Enjoy Capitalism

image

Saya mengucapkan terimakasih kepada mbak Monda. Beliau yang menulis tentang buku Guskar. Saya iseng komentar di postingan mbak monda tentang buku Enjoy Capitalism. Buku beliau yang sangat njawani. Itu sekilas penilaian saya membaca uraian mbak Monda.

Malam harinya, Saya terima SMS dari nomer yang tidak saya kenal. Intinya, Beliau minta alamat saya untuk mengirimi buku untuk saya . Beliau sudah baca komentar saya di Blog Mbak Monda. Saya merasa antara percaya dan tidak percaya.  Kok tiba-tiba ada yang mau ngasih buku. Saya hanya bisa bilang Terimakasih saja. Seperti tiba-tiba ada hujan rejeki.

Eh…!!! Tahu-tahu ada kiriman paket untuk saya. Paket dialamatkan ke kantor sesuai permintaan saya.  Duh Gusti Allah SWT..!!!! Guskar emang orang paling baik sedunia. Hahahaha…!!!! Sebuah kehormatan buat saya, Saya diberi sebuah kitab berjudul ENJOY CAPITALISM.

Buku itu adalah Kristalisasi dari perenungan Guskar selama menjadi Blogger.  Padeblogan boleh jadi adalah campuran dari kata padepokan dan blog. Padepokan itu adalah tempat belajar bagi para cantrik di masa jawa kuno. Kalau di Islam, disebut santri. Blog ya bermakna blog yang sebenarnya yang di dunia maya.

Beliau mungkin berharap padeblogan jadi tempat belajar guskar dan pembacanya. Tempat mencurahkan isi hatinya atau ngudarasa. Tulisan guskar ini tergolong curhat atau ngudarasa segala uneg-uneg isi hati. Itu namanya Katarsis. Kata tetangga saya yang lulusan psikologi.

Curhatan tentang alam sekitarnya baik alam fisik atau alam sosial. Sehingga guskar bisa lebih bijak minimal dengan istri dan anak-anaknya. Semua yang ngganjel di hati dan kepala ditulis. Itu sangat bermanfaat bagi sesama dan kesehatan jiwa diri sendiri. Mekaten gus?

Guskar itu nama aslinya adalah Sukarno berdasarkan salah satu postingan. Beliau itu mempunyai tunggangan Kyai SX4.Berdasarkan postingan juga maka usia Beliau sudah menjelang 50-an atau awal 50-an. Guskar itu jawa tulen berasal dari bumi Intanpari alias Kab Karanganyar. Wilayah di kaki Gunung Lawu, dahulu termasuk wilayah kadipaten Mangkunegaran.

Saya tahu itu ketika ada postingan tentang Lawu Theatre, deket Solo dan menyebut-nyebut Warsito. Sang penemu rompi anti kanker dari Karanganyar. Khayalan saya, beliau lulusan SMAN 1 Karanganyar. Karena ibu mertua saya adalah mantan guru disana. Guru matematika di medio 80-an. Ibu Mertua itu gurunya Pak Warsito.

Guskar itu anti korupsi dan mempunyai perhatian dengan bangsa ini. Silahkan dibaca saja postingan beliau tentang korupsi, pemuda, kemerdekaan dan emansipasi. Itu sumbangsih beliau sebagai watga negara. Kegundahan beliau dituangkan dalam tulisan. Mekaten kyai ?

Tulisan beliau memang mlipir. Tidak langsung menyebut nama seseorang. Kalau yang tahu mesti senyam-senyum. Beliau pakai sopan santun. Esensi tulisannya dalam. Tapi tidak menyakiti hati dan santai.

Seperti filosofi jawa :
Keno iwake ojo buthek banyune
Nglurung tanpo bolo
Menang tanpo ngasorake
Sekti tanpo aji-aji
Sugih Tanpo Bondho

Maaf kyai, Filosofi jawa memang mendarah daging bagi Guskar dan mengalir lebih deras daripada didiri saya. Prinsip boleh teguh namun disampaikan dengan cara yang elegan. Njawani sekali. Hehehehe…!!!

Guskar menyampaikan ada yang bilang postingannya mirip  chicken soup for soul. Kalau gagrak Guskar agak berbeda. Soul atau jiwa dari Guskar berisi renungan dari segala kejadian di sekitar kita. Bisa jadi untuk memotivasi dan mawas diri.

Porsinya berimbang antara motivasi dan mawas diri. Kalau chicken soup for soul yang saya tahu. Itu lebih dominan memotivasi. Ditulis dengan bahasa populer. Kalau Guskar menggunakan Ilmu Tuwo. Ilmu kebijaksanaan dari seseorang yang kaya pengalaman. Biasanya memang telah berusia 40 tahun keatas.

Apalagi, beliau suka puisi dan sastra maka disampaikan dengan halus. Sederhananya, beliau ingin mencurahkan kegundahan di hatinya dalam tulisan. Tanpa beliau sadari, ini adalah warisan yang berharga bagi generasi penerus. Melihat dunia lebih bijak. Hahahaha…!!!!

Pembagian bab di buku beliau menggunakan hitungan pranata mangsa. Dahulu, bangsa kita masih sangat agraris maka pranata mangsa digunakan untuk menghitung masa tanam sampai dengan masa panen.

Maka, ada beberapa tulisan yang berbeda tahun namun dalam periode yang sama di pranata mangsa. Tulisannya tersebut menjadi dalam satu bagian. Pranata Mangsa adalah kearifan lokal sebelum hadirnya dunia modern.

Penggunaan kata jika/apabila diganti dengan kata nekjika. Itu sangat njawani. Perpaduan bahasa indonesia dengan logat jawa yang kental. Itu ciri khas dari Guskar yang sangat njawani. Hehehehehe…!!!!

MPASI si Ifa

MPASI telah dijalani Ifa. Tulisan ini paling tidak untuk jaga-jaga seandainya Ifa punya adik. Hehehehe…!!!! Dokumentasi tumbuh kembang anak sendiri. Salut buat Bang Jampang. Beliau punya Sabiq’s Diary. Kalau saya belum sanggup kayak abang. Hahahaha…!!!!

Ifa melalui tahap MPASI sejak umur 6 bulan. MPASI adalah Makanan Pendamping ASI. MPASI bukan pengganti ASI sehingga pemberian ASI tidak boleh dihentikan apalagi diganti Susu Formula. Caranya bukan begitu. Bahkan pembuatan MPASI menggunakan ASI sebagai campurannya. Itulah pengalaman Ifa menjalani MPASI.

Mama Ifa awalnya galau tentang pilihan Buah atau Sayur. Makanan pertama yang dikonsumsi Ifa. Karena ada dua aliran dalam MPASI. Aliran pertama memilih sayur dikonsumsi pertama kali oleh bayi. Karena sayur lebih netral. Ini mencegah anak menjadi pemilih makanan (picky eater).

Aliran kedua memberikan buah terlebih dahulu bagi bayi untuk pertama kali. Karena banyak bukti, anak yang mengkonsumsi buah-buahan di awal MPASI tidak menjadi pemilih makanan. MPASI dari buah juga lebih mudah diolah. Karena tidak seperti sayuran yang mengandung selulosa.

Mama ifa memilih memberikan buah-buahan terlebih dahulu. Buah yang dipilih yaitu Pisang. Pilihan yang berani. Karena banyak pula yang menghindari pisang. Karena membuat anak jadi sembelit. Alhamdulillah, Ifa aman-aman saja. Hehehehehehe…!!!!!

MPASI diberikan karena organ pencernaan balita mulai dari mulut sampai dengan pembuangan masih lemah . So, MPASI diberikan secara bertahap baik dari segi bahan, tekstur maupun rasa maupun bumbu masakan. Teksturnya mulai yang lembut, Bahannya mulai yang nabati dan Rasanya mulai yang paling netral.

MPASI pada awalnya mesti buatan sendiri atau Homemade. Lha, Banyak yang jualan Bubur MPASI tuh? Hmm…!!! Itu buat bayi usia 8 bulan keatas deh. Bubur MPASI yang jual itu biasanya sudah memakai protein hewani. Kalau MPASI dibawah 7 bulan cocoknya buatan sendiri. Karena bahan yang dipakai cuman dua yaitu buah/sayur dengan ASI.

Ribet? Memang, hehehehe…!!!! Bayangkan saja, Kita harus menyiapkan bahan yaitu Buah/Sayur dan sang Ibu harus memerah ASI. Kalau bahannya dari buah/sayur yang bisa langsung digerus lebih praktis (misal : pisang, papaya). Coba kalau yang harus dikukus dulu semacam : Labu Kabocha. Apalagi yang pakai di-Tim. Hehehehe…!!!!

MPASI itu pilihan. Kalau sudah memilih maka resiko harus dihadapi. Hahahaha…!!!! Para Wanita aktif yang memilih MPASI sering disebut Supermom. Supermom itu wanita sibuk yang masih sempat menjalankan program MPASI. Mereka masih nyari uang, menyusui, memeras ASI, menyimpan ASI, menyiapkan MPASI , mengurusi keluarga dan tidak lupa bersosialisasi. Ngerih…!!!!

Mereka juga selalu meng-update pengetahuan tentang MPASI. Karena MPASI itu bertahap. Tahapan MPASI paling tidak itu ada tiga yaitu usia 6+, usia 8+ dan usia 9+. Pengalaman Ifa dan sedikit ambil dari sana-sini.

Berdasarkan Ilmu MPASI dari Pak Wied. Pakar MPASI yang tersohor menurut istri saya dan yang lainnya. Tulisan beliau dijadikan pegangan oleh para aktivis ASI, kayak yang di AIMI ASI. Sekarang nyari buku Pak Wied agak susah. Best Seller…!!!

Usia 6+

Menurut Pak Wied yang terbaik adalah Puree buah-buahan. Buah-buahan lebih mudah dicerna oleh bayi. Kebetulan, Ifa cuman dikasih puree buah-buahan saja di usia 6+. Alhamdulliah, buang air besar atau nge-pup lancar jaya. Badan tetep sehat dan nambah berat badan.

Jangan dikasih buah yang mengandung getah atau ekstrim semacam durian. Hehehe..!!! Kasih buah yang seger-seger seperti Pepaya , Jeruk, Melon, Semangka, Pir dan Apel. Kalau buah yang teksturnya keras seperti apel maka dikukus dulu kemudian dilumatkan. Kuahnya pakai ASI. Slurpp…!!!!

Usia 7+

Ifa mulai dikenalkan karbohidrat sederhana. Mudahnya yaitu Ifa mulai disuapi Labu Kuning atau Kabocha dan Havermut atau Oatmeal. Hehehehe…!!!! Maaf sebut merek. Seingat saya, minuman selingannya adalah jus jeruk. Jus Jeruk dari perasan Jeruk Baby asal Pacitan.

Kalau Ifa pas umus segini sudah kenal kaldu ayam. Kaldu ayam berasal dari air rebusan ayam kampung asli. Ayam Kampung yang baru saja disembelih di rebus dengan menggunakan panci presto. Ifa memanfaatkan air kaldunya dan kita memanfaatkan dagingnya. Enak sekali….!!!! hehehehehe

Air kaldu ini untuk membuat bubur oatmeal. Bubur oatmeal dibuat dengan kuah air kaldu. Ifa suka sekali bubur ini. But, sekali lagi tidak menggunakan garam atau gula. Semua masih rasa asli dari bahan makanan. Air kaldu dimasukkan dalam wadah kecil dan disimpan di freezer.

Usia 8+

Usia ini mulai lebih bervariatif. Jenis makanan semakin kompleks. Ifa mulai mengenal makanan lebih kompleks lagi yaitu Tepung Beras. Mama Ifa milih Gasol. Favorit mama ifa yaitu Tepung Beras Merah. Jangan lupa berikan juga ASI sepuas-puasnya. Hehehehe…!!!!!

Jangan lupa, tepung Gasol ini masih kontroversial. Ada yang bilang lebih baik kasih yang asli. Bukan olahan pabrik. Apapun, Gasol ini lebih baik daripada makanan bayi seperti : Pr*m*n*, S*n, C*r*l*c. hehehehe..!!!

Usia 9+

Usia segini sudah boleh makan protein nabati, protein hewani, sayuran dan karbohidrat kompleks. Mama ifa tinggal memadukan bahan. Paling Baik buatan sendiri. Lebih terjamin. kita bisa pakai slow cooker untuk buat bubur bayi.

Kalau yang praktis beli dari penjual bubur MPASI. Prinsipnya no salt no sugar dan non MSG. Pilih yang bener-bener asli MPASI. But, Kalau yang sudah dewasa macam kita ini. Mana Tahan…!!! Hehehehe…!!! Tidak mantap Tanpa MSG. Kebiasaan yang rusak.

Sumber :.

http://www.fitrianifirmansyah.com/2013/05/tahapan-mpasi-ini-membuat-kamila-jadi.html

http://www.bayi.web.id/panduan-mpasib.html

Intip Goreng Solo

Kemarin, saya janjian bertemu teman di Rumah Makan depan Rumah Sakit PKU Solo. Urusan selesai, Saya langsung pulang. Tiba-tiba, Terbersit pengin beli intip goreng. Penganan favorit saya. Ada yang rasa manis atau asin. Saya suka yang asin. Karena berasal dari nasi maka cocok yang asin saja. Itu menurut saya lho…!!!! Hehehehe…!!!

Intip adalah makanan sisa. Bagaimana nggak sisa karena intip itu adalah kerak nasi. Jika kita menanak nasi menggunakan kendil atau periuk. Otomatis, kita sekaligus menghasilkan intip. Intip itu ada yang tebal dan tipis. Tergantung cara menanak nasi dan lamanya. Tetapi, ini terjadi hanya di kendhil atau Periuk.

kendhil baja
Kendhiil Baja

gambar diambil dari sini

Kata orang dulu, intip itu enak dimakan dengan parutan kelapa. Intip yang masih hangat ditaburi parutan kelapa. Hmmm…!!!! Rasanya nikmat sekali. Sayang, saya nggak pernah sama sekali makan yang model ginian. Ibu yang menanak nasi maka intipnya di jemur. Setelah kering betul kemudian digoreng. Sekarang udah nggak, karena ada rice cooker.

Intip itu makanan dengan derajat yang rendah saat itu. Siapapun bisa membuat intip goreng. Sebuah rumah tangga mesti menanak nasi. Bagi yang menanak nasi seringkali menghasilkan intip. Persediaan melimpah dan jarang ada yang beli. Harga intip sangat murah. Karena antara supply dan demand tidak imbang. So, harga terjun bebas.

intip goreng
Intip Goreng

Kejayaan alat penanak nasi yang bernama Kendhil atau Periuk memudar. Seiring dengan hadirnya peralatan elektronik yang baru yaitu Rice Cooker , Magic jar dan Magic Com. Kendhil digeser secara masif. Kendhil ditinggalkan karena tidak praktis. Bersamaan dengan surutnya kendhil maka Intip menghllang dari Pasaran.

Manusia suka bernostalgia dengan masa lalu. Semakin menghilang semakin dicari. Ini cuman analisis ngawur saja. Maka, demand intip naik dan supply terbatas. Hukum ekonomi berlaku lagi. Harga intip menjadi mahal. Harga intip utuh yang asli bisa diatas 10 rb. Intip dulu dibuang saja sekarang naik derajat.

Intip itu satu marga dengan Rengginan. Rengginan dibuat dari beras ketan dan bukan produk samping. Intip sejatinya adalah produk samping dari menanak nasi. Karena permintaan meningkat maka dibuat tiruannya. Intip tiruan dibuat dari nasi juga dengan cetakan. Intip buatan bukan produk samping namun produk utama. But, rasanya jauh dari intip asli.

intip buatan
Intip Buatan

gambar diambil dari sini

Intip asli harganya lebih mahal dari intip buatan. Inilah harga dari sebuah orisinilitas. Hehehehe…!!!!! Kalau saya makan intip maka serasa kembali ke masa kecil. Dulu, Jika Nasi menjadi gosong  merasa senang. Gosong artinya disitu ada intip yang tebal. Ini adalah makanan nostalgia. Buat adik saya yang lahir di medio 90-an mungkin tidak terlalu menarik.

Jika anda pernah menanak nasi dengan kendhil. Makan intip itu nikmat. Hahahaha..!!!! Teori ngawur lagi. Baca saja tulisan di padeblogan maka akan anda temui tulisan berjudul intip. Guskar menulis lengkap tentang intip. Nostalgia masa kecil beliau.

Jika anda penasaran dengan intip maka dicoba saja. Rasanya ya gitu-gitu aja. Kayak nasi tapi agak keras. Ya iyalah, namanya saja kerak. Teksturnya keras dan empuk bercampur nasi. Saya suka intip karena teksturnya yang unik. Sembari mengenang masa kecil dulu.

Intip yang dijual biasanya intip goreng. Ada dua pilihan rasa yaitu asin dan manis. Kalau di Solo, Intip goreng dijual di toko oleh-oleh khas solo. Ada berbagai pilihan misal;: Toko Pak Mesran, Toko Cokro, Abon Varia atau Pusat oleh-oleh yang ada di Pasar Jongke.

Favorit saya adalahToko Cokro. Harganya lumayan murah dibandingkan dengan toko lain. Lokasinya di Jl Dr Rajiman Solo. Tepatnya didepan Pusat Oleh-Oleh Solo Pasar Jongke. Kalau anda berjalan dari Stasiun Purwosari berjalan ke selatan sampai ketemu Traffic Light pertama kemudian belok ke kanan. Lokasinya sebelah selatan jalan sebelum Jembatan.

 

Selamat bernostalgia masa kecil sembari makan intip goreng…!!!!