Ketergantungan Hidup

Mbak Warti pulang ke rumah kemarin. Dia pulang ke rumah karena sudah kangen dengan anak dan suami. Maklum, Dia bekerja di rumah kami sebagai ART yang tinggal di rumah bukan pocokan. Keluarga kami cukup beruntung dengan kehadiran mbak warti. Dia sudah membantu rumah tangga kami selama 9 tahun. Bahkan, salah satu anaknya ikut tinggal  dengan kami. Kebetulan usianya sama   dengan anak kami yang nomor dua. Keluarga kami memang mempunyai ketergantungan dengan ART yang luar biasa.

Ketergantungan kami berbanding terbalik dengan fenomena kekinian yaitu mengurangi ketergantungan dengan ART untuk keluarga muda milenial. Full Day School dan DAY CARE menjadi favorit untuk menjaga anak selama orang tua bekerja. Orang Tua berangkat kerja sekaligus mengantar anak ke sekolah di pagi hari. Anak dijemput ketika orang tua pulang kerja. GO-JEK dan GRAB menjadi andalan untuk membeli makanan sebagai ganti memasak. Makanan yang praktis menjadi favorit untuk sarapan.  Pakaian kotor dicuci oleh laundry. Semua serba praktis sehingga tidak ada lagi ketergantungan dengan ART.

Semua itu tidak berlaku buat keluarga kami. Istri berwirausaha di rumah. Saya bekerja di luar. Anak-anak belajar di sekolah alam yang tidak mengadakan Full Day. Anak-anak pulang sekolah maksimal jam 1 siang. Istri dibantu mbak warti dan driver dalam menjalankan usaha. Saya masih mengikuti beberapa organisasi di luar. Mbak Warti mengisi celah dari pekerjaan rumah yang tidak dapat dikerjakan.  Ketergantungan dengan mbak warti menjadi mutlak.

Mbak Warti  bekerja multitasking mulai urusan anak-anak, pekerjaan rumah sampai urusan bisnis keluarga. Kami takjub ternyata Mbak Warti nyaman dengan beban kerja yang tidak ringan. Bahkan masih harus mengurusi anaknya sendiri masih bisa bercanda dengan kami. Menurut kami yang membuat mbak warti nyaman adalah toleransi, saling pengertian dan kesejahteraan.

Profesi di ranah informal (misal : ART) itu semakin lama akan tergerus. Karena kecenderungan manusia menginginkan kehidupan yang mandiri dan bebas. Kehidupan lambat laun menjadi lebih personal daripada sosial. Lowongan kerja yang diminati di sektor formal seperti kantor, pabrik atau perusahaan. Pekerjaan informal  dihindari karena dinilai rawan pelecehan. So, Bagaimana dengan keluarga anda?

.