SATE KERE

Kere itu berkonotasi negatif dalam bahasa jawa. Kere itu artinya fakir, miskin dan orang pinggiran. Kuliner yang satu ini namanya “Sate Kere”. Sate kesukaan orang kere, itu terjemahan bebasnya.

Eits….jangan salah, Sate Kere ternyata tidak hanya disukai orang kere. Kuliner ini menjadi kesukaan semua kalangan baik kaya, miskin, tua dan muda bahkan anak-anak.

Penamaan “kere” disebabkan bahan utama dari sate kere itu sendiri. Sate Kere itu terdiri dari dua bahan utama yaitu  Jerohan Sapi dan Tempe Gembus. Semua adalah bahan sisa tetapi nikmat disantap.

Jerohan sapi itu berisi bermacam-macam organ dalam yang penuh lemak seperti Ginjal, Paru, Hati dan Torpedo. Mirip dengan soto betawi. Cuman lidah nggak ada di sate kere. Kolesterol abis, hahahahaha…….!!!!!!

Torpedo ? hehehehehehe…….!!!!! Bukan rudal yang di kapal selam. Itu Alat Kelamin Sapi Jantan. Jenis daging itu kalau di tempat lain nggak tahu dimasak apa? Rasanya lezat.

Enak tapi berbahaya karena mengandung kolesterol, asam urat, lemak dsb. Sekali-kali boleh lah. Beda dikit dengan junk food. Hehehehehehe…….!!!!!

image

Sate Jerohan

Tempe gembus? Kita semua sudah paham bentuk dan rasa tempe. Tempe gembus itu turunan kedua dari kedelai atau lebih tepatnya limbah padat. Tempe gembus dibuat dari ampas tahu. Ampas tahu adalah limbah pabrik tahu.

Gila, hampir tidak ada yang tersisa untuk makhluk lain. Hehehehe…..!!!!! Itulah wong solo tentang kuliner. Apapun bisa dimasak. Anda jika mendengar nama kuliner tengkleng itu lebih gila. Ah… !!!!! itu untuk postingan besok saja.

Tempe gembus ini biasanya untuk pakan ternak misal : sapi atau babi. Jadi, kita merebut jatah makanan hewan ternak diatas. Hehehehe…..!!!! Meskipun demikian peminatnya banyak lho. Seperti saya sendiri.

image

Sate Gembus

Tempe Gembus yang masih berupa lembaran-lembaran, dipotong-potong seperti coklat batangan. Tempe gembus ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar . Yummy…..!!!! Rasanya mak nyusss.

image

Setusuk sate gembus

Jerohan sapi diiris-iris kecil, ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar. Rasanya uenaaak sekali. lha penuh dengan lemak. Gurih dan Pedas bercampur dengan lontong atau nasi. Kalau saya lebih suka lontong karena tidak terlalu berat.

image

Sepiring Lontong

Sate jerohan dan sate tempe gembus disiram dengan sambal kacang yang pedas. Jangan lupa taburan irisan cabai dan bawang merah mentah. Aroma lemak sapi bercampur dengan sambal dan taburan cabai. Cukup menggoda iman. Hehehehe….!!! Ada rasa khas kedelai berasal dari tempe gembus. Sate Kere lebih mantap dan berat.

image

Sepiring cabai & bawang merah

Tekstur yang menyenangkan. Ada tekstur kenyal dari lontong. Jerohan yang empuk dan tempe gembus yang mak nyuss. Sate dengan tekstur yang ramah untuk dikunyah namun ancaman buat kesehatan. Heuheuheu….!!!!

Kalau nyari di Solo, ada satu tempat yang terkenal yaitu sate jerohan yu rebi. Dia tidak memakai nama sate kere meskipun jualan juga sate gembus. Ssssttttt…..!!! Mestinya sate kere ya? Hehehehe….!!! Lokasi ada di tengah kota solo.

Kalau sedang jalan-jalan di JL Slamet Riyadi Solo. Jalan itu cuman ada satu di Solo. Anda cari saja Stadion R MALADI SRIWEDARI. Lokasinya berada di belakang stadion tersebut.

image

Sate Jerohan Yu Rebi

Sate Jerohan Yu Rebi berada di deretan kios-kios BUSRI ( mBUri SRIwedari). Mburi itu artinya terletak di belakang. Kios-kios tersebit mayoritas jualan buku. Sate Jerohan Yu Rebi berada di ujung barat, sebelah selatan jalan.

Anda bisa pesan sate jerohan, sate gembus atau campur ( mix sate jerohan dan gembus). Hebat khan….!!!! Makanan yang sangat tidak direkomendasikan ahli gizi maupun dokter. Kayak jualan rokok, buruk bagi kesehatan namun dicari.

Manajemen Stok ASI

Tulisan yang dulu, saya menulis stocking. Maksud saya adalah manajemen stock ASI. Saya merasa aneh juga dengan istilah stocking. Saya tulis di google translate kata stocking. Hahahaha, ternyata artinya jenis pakaian wanita yang seperti kaos kaki.

Hehehe, saya minta maaf atas rasa “sok tahu” saya. Alih-alih mau gaul, eh ini malah keliru. Manajemen stock ASI yang saya maksud. Ini penting terutama bagi working mom ( hmm…..semoga benar istilah itu) yang mengikuti program ASIX. Working mom tidak selalu stand by untuk si bayi. Makanya, harus ada persediaan ASI untuk bayi.

Semakin kenceng bayi menyusui maka semakin besar produksi ASI. ASI yang tidak dikeluarkan dari dalam tubuh ibu dapat menyebabkan rasa yang sakit bagi ibu menyusui. Kalau selalu disamping bayi langsung dapat diberikan.

Makanya, daripada dibuang lebih baik disimpan. Hehehe….!!!! Urusan simpan menyimpan ASI dibutuhkan beberapa peralatan misal: breast pump, kantong ASI, Tabung ASI, Cooler bag dan Lemari pendingin jika diperlukan.

Jangan khawatir, peralatan yang disebutkan tadi mudah dicari kok. Seiring dengan perkembangan per-ASIX-an maka bermunculan bisnis baru yaitu kedai ASI. Kedai ASI menjual semua jenis perlengkapan. Kita tinggal browsing saja. Kita mau beli online atau offline . Harganya juga sudah kompetitif.

Berdasarkan pengalaman istri. ASI  yang disimpan di freezer dapat bertahan selama 6 bulan. Apabila disimpan di lemari pendingin dapat bertahan 5 s/d 7 hari. ASI berada di temperatur ruangan hanya bertahan beberapa jam saja. Kalau bepergian bisa pakai cooler bag, bisa tahan lebih lama daripada di suhu ruangan.

Kalau memerah ASI dapat secara manual atau memakai breast pump. Dahulu, istri masih dosen PNS sering memerah ASI selepas pulang mengajar. Dia lebih nyaman memakai breast pump kemudian disimpan dalam kantong plastik ASI.

Kantong plastik ASI dibubuhi tanggal waktu pemerahan. Ini terkait dengan waktu penyimpanan ASI. ASI juga punya masa kadaluarsa. Kalau sudah berubah rasa, bentuk dan warna, atau simpelnya sudah berasa asam maka tidak boleh diberikan ke bayi.

Stok ASI di lemari pendingin nggak boleh dikonsumsi langsung. ASI didinginkan dengan air hangat dahulu. Jika sudah mencair semua baru boleh dikonsumsi. Kalau saya lebih suka diminumkan dengan sendok. Tapi itu selera, bisa pakai dot juga.

Istri setelah resign dari dosen PNS, kegiatan minum ASI jadi lebih santai. Kalau ifa butuh bisa langsung dikasih. Ribetnya minta ampun sewaktu mama ifa masih kerja. Makanya, saya salut dengan working mom yang antusias kasih ASI Eksklusif.

Setelah 6 bulan, Program ASI Eksklusif emang sudah selesai. Ini bukan berarti santai. ASI masih harus dikasih sampai 2 tahun. Kegiatan bertambah yaitu memberi makanan pendamping ASI atau sering disebut MPASI.

Ribet memang tapi puas. Hehehehehe….!!!! Ifa lulus S1 ASIX, hehehehehe……!!!!ada perasaan puas dan lega. Bahkan AIMI ASI menyediakan template sertifikat ASI buat yang lulus di setiap tahapannya. Hehehehe…!!! Cuman kreativitas tidak bisa digadaikan di bank.

Makanya, menurut saya yang dibutuhkan itu komitmen dari kita. Tinggal pilih saja. Take it or Leave it. No perfect things in the world. Cuman saya pilih ASIX, lebih sehat menurut kami. Hehehehe….!!!

Keterangan lebih lanjut bisa dibuka di laman AIMI ASI, lebih lengkap dan detail.

Budaya Makan Siang

Kantor saya selalu menyediakan makan siang bagi karyawan. Ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan bagi saya sendiri. Kelebihannya adalah saya tidak perlu keluar uang ekstra untuk makan siang, kalau kekurangannya adalah saya jadi terikat. Nggak bebas makan diluar atau bawa bekal dari rumah.

Kalau makan di kantor itu terkadang bosan. Maklum, katering sudah punya menu paten. Kita cuman manut saja. Menu sering diulang-ulang, hari ini menu A, besok menu B dan seminggu lagi ketemu menu A lagi. Bosen jadinya….:)))

Kalau keseringan makan keluar ditegur teman  satu kantor. “Nggak makan siang di kantor mas”, tegur mereka. Ibu-ibu sering suka tegur. Itu mendingan daripada digosipin, dikira milih-milih makanan. Paling nggak enak kalau yang ditegur yunior,  seperti saya. Hehehehehe…!!!!

Pernah, Saya makan siang di kantor but bawa bekal makanan dari rumah. karena masa penyembuhan dari sakit tifus. Orang yang sehabis sakit tifus pola makannya bertahap. Mulai dari bubur, nasi tim, nasi lembek dan baru menginjak nasi biasa. Karena pencernaan belum siap menerima makanan keras.

Pengalaman bawa bekal makanan jadi ketawa sendiri. Awalnya mereka memaklumi. Lama-lama, saya senang bawa bekal sendiri. Alasannya simpel yaitu irit, sesuai selera dan lebih sehat. Karena dimasak sendiri. Masak sendiri berarti mengetahui beli bahan darimana, cara masak bagaimana dan jelas bebas vetsin. Poin terakhir tadi yang tidak bisa dipenuhi hampir semua katering kecuali katering makanan bayi.

Saya enak saja bawa bekal. Teman satu kantor jadi penasaran dan menanyakan hal ihwal bekal. Mereka penasaran dan selalu bertanya tentang bekal saya. Penyakit saya sudah hilang tetapi lanjut bawa bekal.

Finally, pimpinan kantor saya tanya,”apa disuruh bawa bekal sama istri dan apa makanan disini kurang sehat?”. Wah jadi nggak enak nih. Istri nggak pernah melarang dan saya tidak mempermasalahkan gizi makanan di kantor. Teman-teman bertanya-tanya kok saya tidak mau makan jatah kantor

Wah, jadi repot. Kok jadi “obrolan” kantor. Saya tanya istri yang dulu pernah kerja di kantor. Dia bilang kalau bawa bekal itu biasa di kantornya. Mereka saling mengecek bekal masing-masing rekan kerja. Kok beda dengan di kantor saya.

Bahkan, ibu pimpinan secara halus pesan yang intinya kalau nggak perlu bawa bekal, katering disini sudah ok. Saya nggak masalah jatah makan siang kantor tetapi suka bawa bekal aja. Hehehehe….!!! Akhirnya saya nyerah dan kembali makan jatah katering.

Ajaib, nggak ada komentar lagi. Emang kurang tangguh saya. Diomongin dikit udah lembek. Hahahaha….!!! Males aja di komentarin. Kejadian ini mungkin terjadi dimanapun. Hampir semua kantor punya budaya makan siang mulai : makan keluar, katering di kantor atau bawa bekal dari rumah.

Makan siang rame-rame di rumah makan favorit atau sendirian. Makan siang dari jatah katering,  itu kebiasaan kantor saya. Makan siang bersama dalam satu tempat dari bekal makanan yang dibawa dari rumah sambil saling mengecek lauk milik teman. Hehehehehe…..!!!

Budaya mengikat warga disitu, termasuk budaya makan siang. Warganya yaitu karyawan kantor itu sendiri. Kantor saya berbudaya makan siang dengan katering. Kalau ada yang beda mesti terasa aneh. Cuman, kalau mau tampil beda ya harus berani. Saya nggak terlalu berani, nyerah deh. Hehehehehehe…!!! Meski menurut saya lebih sehat.

Totto Chan, Gadis Cilik di Jendela

totto chan

Identitas Buku
Judul : Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela
Penterjemah : Widya Kirana
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2004
Cetakan : Kelima
Tebal Buku : 271 halaman
Pengarang : Tetsuko Kuroyanagi
Ketika membaca novel Totto Chan untuk yang kedua serasa yang pertama. Mengesankan dan tidak membosankan, itu kesan saya. Mbak Warti, ART di rumah, juga suka membaca novel ini. Novel yang polos, humanis dan tidak menggurui. Novel yang sarat pesan “memanusiakan manusia” yang dikemas dengan bahasa yang renyah dan ringan.
Setting novel adalah awal tahun 1940-an sampai dengan pertengahan 1945 diakhiri dengan kekalahan Jepang di perang pasifik. Sekolah Tomoe Gakuen hancur dibom Sekutu. Model pendidikan yang kontroversial di masa itu. Student Oriented dan guru hanya fasilitator. Padahal, Jepang masa itu feodalisme masih kental.
“Aku tidak mengarang-ngarang satu bagian pun. Semua kejadian itu benar-benar terjadi, dan untunglah, aku bisa mengingat-ingat cukup banyak” . Itulah yang ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi selaku penulis.
Buku ini adalah fakta menurut memori masa kecil dari penulis. Karena hanya memori maka Tetsuko tidak mau mengatakan adalah karangan non fiksi. Tetsuko Kuroyanagi mempunyai panggilan Totto-Chan. Maka, Judul Novel ini adalah Totto-Chan Gadis Cilik di Jendela.
Sistem pendidikan yang diceritakan dalam Novel ini. Dunia pendidikan Indonesia “resmi” menerapkan sistem ini awal tahun 2000-an. Ini ditandai lahirnya Kurikulum KTSP. Unik ya, Berapa tahun rentang waktunya? 1945 – 2000. Hmmm, Hitung sendiri. Hehehehehe…!!!!
Jepang sudah mengalami dialektika sistem pendidikan selama enam dekade dan bersintesa menjadi sistem pendidikan unggulan. Jepang menjelma menjadi negara maju dengan fondasi SDM yang kuat. Rentang waktu yang panjang antara Indonesia dan Jepang dalam dialektika pendidikan. Itu bisa dilihat secara kasat mata.
Model pendidikan yang dikembangkan Mr Kobayashi sang Kepala Sekolah Tomoe Gakuen dikenal sebagai sekolah alam pada saat ini. Pendidikan yang diselaraskan dengan kecenderungan belajar siswa dikenal sebagai Multiple Intelligence Education. Munif Chatib sangat getol mengembangkan model ini. Itu menurut saya lho. Hehehehe…!!! Boleh di debat
Paradigma pendidikan Sekolah Tomoe Gakuen adalah Student Centered Learning. Siswa dibebaskan untuk membuat urutan pelajaran sesuai dengan minatnya. Praktek langsung di lapangan dengan sang ahli, belajar langsung dari sang ahli. Guru wajib mengajar dengan cerdas dan kreatif untuk mengoptimalkan potensi siswa tanpa menggurui.
Itu semua menjadi paradigma pendidikan Indonesia baru di awal 2000-an. Guru bukan sebagai Dewa yang serba tahu, Guru bukan manusia tanpa dosa dan Guru bukan orang yang selalu benar. Guru adalah Pengayom, fasilitator dan pelayan siswa untuk meningkatkan kualitas hidup siswa. Kurikulum 2004 dikenal dengan dengan kurikulum KTSP dan dilanjutkan kurikulum 2013. Bener gak nih? Ada yang jadi guru.
Jepang telah menjadikan buku ini sebagai materi pelajaran melalui kementerian pendidikan tahun 1982. Seperti yang ditulis Tetsuko Kuroyanagi dalam catatan akhir novel ini. “Buku ini sekarang resmi menjadi materi pengajaran dengan persetujuan kementrian pendidikan, bab Guru Pertanian akan digunakan di kelas tiga pelajaran bahasa jepang dan bab Sekolah Tua yang Usang di kelas empat untuk pelajaran etika dan budi pekerti”.
Sekolah inklusi sebagai wujud penghargaan HAM dan memberi kesempatan yang sama ke setiap manusia sudah dilakukan oleh Sekolah Tomoe Gakuen. Tomoe Gakuen menerima murid difabel yaitu Yasuaki Chan. Dia adalah penderita polio yang merasa “diterima” belajar di sekolah Tomoe Gakuen.
Yasuaki Chan adalah sahabat karib Totto Chan. Mereka saling menghargai atas segala kelebihan dan kekurangan. Ini karakteristik Tomoe Gakuen yang mengajarkan bahwa setiap manusia adalah indah dan setiap anak adalah baik. Pikiran anak yang polos kemudian disuntik dengan positive thinking. Mereka merasa bahwa sekolah itu indah.
Ini dapat dibaca dalam bagian Pelajaran berenang di Tomoe Gakuen. Anak diwajibkan berenang dengan telanjang baik anak yang sehat secara jasmani maupun yang cacat. Sehingga semua anak melihat semua bagian tubuh temannya tanpa mencela dan tanpa risih. . Tidak ada perbedaan perlakuan dan dihormati semua temannya. Tetapi, kita tidak harus meniru semua yang ada di Tomoe Gakuen.
Semboyan “ciptakan memori indah masa kecilmu” dilakukan di sekolah Tomoe Gakuen. Para alumni sekolah Tomoe Gakuen sering bertemu di pertemuan alumni. Mereka terkesan dengan pengalaman belajar di Tomoe Gakuen. Kehadiran novel ini adalah bentuk penghormatan dan kesan mendalam selama belajar di Tomoe Gakuen.
Novel ini sangat cocok bagi mahasiswa calon guru, guru dan guru senior sekalipun. Novel ini bercerita tentang hakikat pendidikan dan manusia itu sendiri. Guru adalah panggilan jiwa bukan hanya profesi belaka. Kesuksesan pendidikan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh guru-guru yang terlibat.
Kelemahan
Kelemahan novel adalah plot yang datar-datar saja. Tidak “gairah” dalam novel ini. Tidak ada yang naik tajam, turun yang curam atau memutar-mutar sehingga sulit menduga akhir cerita. Jika membaca novel Dan Brown , Harry Potter atau John Grisham maka terasa sekali kenikmatan alur plot yang berlika-liku.
Kawan saya pernah mengatakan bahwa Novel Agatha Christie sangat menarik. Karena kita tidak mampu menerka ending cerita. Semakin membaca semakin penasaran saja. Kalau Novel Totto Chan maka plot yang lurus dan polos. Ending yang kurang menggigit.
Tokoh Antagonis yang cerdas dan cerdik. Pergerakan tokoh antagonis yang tak terduga sungguh menarik. Bahkan untuk beberapa novel tertentu tokoh antagonis dibuat lebih “smart” daripada tokoh protagonis. Bahkan kemenangan tokoh protagonis tidak istimewa. Beberapa novel bahkan “menggantung” akhir cerita sehingga menjadi misteri. Ini menarik.
Novel Totto Chan tidak ditemukan tokoh antagonis atau protagonis. Semua adalah kawan alias seluruh tokoh adalah tokoh protagonis. Kita tidak menemukan plot yang memuta-mutar. Tidak ada unsur kejutan. Semua lurus-lurus saja. sangat menjemukan.
Penutup
Aneh, Novel Totto Chan yang berakhir dengan kebahagiaan sangat cocok bagi dongeng anak-anak. Namun, Novel Totto Chan bukan untuk anak-anak. Ini novel adalah novel dewasa untuk perenungan.Khususnya bagi para guru.
Novel Totto Chan . Novel yang hadir dengan plot datar namun bercitarasa dewasa. Jika ingin sekedar hiburan maka novel ini kurang cocok. Kalau anda ingin sedikit “perenungan” maka novel ini cocok.
Jika anda memiliki perhatian dan berkecimpung dengan dunia pendidikan maka novel ini menarik dan penting untuk dibaca.

AYAH ASI

“Ayah…..ayah….ayah!”, ifa manggil saya gitu. Hampir setiap pulang kantor, dia manggil-manggil. Panggilan ayah itu biasa. Kesepakatan emang gitu.  Saya dipanggil ayah dan istri dipanggil mama. Hahahaha….!!!
Kalau Ayah ASI itu beda lagi. Saya belum Pede sebagai Ayah ASI, masih belum mangstab, ayah Ifa aja. Ayah ASI adalah ayah yang ikut bertanggung jawab atas ketersediaan ASI bagi sang buah hati.
Kita sudah ketahui bersama. Kelancaran ASI tergantung dari mood atau kondisi emosi si mama. Kalau mood bagus, Insya Allah produksi ASI berlimpah, mood sedang jelek berpengaruh ke produksi ASI.
Lha, tugas ayah ASI disini, menjaga mood istri agar tetap baik. Kalau mood tidak dijaga, bisa gawat. Hehehehehe…!!!! Anaknya yang jadi korban. Segalanya ada resiko. Hahaha…!!! Kembali ke komitmen awal.
Pekerjaan yang disinyalir dapat membuat istri stres dan kelelahan harus dilakukan suami. Kalau istri sedang exhausted, suami memberi semangat. Kalau repot dengan si bayi, segera dibantu.
Pokoke, dibuat senang, nyaman dan tenang. Kira-kira begitu. Wessss, repot amat ya. Ini demi buah hati kita. Percaya, yang nulis belum tentu bisa seperti diatas.
Repot ? Jelas. Itu yang harus dipahami oleh Ayah dan Bunda. Ini sebuah pilihan saja. Jika memilih ASIX untuk sang buah hati. Ayah dan Mama harus berkomitmen dengan segala resiko. Lha, kalau salah satu mutung maka tidak berhasil.
Jika repot, memilih susu formula. Tidak masalah, mama tidak terlalu repot. But, kalau saya eman-eman. Karena ada susu terbaik di dunia buat bayi dan murah. Mengapa harus dikasih yang no 2 kalau ada yang no 1?
Anak usia 0- 6 bulan dapat hidup hanya minum ASI tanpa tambahan apapun. Anak sampai usia dua tahun tidak perlu tambahan susu formula. Ini karunia ILAHI, mengapa nyari yang lain? Murah lagi.
Ayah ASI adalah bentuk perhatian ayah kepada sang buah hati. Anak kita juga merasakan lho, kalau ayah ikut menyukseskan program ASIX. Muaranya, kasih sayang yang dirasakan si buah hati terasa lengkap dari Mama dan Ayah.
Suami dan Istri juga tambah mesra. Ini efek sampingnya saja. Hehehehe, apa nggak mangstab? Suami makin perhatian dengan istri, istri makin sayang dengan suami. Lha, suami khan butuh kasih sayang istri.
Kata ibu saya, pasangan hidup makin mesra kalau saling membutuhkan. Program ASIX menciptakan lingkungan saling membutuhkan diantara suami istri. Lingkungan saling kerjasama dan saling memberi perhatian. Efek samping, hehehehe…..!!!!!
Program ASIX membutuhkan waktu 6 bulan. Kalau mau lengkap 2 tahun. Cukup membuat mesra. Apalagi nambah anak lagi. Hehehehehehehe…!!!!
Nggak percaya? Coba saja bertanya yang udah pengalaman via AIMI ASI atau ID_AYAH ASI. Googling aja.

ASIX ITU PILIHAN KAMI

Kami memilih ASIX buat si Ifa bukan tanpa resiko meskipun murah. Kami terbebas dari membeli susu kaleng. ASIX membutuhkan komitmen kami sebagai orang tua. Konsekuensi yang tidak hanya untuk mama saja. Tentu saja, buat saya juga sebagai ayah.
Lho kok bisa? sambil garuk-garuk kepala. Hehehehehe….!!!! Lha yang jelas. Anak yang lahir ke dunia atas kerjasama antara ayah dan mama. Pengasuhan anak adalah tanggung jawab orangtua yaitu ayah dan mama. Termasuk keputusan memakai ASIX atau Susu Formula.
Harap diketahui, Jika kita memilih ASIX maka tidak kalah ribet dengan susu formula. Mama yang tidak bekerja itu bukan masalah tentang persediaan ASI. Mama bisa memberi kapan saja langsung dari sumbernya. Hehehehehe…..!!!!!
Kalau bekerja, lain ceritanya. Itu dibutuhkan manajemen stocking. Karena anak butuh ASI sewaktu mama bekerja di luar. Stocking memerlukan alat bantu mulai dari kantong ASI, botol ASI dan lemari pendingin.
Stocking memerlukan teknik tersendiri. Setiap ASI yang masuk kantong/botol ditulis tanggal produksi. ASI yang masuk kulkas bertahan sampai dengan 3 bulan. Kalau mau mengkonsumsi persediaan ASI maka harus dipanasi terlebih dahulu. Pompa ASI juga diperlukan dan alat sterilisasi.
Kondisi psikologi mama juga harus diperhatikan. Mama yang bahagia memproduksi ASI lebih melimpah. Mama harus menjaga diri untuk tidak stres. Stres tidak bagus untuk produksi ASI. Makanya, suami harus ikut bertanggung jawab kelancaran produksi ASI. Konselor laktasi menyebut dengan istilah AYAH ASI.
Peralatan ASI sungguh bermacam-macam. Seiring perkembangan budaya ASIX timbul bisnis baru yaitu Kedai ASI. Kakak saya sempat senyum sendiri melihat tulisan kedai ASI. ” kedai ASI itu jualannya apa dik?”, tanya dia kepada saya. ” Jualan peralatan untuk menyusui mas”, jawab saya. ” Ooo gitu ya”, jawabnya sambil senyum sendiri.
ASI eksklusif sekilas memang lebih ribet. Apalagi buat ibu bekerja. Namun, manfaaat ASI eksklusif. Hmmm…!!! Jangan tanya. Sangat besar sekali. Daya tahan tubuh anak sangat bagus. So, pemakaian obat kimia dapat dikurangi. Buktinya paling tidak anak saya sendiri. Ifa jarang sakit dan tangguh fisiknya?
Karena manfaat itu maka banyak yang tertarik. Sebagian ibu bekerja bahkan rela ribet demi ASI eksklusif. Sahabat istri adalah PNS di sebuah kementerian di Jakarta. Dia sering bepergian. Dia mengikuti program ASI eksklusif, mulai  menyusui anak dengan ASI, pompa ASI, simpan ASI.
Kondisi psikologis mama juga harus diperhatikan. Konselor laktasi bilang. “ produksi ASI berbanding lurus dengan kebahagiaan mama si bayi”. Mama yang merasa bahagia maka produksi meningkat, mama bersedih maka produksi ASI menurun.
Program ASIX bukan hanya tanggungjawab mama. Itu juga tanggungjawab ayah. Makanya, Program ASIX juga merekatkan hubungan suami istri. katanya lho, hehehe…!!! Jadilah Ayah ASI yaitu menjadi ayah yang mendukung program ASIX.
Silahkan membuat perbandingan antara ASI dan Susu Formula baik dari segi kesehatan, ekonomi, kepraktisan dan psikologis. Jika perbandingan secara ekonomi maka program ASIX cukup murah. Segi praktis maka lebih praktis susu formula. Segi kesehatan dan psikologi maka ASIX jauh lebih baik.
Segi kesehatan anak, saya sudah membuktikan sendiri. Ifa bisa dikatakan jarang sekali ke dokter. Ifa hampir tidak pernah sakit. Kalau badannya panas cukup dikasih ASI. Sehat dan daya tahan tubuh yang kuat. Padahal, Ifa tidak terlalu higienis. Ifa suka main tanah. Suka masukin mainan ke mulut. Ifa tidak mengalami alergi dsb.
Nilai kesehatan anak memang tidak kentara dari nilai ekonomi. Baru kelihatan jika anak sakit. Susu Formula berasal dari susu sapi, kedelai, kambung dsb. Tentu saja, Itu semua berbeda dengan ASI. ASI berasal dari manusia. Tidak semua unsur diterima organ tubuh. Kadang muncul penolakan yang wujudnya sebagai alergi.
Karena manfaat ASIX yang besar. Sahabat istri rela mengikuti program ASIX. Dia bukan wanita rumahan, bekerja sebagai PNS di kota Jakarta. Dia sering perjalanan dinas ke luar kota, luar jawa bahkan luar negeri.
Dia cerita ke istri saya jika bepergian maka tidak lupa membawa “persenjataan”. “Persenjataan” terdiri dari breast pump, botol ASI, kantong ASI dan Kotak ASI. Dia memompa ASI disimpan di botol/kantong ASI ketika istirahat di hotel.
Hasil perahan ASI disimpan di kulkas hotel. Kalau dalam perjalanan, botol/kantong ASI disimpan di Kotak ASI yang dilengkapi dengan cooler.
Betapa ribet, tidak praktis dan membebani. Karena sudah ada niat, dilakukan dengan senang hati tanpa beban. Dia sadar manfaat ASI Eksklusif.
Kami masih belum apa-apa. Istri kerja dari rumah. tempat kerja saya dekat rumah. Kalau merasa ribet maka merasa malu dengan sahabat istri.
Finally, semua adalah pilihan. Anda tinggal memilih. Studi kesehatan sudah maju. kelebihan dan kekurangan sudah sering disampaikan tentang ASI dan Susu Formula.
Ada satu kesepakatan. Kita ingin yang “Terbaik” untuk anak kita. Bagaimana menurut anda yang “Terbaik” untuk anak kita???? hehehehehehehe…!!!!

                                          

Sik……ASIX…!!!!! Sik……ASIX….!!!

Alhamdulillah, anak saya sudah 2,5 tahun. Ifa adalah nama panggilannya. Ifa sudah lulus “S3” ASIX (ASI Eksklusif) dan “bermain” di Playgroup Sekolah Alam. Ifa senang berada di playgrup. Dia tidak merasa belajar di sekolah. Dia merasa sedang “bermain” di sekolah.
Anak adalah anugerah yang paling indah. Kami merasa bahagia. Kami selalu ingin memperhatikan segala sesuatu yang terjadi atas dirinya. Ifa lahir dengan bobot 3700 gram dan panjang 52 cm. Kelahiran melalui proses operasi caesar. ( bener nggak sih nulisnya, hehehehe)
Tindakan caesar selesai maka sang bayi diantarkan ke ruang bayi. Sebelumnya, saya akan dipanggil untuk melihat pertama kali. Saya yang melihat pertama kali. Mamanya masih tergolek lemas di ruang operasi.
Saya melihat rambutnya hitam legam dan lebat, Suara Tangis yang lantang membuat bahagia. Karena pertanda lahir dengan sehat. Ifa adalah cucu pertama buat ibu saya. Rasanya bahagia deh.
Kami adalah pasangan muda. Pengalaman kami mengasuh anak belum ada. So, Saya dan istri sering mencari referensi pengasuhan balita dan anak melalui orang tua, buku dan internet. Akhirnya, Istri memutuskan untuk memberi ASI Eksklusif atau ASIX di enam bulan pertama.
Maklum, Istri adalah penganut madzhab “anti susu kaleng”. Menurut saya, ini adalah sebuah pilihan. Anda memilih ngasih ASI doang. It’s OK. But, Anda memilih Susu Kaleng, No Probs. Ada juga yang mengkombinasi ASI dan Susu Kaleng, It’s Nice. Cuman, ASI itu alami langsung dari ibu dan Susu Kaleng dari Hewan Sapi. Itu saya                renungi.
Enam bulan berlalu. Ifa hanya minum ASI masih baik-baik saja. Para eyang hanya manut saja. Padahal, hati mereka mungkin khawatir so kita nggak tahu juga. hehehehehe…!!!! Pokoke nekad. Khan pendekar ASI. hahahahaha….!!!! Hidup ASI Eksklusif. hehehehehehehehe…!!!
Enam bulan terlampaui. Istri menyebut si Ifa lulus S1 ASI Eksklusif. Pikir saya, Ifa nggak punya pilihan. hebat pula istilahnya. hehehe…!!!! ini khan cuman istilah kalau anak melewati enam bulan ASI doang tanpa tambahan apapun berupa susu sapi, biskuit, nasi bahkan air putih juga nggak ( Apa nggak eneg ya?? Khan cuman minum susu #garukgarukkepala).
Hasilnya? Ruaaar biasa…..!!!!  Ifa nggak pernah ke Dokter. Kalau panas sedikit itu biasa. Cuman dikasih ASI maka suhu badan menurun. Badannya sehat, Anaknya lincah dan nggak mudah terserang penyakit.
Badannya nggak terlalu besar namun padat berisi. Satu hal yang menonjol yaitu “daya tahan tubuh” si Ifa tangguh menurut saya. Berdasarkan keterangan diatas tadi.
Enam Bulan Pertama maka terasa sangat irit buat kami. Hehehehe…!!!!! Saya tidak menyisihkan uang untuk beli susu. Mamanya saja dikasih makan yang bergizi. hehehehe…!!!!! kami tidak ada perasaan khawatir sama sekali tentang stok ASI.
Apalagi harga susu kaleng cukup tinggi. ASI itu gratis karena pemberian Ilahi.  ASI tidak akan habis selama anak masih membutuhkan. Begitu lahir, anak langsung ditempelkan ke puting susu ibunya. Yakin aja mesti keluar, meski ada yang langsung atau menunggu agak lama. Optimis ajah. Hehehehe