APAKAH JALAN KEHIDUPAN KITA TELAH MENIKUNG? ???

JALAN MENIKUNGSUMBER : SNIPVIEW

Harimurti beranjak tua. Harimurti dan Istri hidup damai di rumah sederhana khas Jawa di daerah Jakarta. Harimurti bekerja di sebuah penerbitan besar di Jakarta. Kehidupannya serasa lengkap dengan kehadiran Eko. Anak semata wayang yang disayang oleh Harimurti dan istrinya.
Tomi (anak tertua dari Noegroho) juga telah menua. Dia menjelma menjadi Konglomerat era Orde Baru. Adiknya, Marie yang bersuamikan Marijan juga menjelma menjadi pengusaha besar meskipun tidak sekaya kakaknya. Konglomerat era orde baru yang tidak jelas bisnisnya.
Konflik keluarga Sastrodarsono sudah menginjak generasi ketiga. Pendiri Trah Sastrodasrsono adalah generasi pertama, Anak-anak Sastrodarsono adalah generasi kedua dan para cucu Sastrodarsono adalah generasi ketiga. Mereka hidup dimasa kekuasaan dan kekayaan berpihak ke trah Sastrodarsono.
Dwilogi Umar Kayam melintasi empat zaman. Zaman pra kemerdekaan, zaman kemerdekaan, orde lama dan orde baru. Zaman pra kemerdekan diwakili oleh Sastrodarsono. Pelopor trah sastrodarsono yang berjasa. Dia bahkan tidak menyadari bahwa anak keturunannya akan menjadi orang besar.
Zaman kemerdekaan diwakili oleh anak-anak Sastrodarsono. Mereka sebagai priyayi baru yang tidak hanya sebagai guru. Mereka adalah tentara, guru dan pegawai pemerintahan. Mereka berpikir sederhana hanya bekerja untuk keluarganya. Noegroho meskipun seorang TNI namun dia menjadi tentara karena kebetulan saja bukan kesadaran akan Kemerdekaan.
Zaman orde lama adalah zaman keemasan anak-anak sastrodarsono. Anak-anak Sastrodarsono sudah menjabat sebagai pejabat tinggi di negeri ini. Ada yang menjadi dirjen, guru senior maupun pejabat di kementrian dalam negeri.
Zaman orde baru adalah era kejayaan Trah Sastrodarsono. Cucu-cucu sastrodarsono menjadi berbagai profesi mulai Editor sampai dengan konglomerat di negeri ini. Tomi adalah anak Noegroho. Dia menjadi kaya raya di tengah kemiskinan merajalela di negeri ini. Konglomerat yang berbisnis dengan fasilitas pemerintah. Dia sangat kaya namun tidak jelas asal kekayaannya.
Ironis, Perintis kemerdekaan adalah negarawan atau tokoh bangsa yang berjuang dengan keikhlasan harus tersingkir. Ketika perjuangannya telah berhasil. Kebanyakan kisah mereka adalah memilukan. Tomi, anak seorang kolonel yang cuma di garis belakang era perjuangan 45, menikmati kemerdekaan dengan “rakus”. Dia yang “menikmati” kemerdekaan sekaligus merusak.
Apabila Sastrodarsono masih hidup maka dia akan menangis. Memang, Satrodarsono ingin anak keturunannya sejahtera. Kesejahteraan yang hakiki yaitu tanpa menindas manusia yang lain. Kekayaan yang menyejahterakan sekitarnya bukan menghisap.
Tomi, cucu sastrodarsono, mempunyai usaha tak jelas namun sangat kaya raya. Mereka adalah bagian dari konglomerasi yang dicanangkan orde baru namun dinikmati hanya segelintir manusia. Trickle Down Policy itu kata para ekonom. Bisnisnya bisa macam-macam. Proyek yang didapatkan dengan lobi kesana kemari.
Eko, cicit dari Sastrodarsono, tidak mampu memahami apa yang terjadi di keluarga besarnya. Karena lama tinggal di Amerika Serikat. Eko mempunyai istri orang Yahudi-Amerika. Eko bahkan sudah bekerja dan menetap di Amerika serikat. Eko hidup dengan nilai-nilai bangsa Amerika.
Suli ( ibu si Eko) merasa resah. Anaknya telah berjalan jauh. Eko sudah melewati jalan menikung sehingga terancam tercerabut dari akarnya yaitu Indonesia khususnya Jawa. Manusia dengan wajah Jawa namun berbudaya Amerika. Mereka bukan menjadi orang Jawa. Tetapi, Orang Amerika yang berwajah Jawa.
Budaya adalah paduan pola pikir dan perilaku manusia. Pola pikir manusia yang menggerakan perilaku manusia. Perilaku ini membentuk budaya. Budaya yang berkembang di suatu daerah tertentu, dalam hal ini jawa. Setiap memiliki kearifan. Suli khawatir jika eko kehilangan kearifan sebagai orang jawa yaitu kepriyayian.
Keresahan ini mewakili keresahan trah Sastrodarsono. Trah Sastrodarsono telah berjalan jauh dari filosofi priyayi. Filosofi priyayi adalah menolong sesama dan peduli budaya sendiri. Priyayi bukan manusia serakah. Priyayi adalah manusia pengayom sesama khususnya keluarganya.
Tomi telah berjalan jauh sampai melewati jalan menikung meninggalkan filosofi priyayi. Konglomerasi yang dia jalani sangat rentan. Rentan penindasan sesama dan menghisap sisi kemanusiaan manusia. Eko juga telah melewati jalan menikung dengan nilai-nilai Amerika sehingga kehilangan kearifan lokal yaitu Jawa.
Umar Kayam melihat pertanda zaman saat itu. Manusia yang mulai kehilangan kearifan yang berupa jatidiri. Jatidiri sebagai manusia, negara, agama dan budaya (jawa). Jatidiri tersebut hanya tersisa sebagai simbol saja. Simbol yang timbul hanya karena garis keturunan.
Ini adalah nilai lebih novel yang ditulis para maestro semacam Eyang Pram atau Umar Kayam. Mereka mampu “membaca” alam semesta melalui gejala alam yang alami atau sosial. Dwilogi Umar Kayam bertautan dengan Tetralogi Pramoedya Ananta Toer dalam pembacaan gejala sosial. Gejala sosial yang terjadi di zamannya. Kadang, mereka meramal yang akan datang.
Mereka melakukan pembacaan alam dengan indah. Mereka menyampaikan dengan bahasa yang indah dan halus. Ini lepas dari latar belakang ideologi mereka. Mereka selalu memiliki misi bukan hanya sekedar “nyastra”. Mereka adalah “pembaca” zaman dan menyampaikan ke masyarakat.
Kelemahan novel “Jalan Menikung” sekali lagi adalah “jawa sentris”. Orang jawa mudah memahami. Namun, buat yang lain? Setting masa lalu tetapi bisa jadi pijakan masa depan. Novel ini kurang unsur “kejutan” maka kurang seru. Novel ini sederhana. Novel ini bercerita tentang kompleksitas manusia.
Novel ini tidak bisa jadi hiburan. Konflik hanya konflik keluarga. Tidak hanya unsur protagonis dan antagonis yang tajam. Novel ini lebih cocok untuk renungan daripada hiburan. Sekali lagi, Novel “pembaca” gejala alam. hehehehehehe….!!!!! Umar Kayam mungkin menginginkan bahwa kita tidak terlalu “menikung” dalam jatidiri hidup kita.

Advertisements

Soto Gading

Pak jokowi pulang ke Solo. Dalam rangka apa ya? saya lupa. Saya cuman inget kalau Pak Jokowi mampir ke Soto Gading.  Bu Mega juga gabung dan diikuti oleh segerombolan menteri. Wuih, promo gratis nih buat Soto Gading. Soto Gading di-endorse oleh Pak Jokowi. Apa nggak rejeki nomplok. Koran lokal dan nasional ikut menampilkan fotonya. Klop-lah. Hehehehe..!!!

jokowi dan soto gadingSumber : kompasiana

Alasan dinamakan Soto Gading karena daerah situ namanya Kampung Gading. Nggak ada hubungannya dengan Gading Gajah apalagi dagingnya Gajah. Soto Gading yang ini hanya ada di Solo saja. Eksklusif, Kalau di Solo ada di beberapa tempat.

Soto Gading itu spesialis soto ayam. Soto genre solo agak berbeda dengan genre Lamongan apalagi Bandung. Kalau Soto  Lamongan menggunakan kemiri dan Soto Bandung memakai daging Sapi. Soto Lamongan dengan kuah warna kuning pekat. Soto Bandung dengan kuah Bening. Kalau Soto genre Solo mempunyai kuah yang bening agak kekuning-kuningan.

Soto Gading terasa lebih plain. Komentar saya, “ Soto Gading itu rasanya seimbang antara gurih dan asin”. Soto Gading itu berminyak namun nggak eneg. Bagi yang suka makan porsi besar mesti kurang. Soto Gading terasa segar. Penyajian bisa campur atau pisah dengan nasinya. Soto Gading rasanya orisinil.  *Jiaaaahhhh promosi banget. Hehehehe…!!!!

Kami makan di soto gading selalu memilih duduk di depan panci besar. Saya merasa hangat dan nyaman di depan panci besar soto yang panas mengepul. Hiburan tersendiri melihat pegawai soto gading beraksi.

soto1Aksi “Penuang Soto”

Banyak pula pelanggan yang memiliki special request.”mbak, tanpa micin”, “saya minta kulit ayam”, “pakai seledri nggak pakai mi”, garamnya sedikit aja”, “mbak saya pakai tepong”, “mbak, aku dodo menthok”. bla bla bla….!!!!

Sang “penuang soto” harus tepat meracik sesuai pesanan yang customized. Padahal, pesanan seperti itu bisa datang dalam waktu bersamaan maka harus mampu membedakan dan menghafal. Beda dikit!!! Pelanggan langsung komplain.

Saya bisa tahu semua, karena posisi duduk di depan panci besar. Posisi itu tidak banyak yang berminat.  Rasanya gerah dan panas di posisi tersebut namun unik juga. Saya bisa melihat aksinya secara live. Saya juga jadi tahu ada sesuatu di kuah soto gading.

Ada yang unik untuk bumbu kuah soto. Kuah soto biasanya menggunakan daging ayam kampung saja. Soto Gading menambahi dengan rebusan cakar ayam. Cakar ayam itu diikat setiap sepuluh cakar. Bumbu ini mungkin yang jadi pembedanya. Rasanya jadi lebih unik. Kalau sudah siang, kita bisa pesan soto cakar ayam.

Soto gading itu selalu dicari wong Solo.  Karena keunikan rasa, nostalgia dan keaslian tempat dan suasana.  Ini berlaku untuk Soto Gading Asli atau pusat. Kalau Soto gading yang di cabang nuansa berbeda. Soto Gading yang asli menempati di bangunan tua, sempit dan tidak tinggi. Suasana lebih sempit dan panas. Bisa dibilang nggak nyaman buat makan.

Nilai nostalgia yang tinggi. Rasa yang unik membuat kita kangen rasanya. Situasi yang gerah dan ramai yang dicari. Sentimetil ? ya. Nilai sentimetil yang dicari selain rasa. Jika hari minggu suasana ramai. Warga Solo tumplek blek disitu. Mereka mencari rasa dan suasana yang orisinal.

Pak Jokowi juga sentimentil. Beliau menyempatkan diri mampir di Soto Gading disela-sela pulang kampung dan mengajak gengnya lagi. hehehehehe…!!!! Lha kebetulan saja, Pak Jokowi adalah Presiden RI jadi Soto Gading ikut dikenal juga. Ini sarana promosi gratis buat Soto Gading.

Lauk pauk yang tersedia cukup variatif. Paru goreng, empal goreng, tahu dan tempe goreng yang gurih. Sosis daging sosis basah tersedia pula. Sate uritan, sate sapi dan sate paru juga ada. Makanan cemilan juga ada, itu adalah jajanan  pasar misal : kue ku, lopis, onde-onde dsb

Soal harga itu relatif. Kalau ada yang bilang semangkuk soto harganya 8 rb itu mahal, itu tidak salah. Namun juga ada yang bilang semangkuk soto harganya 8 rb itu murah, itu juga wajar. Makanya harga tergantung siapa yang membayar. Subyektifitas rasa dan nilai sentimentil adalah alasan harga menjadi murah atau mahal.Hehehehe…!!!

Brand soto gading sudah menancap kuat dalam hati konsumen. Khususnya bagi warga Solo baik yang masih di Solo atau di perantauan. Mereka yang perantauan tidak jarang menyempat diri untuk mampir di Soto Gading. Sekedar memuaskan dahaga kerinduan terhadap soto gading. Lihat saja waktu lebaran atau hari natal nanti.

Akibatnya, Warga di luar Solo penasaran. Karena mendengar cerita warga Solo di perantauan yang berkisah tentang betapa sentimentilnya Soto Gading. maka, mereka yang datang ke Solo menjadi penasaran. Seberapa hebatnya Soto Gading?

Mereka yang cocok akan selalu menyempatkan diri mampir ke Soto Gading.  Mereka memilih breakfast di Soto Gading daripada di Hotel. Mereka akan segera memesan Taksi dan melunceur kesana di pagi hari. Sekedar untuk menikmati semangkuk soto. Itu bagi yang sentimentil dan cocok. Kalau yang tidak sentimentil  akan bilang, ” O begini to rasa soto gading, biasa aja tuh!”. Hahahahahahaha…!!!!

Kalau anda ke Solo mau ke Soto Gading. Anda tinggal bilang ke sopir Taksi, “Pak ke Soto Gading yang asli atau yang pertama”. Insya Allah, mereka sudah tahu semua. Patokannya sebelah selatan dari Alun-alun selatan keraton Surakarta.

Kalau anda membawa mobil sendiri, Anda harus mencapai Alun-alun Selatan Keraton Surakarta dulu. Apabila sudah ketemu, menuju ke arah selatan kira-kira 500 m maka akan ketemu Soto Gading. Alun-alun Selatan itu Lapangan besar di sebelah selatan Keraton Solo.

Apesnya, Soto Gading hanya membuka cabang di Soloraya saja. Soto Gading tidak membuka cabang di Luar kota. Para Perantauan yang sentimentil jika rindu soto gading. Mereka harus pulang ke Solo. Mereka menjadwalkan khusus untuk makan disana. Karena di perantauan tidak ada soto gading. hahahahaha….!!!!!

Passion itu Penting

Kemarin, saya blogwalking ke tempat mas Ryan. Beliau sedang nulis tentang Passion gitu. Apa itu passion? Tulisannya panjang dan ada disini . Singkat cerita, Saya mau cerita kisah  “mama” a.k.a istri saya. Kalau menurut saya, dia mengikuti Passion-nya. OK, saya coba cerita. hehehehehe…!!!!!

Mama itu ketika awal menikah dengan saya masih berstatus Dosen PNS di sebuah Perguruan Tinggi Negeri di Solo. Solo itu daerah pedalaman Jawa, budaya jawa yang kental. So, menjadi PNS adalah kebanggaan tersendiri.

Semua bilang, saya beruntung dapat istri PNS dan dosen lagi. Kesejahteraan tentu terjamin dan apalagi ada pensiun. So, masa tua bukan masalah. hahahaha….!!!! Ini tipikal sekali di daerah. PNS adalah segala-galanya, tidak masalah jika kamu adalah seorang pesuruh atau bos. Pokoknya PNS.

Mama itu lulusan Universita Indonesia (UI). Dia lulus jenjang S1 dari Fasilkom UI angkatan 1999.  Sebelumnya, Mama bekerja di Penerbitan besar di Jakarta tahun 2003. 2005, mama pulang kampung ke Solo karena diterima sebagai Dosen PNS di PTN. 2007, Mama berangkat ke Jakarta lagi untuk menempuh pendidikan S2 di Fasilkom UI.

Praktis, Sebagian besar kehidupannya di Jakarta. 2011, Dia menikah dengan saya artinya  pulang kampung lagi. Anak kami lahir mei 2012. Ketika sedang seneng-senengnya punya anak. Dia minta resign dari Dosen PNS. Duarrrrr…..!!!!! hehehehhehe…!!!!

Keadaan jadi kacau balau. hehehehe…!!!! Buat saya, Itu pilihan mama. Kalau Mama bekerja itu jadi pahala buatnya. Mama pengin keluar itu hak dia. Karena kewajiban kerja khan di saya. But, soal penghasilan cukup atau tidak. Allah sudah mengaturnya. hehehehehe….!!!!

Bapak Ibu mertua dan Bapak Ibu saya sendiri yang bingung. Mereka semua adalah PNS. PNS khan masih bisa bisnis tanpa harus resign dulu. Lha kok ini mau keluar. Maunya apa? Semua bingung dengan keputusan Mama.

Saya coba nanya-nanya ke Mama, “Kenapa mau resign ma?”. Jawab mama, “Mama nggak nyaman mengajar, kurang sreg yah”. “Mama kalau mengajar kurang sreg selalu ada yang kurang”, tambahnya.

Mama itu orangnya total. Kalau sudah terjun di suatu bidang harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Mama merasa sudah berusaha semaksimal mungkin kok tidak sreg. Mama nggak ada minat sama sekali meskipun ada kemampuan menjadi Dosen.

Pusing saya, kok nggak betah napa ya? Mama cuman pernah cerita kalau suka mainan anak. Sewaktu masih mahasiswa , mama suka lihat deretan mainan di etalase di Mall.Mama emang cuman lihat tapi hatinya puas. Apa ini Passion? hehehehe…!!!!!

Mama sudah hafal pabrikan mainan anak misal: fisher price, bright start atau leapfrog sampai Little tikes. Keunggulan dan kelemahan pabrikan sudah hafal diluar kepala. Karena punya anak, Mama ada alasan untuk menekuni kembali dunia kecilnya.

Mama mau beli mainan buat si Ifa musti browsing dulu, baca review, cara pemakaian, dan bahaya dsb. Pokoknya lengkap deh, sampai hal-hal yang tidak kepikiran orang lain. Dia mesti lakukan. “Rasanya puas”, kata mama.

Suddenly, Mama bilang ke saya mau buat rental mainan setelah resign. Hahahahaha…!!!! Pusing kepala saya. Dunia yang jauh dari saya bahkan mungkin sama sekali baru. Gimana mau mengawali. Coba aja, gak usah dipikir panjang . Kalau Mama sudah mantep tinggal saya dukung.

Karena sudah tekad bulat. Mama akhirnya resign tanpa ada plan B. Pokoknya resign dulu alias Terjun Bebaaaaaaasssss…!!!! Pokoknya nekad abis. Plan A cuman satu yaitu  buka usaha rental mainan. Sulit dipahami buat saya. Maklum, Warga kota kecil yang kuper. hahahahaha…!!!

Apa ada yang nyewa? Siapa yang nyewa? beli mainannnya dimana? kalau rusak terus gimana? Ada yang jual spare part-nya? Buka toko atau percetakan masih bisa kebayang gimana-gimanya. Ini rental mainan, sama sekali masih buta. Buat saya….!!!!! hehehehehe

Akhirnya, Passion mengambil alih dari sini. Mama sudah passion di dunia anak khususnya di mainan anak dan perlengkapan bayi. Alhamdulillah,  jaringan internet sudah tersedia di rumah kami. So, dua modal utama hanya Passion dan Internet.

Mama selalu browsing siang malam tentang rental mainan. Mulai dari pelaku usaha rental mainan di kota besar semacam Jakarta, Bandung dan Surabaya. Dia pelajari berbagai jenis mainan yang disewakan, harga, cara menyewakan,  promo dan sampai dengan sejarah perjalanan usaha mereka. Mama pelajari semua itu.

Lha mana contoh rental mainan di kota kecil? hehehehehe….!!!! Sangat terbatas je. Kebanyakan di kota besar. Ada juga menawarkan franchise. Franchise? Buat mama, Big NO NO NO. We’ll build from the scratch *Halah. hehehehe…!!!!

Mama catat yang menjadi poin-poin penting. Mama mulai buat sistem sewa, aturan denda yang dituangkan dalam SOP, prosedur pengantaran mainan. Mama mulai memilih jenis-jenis mainan yang akan disewakan berdasarkan pabrikan, umur, edukatif dan non edukatif dsb. Mama mulai mencari toko yang menjual mainan baik secara online atau offline.

Mama berdiskusi dengan saya siang dan malam. Persiapan pembuatan rental, sistem antar jemput, uang jaminan sampai perawatan dan perbaikan jika mainan rusak dan penyimpanan. Tidak mentor atau contoh usaha yang memadai. Kami melakukan improvisasi saja. Kalau ada tidak seperti yang kami inginkan.

Tahap persiapan ini dilakukan ketika mama sudah resign dan hanya di rumah saja. Anak usia 5 bulan. Mama selalu melakukan persiapan. Jika rasa bosan menghinggapi maka diselingi membuat MPASI buat si Ifa atau masak untuk orang serumah. Hikmahnya, Ifa lulus S2 ASIX dan sukses mengkonsumsi MPASI sebenarnya. Lha, dia dijaga terus oleh mamanya.

Saya kerja dengan penghasilan pas-pasan saja. hehehehehehe…!!!!!! Pokoke nekad. kita belum tahu potensi pasar di Solo. Kami melakukan karena ingin mandiri dan rasa cinta mama yang besar terhadap mainan. Kata orang itu Passion.

Kami benar-benar buta tentang peluang pasar. Kami masih buta tentang calon konsumen. Semua hanya nekad dan berbekal tekad saja. Pegangan kami populasi anak semakin lama semakin bertambah. Itu peluang kami. hehehehe…!!!!

Saya inget mainan pertama kami yaitu Roller Coaster. Kami beli secara online dengan harga jutaan. Dag dig dug, nyampai nggak di rumah? itu modal kami. Alhamdulillah, sampai juga. Little Tike Cozy Coupe itu mainan kedua dan seterusnya.

Proses Merakit Mainan

Sewaktu beli Little Tikes Cozy Coupe, kami membeli dari bentuk komponen terpisah. Kami berdua nggak ada pengalaman sama sekali merakit mainan.  Passion yang meledak-ledak, kami mencoba merakit dengan hati-hati meski harus nonton YOUTUBE dulu berkali-kali.

Little Tikes Cozy Coupe

( Mainan yang kami rangkai pertama kali)

Mama memasarkan rental mainan secara fully online. Mama memakai Facebook dalam memasarkan. Mama mulai add friend, nge-tag, menawarkan dan melakukan transaksi sendiri melalui FB. Mama lakukan sendiri sampai begadang-begadang. Hampir setiap hari jam 3 pagi. Kalau sekarang sudah nggak lgi.

Mama membutuhkan showroom untuk menggelar dagangannya. Karena rumah kami kecil. Mama merancang showroom dalam dunia maya. Mama yang merancang, mama yang ngoprek blogspot menjadi website. Mama selalu meng-update website sampai sekarang. Bahkan, pelanggan ada yang bilang jika mainansolo adalah website rental yang paling update sampai sekarang.

Mama juga yang membayar domain dan hosting. Mama yang merancang dan memasukkan data ke website. Mama bekerja mulai proses perancangan sampai menjadi operator. Mama lakukan sendiri. Ilmu yang diserap di Fasilkom ada manfaanya disini. hehehehe….!!!!

Teknik Marketing juga 🙂

Mama melakukan dengan sepenuh hati dalam setiap proses bisnis. Kontak HP,BBM dan WA mulai bertambah seiring perkembangan di website dan FB. Mama melayani layaknya Customer Service di Perbankan namun tidak bertatap muka.

Unik, Mama hanya mau melayani pelanggan secara tertulis. Jarang sekali, mama mengangkat telepon dari pelanggan. Kalau bertemu dengan pelanggan itu bagian saya. Ini dilakukan sampai sekarang. Saya pegang bagian Delivery dan perbaikan. Mbak Warti (ART) pegang bagian perawatan. Ifa menjadi bintang iklannya. hehehehe….!!!!!

Kalau ada mainan atau perlengkapan bayi baru biasanya di-upload ke FB atau website. Awalnya, mama menggunakan gambar resmi dari pabrikan. Iseng-iseng, Mama foto mainan baru dengan Ifa sebagai modelnya. Selesai foto kemudian di-upload ke Website, FB dan BB. Ternyata responnnya bagus karena sifatnya riil.

Ifa menjadi model iklan kami. Setiap mainan baru yang sesuai dengan umrnya mesti difoto dengan Ifa sebagai modelnya. Akhirnya, Ifa ikut andil dalam usaha kami. Semua terlibat mulai Mama sebagai bosnya, Saya, Ifa dan Mbak warti sang ART.

Ifa

Saya mengantar mainan hampir setiap hari. Saya hafal jalanan di Solo karena tugas ini. Saya bertemu dengan berbagai macam pelanggan. Kalau mama bertemu secara tulisan, saya yang bertemu langsung dengan pelanggan. Saya punya pengalaman banyak keluar masuk rumah kecil sampai rumah gedongan.

Rasanya memang lelah namun menyenangkan. Suka dan Duka memang selalu ada. Kemampuan kami diuji dengan seiring perkembangan usaha. Usaha berkembang berarti masalah semakin banyak. Karena Passion Mama tadi, kami menjalankan dengan baik-baik saja.

ART ( Asisten Rumah Tangga) kami juga merasa senang. Dia mendapat uang tambahan karena usaha kami. Dia yang di bagian perawatan. Setiap mainan pulang maka dia yang mencuci dan setiap mainan mau disewa maka dia yang menyiapkan.

Kakak sepupu istri juga mulai bantu. Dia yang mengantar mainan dan saya menjadi pendamping saja. Awalnya, saya ajak dulu antar mainan. Sekarang, kakak sudah mampu keliling sendiri.

Saya tidak ikut keliling lagi. Kalau yang diantar terlalu banyak. Baru, saya ikut keliling dengan mobil sendiri. Jadi yang jalan adalah dua mobil. Mainan sudah memenuhi rumah kami. Daftar pelanggan semakin panjang di  gadget Mama.

Mama lebih bahagia saat ini. Meskipun, sebenarnya lebih berat. Mama bekerja karena Passion. Mama mempunyai energi yang besar karena bekerja dari A to Z. Segala hambatan hampir semua menjadi tantangan. Jujur, hambatan tetap sesuatu tidak enak tapi dihadapi dengan sikap lebih baik.

Mama masih berburu mainan baru. Karena harus berkembang terus. Mama selalu browsing dan melayani pelanggan sendiri. Mama sudah mulai jarang pakai FB. Mama cukup pakai DP di BBM atau WA untuk menawarkan mainan. Sekali pasang, biasanya sudah ada yang minat.

Jam kerja mama adalah 24 jam.  Masalah yang dihadapi mulai kompleks. Resiko semakin besar. Semua dijalani dengan gembira. Mama sudah menemukan “Dunia”-nya. Mama sukses mengembangkan Passion. Setia dengan Passion kadangkala harus diperjuangan secara Nekad. Hehehehehe…!!!!

 

 

Ifa Belajar Berjalan

Anak saya selain terlambat ngomong, baru bisa berjalan tanpa bantuan di usia 14 bulan. Pokoknya TOP BGT dah. Sukses bikin deg-degan. Hehehehe…!!! Sekarang udah berlari. Tenang aja…hihihi….!!! Naik turun tangga udah lancar.

Ifa sebelum bisa berjalan sukanya diatas tempat tidur. Ifa sudah tidak mau di boks sejak usia 1bulan. Ifa suka main-main diatas kasur. Kebiasaan ini berlanjut sampai dia duduk sendiri. Ifa lebih suka di kasur daripada di lantai. Kita santai aja. Maklum, anak pertama jadi orangtuanya belum pengalaman.

Kami mencoba mengajak ifa main di lantai. Tentu saja, kami agak dag dig dug. Lantai khan dari keramik. Keras dong, hehehehe…!!! Kalau jatuh bisa benjol itu  ternyata, Ifa masih ragu dan takut berdiri. Berdiri sebentar terus duduk. Dia belum percaya diri untuk berdiri meski sudah kuat.

Kami mencoba dengan mainan yaitu Around We Go. Ifa seneng banget, harapannya biar cepet jalan. Around We Go itu kayak Baby Walker jaman saya kecil cuman diperlengkapi mainan dan gerakan cuman memutar.

Sumber : Mainan Solo

Ifa seneng banget. Apalagi ini praktis banget dan sangat membantu. Kalau Ifa sudah disitu maka kami bisa mengerjakan pekerjaan lain. Anaknya nggak akan kemana, hatinya senang karena banyak mainan. Pokoknya kepentingan orang tuanya banget. hehehehe…!!!

Ternyata, Baby walker sejenis itu tidak bagus bagi anak yang sedang belajar berjalan. Karena kaki anak tidak berpijak ke bawah. Anak tidak perlu berpijak ke bawah untuk bisa berputar. Kaki anak cukup diseret aja. Alat semacam diatas tidak menyiapkan anak untuk segera berjalan.

Ada alat yang membantu menguatkan otot kaki anak. Kalau otot kaki kuat logikanya adalah mudah belajar berjalan. Nama alat ini adalah Jumperoo atau sejenisnya. Anak akan melompat-melompat di alat ini.

Sumber : Mainan Solo

Baby walker yang baik itu seperti alat dorongan. Jadi, kalau anak anda sedang belajar berjalan dan suka mendorong meja dan kursi itu bagus. Anak saya tidak suka mendorong meja. Kalau suka mendorong maka kasih aja baby walker semacam ini.

Sumber : Mainan Solo

Ifa udah mau ditetah sejak lama. Tapi harus dibantu berdiri dan pegangan yang kuat. Ifa belum PD juga. Lama-lama mau berdiri sendiri. Dan akhirnya, kami memakai baby walker jenis dorongan.

Saudara sepupu istri sukses ngajari anaknya berjalan dengan baby walker dorongan. Kata dia, setelah beberapa kali pakai. Anakya udah pandai jalan sendiri. Pokoknya harus teteg dan mantep. Kalau kita takut bisa mempengaruhi ke anak jadi tidak PD.

Lha nanti gimana kalau anaknya jatuh? Dia belum bisa mengatur langkahnya sendiri.  Dia cerita kalau balita bisa mengontrol sendiri irama mendorong baby walker. Pada awal memang begitu semakin lama semakin pintar mengatur langkah kaki. Cuman pas melatih itu posisi yang menjaga si balita jangan dari depan tapi dari belakang.

Kalau bisa sendiri nggak usah dipegangi cuman di jaga dan juga dari belakang. Kalau mau jatuh baru dipegangi. Kalau jatuhnya tidak berbahaya, ya biarin aja jatuh. Hehehehehe…!!!!Itu melatih anak percaya diri untuk berjalan.

Kaki langsung berpijak ke bawah dan otot terlatih. Alhamdulillah, anak sudah bisa berjalan di usia 14 bulan. Kombinasinya Jumperoo dan Baby Walker. Nggak ada jumperoo, baby walker udah cukup kok.

Sate Ayam Pak Banjir Solo

Anda mesti pernah makan sate ayam. Kalau belum pernah, mosok sih? Hehehehe…!!! Sate ayam ada dua genre, menurut saya. Genre Ponorogo dan genre Madura. Saya lebih suka genre Madura. Saya lebih milih sate ayam Madura karena bumbu kacang yang lebih kaya lemak dan pakai daging mentah.
Selain itu, sate ayam adalah menu yang memorable untuk saya. Saya ingat sewaktu masih SD. Kalau masuk angin mesti makan sate ayam. Kerokan dilanjutkan makan sate ayam madura 10 tusuk dilanjutkan tidur adalah obat. Ini sugesti untuk sembuh.

imageSate Pak Banjir
Jl. Ronggowarsito Solo

But, Istri saya yang mengenalkan sate ayam yang enak di Solo. Sate Ayam Pak Banjir. Rasa, bumbu dan tekstur yang seimbang. Saya menemukan juga belum lama. Rasanya kembali ke masa SD. Hehehehe…!!!
Sate ayam yang tidak mentah namun tidak terlalu matang. Tekstur daging ayam masih terasa tapi matang. Ini adalah keahlian tukang sate tingkat tinggi. Sate Ayam Pak Banjir mengunakan bahan baku daging ayam mentah beda dengan Sate Ponorogo menggunakan daging ayam rebus.

imageSate Uritan
Sumber : vitakent

Sate Ayam Pak Banjir juga menyediakan Sate Uritan. Uritan adalah bakal calon telur yang belum dibuahi. Uritan itu memang enak tapi termasuk jeroan jadi mengandung banyak kolesterol. Hehehe…!!!
Setusuk sate uritan terdiri atas Bakal calon telur, jeroan ayam dan ati ayam. Rasanya yang mantap dan bakaran sempurna. Kalau mau lebih sehat maka pilih telur sintetis dan daging bersih.
Sate Ponorogo menggunakan sambal untuk rasa pedas. Sate Madura irisan cabai dan bawang merah untuk memberi sensasi pedas yang menyegarkan.
Kalau makan sate mesti memakai lontong atau nasi. Nasi sudah biasa namun Lontong di sate ayam Pak Banjir istimewa. Karena  teskturnya kenyal sehingga memberi sensasi lumer di mulut dan tidak mengenyangkan.

imageSumber : vitakent

Satu porsi sate ayam itu berisi lima tusuk sate uritan, lima tusuk daging ayam bersih, lontong yang diiris-iris kemudian disiram sambal kacang diiringi dengan irisan cabai dan bawang merah.
Sambal kacang untuk sate ayam genre madura tidak pedas dan lebih encer bahkan ada yang menganggap kuah. Irisan cabai sebagai ganti sambal pedas.
Ketika lontong dikunyah maka terasa tekstur lumer di mulut bercampur sambal kacang. Sembari mengunyah lontong, anda mulai mengunyah sate yang “maknyus”. Hmmmm…..!!! Sensasi itu yang saya cari.
Saya penggemar sate ayam genre madura. Sate Ayam Pak Banjir memang istimewa. Terasa seimbang antara sate, lontong, sambal dan irisan cabai-bawang merah. Kalau ditanya kok bisa begitu. Mereka nggak bisa jawab. Ini terjadi secara alamiah saja.
Sate Ayam Pak Banjir ada dua tempat yaitu di sebelah tenggara perempatan nonongan surakarta dan di sebelah barat Bank Indonesia dekat Bakmi Pak Dul. Menurut saya, yang paling enak adalah sebelaha barat Bank Indonesia.
Lokasi yang di barat Bank Indonesia lebih enak seperti deskripsi saya diatas. Saya sudah berkali-kali ke sana, semuanya terasa sama yaitu istimewa. Kalau yang di perempatan nonongan rasanya biasa saja.
Mereka berdua adalah generasi penerus Pak Banjir. Mereka adalah saudara kandung a.k.a kakak-beradik. Rasanya kok berlainan ya. Hehehehe…!!! Apa masalah talented or non talented? Aku tidak tahu.
Keduanya adalah sama-sama warung lesehan di pinggir jalan. Anak saya juga suka sate tapi tanpa kecap. Lebih asyik, makan di sate ayam Pak Banjir di malam hari. Lebih santai, hehehehehe….!!!!

Para Priyayi :Sebuah Novel

image

Setelah Perang Diponegoro maka muncul era tanam paksa. Tanam paksa sangat menguntungkan Kerajaan Belanda. Nasib pribumi semakin terpuruk. Kerajaan Belanda dianggap bertindak sewenang-wenang oleh pihak Oposisi di Parlemen Belanda.
Karena desakan kaum oposisi di Negeri Belanda maka muncul Politik Etis. Politik etis adalah politik balas jasa,kerajaan Belanda tidak boleh hanya menghisap namun juga harus memberi balas jasa. Balas jasa ini berupa pendidikan, .
Apalagi Kerajaan Belanda membutuhkan tenaga terdidik dan terampil yang dibayar murah untuk menjalankan segala urusan Pemerintah Belanda di Indonesia. Belanda memiliki perkebunan, pabrik gula, pendidikan, kesehatan, pemerintahan dan pertanian di Indonesia. Semua membutuhkan tenaga kerja.
Singkat cerita, Belanda membutuhkan dokter, guru, jaksa, insinyur dsb. Maka lahir generasi baru yaitu generasi terdidik Belanda.
Generasi yang dididik, bekerja dan digaji oleh Belanda. Kalau kita pernah mendengar Stovia, Osvia, THS, HIS,HBS dan AMS.
Itulah sekolah yang didirikan Belanda. Lulusan sekolah tadi yang menjadi Pegawai Pemerintah Kerajaan Belanda. Pemerintahan dibawah pimpinan seorang Gubernur Jenderal.
Status priyayi tinggi di masyarakat saat itu terutama di jawa. Siswa sekolah Belanda yang berasal dari Jawa disebut Priyayi. Sistem kemasyarakatan di jawa itu berjenjang. Karena Raja yang berkuasa mempunyai status tertinggi maka pegawainya adalah kaum elite.
Karena priyayi adalah pegawai pemerintah yang berkuasa saat itu. Maka, status sosial priyayi bisa dikatakan tinggi. Para Priyayi terdiri dari Pangeran, Bangsawan atau rakyat jelata yang “bernasib baik” bisa belajar di sekolah Belanda. Golongan yang terakhir ini yang mengalami Social Jumping.
Mereka yang semula bukan siapa-siapa menjadi berharga. Karena status Priyayi maka status sosial naik drastis. Semua orang akan menghormati meskipun hanya pangkat terendah. Karena “digaji” Pemerintah Belanda maka berhak menyandang disebut priyayi.
Umar Kayam ingin menjelaskan filosofi Priyayi yang tepat. Umar Kayam menyatakan bahwa menjadi Priyayi itu ada “KODE ETIK”. Priyayi itu mempunyai tanggung jawab moral sehingga bermakna bagi masyarakat dan alam sekitar. Priyayi yang tidak tercerabut asal-usulnya.
Novel para Priyayi adalah kiritik sosial. Novel ini ditulis era 90-an. Era rezim orde baru, Umar kayam ingin mengkritik secara halus terhadap tatanan sosial di rezim orde baru.
Terbukti, Umar Kayam tidak bermasalah dengan rezim saat itu. Ketika novel Para Priyayi beredar, Umar kayam pernah menjadi Dirjen RTF di DEPARPOSTEL. Kalau sekarang Kementerian Pariwisata.
Tokoh utama dalam novel ini adalah Lantip. Lantip adalah seorang anak hasil hubungan di luar nikah dari seorang priyayi yang mati sebagai bandit atau begal. Soenandar yaitu keponakan jauh Sastrodarsono.
Sastrodarsono adalah pendiri dinasti priyayi yang disegani di masyarakat Wanagalih Madiun sampai tiga generasi. Generasi ketiga adalah puncak kejayaan dinasti Sastrodarsono dengan lahirnya Konglomerat Tomi. Cerita ini muncul disekuel lanjutan yaitu JALAN MENIKUNG.
Lantip adalah tokoh yang siap mengabdi ke seluruh keluarga besar Sastrodarsono. Sastrodarsono adalah dewa penolong Lantip, mengangkat derajat menjadi priyayi.
Lantip anak seorang priyayi namun hasil hubungan terlarang, mustahil menjadi priyayi tanpa bantuan Sastrodarsono. Lantip mengabdi tanpa pamrih menyelesaikan dan menutup segala aib Keluarga Sastrodarsono.
Lantip adalah solusi untuk Harimurti yang terlibat Gestapu 65. Lantip yang menyelesaikan urusan pakde Nugroho ketika anak perempuan satu-satunya si Marie telah Hamil diluar nikah dengan Marijan si anak desa.
Lantip bahkan rela menunda pernikahan dan tidak mempunyai keturunan. Karena merasa berkewajiban menjaga asuhannya yaitu Harimurti. Hebatnya, Halimah si gadis Minang pujaannya mampu memahami itu semua.
Lantip adalah sosok priyayi kecil dengan hati yang luas. Bahkan lebih luas dari para Priyayi Pembesar. Maka timbul pertanyaan, apakah priyayi itu? Sifat atau kedudukan?
Menurut Lantip, Priyayi itu harus mengayomi seluruh keluarga dan masyarakat sekitar. Apabila ada priyayi yang tidak bermanfaat bagi keluarga atau masyarakat maka tidak pantas disebut priyayi.
Novel mempunyai alur maju-mundur atau campur. Bab-bab yang tersusun berdasarkang nama, misal: Sastrodarsono,Hardojo,Lantip,Harimurti dsb. Setiap bab menceritakan tokoh dari sejak awal sampai titik tertentu dengan sudut pandang orang pertama.
Kemudian, cerita akhir novel menggabungkan dari semua tokoh. Ini keunikan Umar Kayam. Novel ini juga terlalu “jawa sentris”. Itu subjektivitas penulis novel. Ini bisa jadi keunggulan sekaligus kekurangan.
Deskripsi Wanagalih sungguh sempurna. Maklum, Umar Kayam lahir dan tumbuh di daerah tersebut. Setting waktu mencakup awal 1990-an, awal 1940-an sampai dengan era awal orde baru.
Saya membaca novel ini terbawa imajinasi ke masa lalu. Novel ini adalah novel humanis. Novel hiburan bagi yang hobi membaca. Novel perenungan bagi yang suka memaknai kehidupan. Novel ini tidak seberat novel eyang Pram namun cukup berisi dengan ajaran kehidupan.

Saya Suka Susu Segar “Shi Jack”

Apakah anda suka minum Susu? Kalau yang menjawab saya pasti jawabannya “ya”. Makanya, badan saya mekar terus. Susu bubuk adalah idola saya waktu kecil. Saya paling senang susu “Dancow Full Cream” yang warnanya putih agak keruh. Wow, rasanya gurih khas lemak sapi. Ibu saya takut jika terlihat kurus makanya diberi susu terus, terus dan keterusan. hahahahahahahaha….!!!!!Ini Logonya

 Saya pernah diberitahu seseorang. Susu sapi terbaik adalah susu sapi cair. Susu  yang  diperah langsung dipanaskan dan diminum. Susu yang seperti itu disebut “Susu Segar”. Kota Solo punya sesuatu yang unik berhubungan dengan susu segar.

PKL yang menjual susu segar di Solo ada dimana-mana. But, PKL yang jualan susu segar  unik yaitu Susu Segar “Shi Jack” . PKL yang membesar menjadi bisnis besar. Saya tidak ingin ngomong bisnisnya tapi keunikannya.

Uniknya ada tiga macam : aksi pramusajinya, variasi minuman susu dan aneka ragam snek-nya. Ketiganya unik dan menarik. Minum susu segar menjadi lifestyle di kota Solo. Susu segar menjadi bagian penting kehidupan malam kota solo. xixixixixi, serius amat……!!!!!

Kehidupan Malam di Kota Solo ( hehehehehehe….!!!!!)

 “Susu Segar Shi Jack” mesti tampil low profile, Pramusaji bergaya “bartender”. Kalau nggak salah namanya “juggling” ya? Kayak muter-muterin gelas dulu kemudian susu dituangkan ke gelas . Meski jualannya kaki lima dan gelas murahan namun gaya bak bartender night club. Gelas dilempar keatas dan sendoknya dilempar memutar baru susu dituang. “Gaya Tuang Susu” seperti itu hanya di Susu Segar Shi Jack.

Wah Maaf, nggak jelas. Maklum cuma pakai HP. Ssssttttt….!!!!!

Sebenarnya mau menunjukkan gimana aksi “Gaya Tuang Susu” karyawan Susu Segar Shi Jack

Minuman juga bervariasi. Sebagian besar berasal dari variasi dari susu segar. Susu Coklat, Susu Sirup, Susu Telor Madu Jahe (STMJ), Susu Madu, Susu Kopi dan tidak lupa Soda Gembira tetapi tidak ada Susu cola.

Minuman paling favorit adalah susu coklat dan susu sirup. Susu coklat, mmmm……!!! yummy…!!! Bahkan ada teman istri yang dari Jakarta mencoba susu coklat berujar begini : “ Rin, kalau ini ada yang jual di Jakarta ,pasti aku mampir tiap pulang kantor”.

Lihat tuh…!!! Aksi buat “Susu Coklat”, berserakan disana : botol madu, sirup dari resep leluhur, telor ayam kampung asli dan telor bebek

Snek-nya ada yang namanya pisang owol, apollo, “sego kucing”. Pisang owol itu pisang goreng dibakar kemudian ditaburi coklat dan keju parut, topping memakai susu kental dituang diatasnya. Apollo itu Jadah ( Makanan yang dibuat dari beras ketan) ditaburi coklat kemudian dibakar ( Tapi ini jarang ada).

Ini contoh darii “Pisang Owol”.

Kalau ingin makanan stamina bisa mencoba telur setengah matang, telurnya memakai telur ayam kampung. Sego Kucing itu nasi putih diberi sambel dan sepotong kecil ikan bandeng, ya kayak makanan kucing. Hehehehehehe……!!!!!

Sisi lain dari Dapur “Susu Segar Shi Jack”, Itu tempat untuk membuat Pisang Owol, Apollo, Roti Bakar dan sebagainya

Mau lebih ekstrim…???? STMJ dan telurnya memakai telur bebek. Minum susu menjadi gaya hidup di Solo. Minum Susu bukan hanya sekedar untuk memenuhi gizi namun gaya hidup orang Solo menikmati malam.

 

Kehidupan Malam di Susu Segar Shi Jack. Inget…!!!! Cuma Susu Bro, Makanannya aja banyak yang titipan. Aneh………….!!!!!!!!

Susu Segar Shi Jack muncul jauh sebelum kafe susu segar menjadi booming., misal : Kalimilk dan Mommilk. Dua brand ini adalah kompetitor Susu Segar Shi Jack. di Solo  Karena segmen pasar yang berbeda maka tidak terlalu berpengaruh bagi Susu Segar Shi Jack dari segi market share.

Susu Segar Shi Jack mempunyai segmen yang lebih luas. Segmennya dari kalangan atas sampai bawah. Segmen usia mulai dari anak-anak sampai manula. Kalau dua merek yang saya sebut diatas lebih menyasar ke anak muda atau keluarga muda, kayak keluarga saya.

Ayah saya nggak nyaman sewaktu di ajak ke kalimilk. Atmosfernya terlalu modern dan anak muda. Ayah saya lebih nyaman di susu segar shi jack. Terus, apa bedanya sus segra shi jack, kalimilk dan mommilk ? Sama-sama jualan susu. hehehee

Susu Segar ”Shi Jack” yang memiliki cabang di beberapa kawasan Solo, antara lain : kawasan manahan, kota barat, Perempatan Jajar, Kadipolo, Sraten, Pajang, Lojiwetan dan masih banyak lagi. Semua dipastikan ramai. Pengunjungnya…..? jangan tanya mulai dari pejabat, pengusaha, tokoh terkenal sampai orang tidak dikenal ada semua.

Semua bercampur demi kenikmatan susu dalam nuansa PKL. Padahal, rasa susu dimana-mana khan sama saja. Itu menjadi gaya hidup orang Solo. Mereka minum susu bukan hanya karena butuh gizi. Mereka datang untuk meregangkan otot dalam situasi santai dan sederhana . Aneh……..!!!!!!!!!

Setelah Jokowi menang jadi Presiden, saya jadi paham. Ternyata, kita rindu situasi yang sederhana atau “apa adanya”. Suasana yang santai tidak terikat manner yang aneh-aneh dalam pergaulan. Situasi rileks dan “apa adanya” inilah yang dimiliki oleh Susu Segar Shi Jack

Pak Joko yang kerap di panggil “si Jek” dan ditulis “Shi Jack” ( Ssssssttttt…….!!!! itu pemilik “Susu Segar Shi Jack”) bahkan telah mem-franchise”- kan usahanya. Siapa saja yang mau jualan susu segar dengan brand “Shi Jack” maka wajib membeli bahan baku susu segar darinya. Gilaaaaa……!!!!

Susu segar ‘Shi Jack” sudah jadi brand di kota Solo. Makanya “5S’ (Saya Suka Susu Segar ‘Shi Jack”). Wakakakakakaka…………………………!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!