STUDENT HIDJO

student hidjoSumber : Aliktahassa

Mas Marco Kartodikromo memang tidak memiliki pendidikan tinggi namun memiliki ketajaman pemikiran . Beliau adalah contoh dari intelektual tanpa sekolah. Tulisan beliau cukup berbobot. Padahal, Beliau hanya lulusan sekolah ongko loro. Intelektual dan tokoh pergerakan revolusioner berhaluan kiri.

Ketajaman pemikiran mas Marco disebabkan profesi beliau sebagai seorang wartawan. Kemampuan menulis menjadi semakin baik. Apalagi ditunjang bakat dan kecerdasan yang sudah tertanam di kepalanya. Mas Marco selain menulis opini dan berita , beliau juga menulis beberapa novel.

Novel Mas Marco kali ini adalah Student Hidjo. Tokoh utamanya adalah RM Hidjo. Perjuangan RM Hidjo menempuh pendidikan di negeri Belanda yang dibumbui dengan kisah cinta. Hidjo menemukan kesadaran bahwa orang Hindia atau Pribumi ternyata dihormati di negeri Belanda.

Karena pribumi dianggap kaya. Seperti yang kita ketahui bahwa Hindia Belanda alias Indonesia kaya akan hasil alam. Perlakuan ini berbeda jauh yang dirasakan Pribumi yang ada di Indonesia. Manusia pribumi mengalami perbedaan perlakuan dan dianggap manusia kelas bawah. Golongan manusia yang paling bawah.

Hidjo menyadari bahwa semua bangsa adalah sama. Tidak ada perbedaan antara pribumi, indo, cina dan eropa. Novel ini adalah novel idiologis namun bercitarasa romantis. Namun, Nuansa Romantis lebih terasa daripada idiologis. Apalagi dengan setting Kota Solo Jawa Tengah era awal 90-an.

Alur cerita adalah maju. Ending cerita cukup manis. Konflik yang timbul kurang menggigit. Karena Novel ini muncul di awal 90-an dan ditulis seorang idiologis maka cukup menarik untuk dibaca. Gaya bahasa yang digunakan adalah gaya lama. Cukup unik untuk dirasakan.

Advertisements