AYAH ASI

“Ayah…..ayah….ayah!”, ifa manggil saya gitu. Hampir setiap pulang kantor, dia manggil-manggil. Panggilan ayah itu biasa. Kesepakatan emang gitu.  Saya dipanggil ayah dan istri dipanggil mama. Hahahaha….!!!
Kalau Ayah ASI itu beda lagi. Saya belum Pede sebagai Ayah ASI, masih belum mangstab, ayah Ifa aja. Ayah ASI adalah ayah yang ikut bertanggung jawab atas ketersediaan ASI bagi sang buah hati.
Kita sudah ketahui bersama. Kelancaran ASI tergantung dari mood atau kondisi emosi si mama. Kalau mood bagus, Insya Allah produksi ASI berlimpah, mood sedang jelek berpengaruh ke produksi ASI.
Lha, tugas ayah ASI disini, menjaga mood istri agar tetap baik. Kalau mood tidak dijaga, bisa gawat. Hehehehehe…!!!! Anaknya yang jadi korban. Segalanya ada resiko. Hahaha…!!! Kembali ke komitmen awal.
Pekerjaan yang disinyalir dapat membuat istri stres dan kelelahan harus dilakukan suami. Kalau istri sedang exhausted, suami memberi semangat. Kalau repot dengan si bayi, segera dibantu.
Pokoke, dibuat senang, nyaman dan tenang. Kira-kira begitu. Wessss, repot amat ya. Ini demi buah hati kita. Percaya, yang nulis belum tentu bisa seperti diatas.
Repot ? Jelas. Itu yang harus dipahami oleh Ayah dan Bunda. Ini sebuah pilihan saja. Jika memilih ASIX untuk sang buah hati. Ayah dan Mama harus berkomitmen dengan segala resiko. Lha, kalau salah satu mutung maka tidak berhasil.
Jika repot, memilih susu formula. Tidak masalah, mama tidak terlalu repot. But, kalau saya eman-eman. Karena ada susu terbaik di dunia buat bayi dan murah. Mengapa harus dikasih yang no 2 kalau ada yang no 1?
Anak usia 0- 6 bulan dapat hidup hanya minum ASI tanpa tambahan apapun. Anak sampai usia dua tahun tidak perlu tambahan susu formula. Ini karunia ILAHI, mengapa nyari yang lain? Murah lagi.
Ayah ASI adalah bentuk perhatian ayah kepada sang buah hati. Anak kita juga merasakan lho, kalau ayah ikut menyukseskan program ASIX. Muaranya, kasih sayang yang dirasakan si buah hati terasa lengkap dari Mama dan Ayah.
Suami dan Istri juga tambah mesra. Ini efek sampingnya saja. Hehehehe, apa nggak mangstab? Suami makin perhatian dengan istri, istri makin sayang dengan suami. Lha, suami khan butuh kasih sayang istri.
Kata ibu saya, pasangan hidup makin mesra kalau saling membutuhkan. Program ASIX menciptakan lingkungan saling membutuhkan diantara suami istri. Lingkungan saling kerjasama dan saling memberi perhatian. Efek samping, hehehehe…..!!!!!
Program ASIX membutuhkan waktu 6 bulan. Kalau mau lengkap 2 tahun. Cukup membuat mesra. Apalagi nambah anak lagi. Hehehehehehehe…!!!!
Nggak percaya? Coba saja bertanya yang udah pengalaman via AIMI ASI atau ID_AYAH ASI. Googling aja.

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

2 thoughts on “AYAH ASI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s