Kesaktian Antasena

antasena-ang

Sumber : disini

Tokoh ini adalah anak dari Bimasena yaitu Antasena. Jika mengikuti gagrak Surakarta maka Antasena adalah nama lain dari Antareja namun Gagrak Yogyakarta maka Antasena adalah anak bungsu dari Bimasena. Keduanya sama-sama murid Sanghyang Antaboga. Antasena yang paling sakti diantara keluarga Pandawa.

Antasena memiliki kemampuan terbang, ambles bumi dan menyelam. Kesaktiannya lengkap sudah, Gatotkaca yang mampu terbang, Antareja yang mampu ambles bumi masih kalah kelas karena Antasena masih bisa menyelam. Anugerah yang dimiliki oleh Antasena sebagai cucu Batara Baruna yang menguasai lautan.

Wisanggeni yang memiliki kemampan yaitu Upas yang beracun maka Antasena juga memiliki. Kelahiran Antasena juga sedikit dipaksakan. Saat itu, Kahyangan diserbu oleh Prabu Dewa Kintaka dari Kerajaan Guwacinraka untuk merebut Batari Komaratih untuk dijadikan istri. Kala itu, Dewi Urangayu sedang mengandung janin si Antasena. Seperti biasa, sang Ayah janin yaitu Bimasena sudah meninggalkan Dewi Urangayu menuju kerajaan Amarta.

Batara Narada yang menjadi penasehat Batara Guru memiliki ide untuk menghadapi pengacau Kahyangan. Batara Narada mengeluarkan Antasena dari dalam janin ibunya. Antasena dimajukan ke medan perang menghadapi Prabu Dewa Kintaka.Singkat cerita maka Prabu Dewa Kintaka dapat dikalahkan. Kemudian, Antasena dikirim ke Kakeknya Antareja yaitu Sanghyang Antaboga untuk dididik menjadi Ksatria pilih tanding.

Antasena adalah lambang kejujuran. Antasena tidak bisa basa-basi, omongannya lugas dan ngoko cenderung kasar. Sepupunya yaitu Wisanggeni memanggil dia dengan sebutan Cah Edan ( Anak Gila). Antasena sangat urakan, semau gue, polos, lugu dan teguh pendirian. Dia mempunyai loyalitas tinggi ke trah Pandawa.

Anggota Pandawa sangat segan dengan antasena. Trah Pandawa tidak ada yang mengalahkan kesaktian Antasena dan Trah Pandwa juga diselamatkan oleh Antasena berkali-kali.

Pernikahan Dewi Pregiwati dan Raden Pancawala diselamatkan dari gangguan Begawan Durna. Pandawa juga pernah diselamatkan pula dari Ganggatrimuka yaitu Raja Dasar Samodra. Ganggatrimuka adalah sekutu Kurawa. Pandawa dimasukkan ke dalam jeruji besi oleh Ganggatrimuka. Kemudian mereka ditenggelamkan ke dasar Samudra sampai mati.  Pandawa yang sudah mati dihidupkan kembali oleh Antasena dengan Senjata Cupumadusena pemberian dari Kakeknya.

Antasena juga pernah merebut Astina sebelum perang Baratayuda pecah. Prabu Duryudana sudah takluk namun Pandawa tidak merestui aksi Antasena. Antasena dengan legowo mengembalikan Astina ke tangan Prabu Duryudana. Antasena lebih taat kepada orangtuanya meskipun mampu merebut Astina.

Kalau Astina sudah direbut Pandawa sebelum Perang Baratayudha, Apa jadinya Kitab Jitabsara? Hehehehehe…!!!!! nggak ada cerita Perang Baratayudha.

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

4 thoughts on “Kesaktian Antasena”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s