ANAK SEMUA BANGSA

image

Minke, anak Bupati Bojonegoro telah mengalami berbagai peristiwa yang berkaitan dengan pemerintah Hindia Belanda. Minke sudah menikmati privilegium statusnya sebagai priyayi.

HBS yang mematangkan daya intelektualitas si Minke. Status Minke yang diatas bangsa dia sendiri menyebabkan kekagumannya kepada eropa semakin membuncah.

Kekagumannya sedikit ternoda dengan peristiwa pengadilan Belanda atas dirinya dan mertuanya “Nyai Ontosoroh” ( Novel : Bumi Manusia). Kebahagiaannya memiliki istri Indo harus berakhir dengan tragis. Istri yang dipuja-puja harus meninggalkan tanah Hindia menuju Nederland.

Karena Annelies hanya seorang Indo bukan Totok. Kebahagiaan tidak berpihak kepadanya melainkan penderitaan yang berujung kematian. Meski bersedih, Minke masih meyakini bahwa Belanda telah mengambil kekayaan alam jawa itu kejam.

Namun,  Raja-raja Jawa itu masih lebih kejam. Karena tidak hanya harta yang diambil namun juga istri orang juga dirampas . Karena Penjajah Belanda tidak pernah mengambil istri orang.

Keyakinan ini mulai goyah setelah pertemuannya dengan Surati dan lebih bergemuruh lagi setelah bertemu dengan Trunodongso. Trunodongso, petani yang tidak berdaya menghadapi kejamnya Kapitalisasi Industri Gula Belanda.

Ternyata, Semangat “Revolusi Prancis” yang didengung-dengungkan eropa hanya untuk bangsa mereka sendiri bukan untuk kaumnya, bangsa jawa.

Pertemuannya dengan Khok Au Suew, seorang revolusionis Cina semakin mengukuhkan kegelisahan atas bangsanya. Berita dari seberang lautan, Filipina.  Minke merasa semakin gelisah akan eksistensinya sebagai bangsa. Bangsa yang selalu inferior di hadapan eropa sampai saat ini.

Mata Minke terbelalak karena Jepang dianggap sejajar dengan eropa. Meiko, pelacur jepang piaraan Babah Ah Chong, mempunyai derajat lebih tinggi. Seorang terpelajar pribumi masih dibawah derajat seorang pelacur jepang.

Joserizal harus dihukum mati karena perlawanannya kepada Spanyol. Dia menjadi korban opera sabun antara Amerika dan Spanyol. Alangkah tersungkurnya derajat bangsa Asia minus Jepang.

Pertemuannya dengan Teer Har membuat dia menyadari yang dinamakan “Nasionalisme”. Inilah yang ditakuti pemerintahan saat itu, dibalik istilah “Nasionalisme” sebenarnya Pramoedya diduga mengajarkan marxisme dan lenninisme oleh rezim orba.

Perjalanan Minke dari Semarang ke Surabaya via “Vorstlanden” (Surakarta- Yogyakarta) semakin membuat dadanya sesak. Wilayah yang subur dan makmur di sebelah tenggara pulau jawa telah dikuasai oleh tuan tanah Belanda.

Tulisan-tulisan Minke mulai bergeser menjadi lebih humanis. Pembelaan terhadap bangsanya mulai terasa dalam tulisan-tulisannya. Minke sangat kecewa ketika tulisannya diplintir oleh sahabatnya.

Sahabatnya yang bernama Martin Nijman, seorang totok belanda sekaligus redaktur S.N v/d D. Tulisannya tentang perjuangan Khouw Ah Soe dalam pelariannya ke Jawa dari Cina.

Tulisannya tentang Trunodongso membuat Nijman marah. Karena koran S.N v/d D adalah koran yang dibiayai pabrik Gula padahal Tulisan Minke mengungkap borok pabrik gula. Minke mulai menyadari adanya ketidakdilan atas bangsanya.

Minke adalah seorang priyayi jawa yang menikmati fasilitas dari orang eropa yang menjajah bangsanya. Sahabat-sahabatnya, Jean Marais dan Kommer mendesak Minke untuk menulis dalam bahasa Melayu.

Gengsi kepriyayiannya ternyata masih kuat maka dia belum bersedia. Minke masih merasa rendah jika harus menulis dalam bahasa melayu. Bahasa kelas dua.

Konflik dengan ir. Maurits Mellema semakin menguatkan pemikirannya bahwa bangsa eropa telah merendahkan bangsanya. Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Minke menyadarkan bahwa semua manusia adalah “Anak Semua Bangsa”. Anak-anak manusia yang mempunyai hak, martabat dan harga diri yang sama di dunia ini.

Mengapa Hindia harus lebih rendah dari Indo? Mengapa Indo harus lebih rendah Totok? Mengapa Cina lebih rendah dari jepang? Mengapa Jepang harus sejajar dengan eropa padahal orangnya mirip dengan cina?

Pertanyaan ini semakin membuncah. Mengapa semangat “Revolusi Perancis hanya untuk eropa/ mengapa Asia harus menjadi budak eropa?

Advertisements

No Sugar No Salt & No Additives

Alhamdulillah, Ifa sudah lulus S1 ASIX. Usia Ifa adalah 6 bulan saat itu. Ifa mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Karena Anak ASI maka disebut MPASI. MPASI itu Makanan Pendamping ASI.

Saya sebenarnya mau praktis. Kita beli makanan instan untuk ifa. Berbagai merek sudah tersedia disana mulai merek A sampai Z. Istri yang menampik usulan saya. “meski ribet tapi harus dijalanin”, Ujarnya seperti konselor ASI. hehehehehe…..!!!

Ternyata, ribet sekali. MPASI itu tidak boleh memakai gula, garam dan bahan penyedap rasa yaitu vetsin. Balita seyogyanya mengenal rasa alami bahan makanan terlebih dahulu.

Aturan dasar membuat MPASI selanjutnya adalah tidak boleh digoreng atau mengandung bahan yang telah goreng. Berdasarkan pengamatan saya. Selama ifa menjalani MPASI. Semua proses pembuatan MPASI hanya dikukus atau di-tim.

Senjata utama kami adalah Slow Cooker. Semua bahan makanan dimasukin di slow cooker dan di-tim. Kita menunggu delapan jam dan matang. Hanya tinggal disaring jika diperlukan.

Biasanya, kami memasukkan bahan makanan ke slow cooker di malam hari menjelang tidur. Kita tinggal tidur semalaman. Pagi hari, MPASI sudah siap. Tidak ribet dan tinggal diambil saja.

MPASI dilakukan bertahap. Kita mulai tekstur paling halus, mulai meningkat agak kasar dan terakhir tekstur kasar. Karena pencernaan anak juga baru berkembang. Bahan-bahan yang alami lebih bersahabat buat perut Ifa. Kalau rejeki berlebihan bisa yang organik sekalian. Mangstab sekaligus mahal. 🙂

Itu hanya aturan dasar saja. Kalau mau lengkap. Buka saja di website AIMI ASI. Semua sudah lengkap sekali. Saya cuman cerita pengalaman Ifa.

Ifa sudah 2,5 tahun. Tahapan ASIX sudah dilewati. Kami selaku orangtua berusaha mentaati MPASI meskipun tidak 100 % . Hasilnya yang didapatkan berdasarkan pengamatan visual adalah :

1.  Tidak gemuk dan tidak kurus.
Kalau gemuk khan arahnya obesitas dan kurus arahnya kurang nutrisi. Keduanya tidak, asupan gula hanya dari bahan makanan saja. Ifa belum mengenal asupan gula secara langsung.

2.  Tidak pilih makanan.
Ifa menerima semua jenis makanan. Lidahnya tidak mempunyai favorit dalam rasa ( manis/asin).

3.  Jarang sakit perut.
Sistem pencernaannya cuman mengolah bahan makanan sederhana. Ifa kenal MPASI saja.

4.  Suka makan sayur bayam
Ini yang saya heran juga. Anaknya doyan sayuran. Kalau disajikan sayur bayam maka dia habiskan. Cara makannya juga rada beda. Bayam dimakan pakai tangannya tanpa sendok dan kuahnya ditinggalkan. Bayam cuma direbus juga dilahapnya tanpa dibumbui apapun.

Mungkin, karena Ifa belum mengenal snek yang beredar di pasaran. Mulai Chiki, Chitato dan Lays dsb. Coba kalau udah kenal itu semua. Saya pikir dia nggak doyan sayur. Ifa baru mengenal rasa yang di MPASI saja.

Setelah diskusi dengan istri ternyata menghindari gula dan garam untuk bayi sangat bermanfaat sekali. Anak-anak cenderung tidak menjadi pemilih. Makan tidak perlu dipaksa makan. Karena alam bawah sadar mereka, manis atau asin bukan rasa favorit mereka.

TIMLO SOLO

Obrolan tentang kuliner di kota Solo. Salah sati kuliner khas kota Solo yaitu TIMLO. Kalau tidak salah, Timlo itu representasi dari Solo. Kalau bicara Gudeg asosiasinya ke jogja, ngomong tentang Kerak Telor itu Jakarta. Nasi Gandul maka pikiran kita melayang ke kota Pati Jawa Tengah.

TIMLO sekilas mirip SOTO yang membedakan adalah isi dan kuah. Isian dari TIMLO meliputi Ati Ampela, Irisan Sosis Solo, Mihun, Telur Pindang dan Suwiran Ayam Goreng kemudian dituangi kuah.

image
TIMLO SOLO

Nasi bisa dipisah atau dicampur dengan Timlo sekaligus. Rempah-Rempah spesifik TIMLO  yaitu cengkeh. Penjual Timlo dekat rumah masih memakai cengkeh, rasanya agak “nyegrak” ( jawa : menyengat ) khas cengkeh.

Ada dua tempat terkenal yang jual TIMLO di kota Solo yaitu TIMLO MAESTRO dan TIMLO SASTRO. Saya lebih menyukai TIMLO MAESTRO karena terasa lebih ringan daripada TIMLO SASTRO, keduanya sama istimewa.

image
DAFTAR MENU

Sesuatu yang membuat Timlo Solo istimewa adalah Sosis. Sosis adalah pembeda utama dengan soto.  Bagi pecinta sayuran juga tidak terlalu senang. Karena timlo ini sama sekali tanpa sayuran.

image
SOSIS DIATAS SENDOK

TIMLO  juga ada variannya yaitu TIMLO GORENG. TIMLO tanpa kuah namun dibungkus dengan kulit. Kulit yang dibuat dari campuran tepung terigu dan telor. Isian agak sedikit berbeda yaitu ditambahi wortel dan jamur kuping, soon dan ayam cincang.

image
TIMLO GORENG

TIMLO GORENG juga bisa dikonversi ke bentuk kuah. Isi TIMLO GORENG dan Sosis disiram dengan kuah. Kuahnya sama dengan menggunakan cengkeh sebagai penyedap rasa. TIMLO yang jenis ini terasa lebih segar. Karena hadirnya sayuran.

image
VARIAN TIMLO SOLO

MANUSIA PILIHAN

Sudah diketahui khalayak umum. Orang paling kaya di negeri ini adalah pengusaha rokok. Emang mantep bisnis rokok, jika produknya disukai pasar. Terutama bagi pasar Indonesia. Phillip Morris aja masuk Indonesia.

Berapapun harganya mesti dibeli. Kaya, miskin, tua muda sakit atau sehat, kalau udah ketagihan rokok. suuuuuuliiiit berhenti….!!! Pakde saya yang perokok berat pernah berkata begini :

Orang kalau merokok biasanya badan menjadi tidak enak alias sakit, kalau saya tidak merokok maka badan terasa tidak enak.
Ini kebiasaan buruk, jangan ditiru. Saya merokok sejak tahun 1950 sampai sekarang (2014). Jadi kalau tidak merokok maka badan terasa tidak enak.

Beliau merokok sehari minimal satu bungkus. Rokoknya sekarang adalah rokok putih. Dahulu, rokok Djarum atau Gudang Garam adalah kegemaran beliau. Sehari bisa 3 bungkus sewaktu muda beliau. Pokoknya TOP BGT ( teope begete), udah mirip lokomotif kereta api jaman jepang.

Beliau hampir tidak pernah sakit, cuman yang ringan. Beliau tidak mengidap penyakit berat semacam jantung, hipertensi atau diabetes. Anak-anaknya juga sudah sarjana semua. Hidupnya cukup meski tidak berlebihan. Ekonomi keluarga cukup stabil padahal istri cuma di rumah.

Memang, orang Indonesia itu pilihan. Setiap hari mengkonsumsi racun tetap saja sehat. Uangnya dihisap pabrik rokok tetap aja merasa cukup. Kalau uang cekak mesti ada anggaran rokok buat para perokok.

Kata mas Dani, “Indonesia Hebat”. Kata mbak Monda, kehidupan yang “hebat” harus mulai ditinggalkan. Saya hanya bilang, “manusia Indonesia itu manusia pilihan”. Paling tidak itu adalah ungkapan optimisme.

Saya bukan perokok. Saya tidak membeli rokok. Jika membeli paling banter buat oleh-oleh. Saya memilih hidup tanpa rokok lebih sehat secara jasmani maupun ekonomi. Paling tidak itu menurut saya.

Saya juga tidak menampik realita seperti pakde saya. Realita itu mungkin pengecualian. Namun, pengecualian di negara ini terlampau banyak. Buktinya, pabrik rokok tetap jaya meskipun hanya mengandalkan pasar konsumen dalam negeri.

Pengecualian itu sebuah keistimewaan bagi perokok atau sikap “masa bodoh” dengan efek merokok untuk kesehatan dan ekonomi. Hanya perokok yang bisa menjawab.

Yang jelas, himbauan bahaya merokok sepertinya mandul. Meskipun gambarnya sudah begitu sangar di bungkus rokok. Apalagi fatwa rokok, ,dipastikan tidak laku. Banyak kyai yang merokok juga je. Hehehehehe….!!!!

Kita suka meniru eropa kecuali satu hal ini. Manusia eropa sepertinya sudah membatasi privasi perokok mulai ruang khusus merokok, batasan usia, kadar nikotin, perdagangan tembakau dsb. Kalau yang diatas tidak kita tiru, meniru yang lain aja, hehehehe….!!!!

Kalau mau lebih jelas, saya mau nanya ke Teteh. Gimana aturan merokok di JERMAN?  Bebas/bebas terbatas/longgar seperti Indonesia? Gimana teteh? Hehehe….!!!

WEDANGAN HIK GAUL DI MALAM HARI

Kalau berbicara Solo mesti Solo dan Sekitarnya. Solo dan sekitarnya disebut Soloraya. Soloraya meliputi : Kota Solo, Kab Karanganyar, Kab Sragen, Kab Boyolali, Kab Wonogiri, Kab Sukoharjo dan Kab Klaten.

Dahulu, saya pernah Kerja Praktek di daerah Cikarang Bekasi. Apabila ketemu perantauan dari daerah soloraya. Mereka ditanya daerah asal selalu menjawab solo. Baru, kalau ditanya lebih lanjut,
baru ketahuan ternyata dari Wonogiri, Sragen, Boyolali dsb.

Itu dulu, Karena SBY berasal dari Pacitan dan dekat Wonogiri. Makanya, nama Wonogiri ikut naik daun. Jokowi memang warga solo, ibunya khan berasal dari Boyolali. Boyolali ikut terkenal.

Apalagi, ada Google Map. Dunia makin sempit. Semua tercakup dalam peta. Semua bisa diakses dari mana saja. Maka tidak perlu mengaku orang Solo jika berasal dari Wonogiri. Jiahahaha…!!!!

Hik atau Wedangan itu mirip kedai kopi. Menu utama adalah segala minuman yang berbahan dasar teh, kopi, jeruk dan berbagai macam herbal, misal : jahe, kencur, kunir, sere dsb. Nggak ada yang lain.

Jangan harap bertemu dengan coca cola, pepsi atau fanta. Minuman squash, smoothie, soda dan es krim. Kalau mau seperti itu datang saja ke kafe. Hehehehehe…..!!!!

Nggak ada yang namanya kursi empuk dan pendingin ruangan. Adanya bangku panjang. Semua boleh bicara seenaknya, bicara keras dan tertawa lepas. Kaki pengunjung boleh diangkat atau duduk lesehan bahkan tidur diatas tikar.

Makanan yang mendominasi adalah makanan khas seperti jadah, wajik, sate keong, sate kikil, tahu / tempe bacem, tahu/tempe goreng, tempe gembus, karanggesing, cakar ayam dsb.

Hidangan nasi hanya sekedar pengganjal perut saja seperti : sego kucing, nasi oseng2 dsb. Orang datang ke Wedangan/Hik sekedar melepas lelah, ngobrol dengan keluarga atau teman.

Saya, istri dan adik pergi Wedangan Hik “Gaul” Pak Mul di Karanganyar. Sampai disana, brrrr…!!! Situasinya ramai padahal lokasinya nun jauh di kaki gunung Lawu yang sejuk dan dingin. Jauh dari kota.

image

Mobil-mobil berjajar rapi dipinggir jalan Solo-Tawangmangu. Gurauan penggemar Wedangan Hik  “Gaul” terdengar bersahut-sahutan, suasana yang santai dan ramai.

image

Hik “Gaul” terletak di desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Jarak dari kota Solo adalah 20 km ke arah Tawangmangu. Tawangmangu adalah tempat wisata di kabupaten karanganyar. Sebelah timur kota Solo.

Kebetulan sekali, Kami bertiga duduk di depan penjual secara langsung. Saya pesan minuman khas Hik Gaul yaitu JKJ dan begitu pula adik saya. Istri pesan yang standar saja yaitu Es Teh.

image

JKJ ( Jahe Kencur Jeruk) adalah minuman terbuat  dari jahe dicampur kencur, tidak lupa memakai Gula Batu atau Gula Aren diseduh air panas. Sentuhan terakhir yaitu air perasan  jeruk nipis . Hmmm…..!!!! Lebih nikmat diminum di waktu malam yang dingin.

image

Karena tidak segera dilayani maka saya nyeletuk, “mana mas  JKJ saya ?”.  Pak Mul menjawab dengan santai tanpa ekspresi, “ Mas, Stasiun Prambanan….!!”. “Ha, apa itu pak?”, sergah saya. “ Stasiun Prambanan namanya Srobot, Minumannya terlanjur  diserobot  orang”, Jawabnya.

“Oooo….!!!”, gumam saya. Ternyata stasiun KA  Prambanan berada di daerah “srobot”. Itulah kata ganti menyerobot  pesanan. Ada-ada saja….!!!. Benar atau salah itu adalah bahasa  Hik “Gaul”.

Saya sruput  aja itu JKJ sedikit demi sedikit. Eeee…!!! tidak lama sudah habis. Saya pun minta tambah air panas. Saya nyeletuk ,”Sopir Jaran !”. Adik saya yang heran kemudian bertanya, “Sopir Jaran, Apa itu???”.

image

“Oooo.. Sopir Jaran itu artinya minta tambah air panas”, jawab saya. Sopir Jaran itu artinya Penunggang Kuda, disebut “Joki”. “Joki” dalam bahasa jawa artinya “nambah air lagi”. Setelah diterangkan baru paham dia.

“Yulia atau Stasiun Ngawi?”, Pak Mul nanya saya. Saya balik nanya,” Yulia itu apa dan Stasiun Ngawi itu apa pula?”. “ Oooo, Yulia itu Perez berarti nambah airnya sampai penuh gelasnya (Peres  : penuh).

Stasiun KA di daerah Ngawi itu namanya  Paron berarti nambahnya air cuma setengah gelas ( paron  : setengah).Saya jawab, “ Yulia saja”. Hehehehehe….!!! Kreatif juga pak Mul.

Saat itu, Pengunjung berdatangan maka agar semua dapat tempat duduk maka harus bergeser sedikit. Pak Mul nyeletuk, “Kongser, Kongser, Bokong Geser “ . ( Bokong : Pantat) .

“Jenang Manten Anyar ada pak?”, tanya saya. “Wah, habis?”,jawab pak Mul. “Jenang Manten Anyar” itu adalah Bubur  kemudian diberi Sayur Tumpang.  Tumpang dalam bahasa jawa artinya menindihi.

image

Kayak pengantin baru yang mengalami malam pertama makanya namanya “Jenang Manten Anyar “ ( Manten Anyar : Pengantin Baru). Ada-ada saja. Bhahahahaha….!!!!

Kami bertiga sangat menikmati minuman dari Wedangan Hik “Gaul”. Hik ini memang unik baik dari segi makanan, minuman dan istilah-istilah yang dipakai.

Seorang pengunjung tiba-tiba pesan ke Pak Mul,” Pak, Aku OBH”. OBH itu Obat Batuk Hik. Obat Batuk Hik adalah minuman campuran jahe dan kencur.

Kalau yang pesen  “ OBH dan isinya BH “, maka itu adalah minuman campuran jahe dan kencur dengan ditambahi susu kental manis yang warnanya putih itu. Hehehehe……!!!! Maaf, kalau ini agak ekstrim. Ya begitu deh . Jiahahahahaha……!!!!

Satu lagi minuman unik yaitu “Jahe Miyabi”. Jahe Miyabi artinya minuman dari jahe tanpa campuran atau polos saja. Miyabi khan suka yang polos tanpa apapun. Siapa yang ngasih tahu pak mul tentang Miyabi. Parah…!!!!  Hehehehehehe….!!!!

image< image[/caption] >

Pak Mul sang pemilik usaha bertindak layaknya Bartender. Dia yang mengendalikan lalu-lintas minuman disitu. Penjual Wedangan Hik  tidak hanya menyajikan minuman yang enak namun juga menghidupkan situasi.

Pak Mul mampu menjalin komunikasi dengan para tamu.  Karena tamu di Wedangan Hik tidak hanya makan dan minum. Para Tamu lebih untuk mencari suasana yang nyaman dan menyenangkan. Apalagi menu Hik Gaul juga enak.

Pak Mul sering nyeletuk seperti ini ,
“Semarang Demak, Makin digoyang Makin Enak”.
Maksudnya yaitu Minuman rempah-rempah tadi selain diaduk dengan sendok lebih enak lagi kalau gelasnya digoyang jadi lebih mencampur.

Ungkapan yang lain seperti,
“Jombang Kediri, Makin dipegang Makin Berdiri”.
Jika kita mengaduk minuman tentu memakai sendok, sendok untuk mengaduk tentu posisinya berdiri . Karena gelas yang tinggi.

Ungkapan yang sedikit nakal namun menyegarkan suasana. Inilah kepiawaian Pak Mul. Bahkan untuk menjual sesuatu yang telah lama dikenal.

Penjual Wedangan Hik menggunakan istilah yang baru seperti Karanggesing yang terbuat dari pisang dan santan maka menjadi “Pistantul” (Pisang Tanpa Tulang). Garangasem dengan isi jamur maka namanya menjadi “Ganja” (Garangasem  Jamur).

Kita mau pulang maka tak lupa password-nya . Pak Mul memakai Parikan ( Pantun Jawa) ,
Palur Kebakkramat, Sugeng Kondur Mugi Selamat
( Palur Kebakkramat, Selamat Jalan Semoga Selamat).

Karena saya datang dengan istri maka tambahannya,
“Wit Pelem Wit Melon, Tekan Ndalem  banjur  Kelon”
( artinya …?? Tanya yang paham bahasa jawa ). Asyem tenannnn. Hehehehe….!!!!

Pak Mul tidak kenal dengan ilmu marketing  namun beliau sudah mempraktekkannya. Mulai Branding, Differentiation, Positioning,, Marketing.

Beliau jenis pembelajar yang Learning By Doing. Kekuatan Hik “Gaul” tidak hanya kuliner dan juga Branding yang unik tiada duanya di Soloraya.

Anak Pak Mul sudah ada yang mewarisi kemampuan ini. Anaknya sudah ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari. Sedikit demi sedikit mampu mewarisi keahlian bapaknya.

O ya, kalau malam minggu, sejak pukul 5 sudah mulai ramai didatangi pengunjung. Suasananya tidak nyaman kalau menurut saya. Suasana terlalu crowded bahkan antri. Kalau makan ditunggui khan nggak enak. Hehehehe…..!!!!

Paling nyaman itu diluar malam sabtu dan malam minggu. Datang jangan terlalu malam kalau mau menu masih lengkap. Tapi, kalau mau santai datang setelah jam 10 malam. Sepi dan santai.

BUMI MANUSIA

image

Bumi Manusia adalah karya sastra dari sastrawan senior yaitu Pramoedya Ananta Toer. Novel ini adalah bagian dari Tetralogi Pramoedya Ananta Toer. Novel yang masuk dalam Tetralogi adalah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.

Setting novel tersebut yaitu awal tahun 1900-an sebelum 1908 di daerah Tulangan Wonokromo Surabaya. Masyarakat saat itu adalah masyarakat Hindia Belanda ( Indonesia belum lahir ?) dibawah kekuasaan Kerajaan Belanda.

Seolah-olah tidak ada masalah dengan masyarakat saat itu. Semua aman, tentram dan damai. Kehidupan masyarakat berjalan normal. Negeri yang aman dan tentram. Masyarakat yang majemuk terdiri dari Belanda Totok,  Indo, Cina dan Pribumi.

Pribumi juga tidak mempermasalahkan jika mereka dibawah kekuasaan bangsa eropa dan menjadi masyarakat kelas paling bawah di negeri sendiri. Meskipun ada perlawanan kedaerahan.

Apalagi transfer teknologi sedang berjalan di negeri ini seperti: Pabrik Gula, Pengolahan Susu, Kereta Api dsb. Kemajuan bangsa eropa juga ada di negeri ini yang dikenal sebagai Negara Hindia bukan Indonesia.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Minke. Anak seorang Bangsawan keturunan dari Bupati daerah Bojonegoro Jawa Timur. Minke hidup dalam kecukupan dan berpendidikan Belanda di HBS. Minke mempunyai kelebihan di bidang tulis-menulis dan kecerdasan yang unggul.

Interaksinya dengan Nyai Ontosoroh memberi pengalaman yang membekas bagi Minke. Betapa hinanya harga diri pribumi termasuk dirinya dan Nyai Ontosoroh di hadapan Belanda. Hukum pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pribumi secara semena-mena.

Nyai Ontosoroh yang pandai, cakap dan kaya raya harus kehilangan segala-galanya. Hanya  karena dia seorang pribumi. Pemerintah Hindia Belanda tidak mengakui bahwa  Annelies adalah putrinya meskipun dia yang melahirkan. Annelies hanya diakui sebagai anak Herman Mellema. ,seorang perwira Angkatan Laut Belanda.

Perjuangan mendapat pengakuan anak terekam dalam sidang pengadilan Belanda antara Pribumi melawan Pemerintah Belanda. Itu adalah sidang pertama kali antara Pemerintah Belanda melawan pribumi di masa kekuasaan Pemerintah Belanda di Nusantara.

Perlawanan yang sengit melalui jalur hukum dan media adalah sia-sia. Koneksi Minke yang begitu luas baik dari Pribumi maupun Orang Totok Belanda tiada guna. Karena Nyai Ontosoroh dan Minke adalah Pribumi.

Peristiwa ini sangat membekas di sanubari Minke. Bangsa ini kalah di rumahnya sendiri. Konsekuensi bagi bangsa terjajah. Pribumi kalah dan tidak mempunyai harga diri seperti cacing yang melata.

Seperti pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B, “ Tahukah kalian apa yang dibutuhkan bangsa cacing ini ? Seorang Pemimpin yang mampu mengangkat derajad mereka kembali”.

Semua itu membentuk sebuah kesimpulan bahwa Kemajuan dan Kemakmuran di bumi Jawa ini adalah semu belaka. Semua ini adalah penjajahan atas harga diri sebuah bangsa.

Minke ingin menjadi pribadi yang mandiri dan bebas dari stratifikasi sosial ( classless civilization) atau menjadi Bumi Manusia. Karena novel Bumi Manusia membicarakan manusia yang sama atau manusia tanpa kelas maka Pemerintah Orde Baru ( 1980) melarang peredaran buku ini.

Minke adalah pendobrak kemajuan. Paling awal melakukan pergerakan. Minke mendirikan koran medan prijaji.  Minke adalah tokoh pergerakan jah sebelum SDI dan Boedi Oetomo. Minke adalah jawaban dari pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B.

Karena disinyalir mengajarkan Marxisme  & Leninisme. Meskipun, Buku ini sudah terjual 22000 eksemplar saat itu. Pemerintah hanya mampu menarik 5000 eksemplar dari pasar. Namun, buku ini sudah dijual bebas.

SATE KERE

Kere itu berkonotasi negatif dalam bahasa jawa. Kere itu artinya fakir, miskin dan orang pinggiran. Kuliner yang satu ini namanya “Sate Kere”. Sate kesukaan orang kere, itu terjemahan bebasnya.

Eits….jangan salah, Sate Kere ternyata tidak hanya disukai orang kere. Kuliner ini menjadi kesukaan semua kalangan baik kaya, miskin, tua dan muda bahkan anak-anak.

Penamaan “kere” disebabkan bahan utama dari sate kere itu sendiri. Sate Kere itu terdiri dari dua bahan utama yaitu  Jerohan Sapi dan Tempe Gembus. Semua adalah bahan sisa tetapi nikmat disantap.

Jerohan sapi itu berisi bermacam-macam organ dalam yang penuh lemak seperti Ginjal, Paru, Hati dan Torpedo. Mirip dengan soto betawi. Cuman lidah nggak ada di sate kere. Kolesterol abis, hahahahaha…….!!!!!!

Torpedo ? hehehehehehe…….!!!!! Bukan rudal yang di kapal selam. Itu Alat Kelamin Sapi Jantan. Jenis daging itu kalau di tempat lain nggak tahu dimasak apa? Rasanya lezat.

Enak tapi berbahaya karena mengandung kolesterol, asam urat, lemak dsb. Sekali-kali boleh lah. Beda dikit dengan junk food. Hehehehehehe…….!!!!!

image

Sate Jerohan

Tempe gembus? Kita semua sudah paham bentuk dan rasa tempe. Tempe gembus itu turunan kedua dari kedelai atau lebih tepatnya limbah padat. Tempe gembus dibuat dari ampas tahu. Ampas tahu adalah limbah pabrik tahu.

Gila, hampir tidak ada yang tersisa untuk makhluk lain. Hehehehe…..!!!!! Itulah wong solo tentang kuliner. Apapun bisa dimasak. Anda jika mendengar nama kuliner tengkleng itu lebih gila. Ah… !!!!! itu untuk postingan besok saja.

Tempe gembus ini biasanya untuk pakan ternak misal : sapi atau babi. Jadi, kita merebut jatah makanan hewan ternak diatas. Hehehehe…..!!!! Meskipun demikian peminatnya banyak lho. Seperti saya sendiri.

image

Sate Gembus

Tempe Gembus yang masih berupa lembaran-lembaran, dipotong-potong seperti coklat batangan. Tempe gembus ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar . Yummy…..!!!! Rasanya mak nyusss.

image

Setusuk sate gembus

Jerohan sapi diiris-iris kecil, ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar. Rasanya uenaaak sekali. lha penuh dengan lemak. Gurih dan Pedas bercampur dengan lontong atau nasi. Kalau saya lebih suka lontong karena tidak terlalu berat.

image

Sepiring Lontong

Sate jerohan dan sate tempe gembus disiram dengan sambal kacang yang pedas. Jangan lupa taburan irisan cabai dan bawang merah mentah. Aroma lemak sapi bercampur dengan sambal dan taburan cabai. Cukup menggoda iman. Hehehehe….!!! Ada rasa khas kedelai berasal dari tempe gembus. Sate Kere lebih mantap dan berat.

image

Sepiring cabai & bawang merah

Tekstur yang menyenangkan. Ada tekstur kenyal dari lontong. Jerohan yang empuk dan tempe gembus yang mak nyuss. Sate dengan tekstur yang ramah untuk dikunyah namun ancaman buat kesehatan. Heuheuheu….!!!!

Kalau nyari di Solo, ada satu tempat yang terkenal yaitu sate jerohan yu rebi. Dia tidak memakai nama sate kere meskipun jualan juga sate gembus. Ssssttttt…..!!! Mestinya sate kere ya? Hehehehe….!!! Lokasi ada di tengah kota solo.

Kalau sedang jalan-jalan di JL Slamet Riyadi Solo. Jalan itu cuman ada satu di Solo. Anda cari saja Stadion R MALADI SRIWEDARI. Lokasinya berada di belakang stadion tersebut.

image

Sate Jerohan Yu Rebi

Sate Jerohan Yu Rebi berada di deretan kios-kios BUSRI ( mBUri SRIwedari). Mburi itu artinya terletak di belakang. Kios-kios tersebit mayoritas jualan buku. Sate Jerohan Yu Rebi berada di ujung barat, sebelah selatan jalan.

Anda bisa pesan sate jerohan, sate gembus atau campur ( mix sate jerohan dan gembus). Hebat khan….!!!! Makanan yang sangat tidak direkomendasikan ahli gizi maupun dokter. Kayak jualan rokok, buruk bagi kesehatan namun dicari.

Manajemen Stok ASI

Tulisan yang dulu, saya menulis stocking. Maksud saya adalah manajemen stock ASI. Saya merasa aneh juga dengan istilah stocking. Saya tulis di google translate kata stocking. Hahahaha, ternyata artinya jenis pakaian wanita yang seperti kaos kaki.

Hehehe, saya minta maaf atas rasa “sok tahu” saya. Alih-alih mau gaul, eh ini malah keliru. Manajemen stock ASI yang saya maksud. Ini penting terutama bagi working mom ( hmm…..semoga benar istilah itu) yang mengikuti program ASIX. Working mom tidak selalu stand by untuk si bayi. Makanya, harus ada persediaan ASI untuk bayi.

Semakin kenceng bayi menyusui maka semakin besar produksi ASI. ASI yang tidak dikeluarkan dari dalam tubuh ibu dapat menyebabkan rasa yang sakit bagi ibu menyusui. Kalau selalu disamping bayi langsung dapat diberikan.

Makanya, daripada dibuang lebih baik disimpan. Hehehe….!!!! Urusan simpan menyimpan ASI dibutuhkan beberapa peralatan misal: breast pump, kantong ASI, Tabung ASI, Cooler bag dan Lemari pendingin jika diperlukan.

Jangan khawatir, peralatan yang disebutkan tadi mudah dicari kok. Seiring dengan perkembangan per-ASIX-an maka bermunculan bisnis baru yaitu kedai ASI. Kedai ASI menjual semua jenis perlengkapan. Kita tinggal browsing saja. Kita mau beli online atau offline . Harganya juga sudah kompetitif.

Berdasarkan pengalaman istri. ASI  yang disimpan di freezer dapat bertahan selama 6 bulan. Apabila disimpan di lemari pendingin dapat bertahan 5 s/d 7 hari. ASI berada di temperatur ruangan hanya bertahan beberapa jam saja. Kalau bepergian bisa pakai cooler bag, bisa tahan lebih lama daripada di suhu ruangan.

Kalau memerah ASI dapat secara manual atau memakai breast pump. Dahulu, istri masih dosen PNS sering memerah ASI selepas pulang mengajar. Dia lebih nyaman memakai breast pump kemudian disimpan dalam kantong plastik ASI.

Kantong plastik ASI dibubuhi tanggal waktu pemerahan. Ini terkait dengan waktu penyimpanan ASI. ASI juga punya masa kadaluarsa. Kalau sudah berubah rasa, bentuk dan warna, atau simpelnya sudah berasa asam maka tidak boleh diberikan ke bayi.

Stok ASI di lemari pendingin nggak boleh dikonsumsi langsung. ASI didinginkan dengan air hangat dahulu. Jika sudah mencair semua baru boleh dikonsumsi. Kalau saya lebih suka diminumkan dengan sendok. Tapi itu selera, bisa pakai dot juga.

Istri setelah resign dari dosen PNS, kegiatan minum ASI jadi lebih santai. Kalau ifa butuh bisa langsung dikasih. Ribetnya minta ampun sewaktu mama ifa masih kerja. Makanya, saya salut dengan working mom yang antusias kasih ASI Eksklusif.

Setelah 6 bulan, Program ASI Eksklusif emang sudah selesai. Ini bukan berarti santai. ASI masih harus dikasih sampai 2 tahun. Kegiatan bertambah yaitu memberi makanan pendamping ASI atau sering disebut MPASI.

Ribet memang tapi puas. Hehehehehe….!!!! Ifa lulus S1 ASIX, hehehehehe……!!!!ada perasaan puas dan lega. Bahkan AIMI ASI menyediakan template sertifikat ASI buat yang lulus di setiap tahapannya. Hehehehe…!!! Cuman kreativitas tidak bisa digadaikan di bank.

Makanya, menurut saya yang dibutuhkan itu komitmen dari kita. Tinggal pilih saja. Take it or Leave it. No perfect things in the world. Cuman saya pilih ASIX, lebih sehat menurut kami. Hehehehe….!!!

Keterangan lebih lanjut bisa dibuka di laman AIMI ASI, lebih lengkap dan detail.

Budaya Makan Siang

Kantor saya selalu menyediakan makan siang bagi karyawan. Ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan bagi saya sendiri. Kelebihannya adalah saya tidak perlu keluar uang ekstra untuk makan siang, kalau kekurangannya adalah saya jadi terikat. Nggak bebas makan diluar atau bawa bekal dari rumah.

Kalau makan di kantor itu terkadang bosan. Maklum, katering sudah punya menu paten. Kita cuman manut saja. Menu sering diulang-ulang, hari ini menu A, besok menu B dan seminggu lagi ketemu menu A lagi. Bosen jadinya….:)))

Kalau keseringan makan keluar ditegur teman  satu kantor. “Nggak makan siang di kantor mas”, tegur mereka. Ibu-ibu sering suka tegur. Itu mendingan daripada digosipin, dikira milih-milih makanan. Paling nggak enak kalau yang ditegur yunior,  seperti saya. Hehehehehe…!!!!

Pernah, Saya makan siang di kantor but bawa bekal makanan dari rumah. karena masa penyembuhan dari sakit tifus. Orang yang sehabis sakit tifus pola makannya bertahap. Mulai dari bubur, nasi tim, nasi lembek dan baru menginjak nasi biasa. Karena pencernaan belum siap menerima makanan keras.

Pengalaman bawa bekal makanan jadi ketawa sendiri. Awalnya mereka memaklumi. Lama-lama, saya senang bawa bekal sendiri. Alasannya simpel yaitu irit, sesuai selera dan lebih sehat. Karena dimasak sendiri. Masak sendiri berarti mengetahui beli bahan darimana, cara masak bagaimana dan jelas bebas vetsin. Poin terakhir tadi yang tidak bisa dipenuhi hampir semua katering kecuali katering makanan bayi.

Saya enak saja bawa bekal. Teman satu kantor jadi penasaran dan menanyakan hal ihwal bekal. Mereka penasaran dan selalu bertanya tentang bekal saya. Penyakit saya sudah hilang tetapi lanjut bawa bekal.

Finally, pimpinan kantor saya tanya,”apa disuruh bawa bekal sama istri dan apa makanan disini kurang sehat?”. Wah jadi nggak enak nih. Istri nggak pernah melarang dan saya tidak mempermasalahkan gizi makanan di kantor. Teman-teman bertanya-tanya kok saya tidak mau makan jatah kantor

Wah, jadi repot. Kok jadi “obrolan” kantor. Saya tanya istri yang dulu pernah kerja di kantor. Dia bilang kalau bawa bekal itu biasa di kantornya. Mereka saling mengecek bekal masing-masing rekan kerja. Kok beda dengan di kantor saya.

Bahkan, ibu pimpinan secara halus pesan yang intinya kalau nggak perlu bawa bekal, katering disini sudah ok. Saya nggak masalah jatah makan siang kantor tetapi suka bawa bekal aja. Hehehehe….!!! Akhirnya saya nyerah dan kembali makan jatah katering.

Ajaib, nggak ada komentar lagi. Emang kurang tangguh saya. Diomongin dikit udah lembek. Hahahaha….!!! Males aja di komentarin. Kejadian ini mungkin terjadi dimanapun. Hampir semua kantor punya budaya makan siang mulai : makan keluar, katering di kantor atau bawa bekal dari rumah.

Makan siang rame-rame di rumah makan favorit atau sendirian. Makan siang dari jatah katering,  itu kebiasaan kantor saya. Makan siang bersama dalam satu tempat dari bekal makanan yang dibawa dari rumah sambil saling mengecek lauk milik teman. Hehehehehe…..!!!

Budaya mengikat warga disitu, termasuk budaya makan siang. Warganya yaitu karyawan kantor itu sendiri. Kantor saya berbudaya makan siang dengan katering. Kalau ada yang beda mesti terasa aneh. Cuman, kalau mau tampil beda ya harus berani. Saya nggak terlalu berani, nyerah deh. Hehehehehehe…!!! Meski menurut saya lebih sehat.