Nasi Pecel Ndeso

Kalau kita mengunjungi ke pasar tradisional seringkali menemukan sesuatu yang sentimental. Sesuatu itu bisa berupa barang, seseorang atau makanan. Lha, saya menemukan makanan sentimental dan menyehatkan yaitu Pecel Ndeso. Kalau pecel mungkin sudah biasa tapi pakai kata ndeso, jadi seperti apa? hahahaha…!!!

sajian
Sebungkus Nasi Pecel Ndeso

Nama Pecel ndeso bisa jadi itu asumsi saya sendiri. Bisa jadi di tempat lain dengan nama yang berbeda. Karena kuliner ini bertebaran di daerah pedesaan. Saya sewaktu masih kecil sering diajak nginep di rumah Simbah (kakek/nenek). Saya diajak nyari pecel ndeso di pagi hari. Kuliner nostalgia yang menyehatkan karena berisi berbagai macam sayuran.

Pecel Ndeso itu healthy breakfast. Pecel ndeso berisi Nasi merah, sayuran (bayam atau daun pepaya) yang diguyur sambal pecel wijen yang warnanya hitam pekat, jantung pisang, lalapan (ketimun, kemangi dan kecambah), parutan kelapa ditambah dengan sambal ditaburi bubuk kedelai dan tak lupa dilengkapi dengan krokot.

Lengkap ya? Hehehehe..!!! Harganya untuk porsi lengkap Cuma Rp 4000,-. Hidangan dengan isian selengkap itu dijual murah sekali. Semua manfaat tanaman atau herba ada disitu. Sumber Karbohidrat juga istimewa yaitu beras merah. Beras yang mempunyai indeks glikemik rendah sehingga cocok buat penderita diabetes mellitus.

Saya tadi menulis kata krokot. Krokot itu sejenis tanaman liar yang menjalar di kebun. Jantung pisang menambah ke-esksotis-an pecel ndeso. Maka, harga segitu sudah worthed untuk isi yang beraneka ragam dan baik kesehatan. Ini sajian istimewa di zamannya. Sekarang, banyak resto dan hotel yang mengangkat lagi jenis kuliner ini untuk bernostalgia.

Pecel Ndeso semacam ini ada di pasar tradisional sekitar solo. Anda bisa mencari penjual dengan tampilan dagangan yang khas. Anda konsumsi juga baik karena memakai beras merah minim penggunaan protein hewani jadi lebih rendah kolesterol dan asam urat.

pecel ndeso
Display penjual Pecel Ndeso

Pecel ndeso ini jika sudah masuk hotel. Saya tidak tahu harganya jadi berapa kali lipat. Kalau kita sedikit mau nyari tantangan. Kita bisa mencari jenis makanan ini ke pasar tradisional. Kalau beruntung maka bisa menemukan dengan harga murah. Selamat Berburu Kuliner di Pasar Tradisional. Hehehehe…!!!!

Itiak Lado Mudo

Perburuan kuliner selanjutnya di Bukittinggi adalah Itiak Lado Mudo. Masakan yang anda temukan hanya di Tanah Minang, itu menurut sepengetahuan saya lho. hahahaha…!!!  Itiak Lado Mudo tidak dijual di Rumah Makan Padang di Jawa. Jenis Masakan ini hanya ada (mungkin…???) di Sumatera Barat dan khususnya di Ngarai Sianok.

ITIAK
itiak lado mudo

Ambil dari sini

Bahan Baku masakan ini yaitu Daging Bebek. Itiak itu artinya Bebek menurut Ilmu Ngawurologi saya, hehehehehehe…!!!! Daging Bebek dibumbui rempah-rempah khas melayu dan dilumuri ulegan cabai hijau. Bumbu rempah yang mantap. Pokoknya pedas, mantap dan lezat.

Hawa dingin Bukittinggi sangat cocok dengan kuliner ini. Angin lembah berhembus di ngarai sianok berjodoh dengan aroma pedas Itiak Lado Mudo. “Itiak Lado Mudo memang berasal dari Ngarai Sianok sini”, kata Uda Nedi. Makanya, ada Rumah Makan yang melayani pengiriman paket Itiak Lado Mudo ke luar daerah. Karena itiak lado mudo memang orisinil dari sini.

Takaran cabai yang banyak memang membuat makanan ini menjadi ekstra pedas. Namun, tidak menyurutkan para penggemar untuk menikmati. Rasa Pedas yang ekstra, Bumbu rempah yang khas dan suasana ngarai sianok yang tenang dan menentramkan adalah daya tarik tersendiri.

LANSANO JAYA
Rumah Makan LANSANO JAYA

Ambil dari sini

LANSANO OKAmbil dari sini

Uda Nedi bilang kalau Itiak Lado Mudo yang paling enak itu di R.M Lansano Jaya. Rasanya masih asli. Saya tidak tahu maksud dengan kata “asli”. Asli mungkin artinya masih belum dimodifikasi atau fanatisme. Suasana yang nyaman karena kita makan di saung yang langsung menghadap ngarai sianok.

LANSANO-1
Memandang Ngarai ( sebelah kanan )

Karena berada dekat dengan ngarai dan berhadapan. Rasanya takjub karena Tebing yang menjulang tinggi tepat di hadapan. Ada kekaguman dan takut dengan kekuatan alam. Karena tebing ini terbentuk dari lempeng bumi yang bergeser membentuk patahan tanah sehingga terbentuk Ngarai Sianok.

Kalau memikirkan itu rasanya bergidik bulu roma. Imajinasi kejadian proses pergeseran tanah berlangsung, sungguh maha dahsyat. Antara rasa takut, kagum dan takjub bercampur jadi satu. Angin lembah yang berhembus menyempurnakan rasa takut dan kagum ini.

Pokoknya sangat menakjubkan. Emang, manusia bisa mempelajari namun tidak bisa meniru. Sungguh megah mahakarya Allah SWT. Alangkah kecil diri ini dihadapanNYA.

Karena suasana yang hening, sepi dan dingin maka cocok ditemani dengan menu pedas. Suasana kontras akan menjalar yaitu pedas dan dinginnya hawa. Jadi, makan disana bukan hanya mencari rasa di Lidah. Namun juga , Suasana alam sekitar melengkapi pengalaman kuliner disana. Ini yang tidak dapat diperoleh di tempat lain. Cuman di Ngarai Sianok.

LANSANO
Ketrampilan orang Minang dalam membawa piring 🙂

 

MENU LENGKAP
Sajian Lengkap

Makanya, saya berharap semoga bisa kesini lagi. Kapan ya? Hahahaha…!!!! Nunggu ada yang ngasih uang. Hehehehe…!!!! Mimpi di siang Bolong.

Menikmati Kopi

Saya dan adik saya mencoba ke Anima coffe semalam. Kafe atau kedai yang menyajikan menyajikan berbagai minuman kopi dari berbagai belahan nusantara. Anima Coffe menyajikan dalam berbagai olahan. Anima coffe ini termasuk kuliner kekinian atau nggak ya? Hahahahaha…!!!!!

muka
Anima Coffe

Saya memang suka minum kopi di pagi hari. Saya mengajak adik karena nggak enak khan minum kopi sendirian kecuali pas pengin “me time”. Saya kenal intens dengan kopi sejak mahasiswa. Dahulu, minum kopi masih pakai gula. Saya sekarang sudah tanpa gula. Ini untuk “menghormati” rasa kopi itu sendiri. Jiahahahahaha….!!!!

french fries
“Teman” Ngopi

Kedai atau kafe Anima Coffe ini berada di belakang kampus UMS. Lokasinya di Jalan Menco sebelah MomMilk. Kedai ini termasuk kedai level mahasiswa, jadi harganya tidak terlalu mahal. Kalau urusan kualitas kopi, saya rasa mereka tidak main-main. Karena diantara pelanggan mereka mesti ada penggemar kopi sejati.

Jadi, keuntungan minum kopi disana ada dua yaitu harga murah dan kopi berkualitas. Jenis kopi yang disajikan ada 8 macam yaitu : Arabica Jawa, Robusta Jawa, Arabica Gayo, Robusta Gayo, Sumatera Mandailing, Kalosi Toraja, Ulee Kareng dan Takengon. Anima coffe tidak menyajikan kopi di luar jenis tadi. So, saya suka karena spesifik.

peta
Peta menunjukkan darimana kopi berasal

Cara pembuatan minuman kopi dibagi dua yaitu espresso dan manual brewing. Hahahaha…!!!! Nggak paham. Saya sebagai konsumen merasa dapat pencerahan. Oh, ternyata minimal ada dua cara membuat minuman. Mungkin,kalau di tempat lain langsung  menyebut espresso , cappucinno, latteone shoot atau two shoot.

menu
menu

Karena di kedua teknik pembuatan minuman kopi masih ada lagi turunannya dan masing-masing ada 8 teknik pembuatan.Wis, pokoknya ruwet. Kalau nggak Barista mesti nggak paham. Hahahaha…!!! Paling tidak buat saya. Saya tahu yang saya minum.

kopi takengon
Kopi pesanan saya

Saya pesan ” Kopi Tubruk Takengon” . Rasanya wuihh nikmat. Pahiiiit sekali…!!!! Hahahahahha…!!!! Itulah kopi yang mantap. Semakin pahit maka semakin nikmat. Baca saja di tulisan mas ALRIS tentang filosofi kopi menurut Andrea Hirata. Itu kopi sejati. Hehehehe…!!!!!

Saya penikmat kopi yang masih udik dan konservatif. Kopi itu nikmat dikonsumsi dengan cara paling sederhana yaitu diseduh/ditubruk dengan air mendidih. Kalau sudah dengan teknik atau campuran bahan tertentu itu bukan selera saya. Itu selera adik saya yang masih dibawah 25 tahun. ( sok tua nih, hehehe..!!!).

kopi espresso
Pesanan si Adik

Anima coffe mempunyai dekorasi yang kreatif. Dinding kafe dilukis dengan peta Indonesia. Peta ini dikasih keterangan tentang asal kopi. Jadi, kita bisa tahu darimana kopi yang kita minum berasal. Wah, ada unsur pengetahuan. Kita jadi tidak sekedar menikmati kopi tapi tahu asal-usulnya juga. Menyenangkan sekali…!!!

peta
Peta sebaran tanaman kopi di Indonesia 😀

Soal harga sudah pasti murah. Barangsiapa jualan di daerah kampus dengan harga diatas harga mahasiswa maka tunggulah kebangkrutannya. Hehehehhe…!!!! Jadi, Harga di Anima Coffe sudah pasti harga mahasiswa alias murah.

Saya dan Adik minum masing-masing satu gelas kopi, roti bakar, pisang coklat, French fries dan nasi goreng menghabiskan uang sebesar Rp 56.500,- . Kita sudah menikmati kopi kualitas unggul di Indonesia. Coba anda bandingkan di Starbuck (maaf mas Dani, ini saya link-kan), bisa jadi cuman dapat satu cup kopi. Emang beda segmen. Hehehehehehe…!!!!!

roti bakar
Roti Bakar

Lokasinya mudah dijangkau. Pertigaan kampus UMS ke utara sampai perempatan pesantren Assalam. Kita menuju ke a rah barat yaitu Jalan Menco. Apabila kita menemukan kedai susu MOMMILK belok ke selatan. Anima Coffe berada di sebelah selatan MOMMILK.

fahmi
Antara Manis dan Pahit

Santai Belanja di Pasar

Akhir-akhir ini, saya sering pergi ke pasar. Istri jadi supplier masakan ke rumah makan milik mertua. Kesibukan rumah jadi bertambah yaitu memasak. Sebelumnya hanya rental mainan saja. Wah, saya yang kebagian belanja ke pasar. Rasanya senang sekali.

Saya suka keramaian pasar dan aneka ragam dagangan lengkap keriuhan jual beli. Pasar dimana penjual dan pembeli berinteraksi. Pasar adalah rendezvous bagi manusia. Sebagian besar adalah kalangan menengah ke bawah. Disanalah orang mengais rezeki untuk sesuap nasi.

Suasana di dalam Pasar

Saya suka ke pasar tradisonal karena bisa membeli sesuatu yang tidak ada di pasar modern. Misal : Gudangan beras merah, jenang sumsum, jenang grendul atau berbagai jenis umbi-umbian seperti: talas, uwi dan gembili.

?????????????
Semakin Ramai Saja

Saya paling suka beli jajanan pasar, missal : klepon, getuk, kue lopis, onde-onde, ketan, wajik dan risoles atau berbagai macam jenang atau bubur. Rasanya Mak Nyuss dan harga yang terjangkau. Kalau cari yang lebih berat ada Nasi Liwet , Gudangan Beras Merah dan Pecel Gendar.

pasar8
Atas : Penjual Nasi Merah, Bawah : Penjual Bubur

Saya suka interaksi dengan pedagang. Mereka lebih lugas dalam ngobrol. Kalau tawar-menawar, hhmmmm…!!!! Saya tidak jago. Saya tanpa menawar saja. Apabila membawa uang 50 rb sudah bisa berbagai macam sayuran, jajanan dan daging ayam. Bayangkan bagi ibu-ibu yang jago menawar.

?????????????
Tawar Menawar ( Si Baju Merah yang Berhelm)

Mereka dalam rantai distribusi adalah bagian yang lemah, setingkat dengan petani. Karena rantai distribusi yang panjang maka harga sudah tinggi sampai di tangan mereka. Para tengkulak yang seenaknya mempermainkan harga. Padahal sudah ada harga pasar. Apa ya tega saya menawar? Hehehehe….!!!

Pasar Tradisional memiliki segmen berbeda dengan pasar modern. Kalangan menengah ke atas tentu mempunyai pilihan lebih banyak yaitu pasar modern. Karena lebih bersih dan teratur. Meskipun ada yang suka ke pasar tradisional dari kalangan mereka. Pasar tradisional segmennya sudah jelas baik dari segi penjual dan pembeli yang sama-sama lemah.

Pasar Modern memiliki keunggulan mulai dari kebersihan, kenyamanan dan kelengkapan. Harga yang pas dan tidak bisa ditawar. Kualitas barang yang terstandarisasi. Durasi pasar modern juga lebih panjang. Bandingkan dengan pasar tradisional di siang dan sore hari jadi sudah sepi dari pembeli dan penjual.

Modal adalah kuasa terbesar dari pasar modern. Mereka mempunyai modal besar. Kuasa akan modal menyebabkan mereka bisa saja memotong rantai distribusi. Mereka mampu membeli dalam jumlah besar maka dapat menekan harga. Pedagang kecil “terancam” sebagai korban rantai distribusi.

Jangan heran, Pasar tradisional semakin terengah-engah menghadapi pasar modern. Ada yang bilang begini, “beli di swalayan sana aja, harganya juga murah, bersih dan nggak perlu nawar lagi”. Kalau harga di pasar modern sudah lebih murah daripada pasar tradisional. Added Value apa yang dapat diberikan oleh pasar tradisional?

Apabila pasar tradisional hidup maka lebih banyak orang yang diuntungkan. Mereka adalah kumpulan ratusan bahkan ribuan pedagang. Pasar Tradisional hidup maka akan menghidupkan perekonomian masyarakat. Social Effect juga lebih besar.

Pasar Modern yang berkembang maka perekonomian maka ditopang hanya oleh segelintir manusia. Apabila segelintir manusia tersebut limbung maka semua ikut pusing. Ibaratnya adalah kekuatan segerombolan gajah dibandingkan dengan ribuan bahkan jutaan semut.

Pemerintah harus membantu mereka dan mutlak dilakukan. Perlindungan dan pembinaan harus dilakukan. Mereka harus diproteksi dari para tengkulak namun juga harus dibimbing menjadi mandiri. Kalau tidak, maka jangan harap kesejahteraan melanda negeri kita.

Ada yang bilang, Pasar tempat berkumpulnya syetan . Kita sering temui pencuri, pencopet, pembual dan penipu ada disana. Namun, Pintu rezeki yang paling banyak berasal dari berdagang. Malaikat mungkin sedang mendoakan para pedagang di pasar.

Hehehehe…!!!! Pasar adalah dimana semua berkumpul disana. Malaikat, syetan, orang alim, penipu  dan pencuri semua berkumpul, bersedih dan bergembira di pasar. Makanya, saya suka ke pasar. Hahahahahaha….!!!!!

NASI KEBULI MBAH SHOLEH NGRU-Q

Kemarin siang, saya tiba-tiba pengin nasi kebuli. Nasi khas dari daerah Tmur Tengah. Saya meluncur ke daerah kabangan laweyan solo. Ada sebuah warung makan yang menjual nasi kebuli. Warung makan ini bernama warung Nasi Kebuli Mbah Sholeh Ngru-Q.

Warung makan yang telah berdiri kurang lebih tiga tahun. Usia yang masih muda untuk ukuran sebuah usaha kuliner. Orang Solo mempunyai fanatisme tersendiri dalam dunia kuliner. Apabila sudah cocok dengan rumah makan tertentu maka sulit berpaling ke yang lain. Jadi, usaha kuliner yang baru harus melakukan segala cara untuk menaklukkan hati orang Solo.

Beberapa usaha kuliner di Solo mampu bertahan dari tahun ke tahun, generasi ke generasi. Karena mereka didukung oleh pelanggan setia dari generasi ke generasi. Namun, usaha kuliner sejenis yang masih seumur jagung seringkali bermunculan kemudian mati. Karena tidak punya pelanggan fanatis.

Nasi Kebuli adalah masterpiece culinary bagi warga keturunan Arab di Solo. Karena ada penjual nasi kabuli  terkenal di komunitas arab di Solo. Mereka punya pelanggan fanatis baik dari orang arab dan non arab. Nasi Kebuli Mbah Sholeh yang masih newbie harus menghadapi mereka.

Bagi “Mbah Sholeh sudah merupakan prestasi jika bertahan dan berkembang selama tiga tahun ini. Selain meningkatkan kualitas produk. Nasi Kebuli Mbah Sholeh intens dalam memasarkan produknya baik melalui : medsos, iklan di media cetak atau elektronik.

?????????????
Menerima Aqiqah. Strategi Marketing ?

Saya pesan nasi kebuli ukuran besar dan pencuci mulutnya adalah Roti Maryam. Minuman cukup pesan teh tawar. Saya sebenarnya mau pesan kopi arab namun tidak pas, karena masih siang. Proses masak di dapur tidak terlalu lama hanya kurang dari sepuluh menit sudah terhidangkan di meja.

?????????????
Satu Porsi Nasi Kabuli

Nasi Kebuli ditemani daging iga kambing dan acar sudah tersaji diatas meja. Rasa cukup enak. Bumbu rempah-rempah cukup terasa. Nasi Kebuli yang membuat istimewa adalah bumbu rempah-rempah. Daging Iga Kambing yang empuk menemani saat mengunyah nasi kebuli.

Prosesi diakhiri dengan makan roti Maryam yang ditaburi coklat dan keju. Roti Maryam sebagai pencuci mulut. Rasa cukup enak dan memuaskan.  Nasi Kebuli Mbah Sholeh tidak terlalu mengenyangkan dan tidak terasa kurang. Pokoknya pas.

?????????????
menerima pesanan nasi box

Lokasi Warung Makan Nasi Kebuli Mbah Sholeh mudah dijangkau yaitu di daerah Kabangan Laweyan Solo. Jika anda dari stasiun Purwosari Solo maka berjalan kearah timur sampai perempatan Hotel Aston. Kemudian belok kanan dan lurus sampai menemui perempatan pertama, anda tetap lurus kira-kira 100 m. Lokasi Warung Makan Nasi Kebuli Mbah Sholeh ada di sebelah kanan jalan.

?????????????
Ini ada di sebelah kanan jalan

Harga makan disana “relatif” murah. Harga sebanding dengan menu dan rasa. Apalagi jika anda merasa masakan arab terlalu “kuat” maka ini bisa jadi alternatif. Nasi Kebuli disini lebih “toleran” dengan lidah orang jawa atau disebut lebih “njawani”. Maklum, owner-nya juga orang jawa. Hahahahaha….!!!!!

?????????????
Ada menu Nasi Kebuli Ayam 🙂

MEMAHAMI FILSAFAT

Filsafat UmumSaya ambil foto diatas dari sini

Judul : Filsafat Umum (Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Chapra )
Pengarang : Prof. DR. Ahmad Tafsir
Tebal Buku : viii + 276 halaman
Cetakan ke : 19
Tahun : 2012
Penerbit : PT REMAJA ROSDAKARYA
Jl. Ibu Inggit Ganarsih No : 40 Bandung 40252

Filsafat adalah sesuatu yang sangat sulit dipelajari. Sayang, buku yang kelas berat biasanya menggunakan pendekatan filsafat. Kita ambil contoh buku MADILOG merupakan buku masterpiece dari TAN MALAKA. Saya sulit sekali memahami, hehehehe…!!!!! Otak sudah mampet atau karena tidak paham filsafat.

Bagian awal MADILOG, Tan Malaka bicara tentang Filsafat Idealisme dan Materialisme. Saya yang tidak punya pengalaman dengan filsafat nekad membaca. Hasilnya adalah kebingungan. Karena tidak memiliki dasar apapun tentang idealisme atau materialisme.

Kesimpulannya, saya harus buku pengantar filsafat dulu. Buku pengantar ini agar ada “benang merah” ketika membaca buku kelas berat. Makanya kita menganggap ada buku level “kudapan” dan level “berat”, karena kita tidak ada jembatan penghubung yaitu pemahaman filsafat.

Filsafat itu seperti senjata. Apabila digunakan untuk kebaikan maka mendatangkan kemaslahatan. Karena kita diajak berpikir mendalam sampai inti masalah. Filsafat bersifat “relatif “. Filsafat maka bisa untuk mencari-cari “alasan pembenaran” tindakan kita meski itu tidak tepat.

Nah, ada buku yang mudah dicerna dan menjembatani menuju pemahaman filsafat. Judul bukunya adalah FILSAFAT ILMU. Buku yang ditulis oleh Prof Ahmad Tafsir, seorang guru besar di UIN SUNAN GUNUNG DJATI. Buku ini lumayan lengkap.

Beliau menulis dengan bahasa yang sederhana dan ringkas. Kalimatnya pendek dan langsung ke tujuan. Beliau menulis filsafat dari perspektif sejarah. Filsafat sejak zaman Yunani yaitu Thales sampai ke filsafat post modernisme. Karena buku ini berawal dari Diktat kuliah maka cukup lengkap.

Menurut beliau, Para filosof atau pecinta kebijakan telah beradu argumen dan berdiskusi sejak lama. Perdebatan diantara mereka berkutat konflik antara idealisme/agama dan akal/materialisme.

Era Socrates, Agama atau keyakinan yang memenangkan meskipun harus dibayar mahal. Karena Socrates dihukum mati. Abad pertengahan maka agama yang menang mutlak. Kemudian lahir Descartes sebagai tokoh rasionalisme terus berkembang era post modernism . Beliau tidak lupa menyinggung perkembangan filsafat di dunia Islam.

Buku ini tidak lepas dari subyektivitas penulis. Misal, beliau menulis secara kritis tentang filsafat pragmatisme yang didirikan oleh William James yang seorang psikolog ( anak psikologi mesti tahu nih. Hehehehehe…!!!!). Filsafat yang mendasari negara Amerika Serikat. Beliau juga mengkritisi Jean Paul Satre sebagai tokoh filsafat Eksistensialisme. Jean Paul Satre yang sangat atheis, menurut beliau.

Buku yang sudah ada pendapat subyektif penulis menjadi tidak asyik. Buku itu cenderung segmented. Tapi nggak masalah lah. Kalau masih buta sama sekali filsafat buku ini recommended. Karena penulisannya sangat simpel dan mudah dipahami. Saya yang bingung dengan filsafat agak sedikit ngeh.

Kalau boleh saya sebut, buku ini adalah INTRODUCTION OF PHILOSOPHY FOR DUMMIES. Itu yang terjadi pada saya. Hehehehe…!!!! Kalau ada salah penulisan diatas dalam bahasa inggris, saya minta maaf ya. Sekian terimakasih

BUDAYA MEMBACA

Dahulu, ketika saya masih mahasiswa. Mahasiswa baru intens masuk perpustakaan ketika mengerjakan skripsi. Kalau hanya duduk berjam-jam hanya membaca buku. Rasanya sangat membosankan sekali. Endingnya adalah tertidur sambil memegang buku. Padahal bukunya belum tentu terbaca. Sama saja dengan saya. Hehehehe..!!!!

Membaca itu ternyata sebuah kebiasaan. Kalau yang addict bisa jadi kebutuhan, kalau yang gaya doang paling banter ditenteng. Era sekarang sedikit berbeda. Buku yang dibawa bukan buku biasa, namanya e-book. Bukunya berbentuk file yang tertanam dalam gadget. Kalau baca tinggal buka gadget dan baca. Kalau saya sering berakhir dengan ber-sosmed ria.

Banyak sekali buku diterbitkan mulai resep makanan, novel sampai dengan Tips & Trik SEO. Ini adalah tanda dari peningkatan minat baca.  Heehehehehe…!!!! Alhamdulillah, kita sudah punya budaya membaca yang lebih baik. But, saya belum tahu budaya membaca yang baik itu bagaimana?

Bangsa Israel adalah bangsa yang suka membaca. Paling tidak menurut blog izzatunissa. Saya setelah blogwalking ternyata mereka gila baca. Merek benar-benar gila. hahahahaha…!!!!!! Mereka membaca langsung dari buku yang tebal-tebal dan butuh mikir. Itu bagian yang sulit. brrr….!!!!!

Coba baca kutipan dari blog izzatunisa :

Saya sedang membuka chapter dua puluh lima buku di tangan ketika seorang bapak berusia tiga puluhan bangkit berdiri dan mengambil smartphone dari tangan anak lelaki yang saya taksir berusia Sembilan atau sepuluh tahun, dengan bahasa yang saya tidak mengerti sang ayah seolah menasihati anaknya untuk tidak berlama-lama berkutat dengan game di telepon genggam canggihnya.
Bangsa jewish yang menemukan smartphone namun membatasi penggunaan smartphone. Lha iki piye..!! mereka yang cerdik, kita yang dibanjiri smartphone. Tulisan mbak izza memang kasuistik tapi menarik. Karena mereka lebih suka baca dari buku yang berat di otak saya.

Si sulung membaca novel kontemporer karangan John Green, sang ibu membaca buku setebal kurang lebih dua ratus halaman, dan entah apa yang dibaca sang ayah, namun kesamaannya adalah buku mereka sama-sama ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew). Sang kakak sulung untuk menghentikan adiknya yang merajuk membongkar tasnya dan merogoh buku bacaan lain dan menyodorkannya ke si adik kecil usia Sembilan tahun.

Ini yang mengerikan sekali. Mereka menunggu penerbangan di Bandara. Dalam keadaan yang sama (menunggu jadwal penerbangan). Saya pilih ngobrol dengan orang yang duduk disebelah saya dan saya yakin jika istri pilih tidur sedangkan . Wah, sulit sekali dilakukan buat kami. Hahaha…!!!

Kalau orang kepepet biasanya akan berjuang. Bangsa Israel juga begitu. Jumlah mereka nggak banyak hanya sekian persen dari total penduduk dunia. Sadar jumlahnya sedikit maka harus maju. Mereka mengawali dengan membentuk kebiasaan yang progresif. Salah satunya adalah membaca.

Budaya membaca mereka sudah di tingkat advance. Mereka membaca bukan sekedar mencari hiburan. Mereka membaca bukan gaya-gayaan. Meski awal budaya membaca bisa diawali dengan gaya-gayaan. Mereka membaca sudah jadi kebutuhan. Kayak manusia kalau tidak makan ya lapar.

Dulu pernah geger di jagad maya. Mark Zuckerberg berencana membaca buku Muqaddimah karya Ibnu Battutah. Buku opo iku? Anak itu sudah kaya dan hidup nyaman kok susah-susah amat mau baca buku kayak gitu. Lha apa manfaatnya? Mungkin, Otak saya yang belum bisa memikirkan. Begitu kiranya khusnudzon saya. Hahahaha….!!!!!

Apa ya saya bisa ? mempunyai budaya membaca tingkat advance. Bangsa Israel sudah memilih jenis bacaan lebih berkualitas dan dilakukan oleh anak kecil lho bukan mahasiswa. Emang aneh bangsa Israel itu ya.

Baca komik itu penting untuk nutrisi otak kanan, baca berita gosip itu “harus” agar selalu update. Tapi kalau saya hanya baca buku sekelas “jajanan pasar”. Apa saya ya tambah pinter?

Wah, jadi ngelantur nih. Saya hanya ingin kontemplasi saja. Jangan sampai saya hanya suku baca “judul berita” saja dan nggak peduli isinya. But, baca MADILOG karya TAN MALAKA saja sulit sekali saya pahami.

Emang otak saya sudah mampet atau masih harus dilatih dengan bacaan rumit. So, dengan buku berat bisa nyambung dan nggak pusing. Ibarat mobil sudah terbiasa tanjakan. Kayaknya itu perlu latihan . hehehehehe…!!!!

Marilah kita baca buku. Apapun bentuk bukunya mau yang asli atau e-book. Mulai dari yang santai sampai serius. Mulai Koran sampai buku tebal. Mulai komik sampai karya sastra. Mulai yang fiksi sampai science.

lha kok sulit tenan ya. 😀