Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela

totto chan

Identitas Buku
Judul : Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela
Penterjemah : Widya Kirana
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2004
Cetakan : Kelima
Tebal Buku : 271 halaman
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Ketika membaca novel Totto Chan untuk yang kedua serasa yang pertama. Mengesankan dan tidak membosankan, itu kesan saya. Mbak Warti, ART di rumah, juga suka membaca novel ini. Novel yang polos, humanis dan tidak menggurui. Novel yang sarat pesan “memanusiakan manusia” yang dikemas dengan bahasa yang renyah dan ringan.
Setting novel adalah awal tahun 1940-an sampai dengan pertengahan 1945 diakhiri dengan kekalahan Jepang di perang pasifik. Sekolah Tomoe Gakuen hancur dibom Sekutu. Model pendidikan yang kontroversial di masa itu. Student Oriented dan guru hanya fasilitator. Padahal, Jepang masa itu feodalisme masih kental.
“Aku tidak mengarang-ngarang satu bagian pun. Semua kejadian itu benar-benar terjadi, dan untunglah, aku bisa mengingat-ingat cukup banyak” . Itulah yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi selaku penulis.
Buku ini adalah fakta menurut memori masa kecil dari penulis. Karena hanya memori maka Tetsuko tidak mau mengatakan adalah karangan non fiksi. Tetsuko Kuroyanagi mempunyai panggilan Totto-Chan. Maka, Judul Novel ini adalah Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela.
Sistem pendidikan yang diceritakan dalam Novel ini. Dunia pendidikan Indonesia “resmi” menerapkan sistem ini awal tahun 2000-an. Ini ditandai lahirnya Kurikulum KTSP. Unik ya, Berapa tahun rentang waktunya? 1945 – 2000. Hmmm, Hitung sendiri. Hehehehehe…!!!!
Jepang sudah mengalami dialektika sistem pendidikan selama enam dekade dan bersintesa menjadi sistem pendidikan unggulan. Jepang menjelma menjadi negara maju dengan fondasi SDM yang kuat. Rentang waktu yang panjang antara Indonesia dan Jepang dalam dialektika pendidikan. Itu bisa dilihat secara kasat mata.
Model pendidikan yang dikembangkan Mr Kobayashi sang Kepala Sekolah Tomoe Gakuen dikenal sebagai sekolah alam pada saat ini. Pendidikan yang diselaraskan dengan kecenderungan belajar siswa dikenal sebagai Multiple Intelligence Education. Munif Chatib sangat getol mengembangkan model ini. Itu menurut saya lho. Hehehehe…!!! Boleh di debat
Paradigma pendidikan Sekolah Tomoe Gakuen adalah Student Centered Learning. Siswa dibebaskan untuk membuat urutan pelajaran sesuai dengan minatnya. Praktek langsung di lapangan dengan sang ahli, belajar langsung dari sang ahli. Guru wajib mengajar dengan cerdas dan kreatif untuk mengoptimalkan potensi siswa tanpa menggurui.
Itu semua menjadi paradigma pendidikan Indonesia baru di awal 2000-an. Guru bukan sebagai Dewa yang serba tahu, Guru bukan manusia tanpa dosa dan Guru bukan orang yang selalu benar. Guru adalah Pengayom, fasilitator dan pelayan siswa untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Kurikulum 2004 dikenal dengan dengan kurikulum KTSP dan dilanjutkan kurikulum 2013. Bener gak nih? Ada yang jadi guru.
Jepang telah menjadikan buku ini sebagai materi pelajaran melalui kementerian pendidikan tahun 1982. Seperti yang ditulis Tetsuko Kuroyanagi dalam catatan akhir novel ini. “Buku ini sekarang resmi menjadi materi pengajaran dengan persetujuan kementrian pendidikan, bab Guru Pertanian akan digunakan di kelas tiga pelajaran bahasa jepang dan bab Sekolah Tua yang Usang di kelas empat untuk pelajaran etika dan budi pekerti”.
Sekolah inklusi sebagai wujud penghargaan HAM dan memberi kesempatan yang sama ke setiap manusia sudah dilakukan oleh Sekolah Tomoe Gakuen. Tomoe Gakuen menerima murid difabel yaitu Yasuaki Chan. Dia adalah penderita polio yang merasa “diterima” belajar di sekolah Tomoe Gakuen.
Yasuaki Chan adalah sahabat karib Totto Chan. Mereka saling menghargai atas segala kelebihan dan kekurangan. Ini karakteristik Tomoe Gakuen yang mengajarkan bahwa setiap manusia adalah indah dan setiap anak adalah baik. Pikiran anak yang polos kemudian disuntik dengan positive thinking. Mereka merasa bahwa sekolah itu indah.
Ini dapat dibaca dalam bagian Pelajaran berenang di Tomoe Gakuen. Anak diwajibkan berenang dengan telanjang baik anak yang sehat secara jasmani maupun yang cacat. Sehingga semua anak melihat semua bagian tubuh temannya tanpa mencela dan tanpa risih. . Tidak ada perbedaan perlakuan dan dihormati semua temannya. Tetapi, kita tidak harus meniru semua yang ada di Tomoe Gakuen.
Semboyan “ciptakan memori indah masa kecilmu” dilakukan di sekolah Tomoe Gakuen. Para alumni sekolah Tomoe Gakuen sering bertemu di pertemuan alumni. Mereka terkesan dengan pengalaman belajar di Tomoe Gakuen. Kehadiran novel ini adalah bentuk penghormatan dan kesan mendalam selama belajar di Tomoe Gakuen.
Novel ini sangat cocok bagi mahasiswa calon guru, guru dan guru senior sekalipun. Novel ini bercerita tentang hakikat pendidikan dan manusia itu sendiri. Guru adalah panggilan jiwa bukan hanya profesi belaka. Kesuksesan pendidikan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh guru-guru yang terlibat.
Kelemahan
Kelemahan novel adalah plot yang datar-datar saja. Tidak “gairah” dalam novel ini. Tidak ada yang naik tajam, turun yang curam atau memutar-mutar sehingga sulit menduga akhir cerita. Jika membaca novel Dan Brown , Harry Potter atau John Grisham maka terasa sekali kenikmatan alur plot yang berlika-liku.
Kawan saya pernah mengatakan bahwa Novel Agatha Christie sangat menarik. Karena kita tidak mampu menerka ending cerita. Semakin membaca semakin penasaran saja. Kalau Novel Totto Chan maka plot yang lurus dan polos. Ending yang kurang menggigit.
Tokoh Antagonis yang cerdas dan cerdik. Pergerakan tokoh antagonis yang tak terduga sungguh menarik. Bahkan untuk beberapa novel tertentu tokoh antagonis dibuat lebih “smart” daripada tokoh protagonis. Bahkan kemenangan tokoh protagonis tidak istimewa. Beberapa novel bahkan “menggantung” akhir cerita sehingga menjadi misteri. Ini menarik.
Novel Totto Chan tidak ditemukan tokoh antagonis atau protagonis. Semua adalah kawan alias seluruh tokoh adalah tokoh protagonis. Kita tidak menemukan plot yang memuta-mutar. Tidak ada unsur kejutan. Semua lurus-lurus saja. sangat menjemukan.
Penutup
Aneh, Novel Totto Chan yang berakhir dengan kebahagiaan sangat cocok bagi dongeng anak-anak. Namun, Novel Totto Chan bukan untuk anak-anak. Ini novel adalah novel dewasa untuk perenungan.Khususnya bagi para guru.
Novel Totto Chan . Novel yang hadir dengan plot datar namun bercitarasa dewasa. Jika ingin sekedar hiburan maka novel ini kurang cocok. Kalau anda ingin sedikit “perenungan” maka novel ini cocok.
Jika anda memiliki perhatian dan berkecimpung dengan dunia pendidikan maka novel ini menarik dan penting untuk dibaca.

Advertisements

AYAH ASI

“Ayah…..ayah….ayah!”, ifa manggil saya gitu. Hampir setiap pulang kantor, dia manggil-manggil. Panggilan ayah itu biasa. Kesepakatan emang gitu.  Saya dipanggil ayah dan istri dipanggil mama. Hahahaha….!!!
Kalau Ayah ASI itu beda lagi. Saya belum Pede sebagai Ayah ASI, masih belum mangstab, ayah Ifa aja. Ayah ASI adalah ayah yang ikut bertanggung jawab atas ketersediaan ASI bagi sang buah hati.
Kita sudah ketahui bersama. Kelancaran ASI tergantung dari mood atau kondisi emosi si mama. Kalau mood bagus, Insya Allah produksi ASI berlimpah, mood sedang jelek berpengaruh ke produksi ASI.
Lha, tugas ayah ASI disini, menjaga mood istri agar tetap baik. Kalau mood tidak dijaga, bisa gawat. Hehehehehe…!!!! Anaknya yang jadi korban. Segalanya ada resiko. Hahaha…!!! Kembali ke komitmen awal.
Pekerjaan yang disinyalir dapat membuat istri stres dan kelelahan harus dilakukan suami. Kalau istri sedang exhausted, suami memberi semangat. Kalau repot dengan si bayi, segera dibantu.
Pokoke, dibuat senang, nyaman dan tenang. Kira-kira begitu. Wessss, repot amat ya. Ini demi buah hati kita. Percaya, yang nulis belum tentu bisa seperti diatas.
Repot ? Jelas. Itu yang harus dipahami oleh Ayah dan Bunda. Ini sebuah pilihan saja. Jika memilih ASIX untuk sang buah hati. Ayah dan Mama harus berkomitmen dengan segala resiko. Lha, kalau salah satu mutung maka tidak berhasil.
Jika repot, memilih susu formula. Tidak masalah, mama tidak terlalu repot. But, kalau saya eman-eman. Karena ada susu terbaik di dunia buat bayi dan murah. Mengapa harus dikasih yang no 2 kalau ada yang no 1?
Anak usia 0- 6 bulan dapat hidup hanya minum ASI tanpa tambahan apapun. Anak sampai usia dua tahun tidak perlu tambahan susu formula. Ini karunia ILAHI, mengapa nyari yang lain? Murah lagi.
Ayah ASI adalah bentuk perhatian ayah kepada sang buah hati. Anak kita juga merasakan lho, kalau ayah ikut menyukseskan program ASIX. Muaranya, kasih sayang yang dirasakan si buah hati terasa lengkap dari Mama dan Ayah.
Suami dan Istri juga tambah mesra. Ini efek sampingnya saja. Hehehehe, apa nggak mangstab? Suami makin perhatian dengan istri, istri makin sayang dengan suami. Lha, suami khan butuh kasih sayang istri.
Kata ibu saya, pasangan hidup makin mesra kalau saling membutuhkan. Program ASIX menciptakan lingkungan saling membutuhkan diantara suami istri. Lingkungan saling kerjasama dan saling memberi perhatian. Efek samping, hehehehe…..!!!!!
Program ASIX membutuhkan waktu 6 bulan. Kalau mau lengkap 2 tahun. Cukup membuat mesra. Apalagi nambah anak lagi. Hehehehehehehe…!!!!
Nggak percaya? Coba saja bertanya yang udah pengalaman via AIMI ASI atau ID_AYAH ASI. Googling aja.

ASIX ITU PILIHAN KAMI

Kami memilih ASIX buat si Ifa bukan tanpa resiko meskipun murah. Kami terbebas dari membeli susu kaleng. ASIX membutuhkan komitmen kami sebagai orang tua. Konsekuensi yang tidak hanya untuk mama saja. Tentu saja, buat saya juga sebagai ayah.
Lho kok bisa? sambil garuk-garuk kepala. Hehehehehe….!!!! Lha yang jelas. Anak yang lahir ke dunia atas kerjasama antara ayah dan mama. Pengasuhan anak adalah tanggung jawab orangtua yaitu ayah dan mama. Termasuk keputusan memakai ASIX atau Susu Formula.
Harap diketahui, Jika kita memilih ASIX maka tidak kalah ribet dengan susu formula. Mama yang tidak bekerja itu bukan masalah tentang persediaan ASI. Mama bisa memberi kapan saja langsung dari sumbernya. Hehehehehe…..!!!!!
Kalau bekerja, lain ceritanya. Itu dibutuhkan manajemen stocking. Karena anak butuh ASI sewaktu mama bekerja di luar. Stocking memerlukan alat bantu mulai dari kantong ASI, botol ASI dan lemari pendingin.
Stocking memerlukan teknik tersendiri. Setiap ASI yang masuk kantong/botol ditulis tanggal produksi. ASI yang masuk kulkas bertahan sampai dengan 3 bulan. Kalau mau mengkonsumsi persediaan ASI maka harus dipanasi terlebih dahulu. Pompa ASI juga diperlukan dan alat sterilisasi.
Kondisi psikologi mama juga harus diperhatikan. Mama yang bahagia memproduksi ASI lebih melimpah. Mama harus menjaga diri untuk tidak stres. Stres tidak bagus untuk produksi ASI. Makanya, suami harus ikut bertanggung jawab kelancaran produksi ASI. Konselor laktasi menyebut dengan istilah AYAH ASI.
Peralatan ASI sungguh bermacam-macam. Seiring perkembangan budaya ASIX timbul bisnis baru yaitu Kedai ASI. Kakak saya sempat senyum sendiri melihat tulisan kedai ASI. ” kedai ASI itu jualannya apa dik?”, tanya dia kepada saya. ” Jualan peralatan untuk menyusui mas”, jawab saya. ” Ooo gitu ya”, jawabnya sambil senyum sendiri.
ASI eksklusif sekilas memang lebih ribet. Apalagi buat ibu bekerja. Namun, manfaaat ASI eksklusif. Hmmm…!!! Jangan tanya. Sangat besar sekali. Daya tahan tubuh anak sangat bagus. So, pemakaian obat kimia dapat dikurangi. Buktinya paling tidak anak saya sendiri. Ifa jarang sakit dan tangguh fisiknya?
Karena manfaat itu maka banyak yang tertarik. Sebagian ibu bekerja bahkan rela ribet demi ASI eksklusif. Sahabat istri adalah PNS di sebuah kementerian di Jakarta. Dia sering bepergian. Dia mengikuti program ASI eksklusif, mulai  menyusui anak dengan ASI, pompa ASI, simpan ASI.
Kondisi psikologis mama juga harus diperhatikan. Konselor laktasi bilang. “ produksi ASI berbanding lurus dengan kebahagiaan mama si bayi”. Mama yang merasa bahagia maka produksi meningkat, mama bersedih maka produksi ASI menurun.
Program ASIX bukan hanya tanggungjawab mama. Itu juga tanggungjawab ayah. Makanya, Program ASIX juga merekatkan hubungan suami istri. katanya lho, hehehe…!!! Jadilah Ayah ASI yaitu menjadi ayah yang mendukung program ASIX.
Silahkan membuat perbandingan antara ASI dan Susu Formula baik dari segi kesehatan, ekonomi, kepraktisan dan psikologis. Jika perbandingan secara ekonomi maka program ASIX cukup murah. Segi praktis maka lebih praktis susu formula. Segi kesehatan dan psikologi maka ASIX jauh lebih baik.
Segi kesehatan anak, saya sudah membuktikan sendiri. Ifa bisa dikatakan jarang sekali ke dokter. Ifa hampir tidak pernah sakit. Kalau badannya panas cukup dikasih ASI. Sehat dan daya tahan tubuh yang kuat. Padahal, Ifa tidak terlalu higienis. Ifa suka main tanah. Suka masukin mainan ke mulut. Ifa tidak mengalami alergi dsb.
Nilai kesehatan anak memang tidak kentara dari nilai ekonomi. Baru kelihatan jika anak sakit. Susu Formula berasal dari susu sapi, kedelai, kambung dsb. Tentu saja, Itu semua berbeda dengan ASI. ASI berasal dari manusia. Tidak semua unsur diterima organ tubuh. Kadang muncul penolakan yang wujudnya sebagai alergi.
Karena manfaat ASIX yang besar. Sahabat istri rela mengikuti program ASIX. Dia bukan wanita rumahan, bekerja sebagai PNS di kota Jakarta. Dia sering perjalanan dinas ke luar kota, luar jawa bahkan luar negeri.
Dia cerita ke istri saya jika bepergian maka tidak lupa membawa “persenjataan”. “Persenjataan” terdiri dari breast pump, botol ASI, kantong ASI dan Kotak ASI. Dia memompa ASI disimpan di botol/kantong ASI ketika istirahat di hotel.
Hasil perahan ASI disimpan di kulkas hotel. Kalau dalam perjalanan, botol/kantong ASI disimpan di Kotak ASI yang dilengkapi dengan cooler.
Betapa ribet, tidak praktis dan membebani. Karena sudah ada niat, dilakukan dengan senang hati tanpa beban. Dia sadar manfaat ASI Eksklusif.
Kami masih belum apa-apa. Istri kerja dari rumah. tempat kerja saya dekat rumah. Kalau merasa ribet maka merasa malu dengan sahabat istri.
Finally, semua adalah pilihan. Anda tinggal memilih. Studi kesehatan sudah maju. kelebihan dan kekurangan sudah sering disampaikan tentang ASI dan Susu Formula.
Ada satu kesepakatan. Kita ingin yang “Terbaik” untuk anak kita. Bagaimana menurut anda yang “Terbaik” untuk anak kita???? hehehehehehehe…!!!!

                                          

Sik……ASIX…!!!!! Sik……ASIX….!!!

Alhamdulillah, anak saya sudah 2,5 tahun. Ifa adalah nama panggilannya. Ifa sudah lulus “S3” ASIX (ASI Eksklusif) dan “bermain” di Playgroup Sekolah Alam. Ifa senang berada di playgrup. Dia tidak merasa belajar di sekolah. Dia merasa sedang “bermain” di sekolah.
Anak adalah anugerah yang paling indah. Kami merasa bahagia. Kami selalu ingin memperhatikan segala sesuatu yang terjadi atas dirinya. Ifa lahir dengan bobot 3700 gram dan panjang 52 cm. Kelahiran melalui proses operasi caesar. ( bener nggak sih nulisnya, hehehehe)
Tindakan caesar selesai maka sang bayi diantarkan ke ruang bayi. Sebelumnya, saya akan dipanggil untuk melihat pertama kali. Saya yang melihat pertama kali. Mamanya masih tergolek lemas di ruang operasi.
Saya melihat rambutnya hitam legam dan lebat, Suara Tangis yang lantang membuat bahagia. Karena pertanda lahir dengan sehat. Ifa adalah cucu pertama buat ibu saya. Rasanya bahagia deh.
Kami adalah pasangan muda. Pengalaman kami mengasuh anak belum ada. So, Saya dan istri sering mencari referensi pengasuhan balita dan anak melalui orang tua, buku dan internet. Akhirnya, Istri memutuskan untuk memberi ASI Eksklusif atau ASIX di enam bulan pertama.
Maklum, Istri adalah penganut madzhab “anti susu kaleng”. Menurut saya, ini adalah sebuah pilihan. Anda memilih ngasih ASI doang. It’s OK. But, Anda memilih Susu Kaleng, No Probs. Ada juga yang mengkombinasi ASI dan Susu Kaleng, It’s Nice. Cuman, ASI itu alami langsung dari ibu dan Susu Kaleng dari Hewan Sapi. Itu saya                renungi.
Enam bulan berlalu. Ifa hanya minum ASI masih baik-baik saja. Para eyang hanya manut saja. Padahal, hati mereka mungkin khawatir so kita nggak tahu juga. hehehehehe…!!!! Pokoke nekad. Khan pendekar ASI. hahahahaha….!!!! Hidup ASI Eksklusif. hehehehehehehehe…!!!
Enam bulan terlampaui. Istri menyebut si Ifa lulus S1 ASI Eksklusif. Pikir saya, Ifa nggak punya pilihan. hebat pula istilahnya. hehehe…!!!! ini khan cuman istilah kalau anak melewati enam bulan ASI doang tanpa tambahan apapun berupa susu sapi, biskuit, nasi bahkan air putih juga nggak ( Apa nggak eneg ya?? Khan cuman minum susu #garukgarukkepala).
Hasilnya? Ruaaar biasa…..!!!!  Ifa nggak pernah ke Dokter. Kalau panas sedikit itu biasa. Cuman dikasih ASI maka suhu badan menurun. Badannya sehat, Anaknya lincah dan nggak mudah terserang penyakit.
Badannya nggak terlalu besar namun padat berisi. Satu hal yang menonjol yaitu “daya tahan tubuh” si Ifa tangguh menurut saya. Berdasarkan keterangan diatas tadi.
Enam Bulan Pertama maka terasa sangat irit buat kami. Hehehehe…!!!!! Saya tidak menyisihkan uang untuk beli susu. Mamanya saja dikasih makan yang bergizi. hehehehe…!!!!! kami tidak ada perasaan khawatir sama sekali tentang stok ASI.
Apalagi harga susu kaleng cukup tinggi. ASI itu gratis karena pemberian Ilahi.  ASI tidak akan habis selama anak masih membutuhkan. Begitu lahir, anak langsung ditempelkan ke puting susu ibunya. Yakin aja mesti keluar, meski ada yang langsung atau menunggu agak lama. Optimis ajah. Hehehehe

SEMBILAN TIPE PENGGUNA INTERNET DI KANTOR

Kita bekerja hampir computerized semua termasuk juga di kantor saya. Tempat kerja saya khan universitas. Maka, Universitas telah menggunakan sistem informasi tertentu dalam proses bisnis.
Maklum, Universitas harus canggih dan terdepan dalam teknologi. Kalau bahasa karyawan adalah manajemen “klak-klik”. Saya khan karyawan administrasi so ambil yang simple aja. Kita hanya urusan input data. Urusan manajemen dan analisa database. Kita menyerahkan ke pihak yang berwenang.
Filosofi karyawan adalah kerja yang diperintahkan. Kita kerjakan sambil nge-blog.  But, jangan lupa kerja. Tugas harus diselesaikan. Hahahaha……!!!!
Saya kerja di kantor keuangan Universitas. Asumsi, Kantor Keuangan mengurus “darah” Universitas maka harus diberi yang terbaik. “Terbaik” adalah fasilitas yang terbaik yaitu komputer, bandwith, Ruang Kerja yang nyaman, AC dsb.
Karena tugas utama adalah input data, Saya menyelesaikan relatif cepat. So, banyak waktu kosong. Karena iseng menulis di blog. Waktu luang untuk nge-blog. Akibatnya, lebih sering nge-blog daripada kerja kantor.
Lha, kegiatan ini juga bagus untuk peningkatan kualitas karyawan. Kalau kualitas saya meningkat maka Universitas juga untung ( ngeles nih….!!!! hehehehehe…!!!!). Orang kantor mesti sering buka internet. Apalagi yang pegang komputer. Kerja disambi ngenet.
Tujuan ber-internet macam-macam. Ada yang cuma ngeksis, nyari lowongan kerja, nggosip atau sekedar mau download lagu. Ibu- ibu nyari resep dsb. paling tidak menurut saya,ada beberapa tipe karyawan yang browsing internet, yaitu :

1. Agamis

Karyawan tipe ini hobi membuka situs keagamaan. Situs untuk memperdalam agama, kalimat motivasi atau penggalan ayat. Situs favorit mereka misal : hidayatulloh, republika, dsb

2. Ngeksis

Kalau yang tipe ini lebih suka pegang smartphone. Bisa laporan pandangan mata. Mereka suka manfaatkan jaringan wifi. Hobi mereka adalah melapokan segala sesuatu yang terjadi didirinya. Mulai bangun tidur, makan pagi, mau nge-pup, mau pipis, hati galau, hati senang, ribut dengan pasangan dsb.

3. Suka Gosip

Gosip adalah makanan kedua mereka. contoh : Pernikahan Raffi Ahmad.  Jelas tidak diundang tetapi selalu update. Jelas tidak kenal namun merasa dekat. Ini berlaku untuk artis, olahragawan atau politikus. Semua yang dikenal dengan sebutan Public Figure.

4. Fashionista

Mereka adalah orang yang ingin selalu update dalam berbusana. Kalau yang garis keras akan selalu membeli orisinal tetapi yang kantong cekak nyari “kw”. Beli kain, contek model dan ke penjahit. Hehehehe

3. Gamer

Game online adalah sebuah permainan yang menyenangkan. Gamer adalah penghobi yang bukan untuk main-main.. Orang yang hobi nge-game pada awalnya untuk refreshing. Kalau keterusan bisa jadi addicted.  Ada yang suka sampai jadi pekerjaan yaitu game tester dan jual beli game.
Rekan saya di kantor cukup kreatif. Dia ikut game online ( warcraft) via facebook. Dia lakukan di sela-sela jam kerja. Dia cukup pintar mengatur emosi nge-game dan kerja. Hasilnya, Dia bisa kerja namun juga masih nge-game. Nikmat Bro….!!!!!

4. Pengamat Politik

Wah, ini yang baru hangat-hangatnya. Teman kerja yang duduk di sebelah saya termasuk golongan ini. Khususnya, waktu musim pilpres. Semua media dibuka untuk mencari berita politik. Ternyata mengobrol tentang politik itu ada yang jadi hobi. Maka nyari info lewat internet

5. Football Holic

Sepakbola adalah sesuatu yang universal. Hampir semua orang suka sepakbola. Mereka pria, wanita, tua, muda, anak-anak, kaya dan miskin dsb. Mereka yang penggemar fanatik akan selalu mengikuti update terbaru
Mereka lewat internet bisa mencari info perkembangan grup kesayangan, jual beli merchandise bahkan komunitas. Tak jarang, mereka “kopdar” di kafe, mall dsb.

6. Bisnis

Karyawan yang mempunyai usaha sampingan misal : jual beli tanah, mobil atau distributor produk kecantikan. Mereka jual melalui website, tokobagus atau berniaga.

Kadang, pendapatan dari bisnis lebih besar dari gaji di kantor padahal mereka menggunakan internet kantor. Mereka juga tidak melalaikan tugas kantor.

7. Penulis

Internet yang ada di kantor dimanfaatkan buat nge-blog aja. Untuk nyari sumber inspirasi. Pemanfaatan juga untuk menjalin silaturahim dengan blogger lain di luar sana.

8. Cooking

Kalau tipe yang satu selalu mencari resep baru. Mereka mencari teknik baru untuk memasak yang enak dan unik. Situs yang mereka buka yaitu just try and taste, detikfood dan komunitas memasak di dunia maya.
Orang yang suka cooking  sekaligus blogger. Mereka juga sering menghasilkan buku resep dan buku teknik memasak.

9. Parenting

Perkembangan dunia menyebabkan pola asuh anak menjadi concern tersendiri. Mereka yang peduli pengasuhan anak akan mencari sumber yang layak terpercaya.
Ibu Elly Risman yang sering jadi rujukan dunia pengasuhan anak atau dunia parenting. Ini hal baru yang dahulu tidak terdokumentasi menjadi menjadi ilmu tersendiri.

Memang internet mengubah wajah dunia. Sewaktu internet era awal 2000-an masih terbatas. Saya hanya tahu Yahoo saja. Satu dekade kemudian, Seluruh dunia tidak bisa lepas dari internet. Itu menurut saya lho. Hehehehe….!!!!!

RONGGENG DUKUH PARUK

Alhamdulillah, saya sudah selesai membaca novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Saya ingin membaca novel ini sudah sejak lama . Sejak Pakde Widadi mengundang beliau mengisi pengajian di rumahnya di Semarang. Kyai “nyentrik” menurut penilaian saya. Kyai jarang menyentuh hal-hal yang unik seperti : Ronggeng.
Hati menjadi penasaran. Ronggeng dibahas oleh pengasuh Pondok Pesantren. Novel juga di-”cekal” oleh Orde Baru. Apa karena menyinggung PKI ?  Penulis simpatisan PKI? Bagi saya, yang rajin nonton film G 30 S PKi setiap tahun tentu lebih sensitif. Hehehehehehehe…!!!!!!
Kyai Pondok Pesantren, Simpatisan PKI dan Novel dengan judul sensasional. Kyai itu adalah Ahmad Tohari. Ronggeng menurut saya kongruen dengan tayub ( atau sama saja ya?) Emang, saya masih lugu, naif dan masih men-“judge from it’s cover” (hahahaha…!!!!). Makanya, saya harus baca novel RONGGENG DUKUH PARUK agar terang benderang.
Novel ini dilarang orde baru. Akibatnya, Novel ini masih sukar dicari pada awal orde reformasi. Novel ini populer dan sulit dicari. Apalagi buat saya yang merupakan generasi 80-an ( kelahiran era 1980-an). Saya download versi pdf. Ternyata nggak enak dibaca.
Kemarin, Saya menemukan di Gramedia. Tanpa pikir panjang, Saya beli. Ya Allah, sudah sejak bujangan berniat beli baru kesampaian setelah punya anak. Untung, Istri mendukung hobi “membeli”. 🙂
Saya membaca dari halaman ke halaman. Saya membaca mulai di ruang tengah, kamar tidur dan bahkan di WC. semakin dalam dibaca maka serasa ada “pencerahan”. Kang Ahmad Tohari itu ternyata sedang ber”dakwah”. “Dakwah yang tanpa menggurui.
Kang Tohari tidak ingin agama hanya menjadi “ngelmu” tetapi menjadi Ilmu. “Ngelmu” bermakna ke arah spiritual. Ilmu adalah sesuatu yang aplikatif dan bermanfaat bagi seluruh alam semesta ( Manusia, Hewan, Tumbuhan dan Segala isi bumi). Agama tidak hanya “doktrin”.
Agama hanya bicara dosa, neraka dan surga kurang afdol. Lebih afdhol lagi, yaitu Rahmatan Lil Alamin. hehehehehe…!!! Meminjam ungkapan Gusdur kali ya. :). Kang Tohari ber”dakwah” sangat halus. Kalau ingin mengetahui “dakwah” kang Tohari. kita harus membaca seluruh isi novel secara urut.
Kang Tohari memilih setting yaitu dukuh Paruk wilayah kabupaten “Eling-Eling” Jawa tengah. Wilayah ini terletak di bagian selatan jawa tengah. Wilayah yang akrab dengan logat “ngapak-apak”.
Kang Tohari memang berasal dari daerah tersebut yaitu Banyumas. Dia ingin mengangkat kehidupan desa yang menjadi kehidupan sehari hari. Kang Tohari mengakrabi pedesaan sejak kecil. Sehingga novel ini sangat orisinil.
Ini menjadi catatan penting bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah Fiksi. Kalau ada kesamaan nama, tempat dan kejadian. Ini adalah kebetulan saja. hehehehehehe…..!!!!!! Kayak di pembukaan film saja.
Dukuh Paruk adalah wilayah yang terpencil. Daerah yang belum tersentuh sama sekali dengan modernitas. Masyarakat yang menjunjung tinggi keserasian dengan alam semesta. Salah satu hal yang harus serasi dengan alam semesta adalah “Birahi”.
Ronggeng adalah salah “Pemangku Birahi”. Oleh karena itu, Keberadaan Ronggeng tidak dipandang sebagai hiburan tetapi dipandang sebagai bagian “spiritualitas” masyarakat disana.
Pendiri dukuh Paruk adalah Ki Secamenggala. Seorang mantan bromocorah yang tobat dan menyepi di daerah Dukuh Paruk. Kuncup makam Ki Secamenggala dipuja oleh warga dukuh Paruk. Anak keturunan Ki Secamenggala yang menempati Dukuh Paruk mempunyai cara menjaga keserasian alam  sesuai petunjuk Ki Secamenggala.
Perjalanan hidup Ronggeng Dukuh Paruk adalah Perjalanan hidup Dukuh itu sendiri. Dukuh itu mengalami kejayaan, pasang-surut sampai kehancurannya selalu mengikuti kehidupan si ronggeng dukuh Paruk yaitu Srintil. Dukuh Paruk adalah lambang kemelaratan sekaligus kemandirian kawula alit Jawa.
Masyarakat Dukuh Paruk dipenuhi aroma klenik dan kejawen. Norma mereka longgar dalam birahi. Birahi adalah sesuatu yang harus disalurkan tanpa harus dengan aturan yang rumit. Mereka dengan bebas menyalurkan kepada siapa saja. Tidak ada istilah selingkuh. Semua dilakukan dengan terbuka.
Masyarakat Dukuh Paruk mengartikan nrima ing pandum  secara membabi buta. Nrima ing Pandum  dalam arti harfiah adalah bersyukur atas nikmat Ilahi Robbi. Mereka hanya “menerima” yang diberikan kepada mereka oleh Ilahi Robbi. Mereka tidak berusaha untuk merubah nasib  menjadi lebih baik, sejahtera dan berpengetahuan.
Kemiskinan dan Kebodohan dibumbui ronggeng adalah yang mereka syukuri dan nikmati dalam kehidupan. Kemiskinan dan kebodohan adalah dianggap sebuah “garising pepesthen urip”.  Kedua hal itu harus diterima dengan ikhlas dan rasa syukur. Manusia tidak perlu merubah sesuatu apapun. Apabila dirubah maka akan menganggu keseimbangan alam semesta.
Ironis, Sesuatu yang indah dan selaras dengan alam tetapi Dukuh Paruk tetap mengalami pageblug. Mereka menjadi korban pertarungan politik. Kebodohan mereka membuat dukuh paruk menjadi lebih terpuruk lagi. Terutama Srintil yang kehilangan harkat & martabat kemanusiaan.
Novel ini vulgar tetapi tidak mesum. Hanya novelis handal yang bisa melakukan ini. Kang Tohari mampu mengimajinasikan kehidupan ronggeng yang vulgar tanpa aroma mesum. Ini membutuhkan latihan yang lama untuk mencapai kemampuan tersebut. Itu yang paling top. Two Thumbs Up…!!!
Tokoh utama dalam Novel ini adalah Srintil dan Rasus. Kedua tokoh ini yang menguasai jalan cerita. Kedua tokoh ini merupakan sentral dari Novel. Srintil adalah ronggeng yang kewahyon  “indang” Ronggeng Dukuh Paruk. Rasus adalah anak sebatang kara. Rasus yang mencintai Srintil. Karena bayangan ibunya yang berada di dalam diri Srintil.
Rasus kehilangan ayah dan ibu karena tragedi tempe bongkrek beberapa tahun silam. Dia diasuh oleh nenek. Rasus merindukan sosok ibu yang tidak pernah dia temui. Dia membayangkan sosok ibu di dalam diri Srintil. Karena status Srintil menjadi Ronggeng. Rasus kecewa. Rasus melarikan diri dari Dukuh Paruk. Dalam bagian akhir cerita,  Rasus menjadi tumpuan warga Dukuh Paruk.
Konflik percintaan antara Rasus dan Srintil adalah awal cerita. Puncak dari cerita adalah kehancuran Dukuh Paruk karena kebodohan & kemiskinan yang mendera. Akhir cerita adalah harkat martabat Srintil sebagai manusia terjerembab yang dikuti dengan rasa penyesalan Rasus.
Rasus mencintai Srintil. Karena bayangan sosok ibu di dalam diri Srintil. Tragiis, Srintil “direbut” oleh Dukuh Paruk. Srintil harus menjadi Ronggeng . Karena Srintil diyakini bahwa “indang” dukuh Paruk bersemayam dirinya. Ronggeng diyakini akan memberi kemakmuran bagi Dukuh Paruk. Rasus kecewa, jiwanya berontak dan akal sehat rasus menolak status Srintil yang baru.
Rasus yang rasional, modern dan tidak tertarik takhyul. Rasus dipaksa mengalah dengan lingkungan. Karena Rasus memiliki kecintaan kepada Dukuh Paruk. Maka, Rasus menolak ketika srintil mengungkapkan rasa cinta kepada Rasus. Rasus berpikir bahwa Srintil telah menjadi milik dukuh Paruk. Rasus tidak berhak atas Srintil.
Rasus membawa rasa sakit hati ketika meninggalkan dukuh Paruk. Dukuh Paruk yang berjasa atas kehidupan si Rasus.  Pelarian Rasus bermuara menjadi seorang serdadu TNI. Ironis, Dukuh Paruk yang dia cintai habis terbakar. Pelaku pembakaran adalah yaitu TNI. Dukuh Paruk dianggap sebagai bagian dari pemberontak negara yaitu PKI.
Keterlibatan warga Dukuh Paruk atas pemberontakan PKI adalah karena kebodohan & kemiskinan warga dukuh Paruk. Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk dianggap bagian dari strategi agitasi dan penghasutan rakyat untuk melawan negara. Padahal, hal itu terjadi karena penipuan yang dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk.
Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk harus mendekam di dalam penjara. Mereka masih beruntung. Karena tidak harus berhadapan dengan regu tembak. Seluruh anggota Rombongan dibebaskan kecuali Srintil. Mereka pulang membawa trauma. Tidak ada niat secuilpun dari warga dukuh Paruk untuk memberontak. Hanya orang yang kejam memanfaatkan mereka. Hanya orang tidak berperasaan yang menindas mereka.
Srintil mengalami nasib lebih mengenaskan. Kemanusiaan srintil tidak dianggap lagi. Srintil menjadi pemuas birahi para oknum pemerintah yang ada di penjara. Srintil mengalami trauma. Dia merasa menjadi ronggeng adalah malapetaka. Maka, Srintil berusaha melupakan ronggeng dan menjadi perempuan seutuhnya. Perempuan normal yang berkeluarga dan berketurunan. Dunia Ronggeng adalah dunia masa lalu yang kelam.
Srintil masih mencintai Rasus. Malang, Rasus tidak segera datang. Karena Tugas Negara di Tanah Seberang. Bajus yang hadir. Bajus memberi harapan Srintil untuk berkeluarga. Bajus seolah-olah memberi harapan ke Srintil. Impian Srintil melambung tinggi bersama Bajus.
Untung dapat dapat diraih dan Malang tidak dapat ditolak. Bajus ternyata hanya seorang perayu ulung. Ternyata, Dia tidak ingin menikah dengan Srintil. Bajus adalah manusia proyek yang mengejar recehan dengan segala cara termasuk menjual srintil. Srintil dibeli dengan kebaikan hatinya dengan menemani Srintil, membahagiakan Goder dan membangun rumah Srintil.
Bajus sudah impoten sejak insiden Jatiluhur. Hasratnya bukan perempuan tetapi uang. Srintil dijual kepada Blengur. “Orang Kuat” yang suka main perempuan. Hati si Blengur luluh melihat Srintil. Blengur tidak berani menjamah Srintil. Bajus tidak peduli asalkan proyek bisa ditangan.
Srintil telah mengalami serentetan tragedi kehidupan. Dia mengetahui bahwa bajus telah menjual dirinya. Akal Sehat Srintil tidak kuat menerima dan jiwanya terguncang. Srintil menjadi Sakit Jiwa dan harus dipasung di rumah. Harkat kemanusiaan lengkap sudah hilang entah kemana. Dia menjadi manusia tanpa akal dan jiwa.
Penugasan di Kalimantan sudah berakhir. Rasus gamang hendak kemana. Hati kecilnya merasa dipanggil oleh tanah air kecilnya yaitu Dukuh Paruk. Rasus pulang ke rumah. Dia mendapati bahwa Dukuh Paruk telah porak – poranda. Kebanggaan dukuh Paruk telah hancur. Tragisnya, Kebanggaan Dukuh Paruk adalah pujaan hati yaitu Srintil.
Hati Rasus kecut. Dia merasa bersalah membiarkan srintil mengalami kemalangan.
Rasus juga menyesal mengapa keputusannya untuk melarikan diri di waktu dahulu adalah salah. Rasus merasa ada tanggung jawab yang ditinggalkannya sebagai warga Dukuh Paruk dan kepada kekasih hati.
Rasus merasa mendapat “pencerahan”. Dukuh Paruk harus dirawat dan dijaga. Rasus adalah putra “asli” dukuh Paruk. Segala yang terjadi di Dukuh Paruk disebabkan kebodohan dan kemiskinan. Dukuh Paruk adalah korban dari pertarungan politik. Rasus harus melakukan “pencerahan” bagi dukuh Paruk. Sehingga hidup mereka menjadi lebih baik.
Kang Tohari adalah seorang kyai. Pembinaan masyarakat adalah tugas utamanya. Kang Tohari berpesan bahwa hidup harus sesuai aturan Ilahi. Tujuan yang baik dengan cara yang tidak pas maka malapetaka bisa saja terjadi.
Warga Dukuh Paruk adalah masyarakat yang dasarnya baik. Birahi harus dikelola dengan baik. Sehingga ada perbedaan antara hewan dan manusia. Warga Masyarakat memang harus terus didakwahi tanpa harus digurui. Tujuan utama dakwah yaitu menghapus kebodohan dan kemiskinan.
Kebodohan juga yang menyebabkan malapetaka. Warga dukuh Paruk hanya sebagai korban. Mereka harus diayomi dan dibina. Mereka rela untuk dibina bukan dibinasakan dan distigma sebagai eks PKI. Ini adalah kritik kepada pemerintah bukan subversi.
Kebodohan yang menyebabkan kemiskinan. Maka, kewajiban bagi orang pintar untuk memberdayakan masyarakat awam. Orang pintar harus memberdayakan bukan memperdaya. Itu pesan halus yang disampaikan Kang Tohari dalam “Dakwah” di Novel ini.
Kang Tohari hanya membaca zaman. Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel humanis nan menyentuh. Gambaran kemiskinan dan kebodohan sangat kental dan menyentuh. Karena kang Tohari memang berasal dari desa dan kembali ke desa.
Novel ini akan selalu relevan dalam setiap zamannya. Novelis yang mampu membaca zaman dan menghantarkan pesan. Novel yang tidak hanya menghibur namun juga men”cerah”kan.
Selamat Membaca. hehehehehehehe…..!!!

Arti kata :

Kongruen      :  sebangun ( http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kongruen )

Birahi             :  persenggamaan ( http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berahi )

Bromocorah :  residivis ( http://artikata.com/arti-322411-bramacorah.html )

Kemelaratan : kemiskinan ( http://www.artikata.com/arti-340300-melarat.html )

Kawula alit    : rakyat kecil ( http://artikata.com/arti-333399-kawula.html )

Nrima ing pandum : Kejujuran, keiklasan, menerima segala takdir Allah SWT
( http://sacrosact.blogspot.com/2010/02/10-filosofi-hidup-orang-jawa.html )

Garising pepesthen urip : takdir kehidupan yang tidak bisa diubah

Pageblug : bencana ( bencana alam, kekeringan, kelaparan, wabah penyakit )

Kewahyon : mendapat karunia dari Allah SWT