Keplek Ilat

Kita sudah sering mendengar bahwa Pak Jokowi mempunyai warung soto favorit yaitu Soto Gading. Beliau sering mampir kesana. Pak Jokowi juga mengajak tamu untuk bersantap di Soto Gading. Ibu Mega dan para menteri dijamu di Soto Gading ketika ada kunjungan di Solo. Mereka itu sedang “Keplek Ilat”.

Kita mesti sudah pernah dengar kata “Keplek Ilat”. Kata yang jamak diucapkan dan didengar orang Solo. “Keplek Ilat” yang menyebabkan kerinduan terhadap produk kuliner lokal. Parahnya,Jika mindset sudah fanatik, kalau nggak mirip “gagrak” solo maka kurang enak. Kurang lebih begitulah…!!! Hehehehehe…!!!!

Keplek itu bisa diartikan secara bebas yaitu membanting, Ilat artinya adalah Lidah. Keplek Ilat artinya adalah membanting lidah atau makan. Keplek ilat itu mengarah ke aktivitas berburu kuliner yang enak atau wisata kuliner. Enak meskipun mahal tetap diburu. 🙂

Rasa itu mengalahkan segalanya mulai : penyajian, harga, kesehatan maupun tempat. Kalau sebuah warung makan sudah dianggap enak maka itu anugerah bagi pemiliknya. Karena para pemburu kuliner sudah tidak berpikir harga atau tempat apalagi higienis. Enak ya dibayar, tempatnya jelek nggak masalah yang penting makan enak.

Kalau anda membaca tulisan tentang soto gunting. Mereka menyajikan makanan sangat tidak rapi dan jauh dari higienis. Alih-alih, pemilik warung mau mengiriskan sekerat daging, tetapi kita disediakan gunting untuk mengiris. Saya yakin gunting itu dicuci ala kadarnya dan dipakai bergantian. Penggunaan gunting tidak pas dan tidak higienis.

Saya menikmati sepiring garang masak harus merogoh kocek yang dalam. Harganya mencapai 40 rb. Itu bukan harga yang murah. Saya membayangkan 40 rb di warteg sudah bisa mengajak dua orang. Karena sudah memiliki penggemar setia maka tetap saja laris. Coba anda baca di tulisan Garang Masak Ala Pak Manto.

Soto Gading sudah memiliki beberapa cabang. Tempatnya lebih bersih, luas dan nyaman daripada yang soto gading yang asli. Anehnya, Orang masih berbondong-bondong mendatangi Soto Gading yang asli. Tempat sempit, panas dan berdesak-desakan. Mereka pikir jika dari yang asli lebih enak dan orisinil. Saya pikir sama saja. Hehehehe…!!!!

Warung makan legendaris atau yang mampu bertahan puluhan tahun di Solo masih banyak.Orang Solo memang suka keplek ilat.. Keplek Ilat adalah bagian dari gaya hidup. Mereka akan menyempatkan diri meski hanya sesekali untuk mampir di warung legendaris. Sekedar melepas kerinduan dan mengingat rasa.

Keplek llat adalah urusan menikmati hidup. Makan bukan sekedar memenuhi kebutuhan pokok. Makan adalah bagian kesenangan hidup. Jadi, makan jangan hanya sekedar mendapatkan rasa kenyang tapi juga kegembiraan. Keplek Ilat sudah lahir sebelum kuliner menjadi trend. Atau wisata kuliner a.k.a keplek ilat.

Orang Solo juga lebih konservatif dalam urusan Keplek Ilat. Orang Solo lebih suka “kembali ke selera asal”. Apapun jenis makanan baru bermunculan. Seberapa banyak kafe, gerai modern dan restoran bermunculan . Orang Solo pada akhirnya kembali ke warung makan legendaris.

Kata teman saya yang pebisnis di Yogyakarta bilang,  “Orang Solo itu romantis”. Mereka menyukai sesuatu yang bersifat kenangan. Keplek Ilat  termasuk di dalamnya. Jadi, seenak apapun jenis makanan baru beredar di Solo. Mereka akan kembali ke selera asal. Makanan modern akan datang silih berganti tetapi yang legendaris tetap melenggang.

 

 

Garang Masak ala Pak Manto

Sate Kambing memang mempunyai basis penggemar fanatis. Hehehehe..!!!!! Berapapun banyak warung sate kambing selalu punya penggemar tersendiri. Hampir semua warung sate kambing di Solo selalu dipenuhi pelanggannya, misal : Sate Kambing Mbok Galak, Sate Kambing Pak Manto, Sate Kambing Pak Bejo, Sate Kambing Mbak Tutik, Sate Kambing Pak Brintik dsb.

Menu di warung sate kambing hampir sama semua, yaitu : sate bakar, tongseng, nasi goreng dan nasi godog. Itu-itu saja, hehehehe…!!!! Serbuan Sate Kambing Balibul ala Tegal tidak menggoyahkan pemain lama. Bahkan pemain lama semakin berkibar. Orang Solo cukup konservatif masalah kuliner.

Mereka mematok harga yang tinggi juga masih OK. Artinya, mereka menentukan harga yang mengakibatkan kita harus merogoh kocek lebih dalam. Tetep aja ada yang beli. Hahahaha…!!! Gimana coba. Ancaman asam urat dan berbagai potensi penyakit yang mendera tidak dihiraukan.

pak manto-5
Sate Kambing Pak Manto

Saya ambil satu sampel saja yaitu menu di sebuah warung sate kambing. Garang Masak di Sate Kambing Pak Manto. Harganya satu porsi 40 rb belum termasuk nasi dan minuman. Jangan tanya jumlah penikmatnya. Warung ini sangat ramai.Pak Manto bisa menghabiskan puluhan ekor Kambing.

Garang Masak terdiri dari dua kata yaitu garang dan masak. Garang artinya daging kambing dibakar terlebih dahulu sebelum dimasak. Masak artinya daging yang sudah dibakar kemudian dimasak dengan model Tongseng.

pak manto-3
Garang Masak

Saya mendeskripsikan masakan tongseng secara bebas begini. “Kita masak daging kambing dengan kol atau kubis dan tomat disiram kuah gulai ditaburi merica dan bahan yang menyatukan adalah kecap manis. Garang masak dipanasi diatas tungku arang kayu. Kalau mau lebih pedas ditaburi irisan cabai”

Ada yang unik dari Warung Sate Kambing PakManto. Seluruh meja makan tidak disediakan merica. Kalau mau tambah pedas ditambahi irisan cabai. Kalau di tempat lain. Kalau mau tambah pedas ditaburi merica. Nggak tau kenapa? belum nanya.hehehehe…!!!!

pak manto-4
Irisan Cabai

Garang masak paling nikmat ketika masih panas. Rasa pedas, manis dan panas menyatu. Kalau kita sakit demam, paling cocok makan garang masak yang pedas dengan nasi hangat . Sehabis makan mesti berkeringat. Rasanya segar sekali dilanjutkan minum obat dan tidur.

Pak Manto in Action

Garang masak Pak Manto ini sangat fenomenal. Warungnya ramai sekali. Penggemarnya banyak. Mereka rela merogoh kocek sedalam-dalamnya untuk makan disini. Rasa itu tidak menipu. Jiahahahaha…!!!! Meniru iklan di Televisi. Televisi swasta nasional bahkan sudah meliput warung sate kambing Pak Manto.

Desain Dapur menyesuaikan Cara Memasak

Ada sensasi tersendiri kalau warung sedang ramai. Asap dari pembakaran sate memenuhi warung. Aroma khas sate kambing yang sedang dibakar menyengat hidung kita. Rasa sumpek dan sempitnya ruangan menambah kenikmatan. Maklum, warungnya berukuran kecil tidak sebanding dengan pengunjung.

Kalau mampir ke solo bisa mencoba Garang Masak Pak Manto. Lokasinya mudah dijangkau. Cari dulu lokasi hotel Novotel. Hotel ini ada di tengah kota Solo. Kemudian menuju kea rah selatan kira-kira 200 meter. Lokasinya ada di sebelah barat jalan, tepat sebelum pertigaan disamping biro travel.

Catet, jalan searah dari utara ke selatan. Mau praktis ? naik taksi saja. Semua sopir taksi mesti paham. Selamat berpetualang kuliner

 

 

 

Soto Pak Keman

Kami sekeluarga jalan-jalan keliling  kota menikmati suasana sore hari. Niat awal mau membelikan baju anak. Setelah beli baju di daerah Nonongan Solo, kami menuju ke toko “Urban Baby” di daerah Tipes. Sayang sekali, disana nggak ketemu yang dicari. Maklum sepatu bayi, sulit nyari yang pas.
Selesai sholat maghrib, kami nyari makan malam. Asyikkkkk…..!! Karena udah di Tipes,kami langsung meluncur ke Soto Pak Keman atau lebih dikenal Soto Pak Man. Nggak banyak sih, warung soto yang buka di malam hari.

Orang makan Soto biasanya di pagi hari, misal : soto gading, soto Gading atau soto Triwindu. Soto Pak Man buka di malam hari. Soto Pak Man ini adalah Soto Daging Sapi. Kuah Soto-nya kental, gurih dan beraroma kuat yang menggugah selera.

DSC00674
Soto Daging Sapi
Pak Man ternyata menyediakan lauk pendampingnya cukup variatif mulai tempe goreng, perkedel goreng, empal, limpa goreng, kikil sapi. Ati ampela ayam juga ada disitu.Keunikan soto Pak Man adalah jam buka yang tidak umum. Malam hari bos…..!!!!!!
DSC00669
Tempe, Perkedel dan Jerohan Sapi
Jerohan sapi bisa dimakan langsung atau diiris-iris dulu. Jerohan sapi  teksturnya agak alot maka makan dengan ukuran agak kecil lebih enak untuk dikunyah.
DSC00672
Limpa Goreng iris

Matahari Pasar Singosaren Jl. Gatot Subroto Solo menuju ke arah selatan. Apabila sudah menemukan perempatan sraten maka posisinya Soto Pak Man di sebelah selatan perempatan sraten.

Ada yang unik nih…!!!! Petugas parkir yang sangat aktraktif. Hehehe…!!!! Panggilannya Pak Kucing  Karena suka nyeletuk “meong”. Orangnya gemuk agak gemulai. Menambah serunya makan Soto di malam hari. Makanya, orang juga sering menyebut “Soto Pak Kucing”. Hehehehe…!!!!!

SEAFOOD PAK PETRUK

Adik saya ingin membeli kamera DSLR. Maklum, anak muda sedang mencari hobi. Dia ingin saya yang menemani untuk membeli kamera. Maklum, jika uangnya kurang maka langsung bisa “nodong” saya. hehehehehehehe…..!!! Saya antar dia beli Kamera di bilangan Slamet Riyadi Solo. Setelah dapat kamera, ternyata benar juga. Saya harus “nomboki” juga. hehehehehehehe…..!!!!! dasar bocah.

Kami keluar dari Toko. Saya tanya adik saya,”mau makan dimana?”. “Makan di tempat yang belum pernah dikunjungi”, jawab dia. Spontan saya sahut, “Makan di Pak Petruk gimana?”. Maklum keluarga saya tidak suka seafood namun dia ingin berpetualang kuliner. Saya kenal “Pak Petruk”, karena dikenalkan istri. Istri yang penggemar seafood.

pak petruk-4
Jl Gajah Mada No: 48 Telp : 641783

kita bisa melihat lambang halal, entah resmi atau enggak . Dulu, saya mengasosiasikan seafood dengan chinese food padahal beda banget. Karena biasanya rumah makan chinese food juga menyajikan sea food. Lha,kalau chinese food biasanya juga menyediakan pork atau daging babi. Saya takutnya nyampur dengan makanan lainnya melalui penggunaan alat bersama atau bahan yang bercampur.

Kalau yang sea food murni misalnya : Seafood Lamongan. Menunya adalah berbagai olahan hasil laut seperti : ikan dorang, cumi, kepiting dan kerang. Masakan diolah dengan saos sambal padang, saos asam manis atau cukup digoreng saja. Kalau bersama istri. Saya cuma ikut istri saja. Istri pesan maka saya ikut saja. Belum paham. hahahaha…!!!

Karena sama-sama belum berpengalaman maka langkah pertama adalah membaca brosur menu. Akhirnya saya memilih “Cumi Goreng mentega”. Karena termasuk murah. Solo  jauh dari pantai maka harga jadi mahal. Komponen harga termasuk Biaya Transportasi, Biaya penyimpanan, Resiko nggak laku dsb. Adik saya masih belum berani juga pesan. takut kalau terlanjur pesan nggak dimakan.

Saya pesen  “Bakmi Godog Seafood”. Waktu pertama kali kesini saya juga tidak berani order sendiri melainkan nurut pesanan istri. Istri pesan “Bakmi Godog Seafood”. Makanya, saya pesan itu juga pas dengan adik saya.

pak petruk-2
Kepiting masih Hidup

Posisi Solo yang jauh dari Laut mengakibatkan seafood menjadi “mahal” . Peminat makanan seafood sebenarnya banyak namun karena biaya operasional tinggi maka tidak banyak yang berani buka warung seafood. Pak Petruk salah satu yang berani membuka usaha ini dan sukses. Beliau  nggak setengah-setengah dalam usahanya. Harga mahal itu relatif.

Cumi Goreng Mentega dan Bakmi Godog Seafood hadir di hadapan saya. Bakmi Godog Seafood adalah menu kompromi antara model solo dan pesisir pantai. Kalau Solo khan terkenal bakmi godog-nya dan orang pesisir penggemar hasil laut atau seafood. So, Orang Solo menikmati seafood tanpa kehilangan citarasa Solo-nya. Porsinya jumbo jadi cukup untuk berdua. Kalau mau makan seafood tapi ngirit ya ini. Beli satu porsi untuk berdua. hehehehehehe….!!!!!

pak petruk-5
Bakmi Godog Seafood Porsi Jumbo
pak petruk-6
Mari Makan 🙂

 Kalau Cumi Goreng Mentega itu makanan seafood. hehehehehehe…!!!. Rasanya enak dengan tekstur yang kenyal. Sensasinya asyik. Saya memilih cumi-cumi karena harga kepiting yang mahal. Saya nyari yang agak enak di kantong dan enak di mulut. ono rego ono rupo”. Wakakakakakaka……..!!!!!!!

pak petruk-7
Cumi Goreng Mentega

Pak Petruk menerapkan pola open kitchen. wakakakakaka…!!! Maksudnya dapur masaknya ada di depan warung jadi bisa dilihat siapa saja. Kalau modern dan rapinya jangan dibandingkan dengan gerai modern.

pak petruk-3
Dari Depan

 

Pak Petruk-1
Dari Samping

Jangan lupa letaknya di Jalan Gajahmada depan Hotel Grand Orchid. Jika dari arah Jalan Slamet Riyadi yang satu arah. Karena arahnya dari barat ke timur saja. Apabila ketemu Perempatan Hotel Novotel maka belok ke utara sampai ketemu hotel Grand Orchid. Posisinya ada di seberang jalan Hotel Grand Orchid.

 

Ifa Suka Sekolah

Catatan Sekolah Ifa (3)

kembali sekolah

sumber : kusukasekolah

Tahun ajaran berarti kelas baru, teman baru dan guru baru. Ifa harus bangkit. Ifa harus berangkat ke sekolah. Kalau ifa nggak berangkat ke Sekolah. Artinya, kami selaku orangtua belum berhasil merubah ifa lebih terbuka. Ifa akan lebih pemalu dan tertutup. Ifa tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ifa tidak mandiri.

Seperti biasanya, kami heboh mempersiapkan Ifa untuk berangkat sekolah. Segala rayuan dipersiapkan. Hehehehe…!!!! Mulai dari baju favorit sampai bekal makanan untuk berangkat sekolah. Kami tidak lupa mengabarkan ( jiahh…!!!) kalau sekolah itu menyenangkan dan asyik mulai dari permainan, teman, kelas maupun guru.

Namun demikian, kami tidak pernah menjanjikan apapun jika Ifa mau berangkat sekolah. Janji untuk dibelikan ini dan itu. Ini untuk menjaga motivasi agar tetap murni untuk sekolah. Sekali kami menjanjikan sesuatu maka selanjutnya ifa akan minta terus. Kami Cuma ingin kesadaran dari dalam diri Ifa.

Ayah yang mengantar ke Sekolah. Hehehehe..!!!! Ifa berangkat dengan dilepas orang serumah. Heboh banget. Istri saya sudah hamil tua saat itu. Saya mencoba hal baru. Mirip yang dilakukan mas Dani dalam sebuah tulisan di blognya. Saya mengajak Ifa untuk menyanyi sepanjang perjalanan menuju sekolah. Agar nuansanya gembira meskipun saya nggak bisa nyanyi dengan benar.

Ifa masih seperti dulu, pendiam dan pemalu. Ifa diem aja. Ifa dalam diamnya memperhatikan dan mendengar. Buktinya, kadang-kadang Ifa ikut nyanyi. Sepanjang perjalanan, saya menyerocos terus sampai puas. Saya mulai nyanyi, bercerita tentang kendaraan yang lewat dan hewan yang terlihat sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Sampai di sekolah. Saya gandeng Ifa masuk ke kelas. Ifa mempunyai dua guru baru namanya Ibu Ika dan Ibu Win. Begitulah kami menyebut kedua beliau. Bu Ika orangnya cheerfull dan apa adanya sedangkan bu Win lebih penyayang dan perhatian dengan anak-anak. Kedua beliau sepertinya sudah tahu karakter dan rekam jejak calon murid-muridnya.

Karena sudah tahu rekam jejak Ifa. Bu Ika yang menyambut dengan penuh semangat. Bu Win segera mendekati Ifa dan menggendong dibawa ke tempat bermain. Ifa menangis tapi Bu Win seolah-olah tidak mempermasalahkan. Ifa diajak ke kebun belakang melihat tanaman dan hewan. Bu Ika bilang gini, “ Bapak jika percaya dengan kami, silahkan pulang dan nanti dijemput, Ifa paling nangis sebentar dan Ifa baik-baik saja kok pak”.

Wes, mantap kali ini. Hehehehe..!!! Saya tinggalkan Ifa. Lega hati saya. Saya bisa ngantor dengan normal lagi. Inisiatif gurunya sangat membantu saya. Ifa memang manja dan pemalu. Ini adalah masalah buat dia. Namun, Ifa harus menghadapi masalahnya sendiri dan menyelesaikan oleh dirinya sendiri. Ifa harus menghadapi dan masalahnya sendiri. Agak miris tapi harus tega.

Saya jemput ifa. Saya sengaja datang 10 menit sebelum jam pulang. Saya mau melihat perkembangan ifa di Sekolah. Saya melihat dari kejauhan. Ifa ternyata sudah ketawa-ketiwi. Seolah-olah, Ifa sudah lupa tangisannya tadi pagi. Ealah…!!!! Pas jam pulang, saya datangi kelas Ifa. Ifa menyambut saya dengan senang dan tertawa lebar. Ada binar kebanggaan dimatanya. Seolah-olah dia berkata, “Yah, aku sudah berani bersekolah tanpa ditunggui”.Alhamdulillah…!!!!

Saya bertanya ke bu Ika, “Bu, ifa tadi gimana?”. “Oh, Ifa seneng pak, Ifa cuman nangis sebentar dan mau mengikuti pelajaran”, jawab beliau. Lega rasanya mendengar keterangan bu Ika. Kebiasan bertanya setiap pulang sekolah masih berlanjut sampai sekarang. Saya mau perkembangan ifa dari pembimbingnya.

Rutinitas berangkat ke sekolah berjalan lancar. Ifa semakin ceria. Ajaib buat saya, Ifa bangun semakin pagi tanpa harus kami bangunkan. Ifa bersemangat sekali bermain dan belajar di sekolah. Ifa memilih sendiri baju yang akan dipakai. Ifa sambil menenteng tas dan tempat minum menunggu ayahnya yang mau mengantar. Ada binar keceriaan di matanya. Binar mata yang menunjukkan semangat dia untuk ke sekolah.

Ifa jika ditanya tentang kegiatan di sekolah. Ifa kadang mau bercerita namun seringkali hanya diam. Ifa adalah Ifa. Ifa memang pendiam dan pemalu. Ifa terbuka dengan lingkungan sekitar itu adalah anugerah yang sangat besar buat kami. Kami tidak membayagkan ifa yang cerewet. Karena dasarnya memang tidak cerewet. Kami membayangkan ifa mulai terbuka meski hanya dengan sedikit kata tapi jelas.

Kemarin, penerimaan hasil belajar untuk semester pertama. Laporan hasil belajarnya berupa uraian dan tidak ada angka. Bu Ika dan Bu Win mengabarkan kalau ifa sudah mau bermain dengan temannya, padahal dulunya yang pendiam. Ifa mulai merespon jika diajak temannya bermain dengan ketawa dan berteriak gembira. Ifa mengikuti segala kegitan dengan penuh antusias.Ifa mulai tampak mandiri.

Huft…!!! Rasanya lega sekali. Tujuan kami memang hanya segitu dulu aja. Ifa mau bersalaman dengan guru, kami dan orang lain. Itu sudah prestasi buat dia. Ifa mau bermain dengan teman-temannya. Kami merasa sangat lega. Ifa suka menari dan menyanyi di rumah sudah membahagiakan kami. Ifa berani menghadapi kelemahannya itu lebih dari cukup. Kami cuma ingin Ifa mandiri.

Kami meyakini setiap anak adalah unik dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kami ingin ifa mandiri dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Ifa akan menghadapi masa yang sangat berbeda dengan masa kami. Kami berharap Ifa mampu merespon masa itu dengan positif. Artinya, Ifa punya kemampuan adaptasi, tidak kagetan dan tidak gumunan.

Kemampuan si Ifa akan muncul seiring waktu. Itu saya yakini. Dia harus mengenal dirinya sendiri dulu. Lambat laun, Dia akan mengenal kelemahan dan kekuatannya. Saat itulah, kami harus membantu memunculkan, mengasah dan melambungkan potensinya. Biarlah sekarang, dia bermain dan bergaul dengan teman-teman sebayanya dulu dan mengenal dirinya sendiri.

 

 

 

 

Ifa Mogok Sekolah

Catatan Sekolah Ifa (2)

mogok sekolah

Foto : Ayahkita

Ifa sangat tidak nyaman dengan pergantian Pengantar. Ifa lebih suka mama karena tidak sungkan. Kalau dengan saya mesti agak sungkan. Maklum, sama ayahnya. Hehehehe…!!!! Sok Wibawa padahal si Ifa takut. Ifa juga mafhum kalau saya nggak mau nunggu di dalam kelas.

Saya mengantar ifa sampai di dalam kelas. Saya serahkan ifa ke gurunya, mengeluarkan botol minuman dan keluar dari kelas. Ifa memandangi saya dengan iba. Karena keadaannya kok beda ya. Ifa mau maksa saya ikut di dalam kelas nggak mungkin. Lha wong sungkan…!!!. Emang strategi ini yang dipakai mama Ifa agar mau di kelas tanpa ditemani ayah atau mama.

Saya nunggu Ifa agak jauh di seberang kelas. Ifa masih bisa melihat saya. Kelas playgroup khan terbuka, semacam teras di rumah. Kalau Ifa merasa insecure maka mencari saya sambil memegang pagar. Saya melambaikan tangan, kalau dia melihat kemudian tersenyum dan mengikuti kegiatan lagi.

Kalau Ifa selesai mewarnai, menempel atau menggunting. Ifa membawa hasilnya untuk diperlihatkan ke saya. Saya melihat, tepuk tangan dan mengacungkan jempol. Dia tersenyum dan masuk kelas lagi. Setiap ada tugas mesti dipamerkan hasil kerjanya ke saya. Hmmm…!!! Ribet banget.

Ifa ternyata merasa belum confident sendirian tanpa ditemani orang terdekat misal: ayah, mama atau ART. Because of that,Ifa menjadi pusat perhatian di rumah. Mungkin ada kekhawatiran tidak ada yang memperhatikan. Lha nggak jadi pusat perhatian gimana? Dia yang paling kecil di rumah dan di keluarga besar saya maupun istri. Cucu pertama je…!!! Hehehehe..!!!

Karena pusat perhatian maka dia biasa “dimengerti”. Segala sesuatu yang diinginkan sudah disediakan sebelum dia minta. Ifa jadi tidak terbiasa menyampaikan keinginannya. Kecenderungannya adalah orang lain diminta mengerti dia tanpa harus dia sampaikan dulu. Apalagi anaknya juga Introvert pula.

Hehehehe…!!! Parah nian. Karena dua hal diatas pernah ada insiden kecil. Saya mengantar Ifa dengan prosedur biasa. But, ada yang kelupaan yaitu mengeluarkan botol minuman dari tas. Karena Ifa haus dan tidak berani minta tolong ke gurunya maka insiden terjadi.

Ifa mencari saya.Saya lugu saja maka melakukan prosedur standar yaitu melambaikan saja. Ifa balik ke kelas. Ifa mencari saya lagi dan saya melambaikan tangan lagi. Kejadian ini berulang-ulang. Pas pulang, Ifa diem saja sampai di rumah.

Sampai rumah, Ifa minta minum. Mamanya nanya ke saya, “Yah, tadi botolnya nggak dikeluarin ya?”. “Astaghfirulloh saya lupa”, jawab saya. “ Makanya kok ifa langsung minta minum pas pulang dan air minumnya kok masih di dalam tas”,jawab istri saya. “Ifa nggak berani omong ke gurunya”, tambahnya.

Hasilnya parah. Ifa nggak mau masuk sekolah. Hehehehe…!!! Yo wis ditunggu dulu aja sampai mau masuk lagi. Apalagi pas ART juga pulang ke kampung. Ceritanya dia mau melahirkan dulu. Dia mau cuti 3 bulan dan kembali kerja lagi. Walhasil, dia sudah kerja disini lagi dan membwa anaknya. Hahahaha…!!! Itu bagian cerita yang tersendiri.

Ifa nggak masuk yang nggak masalah. Saya bisa ngantor lagi dengan normal. Nggak enak pula dengan atasan dan rekan kerja. Ada kejadin berturut-turut di rumah yaitu : Mama Ifa hamil, ifa di rumah dan ART pulang. Rental Mainan harus tetap jalan.

Karena mama hamil maka tidak bisa dipaksakan untuk kerja keras. Hehehehe…!!! Kebetulan ifa mogok sekolah jadi saya bisa menyelesaikan yang lain. Saya pikir ada hikmahnya. Kalau Ifa masuk sekolah, hehehehe..!!! nggak tahu deh jadinya.

Ifa mogok sekolah sampai akhir tahun ajaran. Saya dan istri datang ke sekolah untuk menerima hasil belajar. Kami cerita ke gurunya tentang kondisi Ifa. Intinya, ifa tetap mau lanjut sekolah. Ifa lanjut ke playgrup B. Ifa masuk playgrup B dengan teman sebagian lama dan sebagian baru tetapi guru-gurunya baru. Hehehehe..!!!

Tetep semangat ikut sekolah. Hahahaha…!!!!! (BERSAMBUNG)

Ketika Ayah Mengantar Ke Sekolah

Catatan Sekolah Ifa (1)

sosok-ayah

Sumber Foto : simiww

Alhamdulillah, Ifa sudah berusia 3 tahun lebih 6 bulan. Ifa sudah jauh berbeda dengan dulu. Sekarang, Ifa suka belajar di Sekolah. Ifa senang bercerita dengan adiknya. Kalau ada yang ngajak salaman sudah mau membalas. Ifa suka bernyanyi dan bernyanyi di rumah menirukan si Kongsuni. Ifa lebih terbuka dengan lingkungan sekitar berbeda dengan yang dulu.

Ketika saya dan istri mengantar Ifa pertama kali ke Playgrup sekitar 1, 5 tahun yang lalu. Ifa masih pemalu dan tertutup. Ifa belum lancar ngomong. Jauh berbeda dengan teman sekolahnya yang sebagian besar sudah omong lancar. Ifa lebih suka kegiatan motorik halus ketika temannya suka kegiatan motorik kasar.

Ifa masih tertutup dengan lingkungan sekitar. Saya dan Mamanya pusing tujuh keliling. Ifa nggak mau sekolah kalau nggak ditunggui. Pernah, mamanya nggak kelihatan sedikit trus nangis di kelas. Akhirnya, mamanya yang mengalah. Setiap hari mamanya ikut sekolah. Bahkan mbak warti yang mengasuhnya ikut sekolah. Heboh sekali saat itu.

Apapun ifa harus masuk playgrup. Coz Ifa is so “special”. Bukan apa-apa, Ifa butuh treatment. Agar ifa ceria, pinter omong dan terbuka. Karena cuek dengan teman sebaya dan lingkungan. It’s a problem. Ifa belum bisa omong juga bikin sedih juga. Kami memilih terapi bersekolah.

Setahun pertama, kita sangat heboh men-support Ifa untuk sekolah. Ifa tetep pendiam, belum mau berinteraksi dan masih ditunggui mama. Ifa mengikuti materi pelajaran masih OK. But, Ifa yang masih stay cool (baca : cuek) dengan lingkungan. Itu yang membuat kami gemas. Hehehehehe…!!!!!

Setengah tahun pertama, Ifa mulai ada perkembangan. Ifa sudah  omong walaupun terbatas . Kebetulan, saya dan istri sedang menunaikan ibadah haji. Mungkin, Karena “terpaksa” pisah dengan mamanya. Ifa mau nggak mau harus omong. Kalau nggak bisa nanti siapa yang paham keinginannya. Hahahaha..!!!! Ifa juga mulai nyanyi di depan para eyang.

Ketika haji, Ifa masuk sekolah sudah tertib dan ditinggal sendiri di kelas. Mbak Warti menunggu di luar kelas. Lha kita sudah pulang haji. Ifa kembali ke kebiasaan awal yaitu bangun siang, masuk kelas telat dan ditungguin mamanya di kelas plus pendiem lagi. Lebih parah lagi, Ifa semakin manja.

Kita heran dengan Ifa. Mengapa Ifa jadi begini lagi? Ifa jadi lebih manja. Ifa memang dekat mama. Saya berdiskusi tentang Ifa dengan istri saya. Kesimpulannya, Ifa masih manja dengan mama dan tidak mempunyai teman sebaya di rumah. Ifa merasa merasa menjadi pusat perhatian. Ifa harus mandiri sehingga nggak manja dan Ifa harus punya teman sebaya.

Solusinya yaitu sekolah dan diantar ayah ifa. Ayah ifa yang mengantar ke sekolah. Mama Ifa jika diperlukan baru ikut nunggu di sekolah. Hahahahaha….!!!! Kok jadi saya yang ketiban sampur. Kalau diantar mama maka Ifa tidak akan berubah. Ifa tetep manja dan menuntu mama ifa ikut gabung di kelas. Kalau nggak dituruti maka minta pulang.

Hari pertama, Ifa pergi ke sekolah dengan ayah. Keadaan menjadi heboh sebelum berangkat. Ifa dirayu-rayu agar mau dan maksa banget. Itu harus dong…!!!!! Hehehehehe…!!! Ifa berangkat ke sekolah dengan berlinangan air mata. Karena mama tidak ikut. Saya juga bingung, coz harus nungguin sampai pulang sekolah si Ifa. Padahal, saya harus masih ngantor pula. Nggak mikir dah…!!!! Hajar dulu. Urusan kantor mah belakangan.

Kalau tak ada kayu maka akar pun bisa. Ketika mama sudah tidak memberi solusi maka ayah yang harus menyelesaikan. Hahahaha…!!! (BERSAMBUNG)