THE ROLE MODEL

image

Karena Ifa masih kecil belum wajib memakai Jilbab. Saya takut jika terlalu dini memaksakan jilbab. Pas sudah waktunya harus “berjilbab” malah sudah bosan. Ifa hanya diperkenalkan dengan jilbab. Harapan saya, Ifa sebelum baligh sudah ada kesadaran menutup aurat timbul dari dalam dirinya sendiri.

Saya lulusan dari sekolah Islam. Saya telah melhat fenomena. Kewajiban berjilbab di sekolah adalah daya tarik tersendiri. Orang tua cuman berpikir praktis, mereka pengin anaknya pakai jilbab so masukkan saja ke sekolah Islam. Lama-lama khan terbiasa dan jadi kebiasaan.

Pikiran yang tidak salah. Sebagian besar teman sekolah saya memang berjilbab. Mereka masih berjilbab sampai saat ini. Gemblengan selama di sekolah memang berbekas. Kemarin baru saja mengadakan reuni jadi tahu satu per satu. Mereka masih menutup aurat.

Zaman sudah berubah. Anak-anak hidup di era informasi. Anak-anak lebih kritis, terbuka dan berani. Kita tidak bisa sekedar perintah atau melarang.Maka, perlu pembiasaan yang tidak sekedar memaksakan.

Kembali ke ifa, Saya pengin dia tumbuh sesuai dengan umurnya baik secara fisik maupun mental. Penanaman nilai-nilai agama dan moral melalui teladan , menurut saya. Anak seumur segitu mau diajak berpikir gimana? Nasehat via lisan kurang efektif buat si ifa. Penanaman jilbab lebih efektif melalui teladan yaitu Mama si Ifa.

Mama Ifa sudah pakai jilbab . Ifa sering melihat mamanya memakai jilbab. Ifa cuman memandangi saja. Suatu saat, Mama Ifa membelikan ifa jilbab kecil . Ifa ditawar memakai jilbab dan dia nggak mau. Ya sudah, ya penting sudah ditawari. Simpen lagi deh di lemari. Hehehehehe…!!!!!

Ifa ikut kelompok bermain. Teman-teman Ifa memang beraneka macam. Ada yang pakai jilbab dan ada yang tidak pakai, bahkan ada yang pakai baju tanpa lengan. Meskipun sekolah Islam tetapi cukup santai. Saya sengaja memasukkan kesitu. Ceritanya, Sekolah Alam jadi menurut panggilan alam saja. Hehehehe…!!!! Lewat teladan Gurunya.

Ifa masih santai saja. Kebetulan, Ifa paling suka video kak Diva. Jalan cerita penuh dengan muatan pendidikan dan pengajaran, mirip dengan jalan cerita Dora The Explorer . Kak Diva juga diisi dengan muatan ajaran Agama. Tokoh Kak Diva juga memakai Jilbab.

Seorang anak belajar dari lingkungan sekitarnya. Mereka akan belajar dari Orang Tuanya atau orang terdekat mulai nenek, kakek, sepupu, tetangga atau lewat Gadget. Seperti kata pujangga lama yang bernama John Locke, “Anak itu seperti kertas putih yang siap menerima lukisan apapun”. Itulah Mantra sakti yang bernama Teori Tabula Rasa.

Anak saya sendiri juga mengalami seperti kata John Locke. Tiba-tba, Ifa ingin memakai jilbab. “Ma…!!! pake bab”, ujarnya dengan terbata-bata. Bab itu maksudnya Jilbab. Saya dan Istri belum memaksakan tentang pemakaian Jilbab kepada Ifa. Lha wong masih tiga tahun.

Ifa termasuk terlambat dalam memakai Jilbab. Karena teman sebayanya sudah banyak yang pakai. But, Ini berasal dari inisiatif datang dari dalam dirinya. Karena mengikuti Role Mode-nya yaitu Mama dan Kak Diva. Itu yang penting. There is no force.

Konsekuensinya, Ifa kadang pakai dan tiba-tiba melepasnya. Ini terjadi bisa kapan saja atau dimana saja. Nggak masalah, Suatu saat, Ifa menyadari bahwa Jilbab itu kebutuhan. Sabar saja, hehehehe…!!!! Belum baligh.

Sebuah pesan kebaikan kadang tidak perlu disampaikan secara lisan. Maka, Teknik Role Model juga dapat digunakan. Efektifitas nasehat melalui lesan atau teladan memang debatable. Model Role Model dapat digunakan lebih efektif jika berasal dari orang tua si anak itu sendiri..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s