Kursus Online

UNESCO sudah mencanangkan pendidikan sepanjang hayat atau Long Life Education maka belajar itu mulai dari lahir sampai mati, dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan bagaimanapun. Kesadaran belajar sudah tumbuh di masyarakat jalur formal mulai SD, SMP, SMA, S1, S2 dan S3. Pendidikan di jalur formal mulai tumbuh pula misal : Kursus Online.

Karena jaman internet maka cara belajar berkembang juga yaitu via online. Jalur non formal lebih berkembang pesat via online, misal : kursus. Lembaga Kursus ini menawarkan program belajar sesuai dengan kebutuhan masa kini. Penyelenggara menyediakan materi dan peserta silahkan milih sendiri. Manfaat yang dapat diambil oleh peserta yaitu sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga kursus.

Misal : IndonesiaX, Lembaga ini menyediakan berbagai macam kursus singkat  via online. Short Course ini mulai bidang ekonomi, sosial, budaya dan engineering. Pokoknya PALU GADA, aPA mau LU GuA aDA. Pengajarnya berasal dari berbagai institusi mulai UNAIR, ITS, BNI, Rumah Perubahan dsb.

Kita belajar langsung dari ahlinya. Kita diajar oleh Renal Kasali, Daoed Yusuf, Hilmar Farid, Emil Salim atau Ahmad Baiquni. Tokoh-tokoh nasional ini mengajar via online. Mereka membagikan pengalaman dan ilmu mereka secara gratis kepada kita. Kita tidak membayar sepeser pun.

Kecuali, kita ingin mendownload sertifikat kelulusan kita. Harga sertifikat sebesar Rp 250.000,-/kursus. Cukup murah dibandingkan dengan ilmu yang kita dapatkan.

Kita belajar dengan banyak pilihan. Kita mau secara online? Bisa…!!! Mau Offline? Boleh…!!! Kita download materi kursus kemudian dilihat secara offline, Luwes banget…!!! Kita langsung belajar dari yang ahli di bidang masing-masing.

Saya terkesan dengan Prof Renal Kasali yang dengan mudah berbagi ilmu dengan kita. Kita belajar mulai manajemen CHANGE dan  “ Are You Driver and Passenger?” dari Prof Renal. Saya mulai belajar Financial Plan, Produk Jasa Keuangan. Saya belajar langsung dari mantan mendikbud yaitu Pak Daoed Joesoef. Kapan lagi bisa belajar kayak gini? Lha cuman via online, kita bisa wujudkan.

Saya yakin kursus macam diatas tidak hanya terbatas oleh IndonesiaX. kebetulan aja, saya mengikuti IndonesiaX. Buanyaaaak banget…kursus macam gini di dunia maya. Sepintas lalu, kita merasa cukup dengan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah. Ternyata, saya merasa sangat berguna di dunia nyata. Manfaat tidak melulu masalah sertifikat. Tanpa sertifikat, Saya merasa sangat terbantu dengan materi kursus di dunia kerja.

Karena saya bukan lulusan ekonomi tapi “terjebak” di bagian keuangan. Kebetulan ada sedikit masalah di bagian keuangan. Setelah mengikuti kursus dari Prof Renal Kasali. Saya jadi memahami masalah di kantor dan mampu menjelaskan ke pimpinan secara logis dan sistematis. Itu salah satu manfaat mengikuti kursus online.

Hayuk, manfaatin Gadget, Laptop dan komputer kantor buat Fb-nan, Twitter-an, Youtube-an, Blogging . But, jangan lupa buat kursus online pula. Hehehehe…!!!

 

 

Advertisements

Budaya Makan Siang

Kantor saya selalu menyediakan makan siang bagi karyawan. Ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan bagi saya sendiri. Kelebihannya adalah saya tidak perlu keluar uang ekstra untuk makan siang, kalau kekurangannya adalah saya jadi terikat. Nggak bebas makan diluar atau bawa bekal dari rumah.

Kalau makan di kantor itu terkadang bosan. Maklum, katering sudah punya menu paten. Kita cuman manut saja. Menu sering diulang-ulang, hari ini menu A, besok menu B dan seminggu lagi ketemu menu A lagi. Bosen jadinya….:)))

Kalau keseringan makan keluar ditegur teman  satu kantor. “Nggak makan siang di kantor mas”, tegur mereka. Ibu-ibu sering suka tegur. Itu mendingan daripada digosipin, dikira milih-milih makanan. Paling nggak enak kalau yang ditegur yunior,  seperti saya. Hehehehehe…!!!!

Pernah, Saya makan siang di kantor but bawa bekal makanan dari rumah. karena masa penyembuhan dari sakit tifus. Orang yang sehabis sakit tifus pola makannya bertahap. Mulai dari bubur, nasi tim, nasi lembek dan baru menginjak nasi biasa. Karena pencernaan belum siap menerima makanan keras.

Pengalaman bawa bekal makanan jadi ketawa sendiri. Awalnya mereka memaklumi. Lama-lama, saya senang bawa bekal sendiri. Alasannya simpel yaitu irit, sesuai selera dan lebih sehat. Karena dimasak sendiri. Masak sendiri berarti mengetahui beli bahan darimana, cara masak bagaimana dan jelas bebas vetsin. Poin terakhir tadi yang tidak bisa dipenuhi hampir semua katering kecuali katering makanan bayi.

Saya enak saja bawa bekal. Teman satu kantor jadi penasaran dan menanyakan hal ihwal bekal. Mereka penasaran dan selalu bertanya tentang bekal saya. Penyakit saya sudah hilang tetapi lanjut bawa bekal.

Finally, pimpinan kantor saya tanya,”apa disuruh bawa bekal sama istri dan apa makanan disini kurang sehat?”. Wah jadi nggak enak nih. Istri nggak pernah melarang dan saya tidak mempermasalahkan gizi makanan di kantor. Teman-teman bertanya-tanya kok saya tidak mau makan jatah kantor

Wah, jadi repot. Kok jadi “obrolan” kantor. Saya tanya istri yang dulu pernah kerja di kantor. Dia bilang kalau bawa bekal itu biasa di kantornya. Mereka saling mengecek bekal masing-masing rekan kerja. Kok beda dengan di kantor saya.

Bahkan, ibu pimpinan secara halus pesan yang intinya kalau nggak perlu bawa bekal, katering disini sudah ok. Saya nggak masalah jatah makan siang kantor tetapi suka bawa bekal aja. Hehehehe….!!! Akhirnya saya nyerah dan kembali makan jatah katering.

Ajaib, nggak ada komentar lagi. Emang kurang tangguh saya. Diomongin dikit udah lembek. Hahahaha….!!! Males aja di komentarin. Kejadian ini mungkin terjadi dimanapun. Hampir semua kantor punya budaya makan siang mulai : makan keluar, katering di kantor atau bawa bekal dari rumah.

Makan siang rame-rame di rumah makan favorit atau sendirian. Makan siang dari jatah katering,  itu kebiasaan kantor saya. Makan siang bersama dalam satu tempat dari bekal makanan yang dibawa dari rumah sambil saling mengecek lauk milik teman. Hehehehehe…..!!!

Budaya mengikat warga disitu, termasuk budaya makan siang. Warganya yaitu karyawan kantor itu sendiri. Kantor saya berbudaya makan siang dengan katering. Kalau ada yang beda mesti terasa aneh. Cuman, kalau mau tampil beda ya harus berani. Saya nggak terlalu berani, nyerah deh. Hehehehehehe…!!! Meski menurut saya lebih sehat.

SEMBILAN TIPE PENGGUNA INTERNET DI KANTOR

Kita bekerja hampir computerized semua termasuk juga di kantor saya. Tempat kerja saya khan universitas. Maka, Universitas telah menggunakan sistem informasi tertentu dalam proses bisnis.
Maklum, Universitas harus canggih dan terdepan dalam teknologi. Kalau bahasa karyawan adalah manajemen “klak-klik”. Saya khan karyawan administrasi so ambil yang simple aja. Kita hanya urusan input data. Urusan manajemen dan analisa database. Kita menyerahkan ke pihak yang berwenang.
Filosofi karyawan adalah kerja yang diperintahkan. Kita kerjakan sambil nge-blog.  But, jangan lupa kerja. Tugas harus diselesaikan. Hahahaha……!!!!
Saya kerja di kantor keuangan Universitas. Asumsi, Kantor Keuangan mengurus “darah” Universitas maka harus diberi yang terbaik. “Terbaik” adalah fasilitas yang terbaik yaitu komputer, bandwith, Ruang Kerja yang nyaman, AC dsb.
Karena tugas utama adalah input data, Saya menyelesaikan relatif cepat. So, banyak waktu kosong. Karena iseng menulis di blog. Waktu luang untuk nge-blog. Akibatnya, lebih sering nge-blog daripada kerja kantor.
Lha, kegiatan ini juga bagus untuk peningkatan kualitas karyawan. Kalau kualitas saya meningkat maka Universitas juga untung ( ngeles nih….!!!! hehehehehe…!!!!). Orang kantor mesti sering buka internet. Apalagi yang pegang komputer. Kerja disambi ngenet.
Tujuan ber-internet macam-macam. Ada yang cuma ngeksis, nyari lowongan kerja, nggosip atau sekedar mau download lagu. Ibu- ibu nyari resep dsb. paling tidak menurut saya,ada beberapa tipe karyawan yang browsing internet, yaitu :

1. Agamis

Karyawan tipe ini hobi membuka situs keagamaan. Situs untuk memperdalam agama, kalimat motivasi atau penggalan ayat. Situs favorit mereka misal : hidayatulloh, republika, dsb

2. Ngeksis

Kalau yang tipe ini lebih suka pegang smartphone. Bisa laporan pandangan mata. Mereka suka manfaatkan jaringan wifi. Hobi mereka adalah melapokan segala sesuatu yang terjadi didirinya. Mulai bangun tidur, makan pagi, mau nge-pup, mau pipis, hati galau, hati senang, ribut dengan pasangan dsb.

3. Suka Gosip

Gosip adalah makanan kedua mereka. contoh : Pernikahan Raffi Ahmad.  Jelas tidak diundang tetapi selalu update. Jelas tidak kenal namun merasa dekat. Ini berlaku untuk artis, olahragawan atau politikus. Semua yang dikenal dengan sebutan Public Figure.

4. Fashionista

Mereka adalah orang yang ingin selalu update dalam berbusana. Kalau yang garis keras akan selalu membeli orisinal tetapi yang kantong cekak nyari “kw”. Beli kain, contek model dan ke penjahit. Hehehehe

3. Gamer

Game online adalah sebuah permainan yang menyenangkan. Gamer adalah penghobi yang bukan untuk main-main.. Orang yang hobi nge-game pada awalnya untuk refreshing. Kalau keterusan bisa jadi addicted.  Ada yang suka sampai jadi pekerjaan yaitu game tester dan jual beli game.
Rekan saya di kantor cukup kreatif. Dia ikut game online ( warcraft) via facebook. Dia lakukan di sela-sela jam kerja. Dia cukup pintar mengatur emosi nge-game dan kerja. Hasilnya, Dia bisa kerja namun juga masih nge-game. Nikmat Bro….!!!!!

4. Pengamat Politik

Wah, ini yang baru hangat-hangatnya. Teman kerja yang duduk di sebelah saya termasuk golongan ini. Khususnya, waktu musim pilpres. Semua media dibuka untuk mencari berita politik. Ternyata mengobrol tentang politik itu ada yang jadi hobi. Maka nyari info lewat internet

5. Football Holic

Sepakbola adalah sesuatu yang universal. Hampir semua orang suka sepakbola. Mereka pria, wanita, tua, muda, anak-anak, kaya dan miskin dsb. Mereka yang penggemar fanatik akan selalu mengikuti update terbaru
Mereka lewat internet bisa mencari info perkembangan grup kesayangan, jual beli merchandise bahkan komunitas. Tak jarang, mereka “kopdar” di kafe, mall dsb.

6. Bisnis

Karyawan yang mempunyai usaha sampingan misal : jual beli tanah, mobil atau distributor produk kecantikan. Mereka jual melalui website, tokobagus atau berniaga.

Kadang, pendapatan dari bisnis lebih besar dari gaji di kantor padahal mereka menggunakan internet kantor. Mereka juga tidak melalaikan tugas kantor.

7. Penulis

Internet yang ada di kantor dimanfaatkan buat nge-blog aja. Untuk nyari sumber inspirasi. Pemanfaatan juga untuk menjalin silaturahim dengan blogger lain di luar sana.

8. Cooking

Kalau tipe yang satu selalu mencari resep baru. Mereka mencari teknik baru untuk memasak yang enak dan unik. Situs yang mereka buka yaitu just try and taste, detikfood dan komunitas memasak di dunia maya.
Orang yang suka cooking  sekaligus blogger. Mereka juga sering menghasilkan buku resep dan buku teknik memasak.

9. Parenting

Perkembangan dunia menyebabkan pola asuh anak menjadi concern tersendiri. Mereka yang peduli pengasuhan anak akan mencari sumber yang layak terpercaya.
Ibu Elly Risman yang sering jadi rujukan dunia pengasuhan anak atau dunia parenting. Ini hal baru yang dahulu tidak terdokumentasi menjadi menjadi ilmu tersendiri.

Memang internet mengubah wajah dunia. Sewaktu internet era awal 2000-an masih terbatas. Saya hanya tahu Yahoo saja. Satu dekade kemudian, Seluruh dunia tidak bisa lepas dari internet. Itu menurut saya lho. Hehehehe….!!!!!

Lima Hari Kerja

image

Kira2 seperti ini model saya kalau ngantor di hari Sabtu 🙂

Siklus orang kerja di kantor ada dua yaitu enam hari kerja dan lima hari kerja.. Siklus lima hari kerja berarti Sabtu dan Ahad adalah hari libur. Hari sabtu buat aktivitas yang menyenangkan dan hari ahad untuk istirahat atau dibalik saja. Kita mempunyai waktu bersenang-senang sekaligus waktu istirahat. Saya kira cukup nyaman yang lima hari kerja.

Kalau saya apes. Hari Sabtu masih masuk kantor. Hehehehehe….!!!! Nggak efektif sama sekali hari sabtu. Saya jadi sering bolos di hari sabtu. Lha gimana? Kalau masuk juga banyak nganggur. Pikiran sudah melayang kemana-mana makanya tidak masuk kadang lebih efektif. Bisa kumpul keluarga, menyelesaikan urusan bisnis dengan istri atau datang ke kondangan.

Istri suka meledek, hampir semua kantor libur kok saya masuk sendiri. “Ayah nggak bisa main bareng dengan ifa”, kata istri. “ Lha kok nggak bisa kenapa ma?”, jawab saya. “ Lha gimana, hari senin sampai sabtu bekerja nanti hari minggu sudah njagong atau ke tempat eyang, ayah khan nggak bisa main khusus dengan ifa”, jawab istri.

“Bener juga”, kata saya di dalam hati. Hari sabtu artinya karyawan sudah nggak mau mikir pekerjaan lagi. Pikiran mereka cuma mau santai. Paling banter ngerumpi atau njagong bersama teman. Kalau udah jam 11 siang, pikiran para karyawan yaitu kabur dari kantor. So,Kantor sudah kosong di jam 12 siang. Penghuni kantor sudah kabur. Biasanya yang kabur pertama adalah kepala kantor atau bos dulu. ( hahahahaha….!!! Pengalaman pribadi tanpa menyinggung siapapun).

Kalau Bos sudah kabur maka kopral nggak berani tegur. Karena bos kabur maka giliran kopral melarikan diri. Hehehehehehehe….!!!!! Kegiatan di kantor di hari sabtu selain ngopi dan ngeteh yaitu main internet gratisan sepuas-puasnya. Kita bisa browsing, download atau baca berita mulai gossip, klenik, politik. Kalau perlu bawa eksternal memory. Nggak usah kerja pokoknya download internet.

 Nggak jelas sama sekali, Lembaga/kantor yang masih memberlakukan masuk kerja hari sabtu. Wakakakaka…..!!!!! Makanya, bagi yang sudah merasakan nikmat libur hari sabtu harus bersyukur. Bersyukur dengan berkumpul dengan keluarga, nyari uang tambahan yang halal,usaha nyari jodoh bagi yang masih jomblo.

Kalau yang hari sabtu masih masuk. Sabar aja deh. Kasihan deh lu. Hehehehehehe……!!!!!!!!!