Ifa Suka Sekolah

Catatan Sekolah Ifa (3)

kembali sekolah

sumber : kusukasekolah

Tahun ajaran berarti kelas baru, teman baru dan guru baru. Ifa harus bangkit. Ifa harus berangkat ke sekolah. Kalau ifa nggak berangkat ke Sekolah. Artinya, kami selaku orangtua belum berhasil merubah ifa lebih terbuka. Ifa akan lebih pemalu dan tertutup. Ifa tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Ifa tidak mandiri.

Seperti biasanya, kami heboh mempersiapkan Ifa untuk berangkat sekolah. Segala rayuan dipersiapkan. Hehehehe…!!!! Mulai dari baju favorit sampai bekal makanan untuk berangkat sekolah. Kami tidak lupa mengabarkan ( jiahh…!!!) kalau sekolah itu menyenangkan dan asyik mulai dari permainan, teman, kelas maupun guru.

Namun demikian, kami tidak pernah menjanjikan apapun jika Ifa mau berangkat sekolah. Janji untuk dibelikan ini dan itu. Ini untuk menjaga motivasi agar tetap murni untuk sekolah. Sekali kami menjanjikan sesuatu maka selanjutnya ifa akan minta terus. Kami Cuma ingin kesadaran dari dalam diri Ifa.

Ayah yang mengantar ke Sekolah. Hehehehe..!!!! Ifa berangkat dengan dilepas orang serumah. Heboh banget. Istri saya sudah hamil tua saat itu. Saya mencoba hal baru. Mirip yang dilakukan mas Dani dalam sebuah tulisan di blognya. Saya mengajak Ifa untuk menyanyi sepanjang perjalanan menuju sekolah. Agar nuansanya gembira meskipun saya nggak bisa nyanyi dengan benar.

Ifa masih seperti dulu, pendiam dan pemalu. Ifa diem aja. Ifa dalam diamnya memperhatikan dan mendengar. Buktinya, kadang-kadang Ifa ikut nyanyi. Sepanjang perjalanan, saya menyerocos terus sampai puas. Saya mulai nyanyi, bercerita tentang kendaraan yang lewat dan hewan yang terlihat sepanjang perjalanan menuju sekolah.

Sampai di sekolah. Saya gandeng Ifa masuk ke kelas. Ifa mempunyai dua guru baru namanya Ibu Ika dan Ibu Win. Begitulah kami menyebut kedua beliau. Bu Ika orangnya cheerfull dan apa adanya sedangkan bu Win lebih penyayang dan perhatian dengan anak-anak. Kedua beliau sepertinya sudah tahu karakter dan rekam jejak calon murid-muridnya.

Karena sudah tahu rekam jejak Ifa. Bu Ika yang menyambut dengan penuh semangat. Bu Win segera mendekati Ifa dan menggendong dibawa ke tempat bermain. Ifa menangis tapi Bu Win seolah-olah tidak mempermasalahkan. Ifa diajak ke kebun belakang melihat tanaman dan hewan. Bu Ika bilang gini, “ Bapak jika percaya dengan kami, silahkan pulang dan nanti dijemput, Ifa paling nangis sebentar dan Ifa baik-baik saja kok pak”.

Wes, mantap kali ini. Hehehehe..!!! Saya tinggalkan Ifa. Lega hati saya. Saya bisa ngantor dengan normal lagi. Inisiatif gurunya sangat membantu saya. Ifa memang manja dan pemalu. Ini adalah masalah buat dia. Namun, Ifa harus menghadapi masalahnya sendiri dan menyelesaikan oleh dirinya sendiri. Ifa harus menghadapi dan masalahnya sendiri. Agak miris tapi harus tega.

Saya jemput ifa. Saya sengaja datang 10 menit sebelum jam pulang. Saya mau melihat perkembangan ifa di Sekolah. Saya melihat dari kejauhan. Ifa ternyata sudah ketawa-ketiwi. Seolah-olah, Ifa sudah lupa tangisannya tadi pagi. Ealah…!!!! Pas jam pulang, saya datangi kelas Ifa. Ifa menyambut saya dengan senang dan tertawa lebar. Ada binar kebanggaan dimatanya. Seolah-olah dia berkata, “Yah, aku sudah berani bersekolah tanpa ditunggui”.Alhamdulillah…!!!!

Saya bertanya ke bu Ika, “Bu, ifa tadi gimana?”. “Oh, Ifa seneng pak, Ifa cuman nangis sebentar dan mau mengikuti pelajaran”, jawab beliau. Lega rasanya mendengar keterangan bu Ika. Kebiasan bertanya setiap pulang sekolah masih berlanjut sampai sekarang. Saya mau perkembangan ifa dari pembimbingnya.

Rutinitas berangkat ke sekolah berjalan lancar. Ifa semakin ceria. Ajaib buat saya, Ifa bangun semakin pagi tanpa harus kami bangunkan. Ifa bersemangat sekali bermain dan belajar di sekolah. Ifa memilih sendiri baju yang akan dipakai. Ifa sambil menenteng tas dan tempat minum menunggu ayahnya yang mau mengantar. Ada binar keceriaan di matanya. Binar mata yang menunjukkan semangat dia untuk ke sekolah.

Ifa jika ditanya tentang kegiatan di sekolah. Ifa kadang mau bercerita namun seringkali hanya diam. Ifa adalah Ifa. Ifa memang pendiam dan pemalu. Ifa terbuka dengan lingkungan sekitar itu adalah anugerah yang sangat besar buat kami. Kami tidak membayagkan ifa yang cerewet. Karena dasarnya memang tidak cerewet. Kami membayangkan ifa mulai terbuka meski hanya dengan sedikit kata tapi jelas.

Kemarin, penerimaan hasil belajar untuk semester pertama. Laporan hasil belajarnya berupa uraian dan tidak ada angka. Bu Ika dan Bu Win mengabarkan kalau ifa sudah mau bermain dengan temannya, padahal dulunya yang pendiam. Ifa mulai merespon jika diajak temannya bermain dengan ketawa dan berteriak gembira. Ifa mengikuti segala kegitan dengan penuh antusias.Ifa mulai tampak mandiri.

Huft…!!! Rasanya lega sekali. Tujuan kami memang hanya segitu dulu aja. Ifa mau bersalaman dengan guru, kami dan orang lain. Itu sudah prestasi buat dia. Ifa mau bermain dengan teman-temannya. Kami merasa sangat lega. Ifa suka menari dan menyanyi di rumah sudah membahagiakan kami. Ifa berani menghadapi kelemahannya itu lebih dari cukup. Kami cuma ingin Ifa mandiri.

Kami meyakini setiap anak adalah unik dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kami ingin ifa mandiri dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Ifa akan menghadapi masa yang sangat berbeda dengan masa kami. Kami berharap Ifa mampu merespon masa itu dengan positif. Artinya, Ifa punya kemampuan adaptasi, tidak kagetan dan tidak gumunan.

Kemampuan si Ifa akan muncul seiring waktu. Itu saya yakini. Dia harus mengenal dirinya sendiri dulu. Lambat laun, Dia akan mengenal kelemahan dan kekuatannya. Saat itulah, kami harus membantu memunculkan, mengasah dan melambungkan potensinya. Biarlah sekarang, dia bermain dan bergaul dengan teman-teman sebayanya dulu dan mengenal dirinya sendiri.

 

 

 

 

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s