MANUSIA PILIHAN

Sudah diketahui khalayak umum. Orang paling kaya di negeri ini adalah pengusaha rokok. Emang mantep bisnis rokok, jika produknya disukai pasar. Terutama bagi pasar Indonesia. Phillip Morris aja masuk Indonesia.

Berapapun harganya mesti dibeli. Kaya, miskin, tua muda sakit atau sehat, kalau udah ketagihan rokok. suuuuuuliiiit berhenti….!!! Pakde saya yang perokok berat pernah berkata begini :

Orang kalau merokok biasanya badan menjadi tidak enak alias sakit, kalau saya tidak merokok maka badan terasa tidak enak.
Ini kebiasaan buruk, jangan ditiru. Saya merokok sejak tahun 1950 sampai sekarang (2014). Jadi kalau tidak merokok maka badan terasa tidak enak.

Beliau merokok sehari minimal satu bungkus. Rokoknya sekarang adalah rokok putih. Dahulu, rokok Djarum atau Gudang Garam adalah kegemaran beliau. Sehari bisa 3 bungkus sewaktu muda beliau. Pokoknya TOP BGT ( teope begete), udah mirip lokomotif kereta api jaman jepang.

Beliau hampir tidak pernah sakit, cuman yang ringan. Beliau tidak mengidap penyakit berat semacam jantung, hipertensi atau diabetes. Anak-anaknya juga sudah sarjana semua. Hidupnya cukup meski tidak berlebihan. Ekonomi keluarga cukup stabil padahal istri cuma di rumah.

Memang, orang Indonesia itu pilihan. Setiap hari mengkonsumsi racun tetap saja sehat. Uangnya dihisap pabrik rokok tetap aja merasa cukup. Kalau uang cekak mesti ada anggaran rokok buat para perokok.

Kata mas Dani, “Indonesia Hebat”. Kata mbak Monda, kehidupan yang “hebat” harus mulai ditinggalkan. Saya hanya bilang, “manusia Indonesia itu manusia pilihan”. Paling tidak itu adalah ungkapan optimisme.

Saya bukan perokok. Saya tidak membeli rokok. Jika membeli paling banter buat oleh-oleh. Saya memilih hidup tanpa rokok lebih sehat secara jasmani maupun ekonomi. Paling tidak itu menurut saya.

Saya juga tidak menampik realita seperti pakde saya. Realita itu mungkin pengecualian. Namun, pengecualian di negara ini terlampau banyak. Buktinya, pabrik rokok tetap jaya meskipun hanya mengandalkan pasar konsumen dalam negeri.

Pengecualian itu sebuah keistimewaan bagi perokok atau sikap “masa bodoh” dengan efek merokok untuk kesehatan dan ekonomi. Hanya perokok yang bisa menjawab.

Yang jelas, himbauan bahaya merokok sepertinya mandul. Meskipun gambarnya sudah begitu sangar di bungkus rokok. Apalagi fatwa rokok, ,dipastikan tidak laku. Banyak kyai yang merokok juga je. Hehehehehe….!!!!

Kita suka meniru eropa kecuali satu hal ini. Manusia eropa sepertinya sudah membatasi privasi perokok mulai ruang khusus merokok, batasan usia, kadar nikotin, perdagangan tembakau dsb. Kalau yang diatas tidak kita tiru, meniru yang lain aja, hehehehe….!!!!

Kalau mau lebih jelas, saya mau nanya ke Teteh. Gimana aturan merokok di JERMAN?  Bebas/bebas terbatas/longgar seperti Indonesia? Gimana teteh? Hehehe….!!!

Advertisements

WEDANGAN HIK GAUL DI MALAM HARI

Kalau berbicara Solo mesti Solo dan Sekitarnya. Solo dan sekitarnya disebut Soloraya. Soloraya meliputi : Kota Solo, Kab Karanganyar, Kab Sragen, Kab Boyolali, Kab Wonogiri, Kab Sukoharjo dan Kab Klaten.

Dahulu, saya pernah Kerja Praktek di daerah Cikarang Bekasi. Apabila ketemu perantauan dari daerah soloraya. Mereka ditanya daerah asal selalu menjawab solo. Baru, kalau ditanya lebih lanjut,
baru ketahuan ternyata dari Wonogiri, Sragen, Boyolali dsb.

Itu dulu, Karena SBY berasal dari Pacitan dan dekat Wonogiri. Makanya, nama Wonogiri ikut naik daun. Jokowi memang warga solo, ibunya khan berasal dari Boyolali. Boyolali ikut terkenal.

Apalagi, ada Google Map. Dunia makin sempit. Semua tercakup dalam peta. Semua bisa diakses dari mana saja. Maka tidak perlu mengaku orang Solo jika berasal dari Wonogiri. Jiahahaha…!!!!

Hik atau Wedangan itu mirip kedai kopi. Menu utama adalah segala minuman yang berbahan dasar teh, kopi, jeruk dan berbagai macam herbal, misal : jahe, kencur, kunir, sere dsb. Nggak ada yang lain.

Jangan harap bertemu dengan coca cola, pepsi atau fanta. Minuman squash, smoothie, soda dan es krim. Kalau mau seperti itu datang saja ke kafe. Hehehehehe…..!!!!

Nggak ada yang namanya kursi empuk dan pendingin ruangan. Adanya bangku panjang. Semua boleh bicara seenaknya, bicara keras dan tertawa lepas. Kaki pengunjung boleh diangkat atau duduk lesehan bahkan tidur diatas tikar.

Makanan yang mendominasi adalah makanan khas seperti jadah, wajik, sate keong, sate kikil, tahu / tempe bacem, tahu/tempe goreng, tempe gembus, karanggesing, cakar ayam dsb.

Hidangan nasi hanya sekedar pengganjal perut saja seperti : sego kucing, nasi oseng2 dsb. Orang datang ke Wedangan/Hik sekedar melepas lelah, ngobrol dengan keluarga atau teman.

Saya, istri dan adik pergi Wedangan Hik “Gaul” Pak Mul di Karanganyar. Sampai disana, brrrr…!!! Situasinya ramai padahal lokasinya nun jauh di kaki gunung Lawu yang sejuk dan dingin. Jauh dari kota.

image

Mobil-mobil berjajar rapi dipinggir jalan Solo-Tawangmangu. Gurauan penggemar Wedangan Hik  “Gaul” terdengar bersahut-sahutan, suasana yang santai dan ramai.

image

Hik “Gaul” terletak di desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Jarak dari kota Solo adalah 20 km ke arah Tawangmangu. Tawangmangu adalah tempat wisata di kabupaten karanganyar. Sebelah timur kota Solo.

Kebetulan sekali, Kami bertiga duduk di depan penjual secara langsung. Saya pesan minuman khas Hik Gaul yaitu JKJ dan begitu pula adik saya. Istri pesan yang standar saja yaitu Es Teh.

image

JKJ ( Jahe Kencur Jeruk) adalah minuman terbuat  dari jahe dicampur kencur, tidak lupa memakai Gula Batu atau Gula Aren diseduh air panas. Sentuhan terakhir yaitu air perasan  jeruk nipis . Hmmm…..!!!! Lebih nikmat diminum di waktu malam yang dingin.

image

Karena tidak segera dilayani maka saya nyeletuk, “mana mas  JKJ saya ?”.  Pak Mul menjawab dengan santai tanpa ekspresi, “ Mas, Stasiun Prambanan….!!”. “Ha, apa itu pak?”, sergah saya. “ Stasiun Prambanan namanya Srobot, Minumannya terlanjur  diserobot  orang”, Jawabnya.

“Oooo….!!!”, gumam saya. Ternyata stasiun KA  Prambanan berada di daerah “srobot”. Itulah kata ganti menyerobot  pesanan. Ada-ada saja….!!!. Benar atau salah itu adalah bahasa  Hik “Gaul”.

Saya sruput  aja itu JKJ sedikit demi sedikit. Eeee…!!! tidak lama sudah habis. Saya pun minta tambah air panas. Saya nyeletuk ,”Sopir Jaran !”. Adik saya yang heran kemudian bertanya, “Sopir Jaran, Apa itu???”.

image

“Oooo.. Sopir Jaran itu artinya minta tambah air panas”, jawab saya. Sopir Jaran itu artinya Penunggang Kuda, disebut “Joki”. “Joki” dalam bahasa jawa artinya “nambah air lagi”. Setelah diterangkan baru paham dia.

“Yulia atau Stasiun Ngawi?”, Pak Mul nanya saya. Saya balik nanya,” Yulia itu apa dan Stasiun Ngawi itu apa pula?”. “ Oooo, Yulia itu Perez berarti nambah airnya sampai penuh gelasnya (Peres  : penuh).

Stasiun KA di daerah Ngawi itu namanya  Paron berarti nambahnya air cuma setengah gelas ( paron  : setengah).Saya jawab, “ Yulia saja”. Hehehehehe….!!! Kreatif juga pak Mul.

Saat itu, Pengunjung berdatangan maka agar semua dapat tempat duduk maka harus bergeser sedikit. Pak Mul nyeletuk, “Kongser, Kongser, Bokong Geser “ . ( Bokong : Pantat) .

“Jenang Manten Anyar ada pak?”, tanya saya. “Wah, habis?”,jawab pak Mul. “Jenang Manten Anyar” itu adalah Bubur  kemudian diberi Sayur Tumpang.  Tumpang dalam bahasa jawa artinya menindihi.

image

Kayak pengantin baru yang mengalami malam pertama makanya namanya “Jenang Manten Anyar “ ( Manten Anyar : Pengantin Baru). Ada-ada saja. Bhahahahaha….!!!!

Kami bertiga sangat menikmati minuman dari Wedangan Hik “Gaul”. Hik ini memang unik baik dari segi makanan, minuman dan istilah-istilah yang dipakai.

Seorang pengunjung tiba-tiba pesan ke Pak Mul,” Pak, Aku OBH”. OBH itu Obat Batuk Hik. Obat Batuk Hik adalah minuman campuran jahe dan kencur.

Kalau yang pesen  “ OBH dan isinya BH “, maka itu adalah minuman campuran jahe dan kencur dengan ditambahi susu kental manis yang warnanya putih itu. Hehehehe……!!!! Maaf, kalau ini agak ekstrim. Ya begitu deh . Jiahahahahaha……!!!!

Satu lagi minuman unik yaitu “Jahe Miyabi”. Jahe Miyabi artinya minuman dari jahe tanpa campuran atau polos saja. Miyabi khan suka yang polos tanpa apapun. Siapa yang ngasih tahu pak mul tentang Miyabi. Parah…!!!!  Hehehehehehe….!!!!

image< image[/caption] >

Pak Mul sang pemilik usaha bertindak layaknya Bartender. Dia yang mengendalikan lalu-lintas minuman disitu. Penjual Wedangan Hik  tidak hanya menyajikan minuman yang enak namun juga menghidupkan situasi.

Pak Mul mampu menjalin komunikasi dengan para tamu.  Karena tamu di Wedangan Hik tidak hanya makan dan minum. Para Tamu lebih untuk mencari suasana yang nyaman dan menyenangkan. Apalagi menu Hik Gaul juga enak.

Pak Mul sering nyeletuk seperti ini ,
“Semarang Demak, Makin digoyang Makin Enak”.
Maksudnya yaitu Minuman rempah-rempah tadi selain diaduk dengan sendok lebih enak lagi kalau gelasnya digoyang jadi lebih mencampur.

Ungkapan yang lain seperti,
“Jombang Kediri, Makin dipegang Makin Berdiri”.
Jika kita mengaduk minuman tentu memakai sendok, sendok untuk mengaduk tentu posisinya berdiri . Karena gelas yang tinggi.

Ungkapan yang sedikit nakal namun menyegarkan suasana. Inilah kepiawaian Pak Mul. Bahkan untuk menjual sesuatu yang telah lama dikenal.

Penjual Wedangan Hik menggunakan istilah yang baru seperti Karanggesing yang terbuat dari pisang dan santan maka menjadi “Pistantul” (Pisang Tanpa Tulang). Garangasem dengan isi jamur maka namanya menjadi “Ganja” (Garangasem  Jamur).

Kita mau pulang maka tak lupa password-nya . Pak Mul memakai Parikan ( Pantun Jawa) ,
Palur Kebakkramat, Sugeng Kondur Mugi Selamat
( Palur Kebakkramat, Selamat Jalan Semoga Selamat).

Karena saya datang dengan istri maka tambahannya,
“Wit Pelem Wit Melon, Tekan Ndalem  banjur  Kelon”
( artinya …?? Tanya yang paham bahasa jawa ). Asyem tenannnn. Hehehehe….!!!!

Pak Mul tidak kenal dengan ilmu marketing  namun beliau sudah mempraktekkannya. Mulai Branding, Differentiation, Positioning,, Marketing.

Beliau jenis pembelajar yang Learning By Doing. Kekuatan Hik “Gaul” tidak hanya kuliner dan juga Branding yang unik tiada duanya di Soloraya.

Anak Pak Mul sudah ada yang mewarisi kemampuan ini. Anaknya sudah ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari. Sedikit demi sedikit mampu mewarisi keahlian bapaknya.

O ya, kalau malam minggu, sejak pukul 5 sudah mulai ramai didatangi pengunjung. Suasananya tidak nyaman kalau menurut saya. Suasana terlalu crowded bahkan antri. Kalau makan ditunggui khan nggak enak. Hehehehe…..!!!!

Paling nyaman itu diluar malam sabtu dan malam minggu. Datang jangan terlalu malam kalau mau menu masih lengkap. Tapi, kalau mau santai datang setelah jam 10 malam. Sepi dan santai.

BUMI MANUSIA

image

Bumi Manusia adalah karya sastra dari sastrawan senior yaitu Pramoedya Ananta Toer. Novel ini adalah bagian dari Tetralogi Pramoedya Ananta Toer. Novel yang masuk dalam Tetralogi adalah Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca.

Setting novel tersebut yaitu awal tahun 1900-an sebelum 1908 di daerah Tulangan Wonokromo Surabaya. Masyarakat saat itu adalah masyarakat Hindia Belanda ( Indonesia belum lahir ?) dibawah kekuasaan Kerajaan Belanda.

Seolah-olah tidak ada masalah dengan masyarakat saat itu. Semua aman, tentram dan damai. Kehidupan masyarakat berjalan normal. Negeri yang aman dan tentram. Masyarakat yang majemuk terdiri dari Belanda Totok,  Indo, Cina dan Pribumi.

Pribumi juga tidak mempermasalahkan jika mereka dibawah kekuasaan bangsa eropa dan menjadi masyarakat kelas paling bawah di negeri sendiri. Meskipun ada perlawanan kedaerahan.

Apalagi transfer teknologi sedang berjalan di negeri ini seperti: Pabrik Gula, Pengolahan Susu, Kereta Api dsb. Kemajuan bangsa eropa juga ada di negeri ini yang dikenal sebagai Negara Hindia bukan Indonesia.

Tokoh utama dalam novel ini adalah Minke. Anak seorang Bangsawan keturunan dari Bupati daerah Bojonegoro Jawa Timur. Minke hidup dalam kecukupan dan berpendidikan Belanda di HBS. Minke mempunyai kelebihan di bidang tulis-menulis dan kecerdasan yang unggul.

Interaksinya dengan Nyai Ontosoroh memberi pengalaman yang membekas bagi Minke. Betapa hinanya harga diri pribumi termasuk dirinya dan Nyai Ontosoroh di hadapan Belanda. Hukum pemerintah Hindia Belanda memperlakukan pribumi secara semena-mena.

Nyai Ontosoroh yang pandai, cakap dan kaya raya harus kehilangan segala-galanya. Hanya  karena dia seorang pribumi. Pemerintah Hindia Belanda tidak mengakui bahwa  Annelies adalah putrinya meskipun dia yang melahirkan. Annelies hanya diakui sebagai anak Herman Mellema. ,seorang perwira Angkatan Laut Belanda.

Perjuangan mendapat pengakuan anak terekam dalam sidang pengadilan Belanda antara Pribumi melawan Pemerintah Belanda. Itu adalah sidang pertama kali antara Pemerintah Belanda melawan pribumi di masa kekuasaan Pemerintah Belanda di Nusantara.

Perlawanan yang sengit melalui jalur hukum dan media adalah sia-sia. Koneksi Minke yang begitu luas baik dari Pribumi maupun Orang Totok Belanda tiada guna. Karena Nyai Ontosoroh dan Minke adalah Pribumi.

Peristiwa ini sangat membekas di sanubari Minke. Bangsa ini kalah di rumahnya sendiri. Konsekuensi bagi bangsa terjajah. Pribumi kalah dan tidak mempunyai harga diri seperti cacing yang melata.

Seperti pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B, “ Tahukah kalian apa yang dibutuhkan bangsa cacing ini ? Seorang Pemimpin yang mampu mengangkat derajad mereka kembali”.

Semua itu membentuk sebuah kesimpulan bahwa Kemajuan dan Kemakmuran di bumi Jawa ini adalah semu belaka. Semua ini adalah penjajahan atas harga diri sebuah bangsa.

Minke ingin menjadi pribadi yang mandiri dan bebas dari stratifikasi sosial ( classless civilization) atau menjadi Bumi Manusia. Karena novel Bumi Manusia membicarakan manusia yang sama atau manusia tanpa kelas maka Pemerintah Orde Baru ( 1980) melarang peredaran buku ini.

Minke adalah pendobrak kemajuan. Paling awal melakukan pergerakan. Minke mendirikan koran medan prijaji.  Minke adalah tokoh pergerakan jah sebelum SDI dan Boedi Oetomo. Minke adalah jawaban dari pernyataan Tuan Asisten Residen Wilayah B.

Karena disinyalir mengajarkan Marxisme  & Leninisme. Meskipun, Buku ini sudah terjual 22000 eksemplar saat itu. Pemerintah hanya mampu menarik 5000 eksemplar dari pasar. Namun, buku ini sudah dijual bebas.

SATE KERE

Kere itu berkonotasi negatif dalam bahasa jawa. Kere itu artinya fakir, miskin dan orang pinggiran. Kuliner yang satu ini namanya “Sate Kere”. Sate kesukaan orang kere, itu terjemahan bebasnya.

Eits….jangan salah, Sate Kere ternyata tidak hanya disukai orang kere. Kuliner ini menjadi kesukaan semua kalangan baik kaya, miskin, tua dan muda bahkan anak-anak.

Penamaan “kere” disebabkan bahan utama dari sate kere itu sendiri. Sate Kere itu terdiri dari dua bahan utama yaitu  Jerohan Sapi dan Tempe Gembus. Semua adalah bahan sisa tetapi nikmat disantap.

Jerohan sapi itu berisi bermacam-macam organ dalam yang penuh lemak seperti Ginjal, Paru, Hati dan Torpedo. Mirip dengan soto betawi. Cuman lidah nggak ada di sate kere. Kolesterol abis, hahahahaha…….!!!!!!

Torpedo ? hehehehehehe…….!!!!! Bukan rudal yang di kapal selam. Itu Alat Kelamin Sapi Jantan. Jenis daging itu kalau di tempat lain nggak tahu dimasak apa? Rasanya lezat.

Enak tapi berbahaya karena mengandung kolesterol, asam urat, lemak dsb. Sekali-kali boleh lah. Beda dikit dengan junk food. Hehehehehehe…….!!!!!

image

Sate Jerohan

Tempe gembus? Kita semua sudah paham bentuk dan rasa tempe. Tempe gembus itu turunan kedua dari kedelai atau lebih tepatnya limbah padat. Tempe gembus dibuat dari ampas tahu. Ampas tahu adalah limbah pabrik tahu.

Gila, hampir tidak ada yang tersisa untuk makhluk lain. Hehehehe…..!!!!! Itulah wong solo tentang kuliner. Apapun bisa dimasak. Anda jika mendengar nama kuliner tengkleng itu lebih gila. Ah… !!!!! itu untuk postingan besok saja.

Tempe gembus ini biasanya untuk pakan ternak misal : sapi atau babi. Jadi, kita merebut jatah makanan hewan ternak diatas. Hehehehe…..!!!! Meskipun demikian peminatnya banyak lho. Seperti saya sendiri.

image

Sate Gembus

Tempe Gembus yang masih berupa lembaran-lembaran, dipotong-potong seperti coklat batangan. Tempe gembus ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar . Yummy…..!!!! Rasanya mak nyusss.

image

Setusuk sate gembus

Jerohan sapi diiris-iris kecil, ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar. Rasanya uenaaak sekali. lha penuh dengan lemak. Gurih dan Pedas bercampur dengan lontong atau nasi. Kalau saya lebih suka lontong karena tidak terlalu berat.

image

Sepiring Lontong

Sate jerohan dan sate tempe gembus disiram dengan sambal kacang yang pedas. Jangan lupa taburan irisan cabai dan bawang merah mentah. Aroma lemak sapi bercampur dengan sambal dan taburan cabai. Cukup menggoda iman. Hehehehe….!!! Ada rasa khas kedelai berasal dari tempe gembus. Sate Kere lebih mantap dan berat.

image

Sepiring cabai & bawang merah

Tekstur yang menyenangkan. Ada tekstur kenyal dari lontong. Jerohan yang empuk dan tempe gembus yang mak nyuss. Sate dengan tekstur yang ramah untuk dikunyah namun ancaman buat kesehatan. Heuheuheu….!!!!

Kalau nyari di Solo, ada satu tempat yang terkenal yaitu sate jerohan yu rebi. Dia tidak memakai nama sate kere meskipun jualan juga sate gembus. Ssssttttt…..!!! Mestinya sate kere ya? Hehehehe….!!! Lokasi ada di tengah kota solo.

Kalau sedang jalan-jalan di JL Slamet Riyadi Solo. Jalan itu cuman ada satu di Solo. Anda cari saja Stadion R MALADI SRIWEDARI. Lokasinya berada di belakang stadion tersebut.

image

Sate Jerohan Yu Rebi

Sate Jerohan Yu Rebi berada di deretan kios-kios BUSRI ( mBUri SRIwedari). Mburi itu artinya terletak di belakang. Kios-kios tersebit mayoritas jualan buku. Sate Jerohan Yu Rebi berada di ujung barat, sebelah selatan jalan.

Anda bisa pesan sate jerohan, sate gembus atau campur ( mix sate jerohan dan gembus). Hebat khan….!!!! Makanan yang sangat tidak direkomendasikan ahli gizi maupun dokter. Kayak jualan rokok, buruk bagi kesehatan namun dicari.

Manajemen Stok ASI

Tulisan yang dulu, saya menulis stocking. Maksud saya adalah manajemen stock ASI. Saya merasa aneh juga dengan istilah stocking. Saya tulis di google translate kata stocking. Hahahaha, ternyata artinya jenis pakaian wanita yang seperti kaos kaki.

Hehehe, saya minta maaf atas rasa “sok tahu” saya. Alih-alih mau gaul, eh ini malah keliru. Manajemen stock ASI yang saya maksud. Ini penting terutama bagi working mom ( hmm…..semoga benar istilah itu) yang mengikuti program ASIX. Working mom tidak selalu stand by untuk si bayi. Makanya, harus ada persediaan ASI untuk bayi.

Semakin kenceng bayi menyusui maka semakin besar produksi ASI. ASI yang tidak dikeluarkan dari dalam tubuh ibu dapat menyebabkan rasa yang sakit bagi ibu menyusui. Kalau selalu disamping bayi langsung dapat diberikan.

Makanya, daripada dibuang lebih baik disimpan. Hehehe….!!!! Urusan simpan menyimpan ASI dibutuhkan beberapa peralatan misal: breast pump, kantong ASI, Tabung ASI, Cooler bag dan Lemari pendingin jika diperlukan.

Jangan khawatir, peralatan yang disebutkan tadi mudah dicari kok. Seiring dengan perkembangan per-ASIX-an maka bermunculan bisnis baru yaitu kedai ASI. Kedai ASI menjual semua jenis perlengkapan. Kita tinggal browsing saja. Kita mau beli online atau offline . Harganya juga sudah kompetitif.

Berdasarkan pengalaman istri. ASI  yang disimpan di freezer dapat bertahan selama 6 bulan. Apabila disimpan di lemari pendingin dapat bertahan 5 s/d 7 hari. ASI berada di temperatur ruangan hanya bertahan beberapa jam saja. Kalau bepergian bisa pakai cooler bag, bisa tahan lebih lama daripada di suhu ruangan.

Kalau memerah ASI dapat secara manual atau memakai breast pump. Dahulu, istri masih dosen PNS sering memerah ASI selepas pulang mengajar. Dia lebih nyaman memakai breast pump kemudian disimpan dalam kantong plastik ASI.

Kantong plastik ASI dibubuhi tanggal waktu pemerahan. Ini terkait dengan waktu penyimpanan ASI. ASI juga punya masa kadaluarsa. Kalau sudah berubah rasa, bentuk dan warna, atau simpelnya sudah berasa asam maka tidak boleh diberikan ke bayi.

Stok ASI di lemari pendingin nggak boleh dikonsumsi langsung. ASI didinginkan dengan air hangat dahulu. Jika sudah mencair semua baru boleh dikonsumsi. Kalau saya lebih suka diminumkan dengan sendok. Tapi itu selera, bisa pakai dot juga.

Istri setelah resign dari dosen PNS, kegiatan minum ASI jadi lebih santai. Kalau ifa butuh bisa langsung dikasih. Ribetnya minta ampun sewaktu mama ifa masih kerja. Makanya, saya salut dengan working mom yang antusias kasih ASI Eksklusif.

Setelah 6 bulan, Program ASI Eksklusif emang sudah selesai. Ini bukan berarti santai. ASI masih harus dikasih sampai 2 tahun. Kegiatan bertambah yaitu memberi makanan pendamping ASI atau sering disebut MPASI.

Ribet memang tapi puas. Hehehehehe….!!!! Ifa lulus S1 ASIX, hehehehehe……!!!!ada perasaan puas dan lega. Bahkan AIMI ASI menyediakan template sertifikat ASI buat yang lulus di setiap tahapannya. Hehehehe…!!! Cuman kreativitas tidak bisa digadaikan di bank.

Makanya, menurut saya yang dibutuhkan itu komitmen dari kita. Tinggal pilih saja. Take it or Leave it. No perfect things in the world. Cuman saya pilih ASIX, lebih sehat menurut kami. Hehehehe….!!!

Keterangan lebih lanjut bisa dibuka di laman AIMI ASI, lebih lengkap dan detail.

Budaya Makan Siang

Kantor saya selalu menyediakan makan siang bagi karyawan. Ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan bagi saya sendiri. Kelebihannya adalah saya tidak perlu keluar uang ekstra untuk makan siang, kalau kekurangannya adalah saya jadi terikat. Nggak bebas makan diluar atau bawa bekal dari rumah.

Kalau makan di kantor itu terkadang bosan. Maklum, katering sudah punya menu paten. Kita cuman manut saja. Menu sering diulang-ulang, hari ini menu A, besok menu B dan seminggu lagi ketemu menu A lagi. Bosen jadinya….:)))

Kalau keseringan makan keluar ditegur teman  satu kantor. “Nggak makan siang di kantor mas”, tegur mereka. Ibu-ibu sering suka tegur. Itu mendingan daripada digosipin, dikira milih-milih makanan. Paling nggak enak kalau yang ditegur yunior,  seperti saya. Hehehehehe…!!!!

Pernah, Saya makan siang di kantor but bawa bekal makanan dari rumah. karena masa penyembuhan dari sakit tifus. Orang yang sehabis sakit tifus pola makannya bertahap. Mulai dari bubur, nasi tim, nasi lembek dan baru menginjak nasi biasa. Karena pencernaan belum siap menerima makanan keras.

Pengalaman bawa bekal makanan jadi ketawa sendiri. Awalnya mereka memaklumi. Lama-lama, saya senang bawa bekal sendiri. Alasannya simpel yaitu irit, sesuai selera dan lebih sehat. Karena dimasak sendiri. Masak sendiri berarti mengetahui beli bahan darimana, cara masak bagaimana dan jelas bebas vetsin. Poin terakhir tadi yang tidak bisa dipenuhi hampir semua katering kecuali katering makanan bayi.

Saya enak saja bawa bekal. Teman satu kantor jadi penasaran dan menanyakan hal ihwal bekal. Mereka penasaran dan selalu bertanya tentang bekal saya. Penyakit saya sudah hilang tetapi lanjut bawa bekal.

Finally, pimpinan kantor saya tanya,”apa disuruh bawa bekal sama istri dan apa makanan disini kurang sehat?”. Wah jadi nggak enak nih. Istri nggak pernah melarang dan saya tidak mempermasalahkan gizi makanan di kantor. Teman-teman bertanya-tanya kok saya tidak mau makan jatah kantor

Wah, jadi repot. Kok jadi “obrolan” kantor. Saya tanya istri yang dulu pernah kerja di kantor. Dia bilang kalau bawa bekal itu biasa di kantornya. Mereka saling mengecek bekal masing-masing rekan kerja. Kok beda dengan di kantor saya.

Bahkan, ibu pimpinan secara halus pesan yang intinya kalau nggak perlu bawa bekal, katering disini sudah ok. Saya nggak masalah jatah makan siang kantor tetapi suka bawa bekal aja. Hehehehe….!!! Akhirnya saya nyerah dan kembali makan jatah katering.

Ajaib, nggak ada komentar lagi. Emang kurang tangguh saya. Diomongin dikit udah lembek. Hahahaha….!!! Males aja di komentarin. Kejadian ini mungkin terjadi dimanapun. Hampir semua kantor punya budaya makan siang mulai : makan keluar, katering di kantor atau bawa bekal dari rumah.

Makan siang rame-rame di rumah makan favorit atau sendirian. Makan siang dari jatah katering,  itu kebiasaan kantor saya. Makan siang bersama dalam satu tempat dari bekal makanan yang dibawa dari rumah sambil saling mengecek lauk milik teman. Hehehehehe…..!!!

Budaya mengikat warga disitu, termasuk budaya makan siang. Warganya yaitu karyawan kantor itu sendiri. Kantor saya berbudaya makan siang dengan katering. Kalau ada yang beda mesti terasa aneh. Cuman, kalau mau tampil beda ya harus berani. Saya nggak terlalu berani, nyerah deh. Hehehehehehe…!!! Meski menurut saya lebih sehat.

Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela

totto chan

Identitas Buku
Judul : Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela
Penterjemah : Widya Kirana
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2004
Cetakan : Kelima
Tebal Buku : 271 halaman
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Ketika membaca novel Totto Chan untuk yang kedua serasa yang pertama. Mengesankan dan tidak membosankan, itu kesan saya. Mbak Warti, ART di rumah, juga suka membaca novel ini. Novel yang polos, humanis dan tidak menggurui. Novel yang sarat pesan “memanusiakan manusia” yang dikemas dengan bahasa yang renyah dan ringan.
Setting novel adalah awal tahun 1940-an sampai dengan pertengahan 1945 diakhiri dengan kekalahan Jepang di perang pasifik. Sekolah Tomoe Gakuen hancur dibom Sekutu. Model pendidikan yang kontroversial di masa itu. Student Oriented dan guru hanya fasilitator. Padahal, Jepang masa itu feodalisme masih kental.
“Aku tidak mengarang-ngarang satu bagian pun. Semua kejadian itu benar-benar terjadi, dan untunglah, aku bisa mengingat-ingat cukup banyak” . Itulah yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi selaku penulis.
Buku ini adalah fakta menurut memori masa kecil dari penulis. Karena hanya memori maka Tetsuko tidak mau mengatakan adalah karangan non fiksi. Tetsuko Kuroyanagi mempunyai panggilan Totto-Chan. Maka, Judul Novel ini adalah Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela.
Sistem pendidikan yang diceritakan dalam Novel ini. Dunia pendidikan Indonesia “resmi” menerapkan sistem ini awal tahun 2000-an. Ini ditandai lahirnya Kurikulum KTSP. Unik ya, Berapa tahun rentang waktunya? 1945 – 2000. Hmmm, Hitung sendiri. Hehehehehe…!!!!
Jepang sudah mengalami dialektika sistem pendidikan selama enam dekade dan bersintesa menjadi sistem pendidikan unggulan. Jepang menjelma menjadi negara maju dengan fondasi SDM yang kuat. Rentang waktu yang panjang antara Indonesia dan Jepang dalam dialektika pendidikan. Itu bisa dilihat secara kasat mata.
Model pendidikan yang dikembangkan Mr Kobayashi sang Kepala Sekolah Tomoe Gakuen dikenal sebagai sekolah alam pada saat ini. Pendidikan yang diselaraskan dengan kecenderungan belajar siswa dikenal sebagai Multiple Intelligence Education. Munif Chatib sangat getol mengembangkan model ini. Itu menurut saya lho. Hehehehe…!!! Boleh di debat
Paradigma pendidikan Sekolah Tomoe Gakuen adalah Student Centered Learning. Siswa dibebaskan untuk membuat urutan pelajaran sesuai dengan minatnya. Praktek langsung di lapangan dengan sang ahli, belajar langsung dari sang ahli. Guru wajib mengajar dengan cerdas dan kreatif untuk mengoptimalkan potensi siswa tanpa menggurui.
Itu semua menjadi paradigma pendidikan Indonesia baru di awal 2000-an. Guru bukan sebagai Dewa yang serba tahu, Guru bukan manusia tanpa dosa dan Guru bukan orang yang selalu benar. Guru adalah Pengayom, fasilitator dan pelayan siswa untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Kurikulum 2004 dikenal dengan dengan kurikulum KTSP dan dilanjutkan kurikulum 2013. Bener gak nih? Ada yang jadi guru.
Jepang telah menjadikan buku ini sebagai materi pelajaran melalui kementerian pendidikan tahun 1982. Seperti yang ditulis Tetsuko Kuroyanagi dalam catatan akhir novel ini. “Buku ini sekarang resmi menjadi materi pengajaran dengan persetujuan kementrian pendidikan, bab Guru Pertanian akan digunakan di kelas tiga pelajaran bahasa jepang dan bab Sekolah Tua yang Usang di kelas empat untuk pelajaran etika dan budi pekerti”.
Sekolah inklusi sebagai wujud penghargaan HAM dan memberi kesempatan yang sama ke setiap manusia sudah dilakukan oleh Sekolah Tomoe Gakuen. Tomoe Gakuen menerima murid difabel yaitu Yasuaki Chan. Dia adalah penderita polio yang merasa “diterima” belajar di sekolah Tomoe Gakuen.
Yasuaki Chan adalah sahabat karib Totto Chan. Mereka saling menghargai atas segala kelebihan dan kekurangan. Ini karakteristik Tomoe Gakuen yang mengajarkan bahwa setiap manusia adalah indah dan setiap anak adalah baik. Pikiran anak yang polos kemudian disuntik dengan positive thinking. Mereka merasa bahwa sekolah itu indah.
Ini dapat dibaca dalam bagian Pelajaran berenang di Tomoe Gakuen. Anak diwajibkan berenang dengan telanjang baik anak yang sehat secara jasmani maupun yang cacat. Sehingga semua anak melihat semua bagian tubuh temannya tanpa mencela dan tanpa risih. . Tidak ada perbedaan perlakuan dan dihormati semua temannya. Tetapi, kita tidak harus meniru semua yang ada di Tomoe Gakuen.
Semboyan “ciptakan memori indah masa kecilmu” dilakukan di sekolah Tomoe Gakuen. Para alumni sekolah Tomoe Gakuen sering bertemu di pertemuan alumni. Mereka terkesan dengan pengalaman belajar di Tomoe Gakuen. Kehadiran novel ini adalah bentuk penghormatan dan kesan mendalam selama belajar di Tomoe Gakuen.
Novel ini sangat cocok bagi mahasiswa calon guru, guru dan guru senior sekalipun. Novel ini bercerita tentang hakikat pendidikan dan manusia itu sendiri. Guru adalah panggilan jiwa bukan hanya profesi belaka. Kesuksesan pendidikan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh guru-guru yang terlibat.
Kelemahan
Kelemahan novel adalah plot yang datar-datar saja. Tidak “gairah” dalam novel ini. Tidak ada yang naik tajam, turun yang curam atau memutar-mutar sehingga sulit menduga akhir cerita. Jika membaca novel Dan Brown , Harry Potter atau John Grisham maka terasa sekali kenikmatan alur plot yang berlika-liku.
Kawan saya pernah mengatakan bahwa Novel Agatha Christie sangat menarik. Karena kita tidak mampu menerka ending cerita. Semakin membaca semakin penasaran saja. Kalau Novel Totto Chan maka plot yang lurus dan polos. Ending yang kurang menggigit.
Tokoh Antagonis yang cerdas dan cerdik. Pergerakan tokoh antagonis yang tak terduga sungguh menarik. Bahkan untuk beberapa novel tertentu tokoh antagonis dibuat lebih “smart” daripada tokoh protagonis. Bahkan kemenangan tokoh protagonis tidak istimewa. Beberapa novel bahkan “menggantung” akhir cerita sehingga menjadi misteri. Ini menarik.
Novel Totto Chan tidak ditemukan tokoh antagonis atau protagonis. Semua adalah kawan alias seluruh tokoh adalah tokoh protagonis. Kita tidak menemukan plot yang memuta-mutar. Tidak ada unsur kejutan. Semua lurus-lurus saja. sangat menjemukan.
Penutup
Aneh, Novel Totto Chan yang berakhir dengan kebahagiaan sangat cocok bagi dongeng anak-anak. Namun, Novel Totto Chan bukan untuk anak-anak. Ini novel adalah novel dewasa untuk perenungan.Khususnya bagi para guru.
Novel Totto Chan . Novel yang hadir dengan plot datar namun bercitarasa dewasa. Jika ingin sekedar hiburan maka novel ini kurang cocok. Kalau anda ingin sedikit “perenungan” maka novel ini cocok.
Jika anda memiliki perhatian dan berkecimpung dengan dunia pendidikan maka novel ini menarik dan penting untuk dibaca.