Karak

Karak, Orang Solo tidak ada yang tidak mengenal jenis makanan ini. Makanan ini sangat familiar. Makanan ini  adalah lauk pelengkap saja. Tidak lengkap makan nasi dan sayur tanpa Karak. Kalau mau dimakan begitu saja juga enak, kalau orang Solo menyebut sebagai “Gadon”. Rasa gurih dan apabila dikunyah akan timbul suara, “kreak…kreak…kreak”….!!!

Karak itu berfungsi sama Kerupuk. Kalau kerupuk berbahan dasar tepung dan karak berbahan dasar dari  nasi sisa. Karak adalah bentuk dari Kearifan lokal masyarakat Solo. Orang Jawa mengatakan jika kita membuang makanan adalah sesuatu yang pamali. Karena bisa membuat seret rezeki kita. Maka, lahirlah jenis Karak.

Kita sering melihat makanan sisa yang dibuang dengan percuma terutama nasi. Karena makanan pokok kita adalah nasi. Kita menanak nasi di pagi hari untuk sampai malam hari. Karena makan diluar maka nasi di rumah jadi bersisa. Nasi sisa itu diolah lagi menjadi makanan layak konsumsi. Makanan itu bisa berupa Karak, Cengkaruk dan Intip.

Hmmm…!! Banyak juga jenis makanan dari nasi sisa. Itulah kearifan lokal. Ada pula yang menjemur nasi sisa kemudian dijadikan makanan untuk Bebek. Bebek diberi makan dengan nasi sisa kemudian bebek bertelor atau disembelih. Maka, Kita menikmati bebek goreng dan Telor Asin. Hehehehe…!!! Kreatif juga.

Karak ini adalah lambang kerinduan bagi para perantau. Mereka sering kali dibelikan karak dari Solo. Jika musim mudik lebaran, Mereka akan memborong karak untuk dibawa ke Tanah Perantauan. Jika ada saudara berkunjung ke tanah perantauan maka oleh-oleh cukuplah Karak. Apalah itu karak? Karak adalah lambang romantisme tanah kelahiran.

Kalau ngomong tentang kandungan gizi dari karak. Hahahahaha…!!! Karak tentu saja bukan prioritas utama dari makanan bergizi. Namun, Karak itu nikmat karena mengandung banyak cerita, romantisme dan kenangan yang terlupakan bagi orang solo terutama yang di perantauan. Setiap gigitannya akan membangkitkan kenangan masa kecil sampai saat menjelang merantau.

Coba bayangkan, Kita makan Nasi dengan lauk yaitu Karak. Apalah jadinya? Karbohidrat bertemu Karbohidrat. Maka yang timbul adalah tumpukan kandungan kalori di tubuh. Tapi, Itulah kebiasaan yang menyenangkan bagi orang solo. Sego Karak ( Nasi + Karak) adalah Menu yang penuh kenangan dan romantis bagi orang solo terutama yang perantauan.

Secara kesehatan fisik memang tidak menguntungkan namun secara kesehatan jiwa maka menyehatkan. Karena karak membawa kebahagiaan. Apalagi makan GOCAPRAK (Sego + Kecap + Karak) sangat menyenangkan dan nikmat. GOCAPRAK yaitu Makan Nasi dituangi kecap manis dan pakai lauk yaitu karak. Hmmm…!!! Penghasil Glukosa semua dan sangat tidak sehat.

Eitsss…!! Itu yang membangkitkan memori masa kecil yang menyenangkan. Jangan salah..!!! Hahahahaha…!!!! Jiwa kita yang sehat karena bahagia. Karena makan GOCAPRAK. Hahahahahaha…!!!!!

Advertisements

6 thoughts on “Karak

    1. Itu kalau di daerah saya namanya Intip. Perlakuannya sama dikasih Garam dan Kelapa Parut. Rasanya enak nan gurih.
      Tapi ini Karak. Dibuat dari Nasi sisa bukan Keraknya. Kalau belum dijemur namanya “Gendar”.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s