Rezeki

Untung tidak dapat diraih

Malang tak dapat ditolak

Ayam itu telah kembali

Rezeki adalah segala sesuatu yang sampai kepada kita. Kita tidak bisa menolak rezeki meskipun tidak kita minta. Rezeki tidak hanya berwujud uang saja namun bisa berwujud kesehatan, kesempatan, kebahagiaan, kenyamanan dan kejutan yang menyenangkan.

Sebaliknya. Kalau emang lagi apes. Kita sudah mempersiapkan sebaik-baiknya. Segala antisipasi sudah dilakukan. Diawali dengan doa dan dijagain. Kalau memang baru apes dan belum rezeki. Ada saja jalan yang menyebabkan kita apes.

Begini Kisahnya :

Saya memiliki tiga ekor ayam terdiri dua ayam betina dan satu ayam jantan. Saya beli dari pedagang ayam keliling yang sering lewat depan rumah. Harganya 50 rb/ekor. Saya merasa senang sekali mempunyai ayam. Karena tidak ada makanan tersisa sejak saya memelihara ayam.

Saya membeli ayam mesti sudah berusia remaja. Kalau orang jawa bilang “dere”. Karena saya tidak perlu membeli pakan ayam buat ayam peliharaan. Ayam “dere” udah siap makan dari sisa-sisa makanan. Setiap makanan sisa mesti diberikan ayam.

Mbak Warti (ART saya) mengumpulkan makanan sisa di malam hari setelah makan malam. Mbak Warti mengantarkan makanan sisa ke kandang ayam di pagi hari. Rutinitas ini berlangsung beberapa tahun ini. Kita tidak membuang makanan sisa atas jasa ayam. Bahkan, Kita makan ayam yang makan makanan sisa.   

Saya sudah menyembelih ayam sudah beberapa kali dari ayam peliharaan. Jenis ayam yang cocok untuk makanan sisa yaitu ayam kampung. Ayam goreng dari ayam kampung itu istimewa karena dagingnya lebih keset dan enak. Kita menyembelih ayam setiap tiga bulan sekali. Asyik khan..

 Salah satu ayam peliharaan “lepas” dari kandang tiga minggu yang lalu. Ayam itu sebenarnyas ering lepas tapi biasanya akan kembali lagi 1-2 hari kemudian. Saya merasa santai aja awalnya. Eh Ternyata, Ayam ini tidak pulang udah lebih 3 hari. Saya nunggu sampai 1 minggu kok nggak pulang-pulang. Akhirnya, saya ikhlaskan saja. Ini mungkin belum rezeki, itu pikir saya.

Kemarin pagi……. Mas Fitroh yang teman jamaah masjid nyamperin saya ke rumah. Dia bilang gini, “ merasa kehilangan ayam nggak?”. Saya agak suprise karena udah tiga minggu tidak ada kabar dari ayam. Saya jawab,”iya mas”. “Ayam itu ada di samping rumahku”, jawab beliau. “Saya tau itu ayam milikmu karena saya pernah lihat ayam itu di kandangmu dulu”, tambahnya.

Wuihh….Surprise. “ Ayamnya nanti tak antar kesini”, Mas Fitroh ngomong ke saya.  Ternyata benar, Mas Fitroh mengantar ayam tadi sore. “Maturnuwun mas”, spontan saya ngomong begitu. Ayam saya kembali setelah menghilang tiga minggu. Alhamdulillah, Ini namanya Rezeki.

Kita harus optimis saja. Karena rezeki atau apes itu misteri. Kita awali dengan doa, jalani dengan suka cita akhirnya kita pasrahkan ke MAHA KUASA. Inilah hikmah dari hikayat ayam yang hilang. J  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s