BACA BACA DAN MEMBACA

Alhamdulillah, saya mengunjungi toko buku sore ini tadi. Saya sudah lama nggak kesana. Rasanya senang sekali. Itung-itung update buku. Ifa senang sekali diajak ke toko buku. Menurut pengamatan saya, dia lebih excited ke toko buku daripada ke Superindo ( kesimpulan yang maksa banget…..hehehe)

Apalagi diajak ke toko buku Gramedia yanng ada di Solo Square Mall. Toko buku yang nyaman nan lengkap trus makan di Mie Horizon. Hehehehehe…!!! Ifa lari kesana kemari sambil membawa tas belanja. Dia ambil berbagai buku dan peralatan tulis. Pokoknya meyenangkan lihat deretan buku, VCD dan ATK.

Mama ifa memang concern dengan pendidikan ifa. Mama ifa ingin membeli buku stiker. Stiker yang ditempel ke gambar yang sesuai. Buku ini bersifat tematik, misal: profesi, , alam semesta, hobi dsb. Mama ifa juga suka membeli buku cerita bergambar. Mama ifa akan bercerita ke si ifa sambil menunjuk gambar yang ada di buku.

Ini adalah pendidikan. Itu menurut saya. Hahahahaha…!!! Pendidikan tidak melulu tentang membaca, menulis dan berhitung. Pendidikan adalah tentang stimulus kepada akal, rasa dan karsa.

Kita menanamkan kegemaran membaca. Pengenalan buku bergambar. Pengalaman menempel di buku tempel. Kita bercerita dari buku cerita. Itu sebuah pengalaman. Fungsinya menanamkan kegemaran membaca tanpa harus diajari cara membaca. Ifa penasaran dengan isi buku. Ini lebih penting

Dia memang baru dua tahun enam bulan. Dia belum bisa bercerita apalagi membaca. Pengalaman membeli buku juga stimulus. Makanya, saya mengajak ke Gramedia untuk memberi stimulus tentang buku. Suatu tempat yang menyenangkan yang dipenuhi dengan buku. Dia suka buku.

Konon, otak balita seperti spon di usia emas ( 2- 5 tahun). Mereka akan merekam dan masuk di long term memory. Makanya, kita harus memberi ingatan yang bagus. Ifa melihat, memegang, mengambil dan memperhatikan buku di toko buku. Itu pengalaman langsung.

Kami memberi kesan bahwa tempat yang menyenangkan adalah toko buku, perpustakaan dan alam terbuka. Ini kesan pertama yang terus diingat dan menjadi konsep diri sampai tua.

Bayangkan, Mall adalah tempat yang terindah bagi anak-anak untuk pertama kali. Karena kita mengenalkan mall lebih dini daripada alam terbuka, perpustakaan dan toko buku. So, anak kita lebih suka di mall daripada membaca atau berpetualang. Karena long term memory merekam kejadian itu.

Gemar membaca memang baik. But, kita tidak bisa memaksakan ke anak kita. Kita hanya bisa merangsang untuk mencintai buku. Pendidikan itu soal kebiasaan menurut kata ahli. Makanya, agar menjadi kebiasaan maka dirangsang. Jika sudah terbiasa maka nggak harus disuruh.

Kita nasehati anak sehari tiga kali, “nak baca buku itu nanti kamu jadi pinter lho!”. Hasilnya adalah kita dianggap cerewet aja.heheheheehe…!!!!

Kalau distimulus kemudian si anak suka. Dia akan melakukan dengan sukarela. bahkan, kita yang repot melayani permjntaan anak tentang buku.

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

2 thoughts on “BACA BACA DAN MEMBACA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s