NASI LIWET YU SANI DI SOLO

Kami serumah suka jalan-jalan keleliling kota . Malam itu, sekalian mau cari makan malam di kota Solo. Karena sudah lama tidak jalan-jalan  jadi terasa menyenangkan. Kami sengaja tidak menentukan tempat makan terlebih dahulu.  Spontan saja.

Akhirnya, kami berjalan dari arah Jl Slamet Riyadi ke selatan dari arah Nonongan dan sampai perempatan gemblegan kemudian ke timur sedikit. Disana ada warung makan khas Solo yaitu Warung Nasi Liwet Yu Sani.

Kalau mendengarkan kata “liwet” dalam bahasa jawa maka asiosiasi kita adalah Nasi atau Beras. Karena menanak nasi dalam bahasa jawa artinya “ngliwet”. Lha terus,nasi liwet itu  apa? Berarti jualan nasi putih saja dong. Hahahahaha….!!!!

yu sani 3
Telur Dadar Kukus yang warna kuning

Nasi Liwet itu nasi yang rasanya gurih mirip dengan Nasi Uduk atau Nasi Lemak. Tesktur nasi liwet lebih lembek daripada nasi uduk. Lauknya juga berkuah berbeda nasi uduk yang lauknya kering.

Nasi Liwet disiram dengan sayur sambal goreng. Sambal goreng yang diisi dengan irisan labu atau buah pepaya muda. Kemudian ditumpangi dengan areh  ( yang warna putih di gambar ) dan suwiran daging ayam. Itu Nasi Liwet yang basic.

yu sani 7
Variasi Lauk dari Nasi Liwet

Kalau mau lebih istimewa maka bisa ditambahi dengan paha, menthok, tepong atau kepala. Menthok adalah Dada ayam, Tepong adalah Paha atas ayam, Kepala itu ya kepala ayam. Masih ada lagi lauk tambahan menyenangkan yaitu Telur dadar rebus yang warnanya kuning .

Kalau mau jeroan ayam juga ada. Mulai dari Ati-Ampela, Usus sampai Uritan. Lha, uritan ini yang agak beda tapi saya sukai. Uritan itu calon telur ayam yang belum bercangkang dan tempatnya. Sego Liwet itu rasanya gurih pada umumnya. Rasa gurih bercampur pedas dari sayur dan tidak lengkap bila tidak ditambahi dengan cabai yang direbus.

yu sani 5
Pilih yang Lesehan

Lokasinya ada dua yaitu di Jalan Veteran dan Solo Baru. Kalau saya lebih suka di Jalan Veteran. Nggak apa-apa, cuman lebih dekat dengan rumah. Rasanya cukup enak menurut lidah saya tapi harga relatif lebih terjangkau. Tempatnya juga nyaman.

yu sani 1
Duduk diatas Kursi

Penyajiannya dengan pincuk diletakkan di atas piring. Pincuk itu piring dari daun pisang. Ini hanya masalah style tidak berpengaruh di rasa. Cuman, kalau pakai pincuk maka lebih irit cuci piringya. Hehehehehe…!!!! ik

Advertisements

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK

Tanah Minang memang tidak ada habisnya untuk dieksplorasi seperti : Keindahan alam, Para Tokoh nasional dan Kuliner yang melegenda. Kepandaian dagang orang minang yang tersohor. Tanah Minang ikut mewarnai republik sejak sebelum kemerdekaan sampai dengan saat ini.

Kecintaan terhadap sastra bagi seorang ulama agak melenceng dari pakem. Ulama yang menyukai karya sastra sedikit malu-malu kucing mengakui di depan khalayak. Sastra itu dunia angan-angan . Berkhayal tanpa ujung dihindari para Ulama. Padahal, Khayalan adalah pintu dari imajinasi.

HAMKA dan Ahmad Tohari justru menyukai sastra. Ahmad Tohari yang mengasuh pondok pesantren adalah sastrawan produktif. Ahmad Tohari memiliki masterpiece yaitu Ronggeng Dukuh Paruk. Novel yang atraktif dan melawan arus. HAMKA juga cukup produktif.

HAMKA memiliki hobi membaca sehingga mampu memahami dunia sastra. Beliau membaca berbagai buku dan dari berbagai bahasa. Hobi ini yang mengantarkan beliau menjadi Novelis. Bacaan yang beragam membuat dia kaya akan khazanah sastra. Akhirnya, dituangkan dalam salah satu masterpiece yaitu Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

Abdullah S.P a.k.a Pramodeya Ananta Toer menganggap bahwa karya sastra ini adalah hasil plagiasi dari karya Jean-Baptiste Alphonse Karr dalam karyanya yang berjudu Sous les Tilleuls. Ada kesamaan tokoh Zainuddin dengan Steve dan Hayati dengan Magdalena. HB Jassin membela bahwa karya ini adalah asli tulisan HAMKA.

HB Jassin membandingkan kedua karya itu dengan menggunakan terjemahan Sous les Tilleuls berbahasa Indonesia yang diberi judul Magdalena. Beliau menyatakan bahwa cara Hamka mendeskripsikan tempat itu sangat mendalam dan sesuai dengan gaya bahasanya. Ide cerita asli dari Indonesia . (Wikipedia)

Kedua penulis itu adalah pengarang besar saat itu. Mereka yang mewarnai khasanah sastra saat itu. Eyang Pram dan Buya Hamka berhadapan karena perbedaan idiologi. Buya Hamka juga seorang politikus Masyumi. Eyang Pram adalah tokoh LEKRA. LEKRA adalah lembaga seni underbouw dari PKI era 1960-an.

Saya kira kemampuan Eyang Pram di bidang sastra lebih unggul dari HAMKA. Karena Eyang Pram memang terlahir sebagai sastrawan. Buya HAMKA bukan sebagai sastrawan namun terlahir sebagai seorang ‘ulama. Sastra adalah bagian dari multitalenta HAMKA. HAMKA adalah ulama mutitalenta di bidang Agama, Politik dan Sastra.

Setting novel diawali di Makasar menuju Tanah Minang kemudian ke Jakarta serta berakhir di Surabaya. Karena beliau adalah pengelana maka setting cerita begitu berwarna-warni. Untuk karya sastra lama, karya HAMKA cukup unik dan menarik dengan setting daerah yang beragam.

Konflik yang dihadirkan adalah CINTA SEGITIGA. Pemuka Agama berbicara tentang cinta itu jarang sekali. Bahkan, Beberapa kalangan Muslim konservatif menolak Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Mereka menyatakan bahwa seorang ulama harusnya tidak mengarang cerita tentang percintaan.

Tokoh Utamanya adalah Zainuddin, Hayati dan Azis. Tokoh pembantu pria adalah Muluk. Mereka adalah orang minangkabau asli. Mereka hidup dengan konflik antara adat, cinta segitiga dan moderniitas. Adat Tanah Minang yangmengakar kuat.

Gaya hidup modern di tanah minang juga tidak lepas dari perhatian HAMKA. Orang minang yang mempunyai ajaran ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLOH seakan hanya menjadi slogan. Kehidupan modern seakan membiaskan itu semua. Itu tidak lepas dari kritikan HAMKA di dalam Novel ini.

HAMKA mengkritik budaya minang yang kaku dalam pandangan beliau.. Beliau mendeskripsikan dengan detil dalam novel tersebut.Bagaimana seorang pemuda yang baik tidak boleh menikahi seorang gadis. Karena si laki-laki  bukan keturunan minang dari Jalur Ibu. Beliau menyampaikan dalam bungkus cerita cinta segitiga.

Ending dari Novel ini cukup menarik. Karena yang terjadi bukan happy ending tetapi sad ending. Azis yang mati gantung diri, Hayati yang mati karena kapal yang dtumpanginya (Kapal Van Der Wijck) dan Zainuddin hidup sebatang kara.

Plot dalam novel ini memang ada yang mirip dengan novel Magdalena namun tidak 100 %. Bisa jadi, ini adalah kelemahan dari novel Kapal Van Der Wijck. Namun, pengaruh novel Magdalena pula yang membuat Novel ini mempunyai greget.

Karena belaiu seorang Ulama tentu saja ada pesan moral yang diselipkan dalam cerita. HAMKA ingin menyampaikan bahwa semua manusia itu sama dihadapan TUHAN. Cinta itu bersifat universal maka harus lintas batas adat, budaya dan suku bangsa namun tetap seagama.

Soto Gunting Klaten

Kalau kita mendengar kata “gunting” maka pikirannya tidak mengarah ke kuliner. Gunting adalah alat bantu wajib bagi penjahit, tukang fotocopy maypun pegawai administrasi. Gunting jika masuk dapur maka hanya digunakan untuk membuka makanan atau bumbu yang yang dikemas dalam sachet.

image
Soto mewah ( mepet sawah)

Namun, Saya menikmati Soto juga menggunakan gunting. Ini cuman terjadi hanya di Soto Gunting Klaten. Gunting adalah alat utama untuk makan disana. Apabila kita menikmati soto tanpa dibantu dengan gunting. Maka tidak nikmat lah. Hehehehehe…!!!!!

image
Perlengkapan makan

Soto gunting menyajikan menu yaitu Soto Daging Sapi. Ada yang unik yaitu Soto disajikan berupa nasi disiram dengan kuah soto dan tidak ada daging. Dagingnya disajikan seperti seperti lauk pauk yang lain. Ada beberapa pilihan antara lain : Daging, Limpa, Paru dan Babat dsb. Masih tersedia lauk pauk yang lain seperti Tempe, Tahu , Perkedel dsb.

image
Cara Makan Soto Gunting

Pengunjung yang malas makan daging maka bisa hanya makan nasi dan kuah soto saja. Kalau yang ingin daging maka bisa ambil daging. Anda suka jerohan sapi maka anda bisa ambil Babat atau Limpa. Anda bisa makan utuh atau dipotong-potong terlebih dahulu.
Uniknya, alat pemotongnya adalah gunting. Ini pengalaman kuliner yang menarik. Biasanya kita meminta tolong ke pelayan warung untuk memotong irisan daging. Kita makan di Soto gunting maka kita sendiri yang memotong daging menggunakan gunting.
Memang, Ini cara makan yang sarkas tapi menarik. Anda makan soto sembari memotong daging atau babat sapi. Guntingnya digunakan bergantian.Dagingnya penuh lemak jadi penampakan guntingnya jadi lebih mengerikan. Ini tidak direkomendasikan bagi anda yang suka yang teratur , tertib dan “bersih”. Hehehehehe….!!!!
Walhasil, Saya dan keluarga masih baik-baik saja setelah makan disitu. Hehehehe…!!!!! Sampai hari ini. Kalau yang takut bisa bergidik melihat atraksi potong daging. Lha ada juga yang bergidik lihat lemak sapi, karena terbayang kolesterol dan segala penyakit turunannya. Apalagi ini, sudah lihat daging berlemak masih disuguhi atraksi “barbarian”. Hahahahaha…!!!!!
Maklum, Warung Soto ini pada mulanya adalah langganan para sopir truk. Konon, Sopir truk itu mengetahui warung yang murah tapi enak. Sopir Truk apalagi yang antar provinsi tidak mau makanan yang tidak enak. Banyak yang penasaran dengan warung soto ini .

image
Parkiran Truk

Pengunjungnya tidak hanya sopir truk saja. Banyak pengunjung dengan mobil pribadi dan cenderung mewah menjadi pelanggan disana. Pengacara kondang di Solo juga menjadi pelanggan disana. Kebetulan, kami sekeluarga makan disana bersamaan dengan sang pengacara kondang juga makan disana.
Harganya per mangkok hanya Rp 5000, – . Irisan daging yang berupa empal, limpa, paru dan babat dihargai sama alias dipukul rata yaitu Rp 3000,-/ potong. Harga gorengan nya yaitu tahu, tempe dan lentho dihargai Rp 500,-/biji.

image
Parkir Mobil atau Sang Penyanyi Organ Tunggal

Soal rasa? Istri saya menilai enak dan unik. Ada aroma masakan pedesaan. Aroma pedesaan yaitu aroma kayu bakar dan bumbu rempah. Kalau saya menilai rasanya mantap. Gorengannya enak dan Irisan dagingnya mantap. Tapi ya itu, Cara makan yang agak sarkas. Hehehehe…!!!!
Kalau jadi kebiasaan juga nggak bagus. Ada masalah kesehatan di kemudian hari. Kalau untuk pengalaman kuliner boleh juga. Kalau anda bosan dengan menu yang monoton. Maka, Soto Gunting bisa jadi alternatiif. Soto Gunting adalah Soto dengan segala cerita. Ceritanya yang tidak anda dapatkan di tempat lain. Hehehehehe……!!!!!!