Niteni, Nirokke, Nambahi dan Nemokke

Saya pernah membaca sebuah artikel bisnis mengenai ATM (Amati Tiru dan Modifikasi). ATM itu bukan tempat mengambil uang namun sebuah metode dalam bisnis. Metode untuk mengembangkan sebuah produk. Sehingga produk tersebut mempunyai added value dan laku dijual. Produk itu tidak harus original atau sesuatu yang sangat khusus. Bisa produk apapun.

Produk sabun cuci, sabun mandi, segala kebutuhan rumah tangga, TV atau Gadget. Produk yang diproduksi banyak perusahaan dan banyak yang hampir sama. Kekuatannya yaitu di added value. Added value bisa aja sesuatu yang amat khusus atau sangat sederhana. Tim riset produk yang harus pandai mencari added value.

Prinsip ATM membutuhkan kreatifitas tinggi sehingga menghasilkan added value yang unik. Karena jika nggak pas maka bisa dianggap plagiat. Kalau plagiat nggak seru lagi. Bukan sesuatu yang menarik jika itu Plagiat. Ahli ATM itu sangat jeli karena bisa jadi beda tipis dengan Plagiat.

Ternyata, Prinsip ATM sudah menjadi kearifan lokal jawa sejak zaman Kerajaan Singasari atau era Prabu Siliwangi. Prinsip yang digunakan oleh Empu Sedah untuk memodifikasi kisah Mahabarata yang asli India menjadi lebih berasa Konten Lokal yaitu Jawa. Ronggowarsito menyempurnakan di kemudian hari di era Mataram Islam. Prinsip ini sudah mendarah daging.

Prinsip ini berkembang di tanah jawa dengan sebutan 4N. 4N adalah Niteni, Nirokke, Nambahi dan Nemokke. Prinsip ini sudah sangat mendarah daging. Itulah adalah istilah njawani atau jawanisasi dari ATM.

Wayang, salah satu masterpiece dari ATM ala jawa. Wayang itu original dari Anak Benua India. Semua sepakat bahwa berasal dari Jawa. Coba, Anda nonton TV di stasiun ANTV. Wow, Film India bertebaran disana. Otomatis, Dunia Pewayangan ada disana. Wayang  versi asli. Karena Wayang senafas dengan dunia religi orang India.

Para Pujangga kita mampu melakukan 4N sehingga muncul wayang versi Jawa. Nama tokoh ada yang sama namun juga ditambahi versi Indonesia. Tokoh Wayang Asli Indonesia misal adalah Punakawan. Punakawan yang terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

Kita tidak akan menemukan tokoh Punakawan dalam versi asli India. Punakawan seolah menjadi ciri khas wayang Indonesia. Para Pujangga dengan halus memasukkan Punakawan dalam kisah Baratayudha. Bahkan lakon tersendiri tentang Punakawan juga ada misal: “Petruk Dadi Ratu”.

“Petruk Dadi Ratu” tidak akan ditemukan dalam epos Mahabarata versi India. Perang Baratayudha tanpa kehadiran Punakawan bagai Sayur tanpa Garam. Kalau pementasan Wayang mesti ada plot khusus buat Punakawan yaitu “Goro-Goro”.

Punakawan digunakan untuk mengajarkan filosofi jawa kepada masyarakat. Punakawan menjadi pembeda. Punakawan menjadi ikonik Pewayangan versi Jawa. Walisanga  menggunakan wayang untuk sarana berdakwah padahal bukan genuine budaya Islam.

Kecerdasan Lokal semacam inilah yang amazing. Nenek moyang kita sudah menelorkan masterpiece sebelum para ahli Marketing dan Rekayasa Produk menelorkan metode ATM. Penggunaan metode 4N bahkan tidak terbatas di dunia Industri namun masuk ke dalam dunia Religi, Sosial dan Budaya.

Metode 4N masuk ke ranah yang sensitif. Metode 4N bertujuan mengakulturasi dua hal yang sama sekali berbeda bahkan bertentangan. Sehingga metode 4N mengemulsi dua larutan yang sebenarnya tidak mungkin bersatu menjadi satu bahkan bersenyawa.

Metode 4N bukan mempertentangkan atau bahkan mengadu dua hal berbeda. Metode 4N menyelaraskan dua hal berbeda. Ini selaras dengan filosofi jawa yaitu

“ Keno Iwake Ojo Buthek Banyune”

(pent : Ikan dapat tertangkap namun jangan membuat keruh kolamnya)

Advertisements

2 thoughts on “Niteni, Nirokke, Nambahi dan Nemokke

  1. Kalau orang indonesia sekarang sudah banyak yg lupa asal-usulnya. Malah suka dengan budaya2 asing. Dalam segala hal. Padahal banyak ajaran yg sudah sangat sesuai dengan budaya kita. Sayangnya perlahan luntur dan digantikan budaya2 asing.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s