Sang Abimanyu

AbimanyuAmbil dari sini

Raden Abimanyu sedang bersantai dengan kedua istrinya yaitu Sundari  dan Utari. Mereka bisa saling memahami satu sama lain. Kemudian dijemput Sri Kresna untuk ikut berperang di medan Baratayudha. Untuk tak diraih dan Malang tak dapat ditolak. Dia tewas terbunuh setelah dikeroyok pihak Kurawa. Kondisinya sungguh mengagetkan.

Kematiannya tidak sia-sia. Dia membunuh sang pewaris tahta kerajaan Astina yaitu Lesmana. Lesmana si anak manja yang sok-sok-an ikut perang jadi kurban si Abimanyu sebelum dia tewas sendiri. Dia tewas dengan sangat mengenaskan. Ratusan panah menusuk di seluruh tubuhnya. Kata orang jawa, “Tatune Arang Kranjang” ( pent : Lukanya Rata di seluruh tubuh).

Kematian Abimanyu diikuti dengan laku pati (baca: bunuh diri) oleh istri pertama yaitu Sundari. Utari sedang mengandung anak dari benih Abimanyu. Anaknya ini adalah penerus generasi Pandawa yaitu Parikesit.

Buah memang tidak jauh dari pohonnya. Raden Abimanyu mewarisi ketampanan dan pesona sang Ayah yaitu Raden Arjuna. Arjuna dan Abimanyu adalah pelaku poligami yang berbahagia. Hahahahaha…!!!! Bagaimana tidak berbahagia. Para istri mereka bisa menerima keadaan. “Tak mengapa aku dimadu asal bisa bersama dengan mas”. Jiahahahahaha….!!!!! Itu hanya imajinasi saya pribadi.

Sembadra dan Srikandi ikhlas berbagi suami. Demikian pula, Sundari dan Utari bisa menerima kondisi Abimanyu. Dunia pewayangan bisa menerima poligami. Tapi mengapa poligami sulit diterima di lingkungan sekitar saya? Wkwkwkwk…!!!! Padahal cerita wayang adalah ajaran hidup bagi orang Jawa. Sensor….!!!! Sensitive zone. Hehehehehe….!!!!

Kalau Arjuna memang sudah biasa. Kita tidak kaget kalau dia suka tebar pesona.  Abimanyu yang TOP BGT. Dia masih muda, cerdas dan perkasa. Dia udah jago tebar pesona ketika masih belia. Kalau menilik umur maka Abimanyu lebih jago dalam poligami. Dia masih terlalu muda untuk berpoligami. Abimanyu adalah pemegang Rekor.

Rekor ini bukan tanpa cela. Karena ada cerita masa lalu yang menganggu. Ketika Abimanyu melakukan PEDEKATE dengan Utari. Karena ngebet pengin dengan Utari, Abimanyu harus berbohong kepada Utari. Sampai terucap sumpah si Abimanyu yang direstui oleh alam raya. Sehingga, Sumpah inilah yang menyebabkan kematiannya.

“Dik, saya masih bujang lho”, ujar si Abimanyu. “Ah masa sih? Adik nggak percaya deh”, jawab Utari dengan manja. “Kalau nggak percaya lihat nih KTP kakang,tertulis status Perjaka”, Jawab Abimanyu dengan senyum kemenangan. “Adik belum percaya, Kakang bisa saja pesan pak RT buatin KTP Aspal, Asli tapi Palsu,weeeee…!!!!”, Jawab Utari.

Abimanyu terdesak maka keluarlah janji manis dimulut yang beracun. Jiahahahahaha…!!!! “Kakang berjanji deh. jika Ternyata kakang ketahuan sudah punya istri,  maka aku sanggup menerima hukuman dengan dipanah dengan ratusan anak panah yang menancap di seluruh tubuhku sampai aku mati”, Abimanyu emang udah kalap mau memperistri Utari.

“Dhueeeerrrrr….!!!!! Petir menggelegar. Alam raya merestui sumpah Abimanyu. Eh….!!! Ndilalalah…!!!! Abimanyu ketahuan udah punya istri. Tapi, Jangan sebut Abimanyu jika tidak mampu mendamaikan kedua istrinya. Mereka bertiga hidup bahagia.

Perang Baratayudha sedang berlangsung. Sebenarnya, Abimanyu tidak bertugas di peperangan. Atas saran dari penasehat militer Pandawa yaitu Prabu Kresna. Abimanyu harus diturunkan. Sumpah Abimanyu menagih janji sehingga Abimanyu tewas dalam keadaan sesuai dengan sumpahnya.

Moral of The Story, kita harus menjadi orang jujur ajah. Apalagi urusan asmara. Hahahahah…!!!! Wa bil khusus, urusan poligami. Jangan suka tebar janji atau sumpah, Runyam belakangan. Kalau mau poligami jujur aja di depan. Kalau perlu istri tua disuruh yang nglamarin. Jangan main belakang bisa kena sumpah lho.

Advertisements