Soto Gunting Klaten

Kalau kita mendengar kata “gunting” maka pikirannya tidak mengarah ke kuliner. Gunting adalah alat bantu wajib bagi penjahit, tukang fotocopy maypun pegawai administrasi. Gunting jika masuk dapur maka hanya digunakan untuk membuka makanan atau bumbu yang yang dikemas dalam sachet.

image
Soto mewah ( mepet sawah)

Namun, Saya menikmati Soto juga menggunakan gunting. Ini cuman terjadi hanya di Soto Gunting Klaten. Gunting adalah alat utama untuk makan disana. Apabila kita menikmati soto tanpa dibantu dengan gunting. Maka tidak nikmat lah. Hehehehehe…!!!!!

image
Perlengkapan makan

Soto gunting menyajikan menu yaitu Soto Daging Sapi. Ada yang unik yaitu Soto disajikan berupa nasi disiram dengan kuah soto dan tidak ada daging. Dagingnya disajikan seperti seperti lauk pauk yang lain. Ada beberapa pilihan antara lain : Daging, Limpa, Paru dan Babat dsb. Masih tersedia lauk pauk yang lain seperti Tempe, Tahu , Perkedel dsb.

image
Cara Makan Soto Gunting

Pengunjung yang malas makan daging maka bisa hanya makan nasi dan kuah soto saja. Kalau yang ingin daging maka bisa ambil daging. Anda suka jerohan sapi maka anda bisa ambil Babat atau Limpa. Anda bisa makan utuh atau dipotong-potong terlebih dahulu.
Uniknya, alat pemotongnya adalah gunting. Ini pengalaman kuliner yang menarik. Biasanya kita meminta tolong ke pelayan warung untuk memotong irisan daging. Kita makan di Soto gunting maka kita sendiri yang memotong daging menggunakan gunting.
Memang, Ini cara makan yang sarkas tapi menarik. Anda makan soto sembari memotong daging atau babat sapi. Guntingnya digunakan bergantian.Dagingnya penuh lemak jadi penampakan guntingnya jadi lebih mengerikan. Ini tidak direkomendasikan bagi anda yang suka yang teratur , tertib dan “bersih”. Hehehehehe….!!!!
Walhasil, Saya dan keluarga masih baik-baik saja setelah makan disitu. Hehehehe…!!!!! Sampai hari ini. Kalau yang takut bisa bergidik melihat atraksi potong daging. Lha ada juga yang bergidik lihat lemak sapi, karena terbayang kolesterol dan segala penyakit turunannya. Apalagi ini, sudah lihat daging berlemak masih disuguhi atraksi “barbarian”. Hahahahaha…!!!!!
Maklum, Warung Soto ini pada mulanya adalah langganan para sopir truk. Konon, Sopir truk itu mengetahui warung yang murah tapi enak. Sopir Truk apalagi yang antar provinsi tidak mau makanan yang tidak enak. Banyak yang penasaran dengan warung soto ini .

image
Parkiran Truk

Pengunjungnya tidak hanya sopir truk saja. Banyak pengunjung dengan mobil pribadi dan cenderung mewah menjadi pelanggan disana. Pengacara kondang di Solo juga menjadi pelanggan disana. Kebetulan, kami sekeluarga makan disana bersamaan dengan sang pengacara kondang juga makan disana.
Harganya per mangkok hanya Rp 5000, – . Irisan daging yang berupa empal, limpa, paru dan babat dihargai sama alias dipukul rata yaitu Rp 3000,-/ potong. Harga gorengan nya yaitu tahu, tempe dan lentho dihargai Rp 500,-/biji.

image
Parkir Mobil atau Sang Penyanyi Organ Tunggal

Soal rasa? Istri saya menilai enak dan unik. Ada aroma masakan pedesaan. Aroma pedesaan yaitu aroma kayu bakar dan bumbu rempah. Kalau saya menilai rasanya mantap. Gorengannya enak dan Irisan dagingnya mantap. Tapi ya itu, Cara makan yang agak sarkas. Hehehehe…!!!!
Kalau jadi kebiasaan juga nggak bagus. Ada masalah kesehatan di kemudian hari. Kalau untuk pengalaman kuliner boleh juga. Kalau anda bosan dengan menu yang monoton. Maka, Soto Gunting bisa jadi alternatiif. Soto Gunting adalah Soto dengan segala cerita. Ceritanya yang tidak anda dapatkan di tempat lain. Hehehehehe……!!!!!!

Advertisements

2 thoughts on “Soto Gunting Klaten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s