No Sugar No Salt & No Additives

Alhamdulillah, Ifa sudah lulus S1 ASIX. Usia Ifa adalah 6 bulan saat itu. Ifa mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Karena Anak ASI maka disebut MPASI. MPASI itu Makanan Pendamping ASI.

Saya sebenarnya mau praktis. Kita beli makanan instan untuk ifa. Berbagai merek sudah tersedia disana mulai merek A sampai Z. Istri yang menampik usulan saya. “meski ribet tapi harus dijalanin”, Ujarnya seperti konselor ASI. hehehehehe…..!!!

Ternyata, ribet sekali. MPASI itu tidak boleh memakai gula, garam dan bahan penyedap rasa yaitu vetsin. Balita seyogyanya mengenal rasa alami bahan makanan terlebih dahulu.

Aturan dasar membuat MPASI selanjutnya adalah tidak boleh digoreng atau mengandung bahan yang telah goreng. Berdasarkan pengamatan saya. Selama ifa menjalani MPASI. Semua proses pembuatan MPASI hanya dikukus atau di-tim.

Senjata utama kami adalah Slow Cooker. Semua bahan makanan dimasukin di slow cooker dan di-tim. Kita menunggu delapan jam dan matang. Hanya tinggal disaring jika diperlukan.

Biasanya, kami memasukkan bahan makanan ke slow cooker di malam hari menjelang tidur. Kita tinggal tidur semalaman. Pagi hari, MPASI sudah siap. Tidak ribet dan tinggal diambil saja.

MPASI dilakukan bertahap. Kita mulai tekstur paling halus, mulai meningkat agak kasar dan terakhir tekstur kasar. Karena pencernaan anak juga baru berkembang. Bahan-bahan yang alami lebih bersahabat buat perut Ifa. Kalau rejeki berlebihan bisa yang organik sekalian. Mangstab sekaligus mahal. 🙂

Itu hanya aturan dasar saja. Kalau mau lengkap. Buka saja di website AIMI ASI. Semua sudah lengkap sekali. Saya cuman cerita pengalaman Ifa.

Ifa sudah 2,5 tahun. Tahapan ASIX sudah dilewati. Kami selaku orangtua berusaha mentaati MPASI meskipun tidak 100 % . Hasilnya yang didapatkan berdasarkan pengamatan visual adalah :

1.  Tidak gemuk dan tidak kurus.
Kalau gemuk khan arahnya obesitas dan kurus arahnya kurang nutrisi. Keduanya tidak, asupan gula hanya dari bahan makanan saja. Ifa belum mengenal asupan gula secara langsung.

2.  Tidak pilih makanan.
Ifa menerima semua jenis makanan. Lidahnya tidak mempunyai favorit dalam rasa ( manis/asin).

3.  Jarang sakit perut.
Sistem pencernaannya cuman mengolah bahan makanan sederhana. Ifa kenal MPASI saja.

4.  Suka makan sayur bayam
Ini yang saya heran juga. Anaknya doyan sayuran. Kalau disajikan sayur bayam maka dia habiskan. Cara makannya juga rada beda. Bayam dimakan pakai tangannya tanpa sendok dan kuahnya ditinggalkan. Bayam cuma direbus juga dilahapnya tanpa dibumbui apapun.

Mungkin, karena Ifa belum mengenal snek yang beredar di pasaran. Mulai Chiki, Chitato dan Lays dsb. Coba kalau udah kenal itu semua. Saya pikir dia nggak doyan sayur. Ifa baru mengenal rasa yang di MPASI saja.

Setelah diskusi dengan istri ternyata menghindari gula dan garam untuk bayi sangat bermanfaat sekali. Anak-anak cenderung tidak menjadi pemilih. Makan tidak perlu dipaksa makan. Karena alam bawah sadar mereka, manis atau asin bukan rasa favorit mereka.

Advertisements

4 thoughts on “No Sugar No Salt & No Additives

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s