Ifa Mogok Sekolah

Catatan Sekolah Ifa (2)

mogok sekolah

Foto : Ayahkita

Ifa sangat tidak nyaman dengan pergantian Pengantar. Ifa lebih suka mama karena tidak sungkan. Kalau dengan saya mesti agak sungkan. Maklum, sama ayahnya. Hehehehe…!!!! Sok Wibawa padahal si Ifa takut. Ifa juga mafhum kalau saya nggak mau nunggu di dalam kelas.

Saya mengantar ifa sampai di dalam kelas. Saya serahkan ifa ke gurunya, mengeluarkan botol minuman dan keluar dari kelas. Ifa memandangi saya dengan iba. Karena keadaannya kok beda ya. Ifa mau maksa saya ikut di dalam kelas nggak mungkin. Lha wong sungkan…!!!. Emang strategi ini yang dipakai mama Ifa agar mau di kelas tanpa ditemani ayah atau mama.

Saya nunggu Ifa agak jauh di seberang kelas. Ifa masih bisa melihat saya. Kelas playgroup khan terbuka, semacam teras di rumah. Kalau Ifa merasa insecure maka mencari saya sambil memegang pagar. Saya melambaikan tangan, kalau dia melihat kemudian tersenyum dan mengikuti kegiatan lagi.

Kalau Ifa selesai mewarnai, menempel atau menggunting. Ifa membawa hasilnya untuk diperlihatkan ke saya. Saya melihat, tepuk tangan dan mengacungkan jempol. Dia tersenyum dan masuk kelas lagi. Setiap ada tugas mesti dipamerkan hasil kerjanya ke saya. Hmmm…!!! Ribet banget.

Ifa ternyata merasa belum confident sendirian tanpa ditemani orang terdekat misal: ayah, mama atau ART. Because of that,Ifa menjadi pusat perhatian di rumah. Mungkin ada kekhawatiran tidak ada yang memperhatikan. Lha nggak jadi pusat perhatian gimana? Dia yang paling kecil di rumah dan di keluarga besar saya maupun istri. Cucu pertama je…!!! Hehehehe..!!!

Karena pusat perhatian maka dia biasa “dimengerti”. Segala sesuatu yang diinginkan sudah disediakan sebelum dia minta. Ifa jadi tidak terbiasa menyampaikan keinginannya. Kecenderungannya adalah orang lain diminta mengerti dia tanpa harus dia sampaikan dulu. Apalagi anaknya juga Introvert pula.

Hehehehe…!!! Parah nian. Karena dua hal diatas pernah ada insiden kecil. Saya mengantar Ifa dengan prosedur biasa. But, ada yang kelupaan yaitu mengeluarkan botol minuman dari tas. Karena Ifa haus dan tidak berani minta tolong ke gurunya maka insiden terjadi.

Ifa mencari saya.Saya lugu saja maka melakukan prosedur standar yaitu melambaikan saja. Ifa balik ke kelas. Ifa mencari saya lagi dan saya melambaikan tangan lagi. Kejadian ini berulang-ulang. Pas pulang, Ifa diem saja sampai di rumah.

Sampai rumah, Ifa minta minum. Mamanya nanya ke saya, “Yah, tadi botolnya nggak dikeluarin ya?”. “Astaghfirulloh saya lupa”, jawab saya. “ Makanya kok ifa langsung minta minum pas pulang dan air minumnya kok masih di dalam tas”,jawab istri saya. “Ifa nggak berani omong ke gurunya”, tambahnya.

Hasilnya parah. Ifa nggak mau masuk sekolah. Hehehehe…!!! Yo wis ditunggu dulu aja sampai mau masuk lagi. Apalagi pas ART juga pulang ke kampung. Ceritanya dia mau melahirkan dulu. Dia mau cuti 3 bulan dan kembali kerja lagi. Walhasil, dia sudah kerja disini lagi dan membwa anaknya. Hahahaha…!!! Itu bagian cerita yang tersendiri.

Ifa nggak masuk yang nggak masalah. Saya bisa ngantor lagi dengan normal. Nggak enak pula dengan atasan dan rekan kerja. Ada kejadin berturut-turut di rumah yaitu : Mama Ifa hamil, ifa di rumah dan ART pulang. Rental Mainan harus tetap jalan.

Karena mama hamil maka tidak bisa dipaksakan untuk kerja keras. Hehehehe…!!! Kebetulan ifa mogok sekolah jadi saya bisa menyelesaikan yang lain. Saya pikir ada hikmahnya. Kalau Ifa masuk sekolah, hehehehe..!!! nggak tahu deh jadinya.

Ifa mogok sekolah sampai akhir tahun ajaran. Saya dan istri datang ke sekolah untuk menerima hasil belajar. Kami cerita ke gurunya tentang kondisi Ifa. Intinya, ifa tetap mau lanjut sekolah. Ifa lanjut ke playgrup B. Ifa masuk playgrup B dengan teman sebagian lama dan sebagian baru tetapi guru-gurunya baru. Hehehehe..!!!

Tetep semangat ikut sekolah. Hahahaha…!!!!! (BERSAMBUNG)

Advertisements

4 thoughts on “Ifa Mogok Sekolah

    1. Iya, ifa tuh lengkap. Pernah dijagain mamanya, dijagain ayahnya trus mogok. tapi sekarang udah lancar sekolah. Sharing, kalau mungkin kebetulan ada yang sama mengalami sama dengan saya. Heheheh…!!!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s