Sejarah Nge-Blog

Dahulu, Orang mengungkapkan isi hati di Buku Harian. Buku Harian adalah bagian hidup dari pemiliknya. Kalau zaman saya masih muda disebut Diary. Diary itu adalah rahasia hidup empunya. Buku Harian itu adalah sisi lemah sang pemilik. Maka tidak heran diary itu dipasangi gembok grendel. Kalau Buku Harian dibaca oleh bukan empunya. itu pertanda Cilaka Dua Belas…hehehehe!!!!!

Karena buku harian adalah rahasia pribadi baik yang buruk atau baik. Diary adalah teman setia yang tak akan menuntut ( halah…!!! 🙂 ). Karena sang empu diary tidak mampu menyimpan seluruh rahasia hidupnya di dalam hati dan pikiran. Kepala sudah terasa mau meledak. Maka dititipkan rahasia kehidupan dalam sebuah Diary.

Gembok, hmmm…!!!!!!  Barang itu adalah kelengkapan wajib bagi Diary. Kunci gembok disimpan dalam dompet dan dibawa kemana-mana. Hati cukup tenang karena “merasa” tidak ada yang bisa buka Diary. Padahal, kalau ada niat bisa saja dijebol. Hehehehehe…!!!! Jadi teringat lagu “Dear Diary” dari duo Ratu yang formasi lama.

Sebelum Tembok Berlin runtuh maka informasi terbatas. Hanya orang tertentu yang bisa mengakses informasi. Runtuhnya tembok Berlin adalah pertanda zaman. Era baru muncul yaitu era informasi.

Maka era industri mulai surut. Era informasi adalah era keterbukaan yaitu akses informasi mulai dapat diakses khalayak ramai. Ini berdasarkan obrolan di Warung Wedangan di depan rumah.

TV Swasta mulai bisa diakses masyarakat tanpa antena khusus. Hadirnya idola baru yaitu Doraemon. RCTI dan SCTV menjadi tontonan harian dan tidak eksklusif lagi. “Film Cerita Akhir Pekan”, “Losmen Bu Broto” atau “Jendela Rumah Kita” sudah basi. TVRI mulai kehilangan pamor kecuali bagi penggemar “Ketoprak” di TVRI Yogyakarta.

Komputer PC mulai mewabah. Peluang bisnis baru hadir yaitu jualan Komputer PC. Semua orang punya Komputer PC segede gaban. Para penulis Diary mulai menulis di Komputer PC meskipun tidak meninggalkan Diary dalam bentuk buku. Karena nilai sentimentil yang tinggi.

Karena menulis di Komputer lebih aman dan canggih. Kita bisa mengetik dan langsung mengedit tanpa harus memakai Tip Ex atau Karet Penghapus. Apabila selesai mengetik bisa langsung disimpan di Disket atau Piringan CD ROM. Rasanya keren kalau membawa disket. Sudah menjadi bagian era baru. hehehehehe…!!!!

Budaya menumpahkan perasaan dalam Diary masih tetap berlangsung. Isinya tetap saja curahan hati meskipun zaman sudah berubah cuman medianya yang berubah. Kalau dulu ditulis di Buku berubah di komputer. Kalau dulu pakai gembok, sekarang pakai PASSWORD.

Atas jasa PENTAGON maka diawali babak baru yaitu dunia jaringan (ARPANET). Komputer saling berhubungan dan berkembang sampai tekhnologi  Fiber Optik. Gegerlah dunia penulisan, Karena lahir sesuatu yang tidak tampak namun terasa sekali dampaknya yaitu INTERNET.

Para penulis pemalu masih melanjutkan hobi menulis Diary. Mereka menulis di komputer dan disimpan di disket dan buku Diary bergembok yang masih disimpan sebagai benda paling berharga. Cuman, mereka mulai berkenalan dengan INTERNET. Mereka menyukai INTERNET dengan mendatanginya setiap hari di WARNET. Bagi yang berstatus mahasiswa dengan kartu sakti yaitu Kartu Perpustakaan Universitas dapat fasilitas gratis di Kampus.

Para Penulis Diary menemukan mainan baru yaitu e-mail. Mereka mulai berhubungan dengan sahabat dekat.  Tulisan-tulisan disimpan di e-mail, dengan strategi dua e-mail. Kalau dulu hanya punya Password. Mereka punya alamat E-Mail dan PASSWORD .

Karena Mark Zuckerberg ingin membuktikan bahwa dirinya keren maka lahir FACEBOOK. Paling tidak itu menurut film THE SOCIAL NETWORK. Si Mark mungkin  hanya ingin keren di depan cewek. Dia bisa jadi tidak menyadari bahwa FACEBOOOK fenomenal di era informasi diatas perkiraannya sendiri.

Saya tidak menafikan Twitter, Youtube, path dan sebagainya. Saya nulis FACEBOOK karena film FACEBOOK yang saya ketahui, untuk yang lain saya tidak tahu. hehehehehehe…!!! Biar greget aja. FACEBOOK atau sosial media apapaun merubah wajah dunia. Manusia Modern jadi lebih suka ngeksis, nulis status, selfie dan terbuka.

Semua pasang status, selfie dan ngeksis dengan cara paling elegan sampai dengan cara paling memuakkan. Hebatnya lagi, menumpahkan segala isi hati dengan terbuka dan tidak ada yang disembunyikan. Semakin banyak orang tahu semakin populer. Tidak ada istilah Cilaka Dua Belas. Semua bocor cor cor cor…..!!!!

Mendadak artis, semua ingin populer. Ini bisa positif dan negatif. Fenomena Justin Bieber adalah contoh positif. Dia memanfaatkan youtube untuk mempromokan dirinya. Dia unjuk musikalitas. Sampai artist talent melihat dan mengajaknya membuat ALBUM. itu positifnya. Jadi deh, artis TOP.

Contoh yang negatif ? Banyak sekali…!!! Skandal adalah sarana mendongkrak popularitas. Kalau perlu skandal dibuat bahkan diskenario dan disebarkan. Ada yang terbuka dan ada yang malu-malu ketika skandal terkuak. Sesuatu yang pasti adalah pelaku skandal mendadak terkenal.

Para penulis Diary tetap konsisten. Mereka tetap saja menulis tanpa terpengaruh situasi. Mereka juga up to date. Adaptif dengan tekhnologi dengan cara elegan. Mereka mulai terbuka dengan INTERNET. Mungkin debut awal mereka adalah Geocities (sepengetahuan saya….!!! hahahaha). Mereka menulis di dunia maya di Geocities.

Kelahiran situs blogging yaitu WordPress dan Blogger ( Maaf,Saya cuman tahu yang dua itu. Hahahaha…!!!! ). Penulis diary semakin terbuka. Mereka menulis segala sesuatu di blog. Mereka saling berbagi dan memberi masukan. Kalau sosial media semacam Facebook dan Twitter adalah sarana ngeksis. Blog lebih dari sekedar ngeksis.

Mereka tidak asal menulis. Kalau di sosial media pakai satu kata atau kalimat cukup untuk ngeksis, misal :”aku sakit perut”, “aduh, dia ngorok”, “hai sayang”.  Kalau ada yang kasih komen sudah senang. Kita pasang foto menu makan siang, ada yang nge-like. Sudah senang juga.

Dunia Blog merupakan “reinkarnasi” Dunia Diary ( itu menurut saya lho). Cara kerja sosial media tidak berlaku untuk blog. Blogger akan menulis artikel yang indah, renyah dan bermanfaat . Bahkan berkeluh kesah harus dengan tulisan yang rapi, jelas, urut dan mudah dimengerti. Agar dapat diambil pelajaran atau hikmah.

Dunia blogger juga berbeda dengan dunia Twitter. Twitter adalah dunia 140 karakater yang dinamis. Kadang ada pujian, hinaan dan twitwar. Blog tidak ada war. Blog menggunakan artikel jawaban. Karena menulis artikel butuh waktu dan pemikiran.

Tulisan adalah portofolio bagi blogger. Portofolio itu layaknya hasil karya sang pelukis. Blogger harus memiliki portofolio tulisan. Sesama blogger akan saling mengomentari, memberi masukan dan berbagi.

Blogger memanfaatkan sosial media untuk mengenalkan hasil karyanya. Seperti Blogger yang satu ini yaitu Mbak Jihan. Dia selalu setia menulis di WordPress dan tidak lupa me-launching lewat Facebook. Dia sadar bahwa banyak hal perlu dibagi kepada orang lain.

Sosial media adalah sarana memperluas jangkauan silaturahim. Apalah arti blog kalau dibaca sendiri. Tidak akan bermanfaat sebuah blog jika tidak dikenal orang lain. Ngeblog adalah hobi baru yang mengasyikan setelah Tembok Berlin Runtuh ( hihihihihih….!!!! Sok Tahu lah).

Dulu, penulis Diary menuangkan dalam buku bergembok, disimpan di bawah tempat tidur dan hanya yang special boleh membaca. Dulu, Diary adalah rahasia hidup. Sekarang berbeda, Diary ditulis di Blog yang dibaca khalayak ramai. Sudah terbuka dan bukan dirahasiakan, karena mereka sadar berbagi kebahagiaan dan manfaat itu menyenangkan dan menyehatkan.

Blog adalah sisi kuat dari seorang Blogger bukan sisi lemah. Blog bukan rahasia tetapi sesuatu yang pantas dibagi. Blog tidak perlu ditutup dan digembok grendel. Hanya Dashboard yang harus digembok dengan Password. 🙂

Ini tadi kesimpulan obrolan di Pos Ronda ujung gang rumah saya. Antara Bejo, Diran, Zaki19482 dan Parmin. Obrolan untuk membunuh rasa kantuk dan dingin karena semilir angin malam. Jangan dipercaya kalau terasa hanya bualan. 🙂

Advertisements

17 thoughts on “Sejarah Nge-Blog

  1. Diary? Kalau menurutku sih sampe sekarang ini kebudayaan itu belum mati. Aku percaya itu. Cuman medianya aja yang beda (oh iya, tadi dah dibahas :mrgreen: ).

    Kelebihannya di blog dibandingin media lain tu, bisa ngasih style di tulisan. Itu aja sih kayaknya. Sama lebih bebas aja gitu karena spacenya luas.

    Btw, tulisannya panjang amat. Jago nulis ya bang? XD

    Like

  2. Ini tulisan hanya karena obrolan singkat. Hmmmm bagaimana kalau obrolan yang….
    Keren mas sharingnya. Mengalir sampai jauhhh.
    Saya dulu punya aplikasi di PC yang diari. Bentuknya kayak diari. Ada gembok. Skrg dah gak tahu di mana installernya. Hahahaha

    Like

  3. inget jaman2 punya buku harian, khawatir kalau ada yg baca isinya curhat semua, maklum aja remaja galau he..he..
    kalau di blog malah nggak mau cerita pribadi

    keren euy tulisannya, topik biasa bisa jadi enak begini

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s