Untung Ada Kelinci

kelinci

Mama Ifa sudah nggak menemani Ifa lagi di sekolah. Setelah, Ifa ditemeni mamanya selama setahun. Rasanya lega. Ayah gantian yang nganter ke sekolah. Mama nunggu di rumah aja. Lha kalau pulang sekolah, mama menyambut Ifa di halaman rumah. So Sweet, hehehehehe…!!!!

Saya yang mengantar-jemput ifa, masuk jam 8 dan dijemput jam 11. Saya mengantar Ifa sampai masuk kelas.  saya gandeng Ifa dari turun mobil sampai masuk kelas , Ifa meletakkan tas dan tempat minum di loker. Finally, Ifa salim dengan saya. Ifa dipegang gurunya. Saya pun melambaikan tangan ke ifa sambil bilang, “saya titip Ifa”. Simpel itu ajah, hehehehe…!!! Semua berjalan dan sampai pada akhirnya. Ceritanya begini…!!! hahahaha..!!!

Saya jemput Ifa di sekolah di hari jum’at sebulan yang lalu. Saya ditemui pak guru disana sambil berkata, “Ifa masuk Rumah Sakit“. Wussss…!!!! Hati berdesir. Ada apa gerangan? Ifa ternyata jatuh dari salah satu mainan yaitu “panjat pelangi” yang ada di playgroup.Saya ditemani salah satu pak guru meluncur ke Rumah Sakit.  Ifa harus dijahit dengan tiga jahitan tepat di bawah dagu.

Wah..!!! Sedih rasanya. Ifa sudah mulai nyaman di playgroup kok ada insiden ini. Nggak apalah, namanya juga musibah. Ifa sukses dijahit tiga jahitan. Untung hari jum’at. Ifa bisa istirahat agak panjang di rumah. Ifa masuk lagi di hari rabu. Jadwal masuk sekolah memang hanya tiga hari yaitu: Rabu, Kamis dan Jum’at.

Hari Rabu, Kami harap-harap cemas dengan Ifa. “Apakah mau masuk sekolah ya?”, pertanyaan ini jadi misteri buat kami. Maklum, Insiden jum’at membuat kami khawatir. Eh, ternyata…!!! Ifa mau berangkat sekolah. Saya antar dan melakukan ritual seperti diatas.

Kami semua lega. Ifa masih mau sekolah. Eh, jangan senang dulu. Ifa nggak mau masuk sekolah esok hari. Ifa mogok. Akhirnya, Ifa hanya masuk di hari Rabu di minggu ini. Libur panjang lagi dah. Hahahahaha…..!!!!

Hari rabu depan. Kami nggak tenang. Awalnya, Ifa mau masuk sekolah. Saya antar ke sekolah. Mobil diparkir dan hampir mau keluar dari mobil. Ifa mendadak nangis nggak mau sekolah. Pening, Saya minta tolong bu guru. Bu Guru datang dan membujuk Ifa. Ifa digendong dan tetep aja nangis.

Saya tinggal Ifa dalam keadaan nangis. Ifa menangis sejadi-jadinya dalam keadaan digendong ibu guru. Nggak tega ..!!! tapi Life must go on. Saya berangkat ke kantor. Saya jemput Ifa jam 10. Saya sampai disana dan Ifa sudah diem.Kata bu guru kalau Ifa nangis lama.

Bu guru agak kerepotan tapi akhirnya diem. Ifa diem dan nggak mau ikut kegiatan. Dia cuman diem aja. Mungkin Ifa masih trauma. Nggak apalah, yang penting masih masuk sekolah. Tujuan saya cuma satu, Ifa tahu kalau harus masuk sekolah. Kalau di rumah keterusan, saya takut jadi tidak mau sekolah lagi.

Saya tetep antar Ifa esok hari. Seperti biasanya, Ifa nangis sejadi-jadinya. Hehehehehe…!!!!! Saya nggak kehilangan akal. Mosok kalah sama anak kecil, whuahuahua….!!!! Saya ajak Ifa nonton kelinci di halaman belakang sekolah. Karena sekolah punya koleksi binatang. Ifa suka kelinci.

Ifa memandangi kelinci dengan khusyuk. Saya tawari untuk kasih makan kelinci. Dia mau ngasih makan dan sedikit terhibur. Saya udah pesen ke bu guru untuk mengikuti dari belakang. Saya kasih kode ke bu guru untuk mengambil alih ifa dari saya. Ifa nangis lagi sejadi-jadinya. Saya harus berangkat kantor lagi. It’s sadness but it must.

Saya jemput Ifa. Ifa sudah seperti biasa dan kelihatannya lupa abis nangis. Saya bertanya ke bu guru, “Bu, ifa nangisnya lama?”. Bu Guru menjawab, “Cuman sebentar trus mau ngikuti kegiatan”. Saya lihat memang kayaknya sudah normal lagi. Ifa nyanyi lagu Sayonara sepanjang perjalanan pulang ke rumah.

Mama Ifa kaget melihat Ifa pas pulang sekolah. Ifa kelihatan gembira sambil nyanyi-nyanyi. Ifa mau bercerita kegiatannya di sekolah. Ifa seolah-olah lupa kalau habis menangis dan sedih di pagi hari tadi. Ifa ditanya mau sekolah esok hari. Dia mengangguk dengan riang gembira.

Singkat cerita, Ada ritual baru ketika berangkat sekolah. Ifa harus menengok kelinci sebelum masuk kelas. “Liat ci?”, kata Ifa. Ifa bilang ke saya sewaktu mau berangkat sekolah. Ada-ada saja, Saya jadi teringat tokoh si Toto-Chan dalam novel Toto-Chan. Toto-Chan selalu memandang keluar jendela saat pelajaran. Totto-Chan menunggu rombongan topeng monyet yang lewat.

Saya belajar dari Ifa. Manusia belajar untuk mengelola emosinya melalui berbagai cara. Ifa mengelola rasa khawatir dengan menengok “sahabat”. Sekarang, Ifa datang ke sekolah mesti mampir ke kandang kelinci lebih dulu. Apapun yang terjadi meskipun terlambat. Mungkin, Itu yang membuatnya “tenang”.

Ifa cuman menengok tanpa berkata apapun dan tanpa kasih makan. Sekarang “sahabat” ifa bertambah yaitu Kura-Kura. Ifa menengok kelinci dan kura-kura sebelum masuk kelas. Ifa puas memandangi mereka kemudian saya ajak masuk kelas. Ajib, Ifa mau saja masuk ke kelas.

Itulah ritual baru si Ifa. Ifa belajar mengelola emosi. Dia mungkin agak khawatir setelah kejadian kemarin ( jatuh dan dijahit dagunya) tapi berusaha menghadapi rasa takut.  Dia mencoba mengalihkan rasa takutnya dengan menemui “sahabat-sahabat”. Dalam imajinasi saya. Sahabat-sahabat ifa berkata, “Ayo masuk ke kelas, jangan takut”.

I’ve learned from you, darling…!!!! Thanks for your lesson

Advertisements

4 thoughts on “Untung Ada Kelinci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s