Ternak Teri

Saya mengantar dua anak ke sekolah setiap hari. Si Sulung udah kelas 2 SD dan adiknya masih di Playgroup besar. Kita kadang naik motor atau mobil. Ini tergantung situasi. Kalau mengantar pakai motor. Saya bisa jadi jemput pakai mobil. Istri berada di rumah untuk mengurus rumah dan bekerja dari rumah.

Teman-teman kantor sering bilang, “Ternak Teri”. Awalnya, Saya pikir itu beneran yaitu beternak ikan teri. Eh… Ternyata adalah kepanjangan dari “anTer anak anTer istri”. Ungkapan ini jadi olok-olok. Karena yang tugas antar jemput diasosiasikan dengan tugas Istri/ Ibunya anak-anak.

Zaman sudah berubah. Suami dan Istri itu “berbagi peran” berevolusi menjadi “berbagi tugas”. Pekerjaan Rumah Tangga dahulu berbias gender menjadi luntur terhadap bias gender di zaman now.

Mencari Nafkah itu tugas utama laki-laki di masa lalu. Mencari nafkah itu tugas bersama di masa kini. Memasak itu tugas wanita di masa lalu. Kita sering melihat sang ayah yang menyiapkan makan malam di masa kini.

Zaman udah berubah namun muncul anomali. Wanita Karier berbondong-bondong untuk resign. Mereka ingin mengurus keluarga secara total. Sehingga muncul istilah Full Time Mother (FTM). Istilah ini tidak tepat 100 %. Mana ada ibu yang setengah-setengah? Kalau udah jadi ibu tetaplah seorang ibu. Ibu yang di rumah atau Ibu yang berkarier.

Anomali yang lain….. Sang Ayah menyempatkan diri untuk mengantar anak ke sekolah, menemani anak ketika outing class, menunggui les anak dan mengajak anak hang out atau berenang. Padahal, Mereka sebenarnya sibuk bekerja sebagai pengusaha, profesional atau pekerja kantor.

Fenomena lain yang hadir adalah Full Time Father (FTF). Karena sang istri sangat sibuk di Kantor. Sang Suami merelakan diri untuk merawat anak di rumah. Karena sebuah pertimbangan.

Kalau mereka berdua bekerja diluar. Anak yang menjadi “korban” . Karena anak tidak terurusi dan tanpa pengawasan. Apalagi sulit juga mencari Asisten Rumah Tangga (ART). Sangat riskan meninggalkan anak tanpa pengawasan. Kesepakatan harus dicapai untuk menentukan siapa yang menemani sang anak.

Kalau era dulu…Keputusannya hampir dipastikan bahwa istri yang menunggui anak di rumah. Keputusannya berdasarkan kesepakatan untuk masa kini, bisa jadi ayah atau Ibu. Kesepakatan yang berdasarkan berbagai pertimbangan. Inilah yang disebut era “berbagi tugas”.

TERNAK TERI adalah bukanlah olok-olokan lagi. Ini adalah bagian dari era “berbagi tugas”. Ini menjadi sebuah keniscayaan. Bangga menjadi bagian TERNAK TERI. hehehehehe…….

One thought on “Ternak Teri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s