Layang-Layang

Kita semua suka berlibur ke pantai. Suasana tenang sembari mendengar orkestra alam. Orkestra yang hanya dihadirkan oleh alam.Suara debur ombak berpadu dengan desir angin pantai. 

Suasana pantai sungguh mententramkan hati. Apalagi kita sambil bermain layang-layang. Sungguh menyenangkan hati kita.

Bermain layang-layang adalah latihan mengendalikan. Bagaimana kita bisa mengontrol layangan yang terbang dengan seutas tali. Kadang diulur dan ditarik talinya.

Saya ingat.kejadian tempo hari..Saya main layang-layang di pantai. Karena permintaan anak perempuan saya. Dia ingin main layang-layang di pantai setelah mendengar lagu ini,

“Kuambil buluh sebatang

Kupotong sama panjang

Kuraut dan kupintal dengan benang

Kujadikan layang-layang…..”

Setelah layang-layang naik di angkasa. Dia ternyata sudah cukup senang melihat layang-layang terbang. Dia nggak mau main layang-layang lagi.

 Hmmm….!!! Apakah ini pesan dari anak saya?

“Ayah,aku ini layang-layang bagimu. Perlakukanlah aku seperti layang-layang.”

 “Jangan kau lepaskan aku,ayah. Tapi,jangan kau pegang terus diriku. Lepaskan aku bagai layang-layang.”

“Kau dan Aku terhubung dengan seutas tali”

“Jika anginnya bagus maka ulurkan benangnya.Jika anginnya jelek maka tariklah benangnya.”

Oh,kiranya begitu. Aku harus memperlakukanmu nak.Aku akan pilih benang terbaik, agar kau tak putus dariku. 

Janganlah kau terbang bak layang-layang putus. Terbang tidak tentu arah.

Kursus Online

UNESCO sudah mencanangkan pendidikan sepanjang hayat atau Long Life Education maka belajar itu mulai dari lahir sampai mati, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. Kesadaran belajar sudah tumbuh di masyarakat jalur formal mulai SD, SMP, SMA, S1, S2 dan S3. Pendidikan di jalur formal mulai tumbuh pula misal : Kursus Online.

Karena jaman internet maka cara belajar berkembang juga yaitu via online. Jalur non formal lebih berkembang pesat via online, misal : kursus. Lembaga Kursus ini menawarkan program belajar sesuai dengan kebutuhan masa kini. Penyelenggara menyediakan materi dan peserta silahkan milih sendiri. Manfaat yang dapat diambil oleh peserta yaitu sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus.

Misal : IndonesiaX, Lembaga ini menyediakan berbagai macam kursus singkat  via online. Short Course ini mulai bidang ekonomi, sosial, budaya dan engineering. Pokoknya PALU GADA, aPA mau LU GuA aDA. Pengajarnya berasal dari berbagai institusi mulai UNAIR, ITS, BNI, Rumah Perubahan dsb.

Kita belajar langsung dari ahlinya. Kita diajar oleh Renal Kasali, Daoed Yusuf, Hilmar Farid, Emil Salim atau Ahmad Baiquni. Tokoh-tokoh nasional ini mengajar via online. Mereka membagikan pengalaman dan ilmu mereka secara gratis kepada kita. Kita tidak membayar sepeser pun.

Kecuali, kita ingin mendownload sertifikat kelulusan kita. Harga sertifikat sebesar Rp 250.000,-/kursus. Cukup murah dibandingkan dengan ilmu yang kita dapatkan.

Kita belajar dengan banyak pilihan. Kita mau secara online? Bisa…!!! Mau Offline? Boleh…!!! Kita download materi kursus kemudian dilihat secara offline, Luwes banget…!!! Kita langsung belajar dari yang ahli di bidang masing-masing.

Saya terkesan dengan Prof Renal Kasali yang dengan mudah berbagi ilmu dengan kita. Kita belajar mulai manajemen CHANGE dan  “ Are You Driver and Passenger?” dari Prof Renal. Saya mulai belajar Financial Plan, Produk Jasa Keuangan. Saya belajar langsung dari mantan mendikbud yaitu Pak Daoed Joesoef. Kapan lagi bisa belajar kayak gini? Lha cuman via online, kita bisa wujudkan.

Saya yakin kursus macam diatas tidak hanya terbatas oleh IndonesiaX. kebetulan aja, saya mengikuti IndonesiaX. Buanyaaaak banget…kursus macam gini di dunia maya. Sepintas lalu, kita merasa cukup dengan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah. Ternyata, saya merasa sangat berguna di dunia nyata. Manfaat tidak melulu masalah sertifikat. Tanpa sertifikat, Saya merasa sangat terbantu dengan materi kursus di dunia kerja.

Karena saya bukan lulusan ekonomi tapi “terjebak” di bagian keuangan. Kebetulan ada sedikit masalah di bagian keuangan. Setelah mengikuti kursus dari Prof Renal Kasali. Saya jadi memahami masalah di kantor dan mampu menjelaskan ke pimpinan secara logis dan sistematis. Itu salah satu manfaat mengikuti kursus online.

Hayuk, manfaatin Gadget, Laptop dan komputer kantor buat Fb-nan, Twitter-an, Youtube-an, Blogging . But, jangan lupa buat kursus online pula. Hehehehe…!!!