Tulusnya Semar

semarSumber : sini

Kalau tokoh wayang yang satu ini asli Indonesia. Kita nggak akan menemukan tokoh ini di cerita pewayangan gagrak India. Tokoh ini asli ciptaan pujanggan Jawa. Dia adalah Semar. Semar sang pamomong. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracitra tersebut yang berbahasa Sanskerta.

Pamomong artinya orang yang bertugas sebagai pamong atau pengasuh.  Pamomong ini selalu mendengar segala keluh kesah yang tuannya dan menghibur jika sang tuannya sedang bersedih. Sang Pamomong inhi selalu menemani kemana saang tuan pergi.

Semar itu sang  pamomong bagi Pandawa. Nama lengkapnya Kyai Lurah Semar Badranaya. Semar memiliki anak yang sebenarnya hanya anak angkat yaitu Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Panakawan inilah selalu menyertai pandawa dalam suka dan duka. Semar adalah sahabat setia bagi Pandawa.

Sang pamomong harus bisa menghibur sekaligus menasihati tuannya. Dia memberi masukan tentang pelajaran hidup dan kebajikan. Maka sungguh tidak mengherankan jika Sunan Kalijaga menggunakan tokoh Semar dalam pementasan wayang dan dakwahnya.

Apabila Semar adalah di sisi kanan Pandawa maka Kresna berada di sisi kiri Pandawa. Kresna dan Semar adalah dua orang penting di lingkaran Pandawa. Kresna yang lebih rasional dan tegas sedangkan Semar lebih humanis dan menentramkan.

Hidup Pandawa sudah lengkap karena ada dua penasehat di sisi kanan dan kiri. Kurawa memang memiliki banyak penasehat mulai Resi Bisma, Resi Durna dan Sengkuni tetap rasanya tidak sesempurna dua penasehat Pandawa. Karena penasehat Kurawa ada yang tidak tulus terutama yaitu Sengkuni.

Maka, ukurannya adalah ketulusan. Adakah kita memiliki saudara, teman dan sahabat yang tulus untuk menemani kita? Setulus Semar terhadap Pandawa yang tanpa pamrih.

 

 

 

Pengorbanan Gatotkaca

 gatotkaca_surakartaSumber : disini

Gatotkaca adalah ikon yang dianggap Indonesia Bingiittsss….!!!! Padahal nggak terlalu Indonesia juga. Karena tokoh ini diambil dari kisah di Kitab Mahabarata. Orang India juga punya tokoh Gatotkaca versi mereka. Tapi nggak masalah, India tidak mempermasalahkan Gatotkaca versi Indonesia . Hehehehehehe…!!!!!

Sosok yang sempurna sebagai pria perkasa tanpa tanding. Dia mempunyai otot sekuat kawat dan tulang sekuat besi, tidak ada senjata apapun yang mampu melukainya dan bisa terbang pula. Penokohannya mirip Superman.

Kalau Superman pakai baju ketat dan didadanya ada tulisan huruf “S” yang gede. Gatotkaca pakai baju yang bernama Kotang Antakusuma  dan ada lambang mirip matahari bersinar di dadanya. Superman u terbang mesti bagian belakangnya berkibar-kibar dan posisi tengkurap. Kalau Gatotkaca terbang posisinya berdiri sambil memainkan kain selendang dengan kedua tangannya. Lebih gagah khan? Hehehehehe…!!!!

Kostum Gatotkaca lebih atraktif dan etnis dibandingkan kostum Superman yang simpel. Gatotkaca pakai Badong, Caping Basunanda, Kotang Antakusuma, dan Terompah Padakacarma. Semua mempunyai fungsi masing-masing. Semua adalah senjata dan pertahanan buat Gatotkaca tidak sekedar pakaian saja.

Gatotkaca menjadi sakti setelah dimasukkan ke kawah Candradimuka. Kawah yang berisi leburan berbagai jenis senjata. Sehingga badan Gatotkaca adalah yang terkuat dan terbaik diantara para tokoh wayang.

Gatotkaca cuma ada satu kelemahan yaitu senjata Kontawijaya. Kebetulan yang pegang senjata itu adalah musuh bebuyutan pandawa sekaligus pamannya sendiri yaitu Adipati Basukarna. Kelemahan Gatotkaca ini sekaligus menjadi faktor kemenangan Pandawa di perang Baratayudha.

Arjuna mempunyai senjata andalan yaitu Pasopati dan Adipati Basukarna memegang Kuntawijaya sebagai senjata pamungkas. Ini berarti kekuatan mereka berdua adalah seimbang. Maka, harus dibuat tidak seimbang agar Arjuna dapat mengalahkan sang Adipati.

Senjata Pamungkas sang Adipati harus dilepaskan dulu sebelum berhadapan dengan Arjuna. Karena Kontawijaya hanya bisa sekali pakai. Karena Kontawijaya adalah senjata yang eksklusif dan sakti. Arjuna tidak mungkin menghadapi Kontawijaya.

Inilah strategi perang dari sang maestro perang yaitu Kresna. Mau nggak mau…. , Gatotkaca emang harus dikorbankan. Bagi kesatria, Pengorbanan adalah yang sesuatu yang tertinggi dalam hidup mereka. Kresna emang sudah “mengintip” kitab Jiptasara, tentang jalan cerita perang Baratayudha. Emang, Gatotkaca harus dikorbankan.

Kematian Gatotkaca oleh senjata Kuntawijaya adaah faktor penentu kemenangan Pandawa. Karena sang adipati kehilangan senjata pamungkas yaitu Kontawijaya. So, ketika berhadapan dengan Arjuna maka dia sudah sadar jika akan kalah. Kalau sang adipati tewas maka kurawa kehilangan satu-satunya jago panah mereka.

Walhasil, Anak Panah Pasopati memotong leher sang adipati. Gugurlah sang adipati kresna di padang kurusetra. Strategi Kresna berjalan mulus meski dengan pengorbanan yang besar. Bima dirundung sedih karena dua anaknya menjadi tumbal perang Baratayudha yaitu : Antareja dan Gatotkaca.

Ada dua pelajaran yang bisa dipetik yaitu “Pengorbanan” dan “Kelemahan”. Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Pandawa memang memenangkan Perang Baratayudha Jayabinangun. Jangan ditanya kurbannya berapa? Seluruh anak pandawa meninggal mulai Antareja, Abimanyu dan Gatotkaca. Penerus dinasti pandawa adalah anak Abimanyu yaitu Parikesit.

Sekuat dan sesakti apapun manusia. Kita mesti punya kelemahan. Karena itulah kita manusia bukan malaikat atau Dewa. Manusia sekuat apapun bisa tumbang. Romawi, Persia, Yunani, Turki Usmani harus tumbang. Ketidaksempurnaan manusia itu yang membuat manusia itu sempurna. So, kita adalah manusia yang manusiawi.