WEDANGAN HIK GAUL DI MALAM HARI

Kalau berbicara Solo mesti Solo dan Sekitarnya. Solo dan sekitarnya disebut Soloraya. Soloraya meliputi : Kota Solo, Kab Karanganyar, Kab Sragen, Kab Boyolali, Kab Wonogiri, Kab Sukoharjo dan Kab Klaten.

Dahulu, saya pernah Kerja Praktek di daerah Cikarang Bekasi. Apabila ketemu perantauan dari daerah soloraya. Mereka ditanya daerah asal selalu menjawab solo. Baru, kalau ditanya lebih lanjut,
baru ketahuan ternyata dari Wonogiri, Sragen, Boyolali dsb.

Itu dulu, Karena SBY berasal dari Pacitan dan dekat Wonogiri. Makanya, nama Wonogiri ikut naik daun. Jokowi memang warga solo, ibunya khan berasal dari Boyolali. Boyolali ikut terkenal.

Apalagi, ada Google Map. Dunia makin sempit. Semua tercakup dalam peta. Semua bisa diakses dari mana saja. Maka tidak perlu mengaku orang Solo jika berasal dari Wonogiri. Jiahahaha…!!!!

Hik atau Wedangan itu mirip kedai kopi. Menu utama adalah segala minuman yang berbahan dasar teh, kopi, jeruk dan berbagai macam herbal, misal : jahe, kencur, kunir, sere dsb. Nggak ada yang lain.

Jangan harap bertemu dengan coca cola, pepsi atau fanta. Minuman squash, smoothie, soda dan es krim. Kalau mau seperti itu datang saja ke kafe. Hehehehehe…..!!!!

Nggak ada yang namanya kursi empuk dan pendingin ruangan. Adanya bangku panjang. Semua boleh bicara seenaknya, bicara keras dan tertawa lepas. Kaki pengunjung boleh diangkat atau duduk lesehan bahkan tidur diatas tikar.

Makanan yang mendominasi adalah makanan khas seperti jadah, wajik, sate keong, sate kikil, tahu / tempe bacem, tahu/tempe goreng, tempe gembus, karanggesing, cakar ayam dsb.

Hidangan nasi hanya sekedar pengganjal perut saja seperti : sego kucing, nasi oseng2 dsb. Orang datang ke Wedangan/Hik sekedar melepas lelah, ngobrol dengan keluarga atau teman.

Saya, istri dan adik pergi Wedangan Hik “Gaul” Pak Mul di Karanganyar. Sampai disana, brrrr…!!! Situasinya ramai padahal lokasinya nun jauh di kaki gunung Lawu yang sejuk dan dingin. Jauh dari kota.

image

Mobil-mobil berjajar rapi dipinggir jalan Solo-Tawangmangu. Gurauan penggemar Wedangan Hik  “Gaul” terdengar bersahut-sahutan, suasana yang santai dan ramai.

image

Hik “Gaul” terletak di desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Jarak dari kota Solo adalah 20 km ke arah Tawangmangu. Tawangmangu adalah tempat wisata di kabupaten karanganyar. Sebelah timur kota Solo.

Kebetulan sekali, Kami bertiga duduk di depan penjual secara langsung. Saya pesan minuman khas Hik Gaul yaitu JKJ dan begitu pula adik saya. Istri pesan yang standar saja yaitu Es Teh.

image

JKJ ( Jahe Kencur Jeruk) adalah minuman terbuat  dari jahe dicampur kencur, tidak lupa memakai Gula Batu atau Gula Aren diseduh air panas. Sentuhan terakhir yaitu air perasan  jeruk nipis . Hmmm…..!!!! Lebih nikmat diminum di waktu malam yang dingin.

image

Karena tidak segera dilayani maka saya nyeletuk, “mana mas  JKJ saya ?”.  Pak Mul menjawab dengan santai tanpa ekspresi, “ Mas, Stasiun Prambanan….!!”. “Ha, apa itu pak?”, sergah saya. “ Stasiun Prambanan namanya Srobot, Minumannya terlanjur  diserobot  orang”, Jawabnya.

“Oooo….!!!”, gumam saya. Ternyata stasiun KA  Prambanan berada di daerah “srobot”. Itulah kata ganti menyerobot  pesanan. Ada-ada saja….!!!. Benar atau salah itu adalah bahasa  Hik “Gaul”.

Saya sruput  aja itu JKJ sedikit demi sedikit. Eeee…!!! tidak lama sudah habis. Saya pun minta tambah air panas. Saya nyeletuk ,”Sopir Jaran !”. Adik saya yang heran kemudian bertanya, “Sopir Jaran, Apa itu???”.

image

“Oooo.. Sopir Jaran itu artinya minta tambah air panas”, jawab saya. Sopir Jaran itu artinya Penunggang Kuda, disebut “Joki”. “Joki” dalam bahasa jawa artinya “nambah air lagi”. Setelah diterangkan baru paham dia.

“Yulia atau Stasiun Ngawi?”, Pak Mul nanya saya. Saya balik nanya,” Yulia itu apa dan Stasiun Ngawi itu apa pula?”. “ Oooo, Yulia itu Perez berarti nambah airnya sampai penuh gelasnya (Peres  : penuh).

Stasiun KA di daerah Ngawi itu namanya  Paron berarti nambahnya air cuma setengah gelas ( paron  : setengah).Saya jawab, “ Yulia saja”. Hehehehehe….!!! Kreatif juga pak Mul.

Saat itu, Pengunjung berdatangan maka agar semua dapat tempat duduk maka harus bergeser sedikit. Pak Mul nyeletuk, “Kongser, Kongser, Bokong Geser “ . ( Bokong : Pantat) .

“Jenang Manten Anyar ada pak?”, tanya saya. “Wah, habis?”,jawab pak Mul. “Jenang Manten Anyar” itu adalah Bubur  kemudian diberi Sayur Tumpang.  Tumpang dalam bahasa jawa artinya menindihi.

image

Kayak pengantin baru yang mengalami malam pertama makanya namanya “Jenang Manten Anyar “ ( Manten Anyar : Pengantin Baru). Ada-ada saja. Bhahahahaha….!!!!

Kami bertiga sangat menikmati minuman dari Wedangan Hik “Gaul”. Hik ini memang unik baik dari segi makanan, minuman dan istilah-istilah yang dipakai.

Seorang pengunjung tiba-tiba pesan ke Pak Mul,” Pak, Aku OBH”. OBH itu Obat Batuk Hik. Obat Batuk Hik adalah minuman campuran jahe dan kencur.

Kalau yang pesen  “ OBH dan isinya BH “, maka itu adalah minuman campuran jahe dan kencur dengan ditambahi susu kental manis yang warnanya putih itu. Hehehehe……!!!! Maaf, kalau ini agak ekstrim. Ya begitu deh . Jiahahahahaha……!!!!

Satu lagi minuman unik yaitu “Jahe Miyabi”. Jahe Miyabi artinya minuman dari jahe tanpa campuran atau polos saja. Miyabi khan suka yang polos tanpa apapun. Siapa yang ngasih tahu pak mul tentang Miyabi. Parah…!!!!  Hehehehehehe….!!!!

image< image[/caption] >

Pak Mul sang pemilik usaha bertindak layaknya Bartender. Dia yang mengendalikan lalu-lintas minuman disitu. Penjual Wedangan Hik  tidak hanya menyajikan minuman yang enak namun juga menghidupkan situasi.

Pak Mul mampu menjalin komunikasi dengan para tamu.  Karena tamu di Wedangan Hik tidak hanya makan dan minum. Para Tamu lebih untuk mencari suasana yang nyaman dan menyenangkan. Apalagi menu Hik Gaul juga enak.

Pak Mul sering nyeletuk seperti ini ,
“Semarang Demak, Makin digoyang Makin Enak”.
Maksudnya yaitu Minuman rempah-rempah tadi selain diaduk dengan sendok lebih enak lagi kalau gelasnya digoyang jadi lebih mencampur.

Ungkapan yang lain seperti,
“Jombang Kediri, Makin dipegang Makin Berdiri”.
Jika kita mengaduk minuman tentu memakai sendok, sendok untuk mengaduk tentu posisinya berdiri . Karena gelas yang tinggi.

Ungkapan yang sedikit nakal namun menyegarkan suasana. Inilah kepiawaian Pak Mul. Bahkan untuk menjual sesuatu yang telah lama dikenal.

Penjual Wedangan Hik menggunakan istilah yang baru seperti Karanggesing yang terbuat dari pisang dan santan maka menjadi “Pistantul” (Pisang Tanpa Tulang). Garangasem dengan isi jamur maka namanya menjadi “Ganja” (Garangasem  Jamur).

Kita mau pulang maka tak lupa password-nya . Pak Mul memakai Parikan ( Pantun Jawa) ,
Palur Kebakkramat, Sugeng Kondur Mugi Selamat
( Palur Kebakkramat, Selamat Jalan Semoga Selamat).

Karena saya datang dengan istri maka tambahannya,
“Wit Pelem Wit Melon, Tekan Ndalem  banjur  Kelon”
( artinya …?? Tanya yang paham bahasa jawa ). Asyem tenannnn. Hehehehe….!!!!

Pak Mul tidak kenal dengan ilmu marketing  namun beliau sudah mempraktekkannya. Mulai Branding, Differentiation, Positioning,, Marketing.

Beliau jenis pembelajar yang Learning By Doing. Kekuatan Hik “Gaul” tidak hanya kuliner dan juga Branding yang unik tiada duanya di Soloraya.

Anak Pak Mul sudah ada yang mewarisi kemampuan ini. Anaknya sudah ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari. Sedikit demi sedikit mampu mewarisi keahlian bapaknya.

O ya, kalau malam minggu, sejak pukul 5 sudah mulai ramai didatangi pengunjung. Suasananya tidak nyaman kalau menurut saya. Suasana terlalu crowded bahkan antri. Kalau makan ditunggui khan nggak enak. Hehehehe…..!!!!

Paling nyaman itu diluar malam sabtu dan malam minggu. Datang jangan terlalu malam kalau mau menu masih lengkap. Tapi, kalau mau santai datang setelah jam 10 malam. Sepi dan santai.

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

2 thoughts on “WEDANGAN HIK GAUL DI MALAM HARI”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s