Soto Triwindu

Siang itu cuaca cukup panas. Istri tiba-tiba pengin Soto Triwindu. Salah satu dari Warung Soto yang senior di Kota Solo. Soto Triwindu itu cuman jual Soto Gading Sapi berbeda dengan Soto Gading.

soto triwindu-1
“Silahkan Duduk”

Orang dulu memang simpel. Kasih nama cuman sesuai dengan nama daerah atau landmark terdekat, misal: Gading, Triwindu dan Kartasura. Soto Triwindu karena lapaknya di dekat Pasar Triwindu. Pasar Triwindu ini lebih eksotis lagi. Pasar Triwindu itu tempat ngumpulnya penjual barang antik.

Ini cocok untuk  kolektor . Setelah keliling di Pasar Triwindu dilanjutkan makan Soto di Soto Triwindu. Pasar Triwindu menjual segala sesuatu yang antik mulai Plang Kuno sampai meja antik. Kalau anda suka nonton channel History maka udah paham dengan Pawn Stars dan American Pickers. Kalau di Triwindu masih berwujud pasar rakyat.

Soto Triwindu mempunyai andalan dan satu-satunya menu adalah Soto Daging Sapi. Berbeda dengan soto gading dengan menu andalan soto ayam. Harganya lumayan terjangkau yaitu Rp 11.000,- per mangkuk. Rasanya yang khas ,segar dan tidak eneg. Rasa Gurih yang nendang.

soto triwindu-2
Angkring Soto di Pojok Warung

Soto Triwindu mempunyai lauk yang khas yaitu Lentho. Makanan khas yang terbuat dari kacang tholo, singkong dan kelapa. Lebih mantep lagi, makan soto dengan  irisan empal, babat atau limpa. Arena untuk meracik masih menggunakan Angkring. Dulu, Penjual Soto menjajakan Soto berjalan dari kampong ke kampong menggunakan Angkring.

soto triwindu-3
Soto “dikawal” irisan babat & irisan limpa

Lokasinya di Jalan Teuku Umar Solo. Kalau anda berjalan menyusuri jl Slamet Riyadi maka dicari saja Mc Donald. Dari situ, Anda belok kearah utara maka menyusuri Jl Teuku Umar. Sepanjang jalan itu adalah sentra jajanan. Soto Triwindu ada di ujung jalan sebelum perempatan. Posisinya di sebelah barat jalan.

soto triwindu-4
Menghadap Ke Timur

 

 

Ironi Aia Kawa

Kata Penjual Aia Kawa begini,
”Dulu, orang tidak boleh minum kopi yang boleh hanya Belanda, Kita minum air daun Kopi”.

 
Saya bertanya ke mbah gugel dulu sebelum menulis di postingan kali ini. Karena penyebutan minuman dari daun kopi ini bermacam-macam. Penjual di Ngarai menyebut “kopi kawa”.  Ada yang bilang “kopi kawa daun”.

Kalau disebut teh tidak tepat, karena dari pohon kopi. Jika disebut kopi juga tidak pas karena berasal dari daun pohon kopi. Ya sudah, saya sebut saja “Aia Kawa”. Saya ambil nama itu dari Republika. Kalau salah, mohon ada yang membetulkan. Aia Kawa cukup unik. Hehehehe..!!!

image
Penyajian "aia kawa" secara lengkap

Saya tahu minuman ini ketika di Ngarai Sianok bagian bawah. Biasanya, Kita menikmati Ngarai Sianok dari atas, di Taman Panorama Bukittinggi. Karena bisa melihat secara utuh. Uda Nedi mengajak yang sedikit berbeda yaitu menikmati Ngarai Sianok dari bawah. Lokasinya dekat dengan “Janjang Saribu”.

image
Janjang Saribu di Ngarai Sianok

Kalau Ngarai Sianok sudah terkenal seantero Nusantara. Jika anda masih punya uang kertas seribu rupiah era 1980-an. Gambar depan yaitu DR Soetomo maka bagian belakang gambar Ngarai Sianok. Ngarai ini terbentuk karena proses alam. Bisa dibayangkan bagaimana dahsyatnya pembentukan Ngarai Sianok.

image
Sisi Lain dari Ngarai Sianok

Kedai yang jual Aia Kawa ini terletak di seberang dari bale-bale di foto tersebut. Lokasinya diatas Janjang Saribu.

image
Logonya mirip STARBUCKS 🙂

Kata Penjual Aia Kawa begini,”Dulu, orang tidak boleh minum kopi yang boleh hanya Belanda, Kita minum air daun Kopi”.  Wesss,…!!! Ternyata Aia Kawa menyimpan sebuah kisah getir dari sebuah Bangsa. Ngerih…..!!!!

Negara kita khan penghasil kopi terbaik di Dunia. Menurut saya lho, hehehehe…!!!! Misal : kopi Gayo Aceh. Kopi Arabika yang masih ada aroma tanah basah. Apalagi Kopi Luwak Arabika dari Gayo. Kopi Arabika yang telah mengalami fermentasi oleh hewan luwak.

Kopi yang ditanam di kebun kita sendiri but kita tidak boleh menikmatinya. Kita hanya boleh minum air seduhan daunnya. Sungguh tragis saat itu. Apalagi cara minumnya yang lebih dramatis yaitu memakai batok kelapa.  Ini bisa melambungkan angan-angan di zaman Penjajahan Kumpeni Belanda.

Aia Kawa dibuat dari daun kopi yang disangrai. Cara menyangrai yaitu dengan meletakkan daun kopi diatas bara api selama 12 jam. Cara membuat aia kawa dengan menyeduh air panas. Finally, dituangkan ke batok kelapa.

Menurut sejarah, Ini akibat program TANAM PAKSA atau CULTUURSTELSEL yang diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Johannes Van Den Bosch. Kerajaan Belanda saat itu sedang tekor. Karena biaya Perang Diponegoro yang besar. Kas Kerajaan kosong maka Hindia Belanda a.k.a Indonesia yang menanggung akibatnya.

Seluruh wilayah jajahan harus menanam tanaman yang laku di pasar Internasional. Tanaman yang laku adalah Tembakau Gula, Kopi, Karet dan Gula. VORSTENLANDEN a.k.a Solo-Jogja harus menghasilkan Gula dan Tembakau. Wilayah Sumatera menghasilkan Karet dan Kopi dsb.

Akibatnya, Tanaman padi jarang ada yang menanam maka terjadi kelaparan dimana-mana. Semua ditanami tanaman perkebunan. Keuangan Kerajaan Belanda sampai Surplus dari hasil bumi Hindia Belanda. 72 % pemasukan keuangan ditopang oleh Hindia Belanda. Itulah kata wikipedia. Ironisnya, kita minum Aia Kawa saja. hehehe..!!!

Aia Kawa terasa cukup enak . Minum di kedai dengan gelas batok kelapa. Itu pengalaman yang menarik. Aia Kawa bisa bisa ditambahi gula atau tidak. Kami duduk sambil menikmati pemandangan Ngarai Sianok. Hmmm…!!!! Seperti kembali di zaman Kumpeni.

Kata orang, minum Aia Kawa lebih nikmat ditemani dengan kue Bika. Kue khas Minang. Informasi ini diketahui dari Republika juga. Sayang, Kedai itu tidak menjual kue Bika. Aia Kawa tanpa gula, saya seruput sedikit demi sedikit hingga tandas.

Jujur, saya merasa aneh. Sedemikian naas bangsa kita. Kopi kita dibawa keluar negeri, diberi merek luar dan masuk ke negara kita lagi. Harganya jadi luar biasa. Hehehe….!!! Rasanya ? Terserah anda tergantung selera anda.

Kopi Indonesia sudah  populer di dunia. Coba googling saja, Kopi dari Indonesia menjadi primadona di Starbucks. Mungkin, cara membuat minuman kopi di starbukcs lebih baik? Tak tahu juga. Saya pernah minum kopi di Starbucks namun kopi tubruk di rumah lebih nikmat.

Apakah lebih nikmat minum kopi di starbucks daripada di rumah atau di kedai kopi? Apabila sama-sama menggunakan Kopi dari Indonesia. Kalau kita bisa beli kopi indonesia dari perusahaan Indonesia atau petani Indonesia. Saya kira lebih murah. Hehehe…!!!

Kopi berkualitas tinggi dari Indonesia sudah banyak yang jual, di Superindo, Hypermart, Carrrefour dsb. Harganya memang mahal tapi lebih murah dibandingkan jika beli dari gerai-gerai multinasional. Coba aja,…!!! Nikmat sekali. Apalagi dibuat kopi tubruk. Hahaha….!!!!

Dulu, kita tidak boleh minum kopi. Sekarang, kita boleh minum kopi tetapi “kalau bisa” dari kedai kopi mereka. Hahahahaha….!!!!

 

 

Antara Sate Mak Sukur dan Teh Talua

Sesuatu yang paling saya sesali adalah kehilangan foto-foto di Sate Mak Sukur. File foto khusus di Sate Mak Sukur hilang semua. Saya buka file-file di laptop nggak ada semua. Terpaksa saya ambil dari Internet dan disesuaikan dengan ingatan saya tentang Sate Mak Sukur. Sate yang paling legendaris di Padang Panjang, menurut Uda Nedi. Sate Mak Sukur juga ada di Jakarta. Tetapi, Makan sate dimana sate itu berasal. Itu sensasi tersendiri. Rasanya mengambil air dari sumbernya langsung, murni dan alami. hahhaha….!!!! Setelah kami kelelahan main air di Lembah Anai. Kami menuju Sate Mak Sukur, tidak perlu waktu lama untuk sampai disana. Lokasi Sate Mak Sukur berada di sebelah kiri jalan menuju arah Bukittinggi dari Padang. Ada tulisan “Sate Mak Sukur”. Sate Mak Sukur berada di Padang Panjang.

sate mak syukurSumber : Eman Sudinta

Sate Mak Sukur itu sejenis sate Padang yang dijual di Rumah Makan Padang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sate Padang mirip Sate Yu Rebi di Solo. Sate yang berlemak. Sate Padang menggunakan lidah sapi, jantung, punuk dan lemak sapi. Keunikan sate mak Sukur di Bumbu kuah/sambal. Bumbu Kuah Sate Mak Sukur unik dan berbeda. Bumbu kuah yang bercitarasa minang. Citarasa minang yang dominan adalah rempah-rempah. Bumbu Kuah berwarna kuning cerah, beraroma rempah yang kuat namun nikmat untuk disantap.

sate padangSumber : Princessbrigita

Menurut saya, Bumbu kuah sate mak Sukur lebih unik daripada Sate padang di kota kami. Kami sekeluarga termasuk penggemar masakan Padang. Kalau makan disana mesti pesan sate padang. Setelah mencoba sate mak sukur maka sate padang yang ada di jawa, JAUUHHH… RASANYA!!!! Kalau ukuran sate dan cara peyajian itu sama dengan yang di Jawa. Pakai bumbu kuah yang melimpah dan dialasi dengan daun pisang. Ketupat yang disediakan juga enak. Penyajiannya masih hangat-hangat. Cocok sekali dengan hawa yang dingin dan sejuk.

tumpukan sate padangSumber : Aroengbinang

Ada yang unik pula disini yaitu Teh Talua. Talua yang artinya Telur. Maka, Teh Talua dibuat dari Teh yang dicampur Telur dan dibumbui dengan kayu manis dan jeruk nipis. Apabila mengocok telurnya pas maka timbul busa yang melimpah mirip Teh Tarik. Rasanya antara manis, gurih, aroma teh dan sedapnya kayu manis. teh talua

Teh Talua Meleleh

Sumber : Kuncoro Toro

Teh Talua tergolong minuman penambah stamina. Bahkan ada menyebut teh stamina. Karena diantara para sopir banyak mengkonsumsi untuk stamina selama bekerja. Kalau jenis minuman di daerah saya yang mirip Teh Talua yaitu STMJ. teh talua non meleleh

Sumber : TripAdvisor

STMJ atau Susu Telor Madu Jahe. Ini adalah minuman stamina di daerah kami. STMJ dijual di kedai susu misal : Susu Segar Shi Jack. Inilah minuman stamina ala jawa. Saya makan sate dan ketupat dilanjutkan minum teh talua. Rasanya, hmmm…!!! Sesudah rasa dingin dan lapar beranjak hangat dan perut kenyang. Hehehehe….!!!! Perjalanan kami lanjutkan menuju Bukittinggi. Karena kenyang maka kantuk menyergap saya. Rasa kantuk dan kenyang dan diiringi suara lagu khas Minang yang mendayu-dayu, Terasa nikmat perjalanan ini. Hehehehehe….!!!! Sumber : 1.  http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/05/10/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur-362634.html 2. http://travel.detik.com/read/2014/06/12/115700/2606160/1519/yang-legendaris-dari-padang-panjang-sate-mak-syukur 3. http://id.openrice.com/jakarta/review/sate-padang-mak-syukur-tanah-abang/18048 4. https://sepanjangjk.wordpress.com/2013/09/02/ 5. http://www.thearoengbinangproject.com/sate-mak-syukur/ 6. http://www.tripadvisor.ca/LocationPhotoDirectLink-g3475331-i80038969-Padang_Panjang_West_Sumatra_Sumatra.html 7. http://m.kompasiana.com/post/read/627428/1/menikmati-teh-talua-hingga-rendang-padang-yang-mendunia.html

Lembah Anai, I’m Coming

Akhirnya, pesawat yang saya tumpangi mendarat di BIM ( Bandara Internasional Minangkabau). Bandara yang cukup besar dan megah. Bandar ini sebagai pengganti Bandara Tabing yang sudah uzur. Saya tahu Bandara Tabing ya dari Novel “Jalan Menikung”. Hehehehehe…!!!
Ini adalah pertama kali menjejakkan kaki di Pulau Sumatera. Hahahaha…!!!! Saya malu mengakui karena udik sekali. Hehehehe….!!! Saya masih saja berkutat di Jawa saja. Sebagai Traveller Nanggung, disebabkan Nabestekur (Nafsu Besar but Tenaga Kurang). Nafsu mau travelling besar tetapi uang pas-pasan alias tenaganya kurang.
Untung, ada sahabat istri mau menikah di Bukittinggi. Karena yang mau menikah adalah sahabat karib maka istri sedikit mewajbkan untuk berangkat. Dia adalah yang paling akhir menikah di geng istri saya. Saya ngikut aja, hehehehe….!!! Kebetulan saya penasaran pulau Sumatera.
Saya pengin ke Lembah Anai, Sate Mak Syukur, Jam Gadang, Pasar atas, Pasar bawah, jembatan Limpapeh, Benteng Fort De Kock.Ngarai Sianok juga harus dikunjungi. Saya masih pengin menikmati pantai di Padang. Ayo berangkat, mumpung ada uang dan sepakat dihabiskan.Hahahahaha….!!!
Sebagaimana pikiran orang udik. Bukittinggi itu cuma selangkah dari BIM. Saya cuman bisa manggut-manggut. Ternyata, perjalanan dari BIM ke Bukittinggi membutuhkan waktu 3  jam-an. Busyett…!!!!  terbiasa dengan pola di Pulau Jawa, Mangan Ora Mangan Kumpul. Tidak pergi kemana-mana.
Uda Nedi adalah sahabat yang setia menemani kami selama di Tanah Minang. Tanpa beliau apalah jadinya kami ? Kami  hanya sekumpulan orang yang tersesat (Saya , Istri dan Ifa). Saya bilang ke Uda, “Da, nanti mampir dulu di air terjun yang ada di pinggir jalan itu ya”. “Lembah Anai?”, begitu jawabnya. “iya”, jawab saya.
Lembah Anai atau apalah namanya. Saya tahu dari hiasan dinding Warung Makan Padang di pinggir jalan besar dekat rumah saya. Dia pasang foto sebesar-besarnya. Ada Air Terjun di pinggir jalan, Lokasinya di tengah hutan kemudian ada Kereta Api melintas dibelakang air terjun melengkapi keindahan Air

imageSumber : Fitriani

Sekali lagi, Naluri udik saya terusik.  Saya merasa kok lama banget ya sampai di Lembah Anai. Meskipun demikian, saya terhibur dengan pemandangan alam sepanjang jalan. Betul-betul eksotis.
Sepanjang jalan adalah hutan yang rimbun.
Hutan yang lebat dan kadang ada kera bergelantungan di pepohonan pinggir jalan. Itu menambah keeksotisan alam. Saya melihat dengan terheran-heran. Ekspresi orang udik tentunya. Mungkin karena saya pertama kali kesini.
Lembah Anai di depan mata. Saya turun dari mobil dan suasana segar menghinggapi kami. Rasa ngantuk langsung ngacir. Rasa segar menghinggapi saya. Saya ingin mandi di Lembah Anai. Itu rasanya, tapi nggak mungkin lah. Bisa repot jadinya. Hehehehe…!!!

???????????????????????????????

Lembah Anai mungkin tidak istimewa. Karena berada tepat di pinggir jalan. Suasana yang menyejukkan. Apalagi tempias air yang sampai di tengah jalan maka menambah suasana sejuk dan lembap. Siapapun yang lewat situ menjadi terasa segar kembali.

Keluarga-1

Poster lembah anai mungkin berlebihan tetapi tidak bohong. Unik, ada air terjun di pinggir jalan. Air terjun yang mendekat jalan atau jalan yang mendekati air terjun. Imajinasi saya terbawa di masa Hindia Belanda.

lembah anai-2

ayah&ifa

Pada masa itu, Moda Transportasi yang paling memungkinkan adalah KA. Karena ada jalur KA peninggalan Belanda yang menembus hutan. KA masih beroperasi puka. Bisa dibayangkan bagaimana eksotisnya pemandangan sepanjang jalur KA saat itu.
Puas main air maka saya dan keluarga melanjutkan perjalanan menuju Bukittinggi lewat Padang Panjang. Mampir dulu ke Sate Mak Sukur. Karena habis main air. Saya tidur dulu sebelum tiba di Sate Mak Sukur. Hoammmm….ngantuk…tidur….dulu ah….!!!!

Sejarah Nge-Blog

Dahulu, Orang mengungkapkan isi hati di Buku Harian. Buku Harian adalah bagian hidup dari pemiliknya. Kalau zaman saya masih muda disebut Diary. Diary itu adalah rahasia hidup empunya. Buku Harian itu adalah sisi lemah sang pemilik. Maka tidak heran diary itu dipasangi gembok grendel. Kalau Buku Harian dibaca oleh bukan empunya. itu pertanda Cilaka Dua Belas…hehehehe!!!!!

Karena buku harian adalah rahasia pribadi baik yang buruk atau baik. Diary adalah teman setia yang tak akan menuntut ( halah…!!! 🙂 ). Karena sang empu diary tidak mampu menyimpan seluruh rahasia hidupnya di dalam hati dan pikiran. Kepala sudah terasa mau meledak. Maka dititipkan rahasia kehidupan dalam sebuah Diary.

Gembok, hmmm…!!!!!!  Barang itu adalah kelengkapan wajib bagi Diary. Kunci gembok disimpan dalam dompet dan dibawa kemana-mana. Hati cukup tenang karena “merasa” tidak ada yang bisa buka Diary. Padahal, kalau ada niat bisa saja dijebol. Hehehehehe…!!!! Jadi teringat lagu “Dear Diary” dari duo Ratu yang formasi lama.

Sebelum Tembok Berlin runtuh maka informasi terbatas. Hanya orang tertentu yang bisa mengakses informasi. Runtuhnya tembok Berlin adalah pertanda zaman. Era baru muncul yaitu era informasi.

Maka era industri mulai surut. Era informasi adalah era keterbukaan yaitu akses informasi mulai dapat diakses khalayak ramai. Ini berdasarkan obrolan di Warung Wedangan di depan rumah.

TV Swasta mulai bisa diakses masyarakat tanpa antena khusus. Hadirnya idola baru yaitu Doraemon. RCTI dan SCTV menjadi tontonan harian dan tidak eksklusif lagi. “Film Cerita Akhir Pekan”, “Losmen Bu Broto” atau “Jendela Rumah Kita” sudah basi. TVRI mulai kehilangan pamor kecuali bagi penggemar “Ketoprak” di TVRI Yogyakarta.

Komputer PC mulai mewabah. Peluang bisnis baru hadir yaitu jualan Komputer PC. Semua orang punya Komputer PC segede gaban. Para penulis Diary mulai menulis di Komputer PC meskipun tidak meninggalkan Diary dalam bentuk buku. Karena nilai sentimentil yang tinggi.

Karena menulis di Komputer lebih aman dan canggih. Kita bisa mengetik dan langsung mengedit tanpa harus memakai Tip Ex atau Karet Penghapus. Apabila selesai mengetik bisa langsung disimpan di Disket atau Piringan CD ROM. Rasanya keren kalau membawa disket. Sudah menjadi bagian era baru. hehehehehe…!!!!

Budaya menumpahkan perasaan dalam Diary masih tetap berlangsung. Isinya tetap saja curahan hati meskipun zaman sudah berubah cuman medianya yang berubah. Kalau dulu ditulis di Buku berubah di komputer. Kalau dulu pakai gembok, sekarang pakai PASSWORD.

Atas jasa PENTAGON maka diawali babak baru yaitu dunia jaringan (ARPANET). Komputer saling berhubungan dan berkembang sampai tekhnologi  Fiber Optik. Gegerlah dunia penulisan, Karena lahir sesuatu yang tidak tampak namun terasa sekali dampaknya yaitu INTERNET.

Para penulis pemalu masih melanjutkan hobi menulis Diary. Mereka menulis di komputer dan disimpan di disket dan buku Diary bergembok yang masih disimpan sebagai benda paling berharga. Cuman, mereka mulai berkenalan dengan INTERNET. Mereka menyukai INTERNET dengan mendatanginya setiap hari di WARNET. Bagi yang berstatus mahasiswa dengan kartu sakti yaitu Kartu Perpustakaan Universitas dapat fasilitas gratis di Kampus.

Para Penulis Diary menemukan mainan baru yaitu e-mail. Mereka mulai berhubungan dengan sahabat dekat.  Tulisan-tulisan disimpan di e-mail, dengan strategi dua e-mail. Kalau dulu hanya punya Password. Mereka punya alamat E-Mail dan PASSWORD .

Karena Mark Zuckerberg ingin membuktikan bahwa dirinya keren maka lahir FACEBOOK. Paling tidak itu menurut film THE SOCIAL NETWORK. Si Mark mungkin  hanya ingin keren di depan cewek. Dia bisa jadi tidak menyadari bahwa FACEBOOOK fenomenal di era informasi diatas perkiraannya sendiri.

Saya tidak menafikan Twitter, Youtube, path dan sebagainya. Saya nulis FACEBOOK karena film FACEBOOK yang saya ketahui, untuk yang lain saya tidak tahu. hehehehehehe…!!! Biar greget aja. FACEBOOK atau sosial media apapaun merubah wajah dunia. Manusia Modern jadi lebih suka ngeksis, nulis status, selfie dan terbuka.

Semua pasang status, selfie dan ngeksis dengan cara paling elegan sampai dengan cara paling memuakkan. Hebatnya lagi, menumpahkan segala isi hati dengan terbuka dan tidak ada yang disembunyikan. Semakin banyak orang tahu semakin populer. Tidak ada istilah Cilaka Dua Belas. Semua bocor cor cor cor…..!!!!

Mendadak artis, semua ingin populer. Ini bisa positif dan negatif. Fenomena Justin Bieber adalah contoh positif. Dia memanfaatkan youtube untuk mempromokan dirinya. Dia unjuk musikalitas. Sampai artist talent melihat dan mengajaknya membuat ALBUM. itu positifnya. Jadi deh, artis TOP.

Contoh yang negatif ? Banyak sekali…!!! Skandal adalah sarana mendongkrak popularitas. Kalau perlu skandal dibuat bahkan diskenario dan disebarkan. Ada yang terbuka dan ada yang malu-malu ketika skandal terkuak. Sesuatu yang pasti adalah pelaku skandal mendadak terkenal.

Para penulis Diary tetap konsisten. Mereka tetap saja menulis tanpa terpengaruh situasi. Mereka juga up to date. Adaptif dengan tekhnologi dengan cara elegan. Mereka mulai terbuka dengan INTERNET. Mungkin debut awal mereka adalah Geocities (sepengetahuan saya….!!! hahahaha). Mereka menulis di dunia maya di Geocities.

Kelahiran situs blogging yaitu WordPress dan Blogger ( Maaf,Saya cuman tahu yang dua itu. Hahahaha…!!!! ). Penulis diary semakin terbuka. Mereka menulis segala sesuatu di blog. Mereka saling berbagi dan memberi masukan. Kalau sosial media semacam Facebook dan Twitter adalah sarana ngeksis. Blog lebih dari sekedar ngeksis.

Mereka tidak asal menulis. Kalau di sosial media pakai satu kata atau kalimat cukup untuk ngeksis, misal :”aku sakit perut”, “aduh, dia ngorok”, “hai sayang”.  Kalau ada yang kasih komen sudah senang. Kita pasang foto menu makan siang, ada yang nge-like. Sudah senang juga.

Dunia Blog merupakan “reinkarnasi” Dunia Diary ( itu menurut saya lho). Cara kerja sosial media tidak berlaku untuk blog. Blogger akan menulis artikel yang indah, renyah dan bermanfaat . Bahkan berkeluh kesah harus dengan tulisan yang rapi, jelas, urut dan mudah dimengerti. Agar dapat diambil pelajaran atau hikmah.

Dunia blogger juga berbeda dengan dunia Twitter. Twitter adalah dunia 140 karakater yang dinamis. Kadang ada pujian, hinaan dan twitwar. Blog tidak ada war. Blog menggunakan artikel jawaban. Karena menulis artikel butuh waktu dan pemikiran.

Tulisan adalah portofolio bagi blogger. Portofolio itu layaknya hasil karya sang pelukis. Blogger harus memiliki portofolio tulisan. Sesama blogger akan saling mengomentari, memberi masukan dan berbagi.

Blogger memanfaatkan sosial media untuk mengenalkan hasil karyanya. Seperti Blogger yang satu ini yaitu Mbak Jihan. Dia selalu setia menulis di WordPress dan tidak lupa me-launching lewat Facebook. Dia sadar bahwa banyak hal perlu dibagi kepada orang lain.

Sosial media adalah sarana memperluas jangkauan silaturahim. Apalah arti blog kalau dibaca sendiri. Tidak akan bermanfaat sebuah blog jika tidak dikenal orang lain. Ngeblog adalah hobi baru yang mengasyikan setelah Tembok Berlin Runtuh ( hihihihihih….!!!! Sok Tahu lah).

Dulu, penulis Diary menuangkan dalam buku bergembok, disimpan di bawah tempat tidur dan hanya yang special boleh membaca. Dulu, Diary adalah rahasia hidup. Sekarang berbeda, Diary ditulis di Blog yang dibaca khalayak ramai. Sudah terbuka dan bukan dirahasiakan, karena mereka sadar berbagi kebahagiaan dan manfaat itu menyenangkan dan menyehatkan.

Blog adalah sisi kuat dari seorang Blogger bukan sisi lemah. Blog bukan rahasia tetapi sesuatu yang pantas dibagi. Blog tidak perlu ditutup dan digembok grendel. Hanya Dashboard yang harus digembok dengan Password. 🙂

Ini tadi kesimpulan obrolan di Pos Ronda ujung gang rumah saya. Antara Bejo, Diran, Zaki19482 dan Parmin. Obrolan untuk membunuh rasa kantuk dan dingin karena semilir angin malam. Jangan dipercaya kalau terasa hanya bualan. 🙂

BESTIK DADAR LIDAH ALA SOLO

edit
Bestik Dadar Lidah

Kemarin malam, saya pengin makan bestik dadar lidah. Rasanya udah lama banget nggak makan itu. Saya inget betul. Ayah yang memperkenalkan bestik dadar lidah. Ada yang khas yaitu kuah yang kaya akan kecap.Satu lagi yang khas yaitu Porsi yang besar.

Warung makan yang menyediakan menu ini adalah WARUNG BAKMI PAK DARMO. Pak Darmo menyediakan menu-menu istimewa yang berkaitan dengan Daging Sapi dan Lidah Sapi. Menu itu antara lain Bestik Dadar Lidah, Bestik Daging, Nasi Goreng Lidah dan Nasi Goreng Krukup dsb.

Saya suka Bestik Dadar Lidah dan istri suka Nasi Goreng Lidah. Karena Bestik Dadar Lidah adalah favorit saya maka diulas dahulu deh. hehehehehe…!!!! Bestik daging sudah biasa tetapi dadar lidah yang istimewa. Bestik Dadar Lidah adalah Telur dadar yang disiram kuah bestik.

Bestik itu sebenarnya bukan masakan asli Indonesia. Bestik itu berasal dari eropa. Belanda adalah bangsa eropa yang menjajah Indonesia. Lha, peninggalan mereka salah satunya adalah kuliner. Resep ini beralkulturasi dengan lidah jawa maka muncul bestik. Hahaha….!!!!

Apapun namanya baik itu bestik daging, bestik daging, bestik lidah sapi dsb maka kuahnya sama semua. Kuah kecap dilbumbui dengan bawang bombai dan bumbu khas Indonesia. Kuahnya encer berbeda dengan beef steak yang kental.

Bestik Dadar Lidah itu isiannya yang berbeda. Isiannya yaitu Telur Dadar dengan isian daging lidah sapi. Tekstur lidah sapi yang empuk dan rasa yang gurih menambah kelezatan. Bestik dilengkapi dengan sayuranyaitu selada, kentang dan wortel.

Seluruh bumbu dan bahan dicampur dalam wajan dan dipanaskan. Penyajiannya dicampur jadi satu kecuali mayones dan selada. Kalau steak yang saya tahu masaknya sendiri-sendiri. Sewaktu mau menyajikan baru dicampur.

Bestik jawa dicampur dari awal. Seluruh bahan dicampur dan dimasak diatas kompor. Bestik dadar lidah disajikan dalam keadaan masih panas. Lidah sapi juga sudah matang. Presentasinya seperti sayur bestik. Makannya dengan nasi. Nasi ini yang Indonesia banget. hehehehe…!!!!

Bestik dadar lidah pak darmo adalah satu-satunya di Solo. Itu menurut saya yang suka jajan. Anda coba cari di Solo kemungkinan nggak ada cuman di Pak Darmo saja. Kalau anda nyari bestik daging, bestik lidah atau bestik ayam masih banyak yang jual.

Saya nggak tahu. Apakah ini hasil kreativitas pak Darmo atau meniru di tempat lain. Telur dadar dikombinasi lidah sapi dan akhirnya disiram kuah bestik terasa unik. Meskipun, Pak Darmo jualan nasi goreng lidah, nasi gorenga ayam, bakmi godog atau bakmi goreng, pak lay, cap jay dsb. Saya setia dengan Bestik dadar lidah. hehehehehe….!!!!

20150401_200232
Suasana yang di Cabang Pajang Sukoharjo

 

Lokasinya mudah dijangkau kok. Jika anda menginap di Hotel Novotel Solo. Anda tinggal naik becak ke arah pasar kembang yaitu arah selatan. WARUNG BAKMI PAK DARMO berada 100 meter ke selatan dari Pasar Kembang. Tepatnya, di depan SMA AL-ISLAM 1 SURAKARTA. Posisinya di sebelah barat jalan.

Warungnya ada dua bagian. Satu bagian di Ruko dan bagian lain di Tenda. Anda bisa menikmati sajiannya dengan ditemani lantunan lagu keroncong. Rasanya kaya kembali di zaman Belanda dulu. hahahahaha….!!!!! Kayak pernah hidup di zaman Belanda saja.

 

 

 

MPASI itu penting

Hmmm, MPASI itu apaan ya….???? Saudaranya ASI atau jenis makanan baru…??? Apa hubungannya dengan ASI…???? MPASI itu kepanjangan dari Makanan Pendamping Air Susu Ibu. Karena pendamping maka harus tetap diberi ASI itu si balita. Karena Balita semakin gede maka butuh makanan ekstra.

Ifa diberi MPASI karena kebutuhan gizi meningkat. Ini seiring pertumbuhan jasmaninya. Karena gerak tubuh semakin sering maka butuh energi lebih besar. MPASI yang menggenapi. MPASI juga berfungsi mempercepat pertumbuhan karena mengandung banyak zat gizi yang dibutuhkan balita.

MPASI itu melatih kemampuan organ mulut dan organ pencernaan si Ifa secara bertahap. Karena MPASI diberikan secara bertahap tidak boleh langsung yang tekstur keras. Kebutuhan gizi juga tercukupi tanpa berlebihan. Ifa berat badannya tidak terlalu besar namun juga tidak kecil. Kalau kurus jadi malnutrisi dan kalau kegemukan jadi Obesitas.

Ifa sejak lahir sampai berusia 6 bulan hanya mendapatkan ASI. Ifa mulai diberikan MPASI alias makanan pendamping ASI di usia 6 bulan. Ada 4 alasan mengapa MPASi baru diberikan setelah berusia 6 bulan, berikut di antaranya:

  • Setelah 6 bulan, Ifa membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng lebih banyak daripada yang tersedia di dalam ASI.
  • Sebelum usia 6 bulan, enzim pencernaan Ifa belum sempurna sehingga belum dapat mencerna zat tepung dan protein.
  • Sebelum usia 6 bulan, sistem kekebalan usus Ifa pun belum sempurna. Akibatnya, sistem kekebalan usus yang berfungsi melindungi usus dari makanan sumber protein, belum cukup diproduksi, sehingga banyak protein yang masuk ke dalam sel-sel usus malah merangsang reaksi menyimpang.
  • Usia 6 bulan adalah Ketika Ifa mulai belajar mengunyah dan mulai bisa menelan makanan padat sehingga risiko tersedak menjadi berkurang.

Itu kata Tabloid NAKITA. Saya buka di website mereka. Kalau diberikan sebelum 6 bulan maka bisa terjadi reaksi menyimpang. Bermacam-macam wujudnya mulai sakit sampai dengan Picky Eater atau tukang milih makanan.

Reaksi menyimpang ini dapat berupa alergi, diare atau anak menjadi pemilih makanan atau Picky Eater. Reaksi menyimpang ini disebabkan balita mengkonsumsi makanan yang teksturnya terlalu keras, makanan yang sensitive untuk saluran pencernaan atau gejala alergi yang belum tampak.

Ifa mengkonsumsi MPASI. MPASI harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. MPASI dimulai dari makanan yang cair atau encer.

Ini yang dimaksud tekstur MPASI. Kita sadar bahwa organ pencernaan balita 6 bulan masih lemah maka nggak bias langsung diberi makanan yang tekstur yang kasar.

  1. MPASI harus dibuat dari bahan makanan yang segar.

Lebih baik lagi yaitu yang Organik. Heheheheh…!!!! Mesti mahal dunkz. Buat anak nggak apa-apalah. Kalau perlu hutang. Jiahahahaha….!!!!! Nggak sampai begitulah.

  1. Anak diperkenalkan berbagai jenis makanan satu per satu.

Maksudnya, kalau mengenalkan satu jenis makanan maka dicoba sampai 3-4 hari. Agar diketahui reaksi menyimpang mungkin terjadi, seperti alergi. Misal : Ifa diperkenalkan dengan bayam maka dikasih sayur bayam selama 3 hari. Kalau nggak ada reaksi menyimpang bisa dilanjutkan.

  1. Sayur-sayuran harus diberikan terlebih dahulu daripada buah-buahan.

Ini mendukung poin 5 dengan tujuan memperkenalkan berbagai jenis makanan. Karena sayuran tu rasanya cenderung netral. Ini menghindari anak menjadi pemilih makanan atau Picky Eater. Inget tulisan saya dulu, No Sugar, No Salt and No Additive

 

  1. MPASI dibuat dalam bentuk  Puree.

Puree itu sejenis makanan dari buahan-buahan yang dilumat. Nanti ada tulisan tersendiri.

  1. MPASI diberikan secara bertahap.

Ini yang dimaksud tekstur MPASI. MPASI untuk balita 7 bulan berbeda dengan MPASI balita usia 12 bulan. Karena organ pencernaan blita 12 bulan lebih sempurna. Prinsipnya yaitu mulai dari CAIR –> LEMBUT –> AGAK KASAR –> KASAR.

  1. Jika ada riwayat Alergi terhadap suatu bahan makanan tertentu maka ditunda dulu.

Apabila ada riwayat alergi di keluarga Ifa terhadap bahan tertentu maka ditunda dulu. Ada  bahan makanan yang dicurigai dapat menyebabkan alergi.

Misal : Telur –> diberikan setelah satu tahun,  Kacang –> diberikan setelah usia 3 tahun.

Alhamdulillah, Ifa nggak alergi apapun

  1. Jangan memberi bubur bayi dari produk pabrik ( Ini pengalaman pribadi).
  2. ASI tetap diberikan ke Balita sampai 2 tahun.

Selamat membuat MPASI. hehehehehe….!!!!

Sumber :

1. http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/bayi/tips/tahapan.pemberian.mpasi/001/005/475/1/1

2. http://www.tabloid-nakita.com/read/2540/rambu-rambu-pemberian-mpasi-

3. http://bidanku.com/kenali-tahapan-ideal-pemberian-makanan-bayi

4. http://www.parenting.co.id/article/bayi/anak.mulai.diberi.mpasi.ini.jadwalnya/001/002/174