Layang-Layang

Kita semua suka berlibur ke pantai. Suasana tenang sembari mendengar orkestra alam. Orkestra yang hanya dihadirkan oleh alam.Suara debur ombak berpadu dengan desir angin pantai. 

Suasana pantai sungguh mententramkan hati. Apalagi kita sambil bermain layang-layang. Sungguh menyenangkan hati kita.

Bermain layang-layang adalah latihan mengendalikan. Bagaimana kita bisa mengontrol layangan yang terbang dengan seutas tali. Kadang diulur dan ditarik talinya.

Saya ingat.kejadian tempo hari..Saya main layang-layang di pantai. Karena permintaan anak perempuan saya. Dia ingin main layang-layang di pantai setelah mendengar lagu ini,

“Kuambil buluh sebatang

Kupotong sama panjang

Kuraut dan kupintal dengan benang

Kujadikan layang-layang…..”

Setelah layang-layang naik di angkasa. Dia ternyata sudah cukup senang melihat layang-layang terbang. Dia nggak mau main layang-layang lagi.

 Hmmm….!!! Apakah ini pesan dari anak saya?

“Ayah,aku ini layang-layang bagimu. Perlakukanlah aku seperti layang-layang.”

 “Jangan kau lepaskan aku,ayah. Tapi,jangan kau pegang terus diriku. Lepaskan aku bagai layang-layang.”

“Kau dan Aku terhubung dengan seutas tali”

“Jika anginnya bagus maka ulurkan benangnya.Jika anginnya jelek maka tariklah benangnya.”

Oh,kiranya begitu. Aku harus memperlakukanmu nak.Aku akan pilih benang terbaik, agar kau tak putus dariku. 

Janganlah kau terbang bak layang-layang putus. Terbang tidak tentu arah.

Advertisements

Author: zaki19482

Saya sedang belajar menulis, mencoba menulis segala sesuatu yang dapat dilihat, didengar dam dirasakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s