BUMI MANUSIA

image

Bumi Manusia adalah karya sastra dari sastrawan senior yaitu Pramoedya Ananta Toer. Novel ini adalah bagian dari Tetralogi Pramoedya Ananta Toer. Novel yang masuk dalam Tetralogi adalah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.

Setting novel tersebut yaitu awal tahun 1900-an sebelum 1908 di daerah Tulangan Wonokromo Surabaya. Masyarakat saat itu adalah masyarakat Hindia Belanda ( Indonesia belum lahir ?) dibawah kekuasaan Kerajaan Belanda.

Seolah-olah tidak ada masalah dengan masyarakat saat itu. Semua aman, tentram dan damai. Kehidupan masyarakat berjalan normal. Negeri yang aman dan tentram. Masyarakat yang majemuk terdiri dari Belanda Totok,  Indo, Cina dan Pribumi.

Pribumi juga tidak mempermasalahkan jika mereka dibawah kekuasaan bangsa eropa dan menjadi masyarakat kelas paling bawah di negeri sendiri. Meskipun ada perlawanan kedaerahan.

Apalagi transfer teknologi sedang berjalan di negeri ini seperti: Pabrik Gula, Pengolahan Susu, Kereta Api dsb. Kemajuan bangsa eropa juga ada di negeri ini yang dikenal sebagai Negara Hindia bukan Indonesia.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Minke. Anak seorang Bangsawan keturunan dari Bupati daerah Bojonegoro Jawa Timur. Minke hidup dalam kecukupan dan berpendidikan Belanda di HBS. Minke mempunyai kelebihan di bidang tulis-menulis dan kecerdasan yang unggul.

Interaksinya dengan Nyai Ontosoroh memberi pengalaman yang membekas bagi Minke. Betapa hinanya harga diri pribumi termasuk dirinya dan Nyai Ontosoroh di hadapan Belanda. Hukum pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pribumi secara semena-mena.

Nyai Ontosoroh yang pandai, cakap dan kaya raya harus kehilangan segala-galanya. Hanya  karena dia seorang pribumi. Pemerintah Hindia Belanda tidak mengakui bahwa  Annelies adalah putrinya meskipun dia yang melahirkan. Annelies hanya diakui sebagai anak Herman Mellema. ,seorang perwira Angkatan Laut Belanda.

Perjuangan mendapat pengakuan anak terekam dalam sidang pengadilan Belanda antara Pribumi melawan Pemerintah Belanda. Itu adalah sidang pertama kali antara Pemerintah Belanda melawan pribumi di masa kekuasaan Pemerintah Belanda di Nusantara.

Perlawanan yang sengit melalui jalur hukum dan media adalah sia-sia. Koneksi Minke yang begitu luas baik dari Pribumi maupun Orang Totok Belanda tiada guna. Karena Nyai Ontosoroh dan Minke adalah Pribumi.

Peristiwa ini sangat membekas di sanubari Minke. Bangsa ini kalah di rumahnya sendiri. Konsekuensi bagi bangsa terjajah. Pribumi kalah dan tidak mempunyai harga diri seperti cacing yang melata.

Seperti pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B, “ Tahukah kalian apa yang dibutuhkan bangsa cacing ini ? Seorang Pemimpin yang mampu mengangkat derajad mereka kembali”.

Semua itu membentuk sebuah kesimpulan bahwa Kemajuan dan Kemakmuran di bumi Jawa ini adalah semu belaka. Semua ini adalah penjajahan atas harga diri sebuah bangsa.

Minke ingin menjadi pribadi yang mandiri dan bebas dari stratifikasi sosial ( classless civilization) atau menjadi Bumi Manusia. Karena novel Bumi Manusia membicarakan manusia yang sama atau manusia tanpa kelas maka Pemerintah Orde Baru ( 1980) melarang peredaran buku ini.

Minke adalah pendobrak kemajuan. Paling awal melakukan pergerakan. Minke mendirikan koran medan prijaji.  Minke adalah tokoh pergerakan jah sebelum SDI dan Boedi Oetomo. Minke adalah jawaban dari pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B.

Karena disinyalir mengajarkan Marxisme  & Leninisme. Meskipun, Buku ini sudah terjual 22000 eksemplar saat itu. Pemerintah hanya mampu menarik 5000 eksemplar dari pasar. Namun, buku ini sudah dijual bebas.

Advertisements

4 thoughts on “BUMI MANUSIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s