AWAL PERJUANGAN MINKE

Perjuangan Minke memasuki babak baru. Kepergian Minke ke Batavia adalah awal perjuangan baginya untuk negeri para pribumi. Minke mulai bersingunggan dengan Gubernur Jenderal Van Heutsz. Gubernur Jenderal Hindia “penakluk Aceh dan Bali” karena jasa sahabatnya yaitu Teer Har.  Minke pun juga  diundang dalam perayaan pengangkatan Gubernur Jenderal di Buitenzorg, Ini pula yang membuat dia sejajar dengan ayahanda Minke.

Minke belajar di Stovia hanya menjadi bagian sejarah hidupnya. Karena pada akhirnya,dia harus dikeluarkan dari Sekolah Elite itu. Pernikahan keduanya dengan Ang San Mei membangkitkan jiwa Nasionalisme. Ang San Mei pula yang mengenalkan organisasi kepada Minke sampai ajal menjemput Ang San Mei dan menjadi awal malapetaka yaitu gagalnya Minke menjadi Dokter Gubermen.

Ceramah Pensiunan Dokter Jawa membangkitkan Minke untuk melakukan sesuatu untuk pribumi. Minke dalam kebingungan menerjemahkan pidato sang pensiunan dokter jawa maka tampillah Ang San Mei untuk memahami pidato itu

Minke pun mendirikan “Medan Prijaji” sebagai alat perlawanan atas ketidakadilan yang menimpa Pribumi. Koran pertama di Hindia yang berbahasa Melayu, dari oleh, dan untuk pribumi. Penerbitan Koran ternyata belum efektif dalam mencerdaskan Pribumi maka perlu Organisasi. Ini sesuai dengan yang disampaikan sang Pensiunan Dokter Jawa.

Eyang Pram tidak pernah menulis secara eksplisit Dr Wahidin Sudirohusodo. Beliau hanya menulis “Pensiunan Dokter Jawa”. Belum kami pahami mengapa Eyang Pram menulis demikian. Yang jelas, menambah rasa ingin tahu pembaca terutama yang belum mendalami sejarah Indonesia.

Kekecewaan Minke terhadap Boedi Oetomo  yang hanya untuk Jawa dan Khususnya Priyayi maka Minke mendirikan Sjarikat Prijaji. Minke dibantu Thamrin Mohammad Tabhrie mendirikan Sjarikat Prijaji. Sjarikat ini mampu mendongkrak tiras “Medan Prijaji” hingga ribuan eksemplar.

Sjarikat Prijaji juga melakukan advokasi hukum terhadap pribumi yang ditindas oleh Totok Belanda, Arab, Cina maupun Indo. Ribuan rakyat pribumi telah dibelanya melalui sjarikat dengan menyewa pengacara Belanda.

Sjarikat bubar karena digerogoti dari dalam. “Medan Prijaji” melakukan advokasi sendirian dengan seorang pengacara handal Hendrik Frischboten. Pengacara ini tidak mengenal lelah dalam melakukan advokasi melawan ketidakadilan.

Gairah berorganisasi Minke meletup, berdirilah Sjarikat Dagang Islam. Minke dibantu kawannya Thamrin Mohammad Tabhrie, Sandiman, Marko, Wardi dan istri ketiganya Prinses Kasiruta. Azas Organisasi ini adalah Islam.

Organisasi ini berkembang dengan pesat karena tidak ada pembedaan antara priyayi dan rakyat jelata. Tiras “Medan Prijaji” semakin meningkat seiring perkembangan Sjarikat Dagang Islam. Perlawanan terhadap penindasan semakin berkobar.

Minke bersinggungan dengan ilmu baru yaitu Boycott atau pemogokan. Suatu tindakan masal yang berpengaruh besar terhadap kehidupan ekonomi khususnya untuk Industri Gula di Jawa. Minke mencoba mengenalkan  strategi ini kepada pimpinan pusat Sjarikat Dagang Islam. Akibatnya sangat signifikan yaitu perpecahan di Sjarikat Dagang Islam.

Minke terus maju dengan strategi boycott. Anggota berduyun-duyun ke Sjarikat Dagang Islam versi Minke. Ribuan orang bersatu dibawah kepemimpinan Minke. Satu kesalahan fatal dilakukan oleh “Medan Prijaji” bukan oleh Minke namun fatal akibatnya.

“Medan Prijaji” memperolok-olok Gubernur Jenderal baru yaitu Gubernur Jenderal Idenburg. Karena  menggunakan kata-kata kotor dan menyudutkan sang Gubernur Jenderal. Ini menjadi alasan Pemerintah Hindia Belanda untuk menangkap Minke melalui Kepala Polisi Pangemanann.

Minke diasingkan ke Luar Jawa. Sjarikat Dagang Islam kehilangan figure pemimpin. “Medan Prijaji” kehilangan tokoh utama. Apa ini akhir segalanya? Tunggu di Novel selanjutnya dalam Tetralogi Pramoedya Ananta Toer yaitu “Rumah Kaca”.       

Advertisements

Ifa Sudah Bisa Ngomong

 

Alhamdulillah, Ifa sudah bisa ngomong lancar. Masa penantian yang mendebarkan selama setahun. Biasanya, balita mulai ngomong di usia 1,5 tahun. Itu sudah lazim dan  emang seharusnya begitu. Anak dua tahun biasanya udah lengkap yaitu berjalan, ngomong meski terbata-bata dan suka nyanyi.

Lha, Ifa anak saya sedikit berbeda. hehehe….!!!!! Umur 14 bulan baru bisa berjalan padahal teman sebayanya sudah bisa jalan.  Pas umur 12 bulan, semua harap-harap cemas. Kok belum bisa jalan ya ? Apalagi para eyang makin deg-degan.

Ifa lebih seneng pakai bahasa isyarat di usia 1 – 2 tahun daripada bahasa lisan. Kami masih cuek, ya kebawa santai. hahahaha…!!!! Kami cuman punya keyakinan , saatnya bisa ngomong ya mesti ngomong. Cuman kapan?  hehehehehe…!!!!! Ifa kayaknya mengalami speech delay.

Kami akhirnya khawatir juga. Kekhawatiran bukan disebabkan keprihatinan terhadap si ifa tapi karena jengah dengan lingkungan sekitar. Lingkungan sekitar mulai para eyang, kakak, adik, saudara dan tetangga sebelah mulai bertanya-tanya. Arrgghh..!!! Udah Jengah, Gimana nih? Parah…!!! Hehehehe

Sungguh tidak manusiawi. Kita jadi pengin memaksa anak dan jika perlu mengindoktrinasi, ” Cepet fa bisa ngomong, Gimana jelasin ke mereka kalau ifa belum bisa ngomong”. hehehehehe…..!!!! Parah…!!!!

Kami mencoba merangsang si Ifa mulai dengan buku cerita  bergambar. Mama Ifa menceritakan isi buku tanpa rasa bosan. Flash card juga dipakai. Saya sering main flash card dengan ifa. Kalau main flash card. Saya yang ceriwis dan Ifa cuman senyum-senyum doang sambil nunjuk gambar di flash card.

Kita juga pakai poster. Seumpama saya menyebut, “Kereta Api”. Ifa langsung nunjuk gambar kereta api. Padahal, Gambar di poster campuran berbagai alat transportasi. Ifa udah tau tapi malas ngomong. Wah, kok bisa gini ya?. 😦

Si Ifa itu ngefans banget dengan THOMAS AND FRIENDS. Kalau nonton di Gadget selalu minta itu. Karena keseringan pakai buku gambar atau flash card dengan tokoh THOMAS AND FRIENDS. Kita juga punya posternya juga. Meskipun ngefans, tetep aja belum mau ngomong. Pusing dah….!!!!

Ifa suka tunjuk sana-sini, malas ngomong. Ifa cuman senyam-senyum dan menjelaskan sesuatu dengan gerakan tangan. Tambah khawatir aja deh.  Takutnya udah merasa nyaman dengan bahasa isyarat. Akhirnya,  kita semakin paham dengan bahasa isyaratnya.

Kami membawa Ifa ke Dokter Spesialis Anak. Dokter yang ikut bantu kelahiran Ifa.. Kami mencoba konsultasi untuk langkah terbaik buta Ifa. Takutnya ketelatan. Bicara salah satu kemampuan dasar manusia.

Ifa dites dengan empat kemampuan dasar anak. Namanya tes apa gitu? Saya lupa. Ifa dites untuk kemampuan motorik halus, motorik kasar, interaksi dan wicara. Dokternya duduk selonjoran disebelah Ifa. Bu Dokter mencoba berkomunikasi dengan Ifa.  Asisten bu dokter sibuk menyiapkan peralatan.

Tes ini berisi serangkaian perintah untuk dikerjakan oleh Ifa. Ifa dites kemampuan motorik halus. Wah, Dia jagonya. Mamanya khan usaha rental mainan, Ifa paling suka main lego atau balok ELC. Dia suka menyusun balok ELC atau Lego.

Tes motorik kasar. Dia lolos namun biasa saja. Ifa disuruh loncat-loncat masih kesulitan. Dia ragu untuk meloncat, naik tangga juga belum kokoh. Kalau sekarang udah bisa lompat-lompat. Dia suka pamer kalau bisa lompat. Minta tepuk tangan kalau bisa lompat. hehehehehe…!!!!

Tes Interaksi, Ifa juga lolos. Memang, Ifa agak pemalu tapi mampu berinteraksi. Interaksinya ya seperti tadi, bahasa isyarat. Interaksi khan tidak hanya ngomong. Sesuatu yang mendasar adalah berkomunikasi dengan orang lain.  Bahasa Isyarat ini pula yang menghambat untuk ngomong. Menurut pendapat saya. hehehehe….!!!!

Terakhir, tes wicara. Hehehehehe…!!!! Macet dah. Ifa nggak mau ngomong sama sekali. Usia sudah 21 bulan. Dia masih macet aja. hehehehehe…!!!! Kita agak sedih. Bu dokter menyarankan mengikuti terapi wicara. Seminggu dua kali, kami ngikut aja.

Hari pertama, ifa suka mengikuti  terapi. Dia suka di tempat terapi karena banyak mainan. Ini seperti di rumah aja. Walhasil, terapi hari pertama gagal. Karena ifa nggak mau mengikuti program tetapi cuman mau main-main. Terapisnya pusing untuk menaklukan Ifa. Ifa sama sekali nggak mau ikut program terapi cuman main-main saja.

Sesi kedua lebih parah. Ifa belum diterapi dan baru masuk ruangan udah nangis sejadi-jadinya. Ifa tadi lihat mainan di luar pengin main disana. Ifa nggak mau disuruh-suruh dalam program terapi. Terapis mencoba merayu ifa tetap nggak bisa.

Sesi ketiga, Udah hancur-hancuran. Terapis nyerah nggak sanggup menangani ifa. Ifa nangis minta main di playground saja. Terapis merekomendasikan teman sesama terapis untuk menerapi Ifa di rumah.

Kita manggil terapis ke rumah. Belum apa-apa, Ifa nangis sejadi-jadinya. Ifa udah trauma kejadian di klinik. Ifa nggak suka kondisi formal. Ifa cuman mau main saja.  So, terapis cadangan terusir juga sebelum bekerja. Kami harus  tanggung jawab dong. Meski nggak kerja ya tetep dibayar. Terapis pulang tanpa kerja tapi bawa hasil sambil senyum-senyum. Hehehehehe…!!!! Ini anak maunya apa seh? 🙂

Pusing tujuh keliling dan malu dengan bu dokter. Karena tidak bisa menjalankan saran beliau. Akhirnya, saya ambil langkah alternatif yaitu ikut Playgroup. Playgroup yang kita pilih bertema Alam. Karena Ifa lebih suka bergerak bebas. Jadi,lebih banyak main dan interaksi dengan temannya. Nggak ada kelas, nggak ada situasi formal. Adanya cuman main, main dan main. Itu favorit Ifa

Ifa mengikuti playgroup dengan harapan berinteraksi dengan teman sebayanya yang sudah bisa ngomong. Kalau kumpul dengan mereka semoga jadi terangsang  ngomong. Apalagi guru-gurunya mestinya juga cerewet, secara khan guru Playgroup. hahahahaha…!!!!  Itu lebih terstimulus.  Itu cuma teori ngawur saya. Hehehehehe…!!!

Hari pertama dilalui dengan mulus. Ifa cenderung diam saat itu. Ifa mengamati aktivitas di kelas. Kelasnya tidak ada tembok yang mengelilingi. Kelasnya adalah rumah panggung seperti di teras rumah . Murid-murid duduk lesehan tanpa meja dan kursi. Pandangan luas dan bebas, angin semilir ke dalam dan keluar kelas.

Ifa masih terasa asing namun penasaran. Alhamdulillah, Ifa nggak menangis dan mencoba mengikuti segala kegiatan. Ifa masih cenderung mengamati saja. kegiatannya mewarnai, menempel, bernyanyi.  Lokasi favorit ifa di sekolah adalah kebun belakang. Ifa bisa melihat ayam, kura-kura, ikan dan berbagai hewan disana.

Kalau mau sekolah. Ifa minta ke kebun belakang Playgroup dulu . Dia mau lihat polah tingkah hewan . Bu guru cukup sabar untuk menemani si Ifa. Bu guru telaten menanggapi celoteh Ifa tentang hewan yang ada. Kalau puas, Ifa baru mau masuk kelas. Pokoknya, Semau gue banget sekolahnya tetapi difasilitasi oleh Playgroup.

Ifa cenderung pendiam. Ifa lebih banyak mengamati. Ifa mengiktui kegiatan cuman yang disenangi saja. Ifa mengamati gurunya ngomong, temannya berceloteh dan mendengar nyanyian.  Sekarang, Ifa sudah suka nyanyi di rumah. Di sekolah? Masih pendiam. hehehehehehe….!!!!

Ifa nggak merasa belajar atau mengikuti terapi wicara. Ifa berangkat ke Playgroup namun merasa berangkat ke tempat bermain. Dia nggak punya perasaan terbebani. Pikirannya cuman nanti bermain disana. Nyanyi, main gunting, main tempel, main lego, main play dough, main air dan main tanah.

Kita menunaikan haji ketika ifa sudah terbiasa dengan aktivitas di Playgroup, kira-kira setelah dua bulan gabung ke Playgroup. Rasanya lega, karena Ifa sudah menemukan aktivitas yang menyenangkan.

Para eyang tinggal mennyesuaikan dengan jadwal di Palygroup. Selama kami menunaikan ibadaha yang menjaga Ifa itu para eyang secara bergantian. Oh ya, Ifa masuk Playgroup cuman tiga hari dalam seminggu. Hehehehehe…!!!!! khan yang ikut balita. nyantai aja.

Kami menunaikan haji dipenuhi dengan doa agar Ifa segera bisa ngomong. Usianya sudah dua tahun lebih. Rasanya sudah pasrah aja. Lha mau gimana lagi, hehehehe…!!!! Terapisnya aja diusir. Nggak ada obat mujarab yang membuat Ifa terus bisa ngomong.

ngomong itu butuh latihan saja. Cara melatihnya? hehehehehe….!!!!! Semoga dengan ikut Playgroup terstimulus untuk ngomong. Kalau ini lebih mendebarkan. Ifa khan sudah dua tahun. Ifa meski dijaga para eyang namun selalu ditemani pengasuhnya.

Para Eyang masih aktif semua. Kalau Ifa tidak punya kegiatan rutin. Kasihan para eyang, kegiatannya bisa terganggu cuman menjaga Ifa. Ifa jadi tertantang untuk ngomong dengan orang lain. Ayah dan Mama yang memahami bahasa isyaratnya tidak berada disisinya cuma ada “mbak”-nya.

Kita masih optimis kalau Ifa ngomong dengan lancar. Rasa optimis ini bukan berdasarkan “ngecap” saja. Karena Ifa sudah diperiksa Dokter. Dokter menyimpulkan kalau Ifa normal cuman kemampuan wicara yang lambat. Ifa membutuhkan lingkungan yang mendukung untuk ngomong makanya dimasukan Playgroup. Itu kesimpulan kita selaku orang tuanya. hehehehehe…!!!!

Ifa bisa terlambat juga karena kesalahan kita. kita sebagai orang tua membiarkan Ifa larut dalam buaian Tablet Smartphone. Sejak mama Ifa resign dari Dosen PNS, Kita membangun usaha yaitu Rental Peralatan Bayi dan Mainan Anak, namanya mainan solo.

Kebetulan, Kita mulai merintis  ketika Ifa masih berumur dibawah dua tahun. Agar nggak nganggu aktivitas usaha. Ifa dikasih mainan Tablet. Kita kasih lagu dan game anak-anak. Ifa keterusan dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Itu awal masalah. Ifa merasa cukup dengan dunianya yaitu  Gadget. Ifa merasa tidak butuh teman. Karena Gadget sudah cukup menemani. Itu berbahaya sebenarnya. Cuman, enak juga tidak diganggu anak. hahahahahaha…!!!!! Egois lah saya sebagai orang tua. Maaf ya Ifa…..!!!! 😦

Kita pulang Haji. Ifa udah mulai ngomong.. Mama…Ayah….!!!!  Ifa mulai ngomong satu kata, dua kata dan seterusnya. Ifa mulai mencoba mengungkapkan dengan kata-kata. Ifa mulai nambah dengan dua kata diteruskan satu kalimat sederhana. Ifa mulai “ledakan kata-kata”. Itu istilahnya mama Ifa. Ketika suka berbicara terus menerus meski tidak nyambung.

Alhamdulillah, Ifa dinyatakan sudah bisa ngomong di usia 2,5 tahun oleh kami. Ifa sudah bisa menyampaikan keinginannya dengan kalimat sederhana yang teratur dan nyambung. Hufft…!!!! Lega rasanya. Ternyata, Ifa jadi cerewet. Apapun dikomentari dan dilaporkan. “Ma, bunganya merah”.” Yah, ada bis putih”, “Ma, Ifa makan”, dsb.

Kita punya mainan Roller Coaster yang posisinya agak tinggi. Ifa naik kesitu dan menyanyi lagu favoritnya “Cicak di Dinding”. Selesai nyanyi, kita disuruh tepuk tangan. Ifa hafal lagu Cicak di dinding, Burung Kakatua, Topi saya bundar, Naik ke Puncak Gunung.

Karena masih main Gadget. Ifa hafal sendiri angka 1 sampai 10. Karena sering nonton “Baby First”, ifa sudah melafalkan angka 1 sampai 10 dalam bahasa Inggris. Ifa sudah hafal abjad A sampai Z. Itu semua dia pelajari sendiri dari TV dan Gadget. Kembali ke gadget lagi. Parah…!!!! hehehehehe…!!!!

Kita sama sekali tidak mengajari angka dan huruf. Karena sudah komitimen dengan istri bahwa Ifa tidak akan diajari Calistung ( Baca, Tulis Hitung ) sampai lulus TK. Karena kita nggak mau Ifa terbebani. Kita cuman mengenalkan aja dalam format bermain.

Kalau masuk SD disyaratkan harus bisa Calistung. Saya mau nyari sekolah yang tidak mewajibkan bisa Calistung  . Pokoknya masa pra SD adalah masa bermain, bermain dan bermain…!!!!

Pelajaran yang bisa diambil dai kasu Ifa sangat banyak. Saya merenung ternyata kita harus tenang dan jangan panik yang berkaitan dengan perkembangan anak. Konsultasi dokter jika ada yang ganjil, keyakinan tinggi bahwa setiap anak itu unik.

Semua anak itu hebat mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. kita harus melihat dari kacamat positif dan optimis. Nggak ada anak bodoh. Semua anak mempunyai keunikan, kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Makanya, menghadapi anak kita harus : Santai , Nrimo, Syukur dan  Optimis saja.

 

 

 

ANAK SEMUA BANGSA

image

Minke, anak Bupati Bojonegoro telah mengalami berbagai peristiwa yang berkaitan dengan pemerintah Hindia Belanda. Minke sudah menikmati privilegium statusnya sebagai priyayi.

HBS yang mematangkan daya intelektualitas si Minke. Status Minke yang diatas bangsa dia sendiri menyebabkan kekagumannya kepada eropa semakin membuncah.

Kekagumannya sedikit ternoda dengan peristiwa pengadilan Belanda atas dirinya dan mertuanya “Nyai Ontosoroh” ( Novel : Bumi Manusia). Kebahagiaannya memiliki istri Indo harus berakhir dengan tragis. Istri yang dipuja-puja harus meninggalkan tanah Hindia menuju Nederland.

Karena Annelies hanya seorang Indo bukan Totok. Kebahagiaan tidak berpihak kepadanya melainkan penderitaan yang berujung kematian. Meski bersedih, Minke masih meyakini bahwa Belanda telah mengambil kekayaan alam jawa itu kejam.

Namun,  Raja-raja Jawa itu masih lebih kejam. Karena tidak hanya harta yang diambil namun juga istri orang juga dirampas . Karena Penjajah Belanda tidak pernah mengambil istri orang.

Keyakinan ini mulai goyah setelah pertemuannya dengan Surati dan lebih bergemuruh lagi setelah bertemu dengan Trunodongso. Trunodongso, petani yang tidak berdaya menghadapi kejamnya Kapitalisasi Industri Gula Belanda.

Ternyata, Semangat “Revolusi Prancis” yang didengung-dengungkan eropa hanya untuk bangsa mereka sendiri bukan untuk kaumnya, bangsa jawa.

Pertemuannya dengan Khok Au Suew, seorang revolusionis Cina semakin mengukuhkan kegelisahan atas bangsanya. Berita dari seberang lautan, Filipina.  Minke merasa semakin gelisah akan eksistensinya sebagai bangsa. Bangsa yang selalu inferior di hadapan eropa sampai saat ini.

Mata Minke terbelalak karena Jepang dianggap sejajar dengan eropa. Meiko, pelacur jepang piaraan Babah Ah Chong, mempunyai derajat lebih tinggi. Seorang terpelajar pribumi masih dibawah derajat seorang pelacur jepang.

Joserizal harus dihukum mati karena perlawanannya kepada Spanyol. Dia menjadi korban opera sabun antara Amerika dan Spanyol. Alangkah tersungkurnya derajat bangsa Asia minus Jepang.

Pertemuannya dengan Teer Har membuat dia menyadari yang dinamakan “Nasionalisme”. Inilah yang ditakuti pemerintahan saat itu, dibalik istilah “Nasionalisme” sebenarnya Pramoedya diduga mengajarkan marxisme dan lenninisme oleh rezim orba.

Perjalanan Minke dari Semarang ke Surabaya via “Vorstlanden” (Surakarta- Yogyakarta) semakin membuat dadanya sesak. Wilayah yang subur dan makmur di sebelah tenggara pulau jawa telah dikuasai oleh tuan tanah Belanda.

Tulisan-tulisan Minke mulai bergeser menjadi lebih humanis. Pembelaan terhadap bangsanya mulai terasa dalam tulisan-tulisannya. Minke sangat kecewa ketika tulisannya diplintir oleh sahabatnya.

Sahabatnya yang bernama Martin Nijman, seorang totok belanda sekaligus redaktur S.N v/d D. Tulisannya tentang perjuangan Khouw Ah Soe dalam pelariannya ke Jawa dari Cina.

Tulisannya tentang Trunodongso membuat Nijman marah. Karena koran S.N v/d D adalah koran yang dibiayai pabrik Gula padahal Tulisan Minke mengungkap borok pabrik gula. Minke mulai menyadari adanya ketidakdilan atas bangsanya.

Minke adalah seorang priyayi jawa yang menikmati fasilitas dari orang eropa yang menjajah bangsanya. Sahabat-sahabatnya, Jean Marais dan Kommer mendesak Minke untuk menulis dalam bahasa Melayu.

Gengsi kepriyayiannya ternyata masih kuat maka dia belum bersedia. Minke masih merasa rendah jika harus menulis dalam bahasa melayu. Bahasa kelas dua.

Konflik dengan ir. Maurits Mellema semakin menguatkan pemikirannya bahwa bangsa eropa telah merendahkan bangsanya. Rangkaian peristiwa yang dialami oleh Minke menyadarkan bahwa semua manusia adalah “Anak Semua Bangsa”. Anak-anak manusia yang mempunyai hak, martabat dan harga diri yang sama di dunia ini.

Mengapa Hindia harus lebih rendah dari Indo? Mengapa Indo harus lebih rendah Totok? Mengapa Cina lebih rendah dari jepang? Mengapa Jepang harus sejajar dengan eropa padahal orangnya mirip dengan cina?

Pertanyaan ini semakin membuncah. Mengapa semangat “Revolusi Perancis hanya untuk eropa/ mengapa Asia harus menjadi budak eropa?

No Sugar No Salt & No Additives

Alhamdulillah, Ifa sudah lulus S1 ASIX. Usia Ifa adalah 6 bulan saat itu. Ifa mulai mengkonsumsi makanan pendamping ASI. Karena Anak ASI maka disebut MPASI. MPASI itu Makanan Pendamping ASI.

Saya sebenarnya mau praktis. Kita beli makanan instan untuk ifa. Berbagai merek sudah tersedia disana mulai merek A sampai Z. Istri yang menampik usulan saya. “meski ribet tapi harus dijalanin”, Ujarnya seperti konselor ASI. hehehehehe…..!!!

Ternyata, ribet sekali. MPASI itu tidak boleh memakai gula, garam dan bahan penyedap rasa yaitu vetsin. Balita seyogyanya mengenal rasa alami bahan makanan terlebih dahulu.

Aturan dasar membuat MPASI selanjutnya adalah tidak boleh digoreng atau mengandung bahan yang telah goreng. Berdasarkan pengamatan saya. Selama ifa menjalani MPASI. Semua proses pembuatan MPASI hanya dikukus atau di-tim.

Senjata utama kami adalah Slow Cooker. Semua bahan makanan dimasukin di slow cooker dan di-tim. Kita menunggu delapan jam dan matang. Hanya tinggal disaring jika diperlukan.

Biasanya, kami memasukkan bahan makanan ke slow cooker di malam hari menjelang tidur. Kita tinggal tidur semalaman. Pagi hari, MPASI sudah siap. Tidak ribet dan tinggal diambil saja.

MPASI dilakukan bertahap. Kita mulai tekstur paling halus, mulai meningkat agak kasar dan terakhir tekstur kasar. Karena pencernaan anak juga baru berkembang. Bahan-bahan yang alami lebih bersahabat buat perut Ifa. Kalau rejeki berlebihan bisa yang organik sekalian. Mangstab sekaligus mahal. 🙂

Itu hanya aturan dasar saja. Kalau mau lengkap. Buka saja di website AIMI ASI. Semua sudah lengkap sekali. Saya cuman cerita pengalaman Ifa.

Ifa sudah 2,5 tahun. Tahapan ASIX sudah dilewati. Kami selaku orangtua berusaha mentaati MPASI meskipun tidak 100 % . Hasilnya yang didapatkan berdasarkan pengamatan visual adalah :

1.  Tidak gemuk dan tidak kurus.
Kalau gemuk khan arahnya obesitas dan kurus arahnya kurang nutrisi. Keduanya tidak, asupan gula hanya dari bahan makanan saja. Ifa belum mengenal asupan gula secara langsung.

2.  Tidak pilih makanan.
Ifa menerima semua jenis makanan. Lidahnya tidak mempunyai favorit dalam rasa ( manis/asin).

3.  Jarang sakit perut.
Sistem pencernaannya cuman mengolah bahan makanan sederhana. Ifa kenal MPASI saja.

4.  Suka makan sayur bayam
Ini yang saya heran juga. Anaknya doyan sayuran. Kalau disajikan sayur bayam maka dia habiskan. Cara makannya juga rada beda. Bayam dimakan pakai tangannya tanpa sendok dan kuahnya ditinggalkan. Bayam cuma direbus juga dilahapnya tanpa dibumbui apapun.

Mungkin, karena Ifa belum mengenal snek yang beredar di pasaran. Mulai Chiki, Chitato dan Lays dsb. Coba kalau udah kenal itu semua. Saya pikir dia nggak doyan sayur. Ifa baru mengenal rasa yang di MPASI saja.

Setelah diskusi dengan istri ternyata menghindari gula dan garam untuk bayi sangat bermanfaat sekali. Anak-anak cenderung tidak menjadi pemilih. Makan tidak perlu dipaksa makan. Karena alam bawah sadar mereka, manis atau asin bukan rasa favorit mereka.

TIMLO SOLO

Obrolan tentang kuliner di kota Solo. Salah sati kuliner khas kota Solo yaitu TIMLO. Kalau tidak salah, Timlo itu representasi dari Solo. Kalau bicara Gudeg asosiasinya ke jogja, ngomong tentang Kerak Telor itu Jakarta. Nasi Gandul maka pikiran kita melayang ke kota Pati Jawa Tengah.

TIMLO sekilas mirip SOTO yang membedakan adalah isi dan kuah. Isian dari TIMLO meliputi Ati Ampela, Irisan Sosis Solo, Mihun, Telur Pindang dan Suwiran Ayam Goreng kemudian dituangi kuah.

image
TIMLO SOLO

Nasi bisa dipisah atau dicampur dengan Timlo sekaligus. Rempah-Rempah spesifik TIMLO  yaitu cengkeh. Penjual Timlo dekat rumah masih memakai cengkeh, rasanya agak “nyegrak” ( jawa : menyengat ) khas cengkeh.

Ada dua tempat terkenal yang jual TIMLO di kota Solo yaitu TIMLO MAESTRO dan TIMLO SASTRO. Saya lebih menyukai TIMLO MAESTRO karena terasa lebih ringan daripada TIMLO SASTRO, keduanya sama istimewa.

image
DAFTAR MENU

Sesuatu yang membuat Timlo Solo istimewa adalah Sosis. Sosis adalah pembeda utama dengan soto.  Bagi pecinta sayuran juga tidak terlalu senang. Karena timlo ini sama sekali tanpa sayuran.

image
SOSIS DIATAS SENDOK

TIMLO  juga ada variannya yaitu TIMLO GORENG. TIMLO tanpa kuah namun dibungkus dengan kulit. Kulit yang dibuat dari campuran tepung terigu dan telor. Isian agak sedikit berbeda yaitu ditambahi wortel dan jamur kuping, soon dan ayam cincang.

image
TIMLO GORENG

TIMLO GORENG juga bisa dikonversi ke bentuk kuah. Isi TIMLO GORENG dan Sosis disiram dengan kuah. Kuahnya sama dengan menggunakan cengkeh sebagai penyedap rasa. TIMLO yang jenis ini terasa lebih segar. Karena hadirnya sayuran.

image
VARIAN TIMLO SOLO

MANUSIA PILIHAN

Sudah diketahui khalayak umum. Orang paling kaya di negeri ini adalah pengusaha rokok. Emang mantep bisnis rokok, jika produknya disukai pasar. Terutama bagi pasar Indonesia. Phillip Morris aja masuk Indonesia.

Berapapun harganya mesti dibeli. Kaya, miskin, tua muda sakit atau sehat, kalau udah ketagihan rokok. suuuuuuliiiit berhenti….!!! Pakde saya yang perokok berat pernah berkata begini :

Orang kalau merokok biasanya badan menjadi tidak enak alias sakit, kalau saya tidak merokok maka badan terasa tidak enak.
Ini kebiasaan buruk, jangan ditiru. Saya merokok sejak tahun 1950 sampai sekarang (2014). Jadi kalau tidak merokok maka badan terasa tidak enak.

Beliau merokok sehari minimal satu bungkus. Rokoknya sekarang adalah rokok putih. Dahulu, rokok Djarum atau Gudang Garam adalah kegemaran beliau. Sehari bisa 3 bungkus sewaktu muda beliau. Pokoknya TOP BGT ( teope begete), udah mirip lokomotif kereta api jaman jepang.

Beliau hampir tidak pernah sakit, cuman yang ringan. Beliau tidak mengidap penyakit berat semacam jantung, hipertensi atau diabetes. Anak-anaknya juga sudah sarjana semua. Hidupnya cukup meski tidak berlebihan. Ekonomi keluarga cukup stabil padahal istri cuma di rumah.

Memang, orang Indonesia itu pilihan. Setiap hari mengkonsumsi racun tetap saja sehat. Uangnya dihisap pabrik rokok tetap aja merasa cukup. Kalau uang cekak mesti ada anggaran rokok buat para perokok.

Kata mas Dani, “Indonesia Hebat”. Kata mbak Monda, kehidupan yang “hebat” harus mulai ditinggalkan. Saya hanya bilang, “manusia Indonesia itu manusia pilihan”. Paling tidak itu adalah ungkapan optimisme.

Saya bukan perokok. Saya tidak membeli rokok. Jika membeli paling banter buat oleh-oleh. Saya memilih hidup tanpa rokok lebih sehat secara jasmani maupun ekonomi. Paling tidak itu menurut saya.

Saya juga tidak menampik realita seperti pakde saya. Realita itu mungkin pengecualian. Namun, pengecualian di negara ini terlampau banyak. Buktinya, pabrik rokok tetap jaya meskipun hanya mengandalkan pasar konsumen dalam negeri.

Pengecualian itu sebuah keistimewaan bagi perokok atau sikap “masa bodoh” dengan efek merokok untuk kesehatan dan ekonomi. Hanya perokok yang bisa menjawab.

Yang jelas, himbauan bahaya merokok sepertinya mandul. Meskipun gambarnya sudah begitu sangar di bungkus rokok. Apalagi fatwa rokok, ,dipastikan tidak laku. Banyak kyai yang merokok juga je. Hehehehehe….!!!!

Kita suka meniru eropa kecuali satu hal ini. Manusia eropa sepertinya sudah membatasi privasi perokok mulai ruang khusus merokok, batasan usia, kadar nikotin, perdagangan tembakau dsb. Kalau yang diatas tidak kita tiru, meniru yang lain aja, hehehehe….!!!!

Kalau mau lebih jelas, saya mau nanya ke Teteh. Gimana aturan merokok di JERMAN?  Bebas/bebas terbatas/longgar seperti Indonesia? Gimana teteh? Hehehe….!!!

WEDANGAN HIK GAUL DI MALAM HARI

Kalau berbicara Solo mesti Solo dan Sekitarnya. Solo dan sekitarnya disebut Soloraya. Soloraya meliputi : Kota Solo, Kab Karanganyar, Kab Sragen, Kab Boyolali, Kab Wonogiri, Kab Sukoharjo dan Kab Klaten.

Dahulu, saya pernah Kerja Praktek di daerah Cikarang Bekasi. Apabila ketemu perantauan dari daerah soloraya. Mereka ditanya daerah asal selalu menjawab solo. Baru, kalau ditanya lebih lanjut,
baru ketahuan ternyata dari Wonogiri, Sragen, Boyolali dsb.

Itu dulu, Karena SBY berasal dari Pacitan dan dekat Wonogiri. Makanya, nama Wonogiri ikut naik daun. Jokowi memang warga solo, ibunya khan berasal dari Boyolali. Boyolali ikut terkenal.

Apalagi, ada Google Map. Dunia makin sempit. Semua tercakup dalam peta. Semua bisa diakses dari mana saja. Maka tidak perlu mengaku orang Solo jika berasal dari Wonogiri. Jiahahaha…!!!!

Hik atau Wedangan itu mirip kedai kopi. Menu utama adalah segala minuman yang berbahan dasar teh, kopi, jeruk dan berbagai macam herbal, misal : jahe, kencur, kunir, sere dsb. Nggak ada yang lain.

Jangan harap bertemu dengan coca cola, pepsi atau fanta. Minuman squash, smoothie, soda dan es krim. Kalau mau seperti itu datang saja ke kafe. Hehehehehe…..!!!!

Nggak ada yang namanya kursi empuk dan pendingin ruangan. Adanya bangku panjang. Semua boleh bicara seenaknya, bicara keras dan tertawa lepas. Kaki pengunjung boleh diangkat atau duduk lesehan bahkan tidur diatas tikar.

Makanan yang mendominasi adalah makanan khas seperti jadah, wajik, sate keong, sate kikil, tahu / tempe bacem, tahu/tempe goreng, tempe gembus, karanggesing, cakar ayam dsb.

Hidangan nasi hanya sekedar pengganjal perut saja seperti : sego kucing, nasi oseng2 dsb. Orang datang ke Wedangan/Hik sekedar melepas lelah, ngobrol dengan keluarga atau teman.

Saya, istri dan adik pergi Wedangan Hik “Gaul” Pak Mul di Karanganyar. Sampai disana, brrrr…!!! Situasinya ramai padahal lokasinya nun jauh di kaki gunung Lawu yang sejuk dan dingin. Jauh dari kota.

image

Mobil-mobil berjajar rapi dipinggir jalan Solo-Tawangmangu. Gurauan penggemar Wedangan Hik  “Gaul” terdengar bersahut-sahutan, suasana yang santai dan ramai.

image

Hik “Gaul” terletak di desa Bejen Kabupaten Karanganyar. Jarak dari kota Solo adalah 20 km ke arah Tawangmangu. Tawangmangu adalah tempat wisata di kabupaten karanganyar. Sebelah timur kota Solo.

Kebetulan sekali, Kami bertiga duduk di depan penjual secara langsung. Saya pesan minuman khas Hik Gaul yaitu JKJ dan begitu pula adik saya. Istri pesan yang standar saja yaitu Es Teh.

image

JKJ ( Jahe Kencur Jeruk) adalah minuman terbuat  dari jahe dicampur kencur, tidak lupa memakai Gula Batu atau Gula Aren diseduh air panas. Sentuhan terakhir yaitu air perasan  jeruk nipis . Hmmm…..!!!! Lebih nikmat diminum di waktu malam yang dingin.

image

Karena tidak segera dilayani maka saya nyeletuk, “mana mas  JKJ saya ?”.  Pak Mul menjawab dengan santai tanpa ekspresi, “ Mas, Stasiun Prambanan….!!”. “Ha, apa itu pak?”, sergah saya. “ Stasiun Prambanan namanya Srobot, Minumannya terlanjur  diserobot  orang”, Jawabnya.

“Oooo….!!!”, gumam saya. Ternyata stasiun KA  Prambanan berada di daerah “srobot”. Itulah kata ganti menyerobot  pesanan. Ada-ada saja….!!!. Benar atau salah itu adalah bahasa  Hik “Gaul”.

Saya sruput  aja itu JKJ sedikit demi sedikit. Eeee…!!! tidak lama sudah habis. Saya pun minta tambah air panas. Saya nyeletuk ,”Sopir Jaran !”. Adik saya yang heran kemudian bertanya, “Sopir Jaran, Apa itu???”.

image

“Oooo.. Sopir Jaran itu artinya minta tambah air panas”, jawab saya. Sopir Jaran itu artinya Penunggang Kuda, disebut “Joki”. “Joki” dalam bahasa jawa artinya “nambah air lagi”. Setelah diterangkan baru paham dia.

“Yulia atau Stasiun Ngawi?”, Pak Mul nanya saya. Saya balik nanya,” Yulia itu apa dan Stasiun Ngawi itu apa pula?”. “ Oooo, Yulia itu Perez berarti nambah airnya sampai penuh gelasnya (Peres  : penuh).

Stasiun KA di daerah Ngawi itu namanya  Paron berarti nambahnya air cuma setengah gelas ( paron  : setengah).Saya jawab, “ Yulia saja”. Hehehehehe….!!! Kreatif juga pak Mul.

Saat itu, Pengunjung berdatangan maka agar semua dapat tempat duduk maka harus bergeser sedikit. Pak Mul nyeletuk, “Kongser, Kongser, Bokong Geser “ . ( Bokong : Pantat) .

“Jenang Manten Anyar ada pak?”, tanya saya. “Wah, habis?”,jawab pak Mul. “Jenang Manten Anyar” itu adalah Bubur  kemudian diberi Sayur Tumpang.  Tumpang dalam bahasa jawa artinya menindihi.

image

Kayak pengantin baru yang mengalami malam pertama makanya namanya “Jenang Manten Anyar “ ( Manten Anyar : Pengantin Baru). Ada-ada saja. Bhahahahaha….!!!!

Kami bertiga sangat menikmati minuman dari Wedangan Hik “Gaul”. Hik ini memang unik baik dari segi makanan, minuman dan istilah-istilah yang dipakai.

Seorang pengunjung tiba-tiba pesan ke Pak Mul,” Pak, Aku OBH”. OBH itu Obat Batuk Hik. Obat Batuk Hik adalah minuman campuran jahe dan kencur.

Kalau yang pesen  “ OBH dan isinya BH “, maka itu adalah minuman campuran jahe dan kencur dengan ditambahi susu kental manis yang warnanya putih itu. Hehehehe……!!!! Maaf, kalau ini agak ekstrim. Ya begitu deh . Jiahahahahaha……!!!!

Satu lagi minuman unik yaitu “Jahe Miyabi”. Jahe Miyabi artinya minuman dari jahe tanpa campuran atau polos saja. Miyabi khan suka yang polos tanpa apapun. Siapa yang ngasih tahu pak mul tentang Miyabi. Parah…!!!!  Hehehehehehe….!!!!

image< image[/caption] >

Pak Mul sang pemilik usaha bertindak layaknya Bartender. Dia yang mengendalikan lalu-lintas minuman disitu. Penjual Wedangan Hik  tidak hanya menyajikan minuman yang enak namun juga menghidupkan situasi.

Pak Mul mampu menjalin komunikasi dengan para tamu.  Karena tamu di Wedangan Hik tidak hanya makan dan minum. Para Tamu lebih untuk mencari suasana yang nyaman dan menyenangkan. Apalagi menu Hik Gaul juga enak.

Pak Mul sering nyeletuk seperti ini ,
“Semarang Demak, Makin digoyang Makin Enak”.
Maksudnya yaitu Minuman rempah-rempah tadi selain diaduk dengan sendok lebih enak lagi kalau gelasnya digoyang jadi lebih mencampur.

Ungkapan yang lain seperti,
“Jombang Kediri, Makin dipegang Makin Berdiri”.
Jika kita mengaduk minuman tentu memakai sendok, sendok untuk mengaduk tentu posisinya berdiri . Karena gelas yang tinggi.

Ungkapan yang sedikit nakal namun menyegarkan suasana. Inilah kepiawaian Pak Mul. Bahkan untuk menjual sesuatu yang telah lama dikenal.

Penjual Wedangan Hik menggunakan istilah yang baru seperti Karanggesing yang terbuat dari pisang dan santan maka menjadi “Pistantul” (Pisang Tanpa Tulang). Garangasem dengan isi jamur maka namanya menjadi “Ganja” (Garangasem  Jamur).

Kita mau pulang maka tak lupa password-nya . Pak Mul memakai Parikan ( Pantun Jawa) ,
Palur Kebakkramat, Sugeng Kondur Mugi Selamat
( Palur Kebakkramat, Selamat Jalan Semoga Selamat).

Karena saya datang dengan istri maka tambahannya,
“Wit Pelem Wit Melon, Tekan Ndalem  banjur  Kelon”
( artinya …?? Tanya yang paham bahasa jawa ). Asyem tenannnn. Hehehehe….!!!!

Pak Mul tidak kenal dengan ilmu marketing  namun beliau sudah mempraktekkannya. Mulai Branding, Differentiation, Positioning,, Marketing.

Beliau jenis pembelajar yang Learning By Doing. Kekuatan Hik “Gaul” tidak hanya kuliner dan juga Branding yang unik tiada duanya di Soloraya.

Anak Pak Mul sudah ada yang mewarisi kemampuan ini. Anaknya sudah ikut terlibat dalam kegiatan sehari-hari. Sedikit demi sedikit mampu mewarisi keahlian bapaknya.

O ya, kalau malam minggu, sejak pukul 5 sudah mulai ramai didatangi pengunjung. Suasananya tidak nyaman kalau menurut saya. Suasana terlalu crowded bahkan antri. Kalau makan ditunggui khan nggak enak. Hehehehe…..!!!!

Paling nyaman itu diluar malam sabtu dan malam minggu. Datang jangan terlalu malam kalau mau menu masih lengkap. Tapi, kalau mau santai datang setelah jam 10 malam. Sepi dan santai.