jika buruk maka harus diselesaikan. “Jangan lari dari masalah”, itu pesan bapak ke saya.

Menghadapi masalah akan meningkatkan level kehidupan kita. Kita akan belajar “problem solving”. Semakin banyak masalah yang dapat kita selesaikan. Semakin matang dan dewasa diri kita dan semakin banyak “simpanan” Problem Solving.

  • Selalu Berbagi dengan orang lain (The Power Of Giving)

Berbagi dengan orang lain membantu menjaga berpikiran positif. Kita memberi sedekah (uang) kepada orang lain atau menjadi sukarelawan (sedekah tenaga/pikiran) memberi kesempatan untuk mengubah pola pikir.

Kita tidak sibuk menghitung yang tidak kita punya. Kalau sudah begini pandangan terhadap hidup akan berubah. Kita bisa terbantu untuk berpikir positif.

  • Selalu Bersyukur atas segala keadaan

Kita bisa coba dengan mencatat segala hal yang bisa disyukuri setiap harinya. Dengan melihat daftar tersebut akan membantu kamu untuk mulai berpikir positif. Kamu akan menyadari bahwa begitu banyak hal-hal membahagiakan yang ada dalam hidupmu.

Tentu saja hal ini akan membantumu fokus pada apa yang telah kamu miliki. Kalau sudah begini, rasanya tak sulit lagi untuk bisa berpikir positif.

Saya hanya mampu menyebutkan 5 hal diatas. Insya Allah, apabila kita menjaga lima hal diatas. Kita bisa memiliki mindset yang selalu positif. Ini langkah awal membentuk karakter yang kuat.

KARAKTER


Pikiran Membentuk Tindakan

Tindakan Membentuk Kebiasaan

Kebiasaan Membentuk Perilaku

Perilaku membentuk Karakter

Karakter adalah watak, sifat atau tabiat asli dari manusia itu sendiri. Setiap manusia memiliki watak yang berbeda-beda. Ada kemungkinan sama namun tidak yang sama persis. Setiap manusia mempunyai karakter yang asli dan unik.

Kita mengasumsikan bahwa manusia dua potensi karakter. Karakter yang baik dan buruk ada di dalam seorang manusia . Manusia tidak ada luput dari kesalahan. Sebaliknya, Tidak ada manusia selalu melakukan hal yang baik dan benar.  

Hanya Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah melakukan dosa (ma’sum). Itu keyakinan kami sebagai seorang muslim. Seorang santo adalah orang yang suci itu keyakinan bagi umat Katolik. Mereka adalah sosok idealis manusia. Sosok yang menjadi visi kehidupan manusia. Sosok idealis tidak akan bisa dicapai tetapi kita akan selalu menuju kesana.

Karakter tidak bisa dirubah tapi bisa dikendalikan melalui pengendalian diri dari dalam atau dari luar. Pengendalian diri dari dalam artinya seorang individu berusaha berperilaku / berakhlaq yang baik. Manusia juga mengatur pengaruh dari luar sehingga tidak berpengaruh negatif ke dalam dirinya. Ini yang disebut Pengendalian diri dari luar.



Ternak Teri

Saya mengantar dua anak ke sekolah setiap hari. Si Sulung udah kelas 2 SD dan adiknya masih di Playgroup besar. Kita kadang naik motor atau mobil. Ini tergantung situasi. Kalau mengantar pakai motor. Saya bisa jadi jemput pakai mobil. Istri berada di rumah untuk mengurus rumah dan bekerja dari rumah.

Teman-teman kantor sering bilang, “Ternak Teri”. Awalnya, Saya pikir itu beneran yaitu beternak ikan teri. Eh… Ternyata adalah kepanjangan dari “anTer anak anTer istri”. Ungkapan ini jadi olok-olok. Karena yang tugas antar jemput diasosiasikan dengan tugas Istri/ Ibunya anak-anak.

Zaman sudah berubah. Suami dan Istri itu “berbagi peran” berevolusi menjadi “berbagi tugas”. Pekerjaan Rumah Tangga dahulu berbias gender menjadi luntur terhadap bias gender di zaman now.

Mencari Nafkah itu tugas utama laki-laki di masa lalu. Mencari nafkah itu tugas bersama di masa kini. Memasak itu tugas wanita di masa lalu. Kita sering melihat sang ayah yang menyiapkan makan malam di masa kini.

Zaman udah berubah namun muncul anomali. Wanita Karier berbondong-bondong untuk resign. Mereka ingin mengurus keluarga secara total. Sehingga muncul istilah Full Time Mother (FTM). Istilah ini tidak tepat 100 %. Mana ada ibu yang setengah-setengah? Kalau udah jadi ibu tetaplah seorang ibu. Ibu yang di rumah atau Ibu yang berkarier.

Anomali yang lain….. Sang Ayah menyempatkan diri untuk mengantar anak ke sekolah, menemani anak ketika outing class, menunggui les anak dan mengajak anak hang out atau berenang. Padahal, Mereka sebenarnya sibuk bekerja sebagai pengusaha, profesional atau pekerja kantor.

Fenomena lain yang hadir adalah Full Time Father (FTF). Karena sang istri sangat sibuk di Kantor. Sang Suami merelakan diri untuk merawat anak di rumah. Karena sebuah pertimbangan.

Kalau mereka berdua bekerja diluar. Anak yang menjadi “korban” . Karena anak tidak terurusi dan tanpa pengawasan. Apalagi sulit juga mencari Asisten Rumah Tangga (ART). Sangat riskan meninggalkan anak tanpa pengawasan. Kesepakatan harus dicapai untuk menentukan siapa yang menemani sang anak.

Kalau era dulu…Keputusannya hampir dipastikan bahwa istri yang menunggui anak di rumah. Keputusannya berdasarkan kesepakatan untuk masa kini, bisa jadi ayah atau Ibu. Kesepakatan yang berdasarkan berbagai pertimbangan. Inilah yang disebut era “berbagi tugas”.

TERNAK TERI adalah bukanlah olok-olokan lagi. Ini adalah bagian dari era “berbagi tugas”. Ini menjadi sebuah keniscayaan. Bangga menjadi bagian TERNAK TERI. hehehehehe…….

The Man Behind A Gun

Hari ini tadi ketemu teman yang lama tidak jumpa. Beliau mempunyai usaha yang sederhana tapi cukup menarik. Dia jualan sayuran dan hasil bumi di rumah. Sederhana….khan…

Warung ini melayani penjualan sayuran meliputi Tomat, Brokoli, Bawang Merah, Bawang putih dsb. Teman saya ini tinggal di Boyolali. Dia dan suami mengambil barang dagangan dari lereng gunung merapi yaitu daerah Selo. Kalau hanya menggelar dagangan dan menunggu pembeli datang. Itu sudah biasa.

Lha menariknya…..

Dia jualan online juga. Saya mendengar kata online maka otak saya berasosiasi dengan program aplikasi android seperti yang dijalankan perusahaan start up seperti TaniHub, Regopantes atau Go-Mart. Saya bergumam, “canggih juga mbak Aris”.

Ternyata bukan aplikasi android yang complicated.……..

Setiap barang dagangan datang ke rumah. Dia catat nama dagangan beserta harganya di memo HP. Catatan itu jauh dari rapi dan informatif. Catatan di copy-paste dan dikirim ke kontak yang ada di phone book melalui aplikasi Whatsapp /WA. Meskipun tidak rapi dan informatif catatannya.

Dia bisa menghabiskan barang dagangan dalam waktu singkat. Profit yang dia dapat diatas 40 % dari harga beli. Cuman sebar catatan tadi ke kontak yang dimilikinya. Kalau cuman nunggu pembeli di warung tidak mungkin lebih cepat dan lebih besar hasilnya. Wauw Banget…..Kok bisa ya…

Kunci sukses nya ternyata bukan di aplikasi. Kuncinya adalah hubungan personal dengan orang lain. Dia mengikuti berbagai kelompok dan komunitas. Dia menjadi anggota WAG berbagai kelompok. No WA dari anggota dari berbagai WAG disimpan di kontak HP. Dia kirim catatan dagangan tadi ke semua kontak yang dimiliki via WA.

Agak nekad sih….mesti ada yang suka dan tidak suka. Kalau ada yang nggak suka bisa dimarahi. Buat dia tidak masalah, resiko usaha katanya. Ternyata ada yang nyantol juga. Nyantol untuk pesan ini dan itu. Pesanan diantar sendiri ke pelanggan. Sampai mulai kewalahan.

Kesimpulannya adalah Secanggih Apapun Teknologi Informasi maka kembali ke manusia yang menggunakannya. Aplikasi yang hebat tanpa ditunjang SDM memadai maka tidak akan efektif dan efisien. Cuman aplikasi WA tapi orang kreatif dan ulet. Perdagangan menjadi ramai dan menguntungkan.

Metode teman saya ini cukup efektif dan murah. No Admin, No System and No Server. Tapi….. kalau membesar lagi maka ya butuh sistem aplikasi. So Far…….belum butuh sampai satu atau dua tahun mendatang. Semoga…Aamiin

It’s the most Important is The Man Behind a Gun not The Gun Itself”

Melatih Imajinasi

Kalau kita pernah membaca novel dan novel itu dibuat film.Kadang, kita kecewa dengan film tersebut. Karena tidak sesuai dengan imajinasi kita. Lha mau gimana……, Setiap orang mempunyai imajinasi. Imajinasi yang sangat bervariasi dan cenderung liar.

Novel adalah karya tulis. Semua ide, lokasi, kejadian dsb dituangkan dalam tulisan. Membaca novel tanpa imajinasi itu tidak nikmat. Karena novel hanya sekumpulan tulisan. Tanpa imajinasi maka kumpulan kata-kata menjadi tidak bermakna.

Kadar Imajinasi setiap manusia berbeda-beda. Kalau yang kadar imajinasi rendah maka mudah dipuaskan dengan visualisasi novel oleh film. Kalau yang kadarnya tinggi. Lha… yang ini sulit dipuaskan. Mereka tidak pernah ada puasnya.

Sutradara yang bisa memvisualisasi novel dalam film dengan eloknya dan memuasakan banyak pihak. Maka, Sutradara itu dipastikan mempunyai daya imajinasi tinggi.

Membaca novel dan. menonton film itu melatih imajinasi. Imajinasi bisa dibangun dan dilatih. Novel itu memiliki sejuta makna. Novel itu sanggup mengaduk-aduk perasaan, membuat gembira dan sekaligus sedih. Itu hanya buat orang berimajinasi tinggi. Hehehehe…..

Film itu sekumpuan adegan yang berdasarkan skenario dan diarahkan oleh sutradara. Film itu imajinatif karena bisa masuk akal atau tidak masuk akal. Imajinasi adalah unsur utama film. Film yang dibuat berdasarkan novel adalah Imajinasi dari imajinasi.

Semua karya ilmiah awalnya berawal dari imajinasi. Sesuatu yang tidak masuk akal (imajinasi) menjadi masuk akal.Sesuatu yang tidak ada menjadi ada, misal : Film tentang manusia pergi ke bulan. Itu berasal dari imajinasi.

Mari kita melatih imajinasi kita dengan membaca buku dan menonton film. Kalau ada bakat bisa diteruskan denan melukis, memahat dsb. Jangan lupa…..Melatih Imajinasi

Mesra itu Penting

Eyang saya berkata,”eyang ini mesra dengan eyang kakung tapi eyang tidak romantis”. Pernyataan ini disampaikan eyang yang berusia 70 tahun lebih kepada anak dan cucu. Kita sebagai cucu beliau. menjadi bertanya-tanya, “Apa sih beda antara keduanya?”

Mesra itu ungkapan sayang diungkapkan secara timbal balik. In My Opinion lho….hehehehehe….. Suami memperhatikan Istri dan Istri melayani suami itu tindakan yang mesra. Tindakan mesra dilakukan secara refleks. Refleks itu ya otomatis tanpa harus disuruh. Artinya udah “Bulit In” diantara dua pihak. Kalau hanya satu pihak bisa jadi hanya romantis aja.

Kalau romantis itu pembawaan diri atau sifat asli dari manusia. Ada orang yang pembawaannya dingin, kaku, galak atau romantis. Mesra itu harus dari dua pihak. Bisa jadi kedua-duanya romantis, salah satu romantis atau kedua-duanya tidak ada romantis. Anehnya, Ada yang kedua-duanya tidak romantis tapi mesra. Mereka saling bahu-membahu, saling perhatian dan saling menolong.

So, Jika anda ingin mesra dengan pasangan. Maka tidak harus menjadi orang yang romantis. Anda cuman harus saling asah asih dan asuh. Jika anda adalah orang yang romantis maka bersyukurlah. Anda mempunyai “potensi” lebih untuk mesra dengan  pasangan anda. Mari kita syukuri “potensi” di dalam diri kita sendiri.

Ah…udah. Pagi-pagi udah bicara tentang mesra-mesraan dan romantis-romantisan. Ayo kerja….kerja…..kerja dan kerja…….. :D.

Kisah Sang Dewi Kunti

Prabu Surasena dari Raja Wangsa Yadawa memiliki anak yang bernama dewi Prita. Raja Kuntiboja mengambil dewi Prita sebagai anak. Karena Raja Kuntiboja tidak memiliki anak. Dewi Prita diganti nama menjadi Dewi Kunti. Kunti maksudnya adalah anak dari Raja Kuntiboja.

Dewi Kunti mempunyai saudara yaitu Basudewa. Basudewa adalah ayah dari Baladewa, Kresna dan Sembadra. Jadi, Pandawa Lima memiliki saudara sepupu yaitu Kresna, Baladewa dan Sembadra. Sembadra kelak akan menjadi istri Arjuna. Kresna menjadi penasehat strategi perang bagi Pandawa Lima. Baladewa adalah guru permainan senjata Gada bagi Bima dan Duryudana.

Dewi Kunti digambarkan sebagai anak yang baik hati, penuh welas asih dan berbakti kepada kedua orang tua. Dewi Kunti pernah memberikan makanan yang lezat bagi resi Druwasa. Ketika sang resi mengunjungi Raja Kuntiboja. Resi Druwasa yang merasa senang dengan kebaikan Dewi Kunti. Resi Druwasa memberikan sebuah ajian atau mantera yaitu mantera Adityaredhaya.

Ketika itu Dewi Kunti masih muda. Rasa ingin tahu yang besar dengan mantera pemberian Resi Druwasa membawa malapetaka. Dewi kunti ingin mencoba kesaktian mantera Adityaredhaya.  Dewi kunti mengundang Batara Surya. Cilaka, Batara Surya datang menemui Dewi Kunti.

Karena tidak mempunyai keinginan apapun. Dewi Kunti memohon Batara Surya agar kembali ke Ngarcapada. Batara Surya ternyata “menganugerahi” Dewi Kunti dengan seorang anak. Dewi Kunti pusing tujuh keliling. Dewi Kunti belum menikah dan masih gadis mosok hamil. Ini namanya “Hamil Di Luar Nikah”.

“Kehormatan” Dewi Kunti ternyata masih dijaga. Kelahiran anak tersebut bukan lewat jalan yang alami. Anak tersebut dilahirkan lewat telinga. Karena anak tersebut setengah dewa seperti halnya Hercules dalam mitologi Yunani. Bayi tersebut lahir dengan wajah sangat tampan.

Dewi Kunti mengalami kebingungan kedua. Anak ini siapa yang akan merawat. Bak kisah nabi Musa, Anak ini dimasukkan dalam kotak dan dihanyutkan di sungai. Anak ini yang akan menjadi pahlawan di perang Baratayudha Jaya Binangun meskipun di pihak yang berseberangan dengan anak-anak dewi kunti yang lain (Pandawa Lima).

Alkisah, anak ini ditemukan seorang sais kereta kuda yang bernama Adhirata.  Adhirata adalah sais kuda di Kerajaan Kuru. Anak ini diberi nama Karna. Karna diangkat menjadi Ksatria dari pihak Kurawa. Kelak, Dewi Kunti merasa sangat bersedih. Karena dua anak kandungnya akan saling membunuh dalam perang Baratayudha yaitu Karna dan Arjuna.

Dewi Kunti menikah dengan Prabu Pandhu Dewanata. Prabu Pandhu Dewanata menikahi dua orang putri sekaligus yaitu Dewi Kunti dan Dewi Madri. Alangkah nikmat mempunyai dua istri yang siap melayani. Ternyata sebelum kenikmatan dirasakan. Prabu Pandu Dewanata dikutuk oleh  Resi Kindama.

Prabu Pandhu Dewanata tidak bisa “menyentuh” kedua putri tersebut (Dewi Kunti dan Dewi Madri). Karena kutukan sang resi, Prabu Pandhu Dewanata memutuskan untuk bersemedi mendekatkan kepada Syang Hyang Widhi. Ada satu keresahan dari sang Prabu Pandhu Dewanata belum memiliki keturunan. Semua gegara kutukan sang resi.

Dewi Kunti merasakan keresahan sang Prabu. Dewi Kunti bermaksud menggunakan mantera Adityaredhaya sebagai solusi untuk mempunyai keturunan.

Dewi Kunti memanggil tiga dewa sekaligus yaitu Dewa Dharma, Dewa Bayu dan Dewa Indra. Dewa Dharma memberi keturunan yaitu Yudistira, Dewa Bayu memberi keturunan yaitu Bima dan Dewa Indra memberi keturunan yaitu Arjuna.

Atas kebaikan Dewi Kunti maka Dewi Madri juga diajari mantera ini juga. Dewi Madri mengundang Dewa Aswin sehingga memberi anak yaitu Nakula dan Sadewa. Suatu saat, Prabu Pandhu Dewanata meninggal dunia. Dewi Madri mengikuti Prabu Pandhu Dewanata untuk mati. Nakula dan Sadewa dititipkan kepada Dewi Kunti.

Dewi Kunti memiliki lima anak yaitu Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka berlima disebut Pandawa Lima. Ketika perang Baratayudha berkecamuk maka Dewi Kunti tinggal di rumah Widura sampai perang berakhir.

Dewi Kunti meninggal dunia bersama dengan Destarata dan Dewi Gendari. Mereka bertiga menyepi ke dalam hutan. Hutan terbakar oleh api persembahan Destarata. Mereka dimakan apai yang membakar hutan itu.

Kesedihan Prabu Destarata

Pandhu diangkat sebagai raja di Hastinapura. Karena kakaknya yaitu Destarata dalam keadaan buta. Buta yang disebabkan menutupnya kelopak mata sang Ibu saat bertemu Begawan Abiyasa. Destarata hanya menjadi “pejabat sementara” sebagai Raja ketika Prabu Pandhu sedang tidak di Istana.

Prabu Pandhu yang menyepi di hutan sampai ajal menjemput. Karena Prabu Pandhu mendapat kutukan Resi Kindama. Destarata dikukuhkan sebagai Prabu Destarata di Kerajaan Hastinapura setelah kematian Prabu Pandhu Dewanata. Prabu Pandhu Dewanata meninggalkan lima anak yang disebut PANDAWA LIMA.

Prabu Destarata memiliki seorang istri bernama Dewi Gendari. Mereka berdua memiliki seratus anak yang disebut KURAWA. Duryudana adalah anak sulung dari Prabu Destarata. Suatu saat, Bisma dan Widura mengingatkan kepada Prabu Destarata bahwa Duryudana adalah anak yang akan membawa angkara murka.

Prabu Destarata sangat menyayangi anak-anaknya. Prabu Destarata cenderung “Welas Tanpa Alis”. Welas Tanpa Alis adalah Kasih Sayang yang berlebihan tanpa syarat. Ini menyebabkan kerugian. Kutukan Dewi Drupadi atas Dursasana yang menarik kemben. Sumpah Bima karena ulah Duryudana atas Dewi Drupadi . Prabu Destarata membiarkan semua tanpa memperingatkan kepada Dursasana dan Duryudana.

Pandawa Lima beranjak dewasa. Usia mereka seangkatan yaitu Pandawa dan Kurawa. Pandawa Lima menuntut hak atas Kerajaan Hastinapura. Emang mereka yang berhak. Karena mereka adalah anak-anak Prabu Pandhu Dewanata.

Duryudana juga menuntu hak yang menjadi raja. Padahal, niat semula adalah Prabu Destarata cuman menjadi “pejabat sementara” sampai Pandawa Lima dewasa. Duryudana beralasan bahwa Ayahnya juga Raja Kerajaan Hastinapura.

Keruwetan ini ditengahi oleh sang kakek yaitu Bisma. Bisma mengusulkan bahwa Kerajaan Hastinapura dibagi dua. Separuh wilayah kerajaan Hastinapura diberikan kepada anak-anak Prabu Destarata. Pandawa Lima diberi sisanya yaitu di Kandawaprasta.

Kandawaprasta adalah lokasi kerajaan Hastinapura yang awal. Ini adalah wilayah yang kering, miskin, dan berpenduduk jarang. Pandawa Lima yang dipimpin Yudistira dibantu oleh Kresna dan Baladewa. Mereka mengubah daerah gersang tersebut menjadi makmur dan megah, dan dikenal sebagai Kerajaan Amarta atau Indraprastha.

Indrapastha mengalami kejayaan. Yudhistira bermaksud mengadakan acara Sesaji Rajasuya. Acara yang bertujuan mengungkapkan rasa Syukur kepada Sang Maha Kuasa. Seluruh raja dari kerajaan tetangga diundang termasuk Kerajaan Hastinapura.

Kurawa datang ke acara Sesaji Rajasuya. Mereka adalah Duryudana, Dursasana, Sengkuni beserta Kurawa datang di acara Sesaji Rajasuya. Mereka melihat kemegahan Indraprastha. Timbul rasa iri dan dengki di kalbu Duryudana. Ide liar bermunculan termasuk mencaplok wilayah Indraprasta.

Hasutan Sengkuni membuat dada Duryudana lebih sesak. Mereka bersekongkol untuk mengajak Yudhistira bemaina Dadu. Permainan yang disukai Yudhistira tetapi Sengkuni lebih mumpuni. Mereka hendak merebut Indraprastha via permaian dadu tanpa perang.

Singkat cerita, Pandawa kalah habis-habisan. Semua habis diambil oleh Kurawa mulai uang, kerajaan bahkan istri. Pandawa harus mengasingkan diri selama 12 tahun. Masa pengasingan inilah yang menempa Pandawa Lima menjadi lebih kuat. Pelatihan sebelum perang sejati dimulai yaitu Perang Baratayudha Jaya Binangun.

Prabu Destarata hanya diam saja tanpa melakukan apapun. Prabu Destarata hanya mampu memerintahkan untuk mengembalikan harta dan kerajaan yang direbut Kurawa. Meskipun firasatnya berbicara bahwa ini awal kehancuran keturunannya.

Prabu Destarata paling bersedih karena dalam permainan dadu muncul dua kutukan untuk kedua anaknya yaitu Dursasana dan Duryudana. Karena kutukan ini maka kedua anaknya akan mati ditangan Bima. Dosa Duryudana dan Dursasana adalah melecehkan Dewi Drupadi.

Duryudana yang merasa sudah menguasai dewi Drupadi. Dia menyuruh dewi drupadi duduk di pahanya. Bima sangat marah maka berjanji akan membunuh Duryudana dengan mematahkan pahanya. Sumpah Bima adalah kutukan bagi Duryudana.

Dursasana yang bernafsu menarik selendang dewi drupadi di balairung kerajaan. Dewi Drupadi memohon kepada dewa untuk memanjangkan selendangnya. Doa Dewi Drupadi dikabulkan sehingga Dursasana tidak bisa melucuti selendang sampai dia kelelahan sendiri.

Dewi Drupadi bersumpah tidak akan melepas ikatan rambut. Dewi Drupadi akan melepas ikatan rambut setelah keramas dengan darah Dursasana. Dursasana sangat ketakutan akan sumpah dewi drupadi. Bima menyanggupi akan membunuh dursasana dan mempersembahkan darah dursasana  untuk dewi drupadi.

Prabu destarata sangat sedih. Karena Prabu Destarata sadar hal itu akan terjadi. Prabu Destarata juga meyakini bahwa Duryudana dan Dursasana akan mati ditangan Bima. Prabu Destarata tidak memiliki penerus setelah Kurawa.

Prabu Destarata sangat benci dengan Bima di akhir masa perang. Prabu Destarata kehilangan seluruh keturunannya. Bima adalah Jagal yang paling banyak membunuh kurawa. Bagaimanapun dosa Kurawa itu menggunung tinggi. Kasih Sayang orang tua sepanjang masa. Maka, Rasa benci itu adalah manusiawi.

Alkisah, setelah perang Baratayuda selesai. Pandawa Lima menghadap Prabu Destarata. Pandawa Lima ingin mengangkat Prabu Destarata menjadi sesepuh kerajaan. Prabu Destarata memanggil Bima. Prabu Destarata ingin memeluk Bima. Kresna sudah “waskita” bahwa ada niat buruk dari prabu Destarata.

Prabu Destarata mempunyai kesaktian untuk meremukkan batu. Kalau Bima dipeluk maka bisa diremuk oleh Prabu Destarata. Prabu Destarata yang buta maka tidak tahu yang terjadi disekitarnya. Kresna melakukan sebuah muslihat.

Kresna mengajukan sebuah batu yang berbentuk Bima. Prabu Destarata memeluk dan meremukkan batu itu sampai pecah berkeping-keping. Prabu Destarata awalnya menduga itu Bima ternyata hanya batu. Prabu Destarata minta maaf atas tindakan pengecut tersebut.

Prabu Destarata, Dewi Gendari dan Dewi Kunti akhirnya menyepi ke tengah hutan. Mereka bertapa mendekat diri kepada Sang MAHA KUASA. Hutan tersebut terbakar karena api suci. Api Suci yang sejatinya sebagai kelengkapan Prabu Destarata untuk bertapa. Prabu Destarata meninggal dunia bersama sesepuh kerajaan Hastinapura dalam kesedihan.