Hidup Berkeluarga

sumber :disini

Keluarga adalah filosofi yang diangkat dalam film fast and furious. Dominic Toretto membangun semangat keluarga diantara krunya sejak pertama sampai sekuel terakhir. Tidak ada hubungan yang lebih intim dan dekat selain keluarga.

Keluarga adalah tempat berteduh, berkeluh kesah dan berlindung. Semua anggota keluarga akan saling melindungi dibawah pimpinan seorang kepala keluarga. Keluarga adalah tempat berkumpulnya  kasih sayang, perlindungan dan kenyaman.

Film ini mengangkat tema dunia otomotif, balapan dan aksi tembak-menembak. Hal yang menarik perhatian bukan aksinya, teknologi dan tokoh film.  Itu semua tentang keluarga.  Kita hidup di zaman ketika manusia menjadi lebih soliter. Manusia yang ingin hidup bebas dari ikatan. Tema keluarga menjadi menarik namun tetap terselubung di film ini.

Manusia menjadi egois, private dan soliter. Segalanya bisa dilakukan dengan bantuan “gadget” tanpa bantuan orang lain. Ternyata, Manusia adalah manusia. Manusia memiliki  dua sisi mata uang. Satu sisi adalah kesendirian  dan sisi yang lain adalah kebersamaan atau ikatan. Naluri manusia membina hubungan atau ikatan seperti pernikahan.

Adegan aksi dalam fast and furious memang sangat menarik. Namun, Film ini menarik ditonton bukan karena adegan-adengan berbahaya dan menegangkan. Film ini diminati karena semangat kekeluargaan yang dibumbui konflik diantara mereka dan misi yang mereka kerjakan.

Keluarga adalah ikatan. Kecenderungan hidup saat ini adalah kebebasan. Sejak ide kebebasan bersliweran di kehidupan kita. Apabila kita membuat ikatan maka dianggap itu sebagai keberanian. Karena keterikatan membutuhkan komitmen, penyesuaian dan konsekuensi. Konsekuensi ini bisa menyenangkan dan tidak jarang menyedihkan.

Adegan dimana Toretto (Vin Diesel) memuji Connor (Paul Walker). Karena Connor berani membangun keluarga dengan adik Toretto . Keberanian apapun yang dilakukan oleh Connor masih kalah dengan keberaniannya menikahi sang adik hingga mempunyai seorang anak. Karena itu menghasilkan hubungan yang kuat dan berkonsekuensi.

Keberanian untuk mengikat diri dalam sebuah pernikahan adalah keberanian sesungguhnya. Itulah pelajaran dari film fast and furious.Memang, Hidup bebas dan sendiri memang menggoda. Kita bebas melakukan apa saja tanpa ada konsekuensi.

Hidup berkeluarga adalah naluri manusia. Sehingga, kehadiran keluarga bagi setiap manusia ternyata tetap dirindukan meskipun, hidup sendiri menyenangkan. Film ini menyajikan ritual-ritual dalam keluarga misal: makan bersama dimulai dengan do’a yang dipimpin salah satu dari mereka. Itulah bentuk kerinduan mereka terhadap keluarga.

Ini adalah ritual yang menyatukan mereka dalam satu ikatan. Ikatan keluarga yang longgar. Karena mereka diikat dengan satu kebersamaan bukan ikatan yang kuat seperti hubungan darah. Ikatan karena hubungan darah adalah ikatan yang kuat.

Kita sering mendengar ungkapan, orang yang paling dekat kita adalah “keluarga”  meskipun tidak ada hubungan darah. Pernyataan ini boleh jadi benar tapi ikatannya tetap lemah. Jika suatu saat berpisah maka rasanya bukan keluarga lagi. Berbeda dengan keluarga karena ikatan darah.

Keluarga yang terdiri Ayah, Ibu dan anak. Apapun, Bagaimanapun dan Dimanapun mereka tetap anggota keluarga. Boleh tidak suka bahkan benci namun kenyataan tetap mengatakan mereka bagian dari keluarga. Kita harus menerima dengan senang hati. Ini berlaku mutlak bagi sang anak.

Karena apabila berkeluarga maka kita harus siap menerima segala konsekuensi dari hidup berkeluarga. Itulah keberanian. Kita tidak tahu jika kita berani atau tidak. Karena seringkali hanya nekad. Filosofi film  fast and furious adalah keluarga.

 

 

Advertisements