THE HAPPIEST GENERATION

millenial

ambil dari sini

Siang itu, saya merasa ngantuk sekali. Memang, kerja sebagai orang kantoran antara enak dan tidak enak. Enaknya adalah pekerjaan adalah rutinitas tanpa banyak mikir dan tidak enaknya adalah bosan karena rutinitas itu sendiri.

Maka, imbasnya adalah rasa kantuk. Berbagai cara untuk menghilangkan ngantuk misal : baca koran ,mondar-mandir di lorong kantor, nggosip atau browsing internet. Nggosip itu yang paling menyenangkan. Hahahaha…!!!! Karena  sedang puasa, Nggosip itu membuat cepet lapar dan juga berdosa. Saya lebih memilih browsing Internet.

Eh, ketemu deh dengan kata “Generasi Millineal”. Saya pernah mendengar istilah ini sebelumnya dan tidak menarik sama sekali buat saya. Karena mengantuk dan bengong maka “terpaksa” tertarik. Hahahaha…!!! Biar nggak ngantuk. Ternyata, Generasi millineal adalah generasi saya dan adik saya.

Generasi Millineal adalah generasi yang lahir antara tahun 1981 – 1994. Hah, ternyata….!!!! Saya dan adik termasuk generasi Millineal.  Meskipun, Jarak usia saya dengan usia adik adalah 11,5 tahun tapi masih dalam satu generasi. Panjang benar rentang waktunya.

Generasi Millineal alias generasi Y adalah penerus generasi X. Saya pikir generasi X dilahirkan sesudah generasi Baby Boomer. Baby boomer dilahirkan setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2 (Bener gitu gak sih? ).  Kakek dan nenek kita adalah generasi Baby Boomer, Ortu kita generasi X dan Kita adalah generasi Y. Anak kita adalah generasi  Z ……??????

Generasi Y ini adalah generasi paling melek teknologi informasi. Secara, Teknologi khan bisa diberbagai bidang tapi khusus generasi Y menyukai teknologi informasi. Mulai dari  iPod, MP3, DVD Player, PC,  kamera digital, PDA, Laptop, Smartphone dsb. Kalau kita menyebut Gadget. Gitu kali ya..??

Generasi Millenal selalu menghadapi perubahan yang terus menerus. Mereka menyukai tantangan, mempunyai rencana jangka panjang, optimistik, suka berpetualang dan pemikiran yang kritis kadang agak keblabasan. Mereka lebih suka menjadi pribadi yang independen. “Gue banget atau nggak sama sekali” .  hahahahaha…!!!

Generasi Y mempunyai gaya belajar yang berbeda. Mereka lebih suka gaya belajar yang  interaktif. Generasi Y suka superTeam daripada superMan. Pengalaman, kolaborasi dan kelompok berpikir, mandiri dan tersturuktur adalah cara bekerja mereka. SuperMan emang sudah nggak up to date lagi.

Jangan heran,  muncul perusahaan start-up yang digawangi anak-anak muda secara keroyokan. Kelas menengah dari dunia IT bermunculan. Silicon Valley yang padang tandus dan kering dipenuhi generasi Y yang menjadi pengusaha kaya maupun kelas menengah baru.

Generasi Y lebih open minded terhadap hal-hal baru yang asing bahkan cenderung nyleneh. Mereka tidak alergi dengan pemikiran baru. Menerima perbedaan adalah ciri khas mereka. Karena menerima perbedaan adalah kunci perubahan itu sendiri. Kalau tidak mau menerima perbedaan maka tidak perubahan yang cepat di era generasi Y.

Salah satu karakter generasi millennial yang khas adalah “multitasking”. Contohnya,  mereka mengerjakan tugas sambil mendengarkan musik dari smartphone, chat dengan kawannya dan “ngeksis” di medsos. Semua dikerjakan dalam waktu bersamaan.

Kesimpulannya, Teknologi Informasi adalah gaya hidup a.k.a lifestyle bagi generasi Y. Semua harus ada keterlibatan teknologi (baca : gadget ) mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Kalau perlu , tidur juga masih smartphone walaupun sekedar mendengarkan lagu.

Meski banyak BC di medsos yang mengabarkan bahaya memakai smartphone ketika masih tidur. Saya yakin tetep aja yang masih nekad. Lha khan gaya hidup. Hahahahaha…!!!! Kalau saya sih ngerih. Apalagi liat BC di Medsos. Padahal belum tentu benar itu BC…!!! Korban berita Hoax Jiahahahaha…!!!!

Kalau gitu, generasi 70-an ke atas saja yang bisa nyombong. “GENERASI 70-AN ADALAH GENERASI PALING BAHAGIA”. Karena masa kecil generasi 70-an emang steril dari gadget. Tidak ada pilihan lain selain bermain di alam.

Karena mulai awal 80-an sampai sekarang, Gadget mulai mengancam kehidupan kita. Cuman, Teknologi informasi belum masif di awal 80-an sampai pertengahan 90-an. Apple , Microsoft, IBM dan Dell khan mulai tumbuh dan berkembang di era 80-an.

Era 90-an, mereka mulai berjaya dan merembes ke Indonesia. Mereka berjaya sampai sekarang. Perkembangan teknologi cepet banget , mulai dari komputer segede gaban sampai tablet. Perkembangannya hanya membutuhkan tiga dasawarsa.

Kakek, Nenek, Bapak, Ibu, Paman dan Tante kita yang mengalami masa kecil di era sebelum tahun 1980. Mereka yang paling bahagia. Bagaimana nggak…??? Telepon aja masih pakai yang engkol. TV cuman ada TVRI. Gadget itu tidak terbersit sama sekali di otak mereka. Orang yang udah kepikiran Smartphone cuman Steve Jobs. Mungkin…..Hehehehehehe…!!!!

Masih mau ngaku menjadi generasi paling bahagia. Saya nggak berani…!!! hahahahaha…!!!! Karena ternyata moyang kita yang paling bahagia. Hidup menyatu dengan alam. Tapi, nggak masalah. Perkembangan Teknologi adalah keniscayaan. Harus disikapi dengan bijak. Dinikmati saja…!!! Setuju….????? Piss….!!! Salam Dua Jari

Jatidiri

(Hikmah membaca buku  “Biografi putra sang fajar, Soekarno” yang ditulis Cindy Adams)

Pak Karno adalah tokoh yang orisinil. Beliau suka sesuatu yang asli Indonesia, mulai dari Idiologi, seni, tanaman, makanan dsb. Beliau jika berkeliling dunia maka selalu mengenalkan Indonesia dari berbagai sisi. Beliau selalu menampilkan sesuatu yang unik dari Indonesia

Marhaenisme adalah salah satu produk lokal yang diangkat Pak Karno. Pak Marhaen adalah tipologi manusia asli Indonesia. Dia bukan buruh atau tuan tanah. Dia hanya petani penggarap sawah yang hanya memiliki sepetak sawah yang digarap untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Maka,  Muncul idiologi marhaenisme.Beliau bukan kapitalis atau sosalis namun seorang marhaenis. Marhaenisme adalah produk asli Indonesia

Presiden Korea Utara datang ke Indonesia. Pak Karno memberi kenang-kenangan berupa bunga anggrek. Akhirnya, festival bunga anggrek diadakan di korea utara. Karena berawal dari pemberian Pak Karno kepada Kim Young Sam.

Pak Karno paling tidak suka dengan anak muda ngak ngik ngok. Ini sebutan bagi anak muda yang menyukai musik britania semisal The Beatles. Maka, pak karno mengembangkan musik asli Indoensia yaitu Lenso.

Pak Karno tidak menyukai pakaian wanita ala amerika. Beliau lebih suka dengan sensualitas ala Indonesia yaitu Kebaya. Karena memakai lebih sopan dan bermartabat namun tetap terlihat sensual. Wanita muda jaman itu mayoritas memakai kebaya. Kebaya itu orisinil dari Indonesia seperti kain sari di India

Pak Karno ingin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang percaya diri. Bangsa yang memiliki ciri tersendiri. Namun, tidak canggung dengan bangsa lain. Ini prasyarat menjadi bangsa besar. Bangsa yang mempunyai jatidiri.

Bagaimana menjadi bangsa besar? Kalau tidak memiliki jatidiri. Sebenarnya, inilah yang dibangun pak Karno yaitu jatidiri bangsa. Kalau tidak punya jatidiri dan kepercayaan diri maka kita selalu merasa inferior. Inferior adalah pertanda kemunduran sebuah bangsa. Ibarat pasukan tempur, kalah sebelum bertempur.

Inferior-kah kita? Hahahaha…!!!! Aku tidak tahu