Sik……ASIX…!!!!! Sik……ASIX….!!!

Alhamdulillah, anak saya sudah 2,5 tahun. Ifa adalah nama panggilannya. Ifa sudah lulus “S3” ASIX (ASI Eksklusif) dan “bermain” di Playgroup Sekolah Alam. Ifa senang berada di playgrup. Dia tidak merasa belajar di sekolah. Dia merasa sedang “bermain” di sekolah.
Anak adalah anugerah yang paling indah. Kami merasa bahagia. Kami selalu ingin memperhatikan segala sesuatu yang terjadi atas dirinya. Ifa lahir dengan bobot 3700 gram dan panjang 52 cm. Kelahiran melalui proses operasi caesar. ( bener nggak sih nulisnya, hehehehe)
Tindakan caesar selesai maka sang bayi diantarkan ke ruang bayi. Sebelumnya, saya akan dipanggil untuk melihat pertama kali. Saya yang melihat pertama kali. Mamanya masih tergolek lemas di ruang operasi.
Saya melihat rambutnya hitam legam dan lebat, Suara Tangis yang lantang membuat bahagia. Karena pertanda lahir dengan sehat. Ifa adalah cucu pertama buat ibu saya. Rasanya bahagia deh.
Kami adalah pasangan muda. Pengalaman kami mengasuh anak belum ada. So, Saya dan istri sering mencari referensi pengasuhan balita dan anak melalui orang tua, buku dan internet. Akhirnya, Istri memutuskan untuk memberi ASI Eksklusif atau ASIX di enam bulan pertama.
Maklum, Istri adalah penganut madzhab “anti susu kaleng”. Menurut saya, ini adalah sebuah pilihan. Anda memilih ngasih ASI doang. It’s OK. But, Anda memilih Susu Kaleng, No Probs. Ada juga yang mengkombinasi ASI dan Susu Kaleng, It’s Nice. Cuman, ASI itu alami langsung dari ibu dan Susu Kaleng dari Hewan Sapi. Itu saya                renungi.
Enam bulan berlalu. Ifa hanya minum ASI masih baik-baik saja. Para eyang hanya manut saja. Padahal, hati mereka mungkin khawatir so kita nggak tahu juga. hehehehehe…!!!! Pokoke nekad. Khan pendekar ASI. hahahahaha….!!!! Hidup ASI Eksklusif. hehehehehehehehe…!!!
Enam bulan terlampaui. Istri menyebut si Ifa lulus S1 ASI Eksklusif. Pikir saya, Ifa nggak punya pilihan. hebat pula istilahnya. hehehe…!!!! ini khan cuman istilah kalau anak melewati enam bulan ASI doang tanpa tambahan apapun berupa susu sapi, biskuit, nasi bahkan air putih juga nggak ( Apa nggak eneg ya?? Khan cuman minum susu #garukgarukkepala).
Hasilnya? Ruaaar biasa…..!!!!  Ifa nggak pernah ke Dokter. Kalau panas sedikit itu biasa. Cuman dikasih ASI maka suhu badan menurun. Badannya sehat, Anaknya lincah dan nggak mudah terserang penyakit.
Badannya nggak terlalu besar namun padat berisi. Satu hal yang menonjol yaitu “daya tahan tubuh” si Ifa tangguh menurut saya. Berdasarkan keterangan diatas tadi.
Enam Bulan Pertama maka terasa sangat irit buat kami. Hehehehe…!!!!! Saya tidak menyisihkan uang untuk beli susu. Mamanya saja dikasih makan yang bergizi. hehehehe…!!!!! kami tidak ada perasaan khawatir sama sekali tentang stok ASI.
Apalagi harga susu kaleng cukup tinggi. ASI itu gratis karena pemberian Ilahi.  ASI tidak akan habis selama anak masih membutuhkan. Begitu lahir, anak langsung ditempelkan ke puting susu ibunya. Yakin aja mesti keluar, meski ada yang langsung atau menunggu agak lama. Optimis ajah. Hehehehe

Advertisements

SEMBILAN TIPE PENGGUNA INTERNET DI KANTOR

Kita bekerja hampir computerized semua termasuk juga di kantor saya. Tempat kerja saya khan universitas. Maka, Universitas telah menggunakan sistem informasi tertentu dalam proses bisnis.
Maklum, Universitas harus canggih dan terdepan dalam teknologi. Kalau bahasa karyawan adalah manajemen “klak-klik”. Saya khan karyawan administrasi so ambil yang simple aja. Kita hanya urusan input data. Urusan manajemen dan analisa database. Kita menyerahkan ke pihak yang berwenang.
Filosofi karyawan adalah kerja yang diperintahkan. Kita kerjakan sambil nge-blog.  But, jangan lupa kerja. Tugas harus diselesaikan. Hahahaha……!!!!
Saya kerja di kantor keuangan Universitas. Asumsi, Kantor Keuangan mengurus “darah” Universitas maka harus diberi yang terbaik. “Terbaik” adalah fasilitas yang terbaik yaitu komputer, bandwith, Ruang Kerja yang nyaman, AC dsb.
Karena tugas utama adalah input data, Saya menyelesaikan relatif cepat. So, banyak waktu kosong. Karena iseng menulis di blog. Waktu luang untuk nge-blog. Akibatnya, lebih sering nge-blog daripada kerja kantor.
Lha, kegiatan ini juga bagus untuk peningkatan kualitas karyawan. Kalau kualitas saya meningkat maka Universitas juga untung ( ngeles nih….!!!! hehehehehe…!!!!). Orang kantor mesti sering buka internet. Apalagi yang pegang komputer. Kerja disambi ngenet.
Tujuan ber-internet macam-macam. Ada yang cuma ngeksis, nyari lowongan kerja, nggosip atau sekedar mau download lagu. Ibu- ibu nyari resep dsb. paling tidak menurut saya,ada beberapa tipe karyawan yang browsing internet, yaitu :

1. Agamis

Karyawan tipe ini hobi membuka situs keagamaan. Situs untuk memperdalam agama, kalimat motivasi atau penggalan ayat. Situs favorit mereka misal : hidayatulloh, republika, dsb

2. Ngeksis

Kalau yang tipe ini lebih suka pegang smartphone. Bisa laporan pandangan mata. Mereka suka manfaatkan jaringan wifi. Hobi mereka adalah melapokan segala sesuatu yang terjadi didirinya. Mulai bangun tidur, makan pagi, mau nge-pup, mau pipis, hati galau, hati senang, ribut dengan pasangan dsb.

3. Suka Gosip

Gosip adalah makanan kedua mereka. contoh : Pernikahan Raffi Ahmad.  Jelas tidak diundang tetapi selalu update. Jelas tidak kenal namun merasa dekat. Ini berlaku untuk artis, olahragawan atau politikus. Semua yang dikenal dengan sebutan Public Figure.

4. Fashionista

Mereka adalah orang yang ingin selalu update dalam berbusana. Kalau yang garis keras akan selalu membeli orisinal tetapi yang kantong cekak nyari “kw”. Beli kain, contek model dan ke penjahit. Hehehehe

3. Gamer

Game online adalah sebuah permainan yang menyenangkan. Gamer adalah penghobi yang bukan untuk main-main.. Orang yang hobi nge-game pada awalnya untuk refreshing. Kalau keterusan bisa jadi addicted.  Ada yang suka sampai jadi pekerjaan yaitu game tester dan jual beli game.
Rekan saya di kantor cukup kreatif. Dia ikut game online ( warcraft) via facebook. Dia lakukan di sela-sela jam kerja. Dia cukup pintar mengatur emosi nge-game dan kerja. Hasilnya, Dia bisa kerja namun juga masih nge-game. Nikmat Bro….!!!!!

4. Pengamat Politik

Wah, ini yang baru hangat-hangatnya. Teman kerja yang duduk di sebelah saya termasuk golongan ini. Khususnya, waktu musim pilpres. Semua media dibuka untuk mencari berita politik. Ternyata mengobrol tentang politik itu ada yang jadi hobi. Maka nyari info lewat internet

5. Football Holic

Sepakbola adalah sesuatu yang universal. Hampir semua orang suka sepakbola. Mereka pria, wanita, tua, muda, anak-anak, kaya dan miskin dsb. Mereka yang penggemar fanatik akan selalu mengikuti update terbaru
Mereka lewat internet bisa mencari info perkembangan grup kesayangan, jual beli merchandise bahkan komunitas. Tak jarang, mereka “kopdar” di kafe, mall dsb.

6. Bisnis

Karyawan yang mempunyai usaha sampingan misal : jual beli tanah, mobil atau distributor produk kecantikan. Mereka jual melalui website, tokobagus atau berniaga.

Kadang, pendapatan dari bisnis lebih besar dari gaji di kantor padahal mereka menggunakan internet kantor. Mereka juga tidak melalaikan tugas kantor.

7. Penulis

Internet yang ada di kantor dimanfaatkan buat nge-blog aja. Untuk nyari sumber inspirasi. Pemanfaatan juga untuk menjalin silaturahim dengan blogger lain di luar sana.

8. Cooking

Kalau tipe yang satu selalu mencari resep baru. Mereka mencari teknik baru untuk memasak yang enak dan unik. Situs yang mereka buka yaitu just try and taste, detikfood dan komunitas memasak di dunia maya.
Orang yang suka cooking  sekaligus blogger. Mereka juga sering menghasilkan buku resep dan buku teknik memasak.

9. Parenting

Perkembangan dunia menyebabkan pola asuh anak menjadi concern tersendiri. Mereka yang peduli pengasuhan anak akan mencari sumber yang layak terpercaya.
Ibu Elly Risman yang sering jadi rujukan dunia pengasuhan anak atau dunia parenting. Ini hal baru yang dahulu tidak terdokumentasi menjadi menjadi ilmu tersendiri.

Memang internet mengubah wajah dunia. Sewaktu internet era awal 2000-an masih terbatas. Saya hanya tahu Yahoo saja. Satu dekade kemudian, Seluruh dunia tidak bisa lepas dari internet. Itu menurut saya lho. Hehehehe….!!!!!

RONGGENG DUKUH PARUK

Alhamdulillah, saya sudah selesai membaca novel “Ronggeng Dukuh Paruk” karya Ahmad Tohari. Saya ingin membaca novel ini sudah sejak lama . Sejak Pakde Widadi mengundang beliau mengisi pengajian di rumahnya di Semarang. Kyai “nyentrik” menurut penilaian saya. Kyai jarang menyentuh hal-hal yang unik seperti : Ronggeng.
Hati menjadi penasaran. Ronggeng dibahas oleh pengasuh Pondok Pesantren. Novel juga di-”cekal” oleh Orde Baru. Apa karena menyinggung PKI ?  Penulis simpatisan PKI? Bagi saya, yang rajin nonton film G 30 S PKi setiap tahun tentu lebih sensitif. Hehehehehehehe…!!!!!!
Kyai Pondok Pesantren, Simpatisan PKI dan Novel dengan judul sensasional. Kyai itu adalah Ahmad Tohari. Ronggeng menurut saya kongruen dengan tayub ( atau sama saja ya?) Emang, saya masih lugu, naif dan masih men-“judge from it’s cover” (hahahaha…!!!!). Makanya, saya harus baca novel RONGGENG DUKUH PARUK agar terang benderang.
Novel ini dilarang orde baru. Akibatnya, Novel ini masih sukar dicari pada awal orde reformasi. Novel ini populer dan sulit dicari. Apalagi buat saya yang merupakan generasi 80-an ( kelahiran era 1980-an). Saya download versi pdf. Ternyata nggak enak dibaca.
Kemarin, Saya menemukan di Gramedia. Tanpa pikir panjang, Saya beli. Ya Allah, sudah sejak bujangan berniat beli baru kesampaian setelah punya anak. Untung, Istri mendukung hobi “membeli”. 🙂
Saya membaca dari halaman ke halaman. Saya membaca mulai di ruang tengah, kamar tidur dan bahkan di WC. semakin dalam dibaca maka serasa ada “pencerahan”. Kang Ahmad Tohari itu ternyata sedang ber”dakwah”. “Dakwah yang tanpa menggurui.
Kang Tohari tidak ingin agama hanya menjadi “ngelmu” tetapi menjadi Ilmu. “Ngelmu” bermakna ke arah spiritual. Ilmu adalah sesuatu yang aplikatif dan bermanfaat bagi seluruh alam semesta ( Manusia, Hewan, Tumbuhan dan Segala isi bumi). Agama tidak hanya “doktrin”.
Agama hanya bicara dosa, neraka dan surga kurang afdol. Lebih afdhol lagi, yaitu Rahmatan Lil Alamin. hehehehehe…!!! Meminjam ungkapan Gusdur kali ya. :). Kang Tohari ber”dakwah” sangat halus. Kalau ingin mengetahui “dakwah” kang Tohari. kita harus membaca seluruh isi novel secara urut.
Kang Tohari memilih setting yaitu dukuh Paruk wilayah kabupaten “Eling-Eling” Jawa tengah. Wilayah ini terletak di bagian selatan jawa tengah. Wilayah yang akrab dengan logat “ngapak-apak”.
Kang Tohari memang berasal dari daerah tersebut yaitu Banyumas. Dia ingin mengangkat kehidupan desa yang menjadi kehidupan sehari hari. Kang Tohari mengakrabi pedesaan sejak kecil. Sehingga novel ini sangat orisinil.
Ini menjadi catatan penting bahwa novel Ronggeng Dukuh Paruk adalah Fiksi. Kalau ada kesamaan nama, tempat dan kejadian. Ini adalah kebetulan saja. hehehehehehe…..!!!!!! Kayak di pembukaan film saja.
Dukuh Paruk adalah wilayah yang terpencil. Daerah yang belum tersentuh sama sekali dengan modernitas. Masyarakat yang menjunjung tinggi keserasian dengan alam semesta. Salah satu hal yang harus serasi dengan alam semesta adalah “Birahi”.
Ronggeng adalah salah “Pemangku Birahi”. Oleh karena itu, Keberadaan Ronggeng tidak dipandang sebagai hiburan tetapi dipandang sebagai bagian “spiritualitas” masyarakat disana.
Pendiri dukuh Paruk adalah Ki Secamenggala. Seorang mantan bromocorah yang tobat dan menyepi di daerah Dukuh Paruk. Kuncup makam Ki Secamenggala dipuja oleh warga dukuh Paruk. Anak keturunan Ki Secamenggala yang menempati Dukuh Paruk mempunyai cara menjaga keserasian alam  sesuai petunjuk Ki Secamenggala.
Perjalanan hidup Ronggeng Dukuh Paruk adalah Perjalanan hidup Dukuh itu sendiri. Dukuh itu mengalami kejayaan, pasang-surut sampai kehancurannya selalu mengikuti kehidupan si ronggeng dukuh Paruk yaitu Srintil. Dukuh Paruk adalah lambang kemelaratan sekaligus kemandirian kawula alit Jawa.
Masyarakat Dukuh Paruk dipenuhi aroma klenik dan kejawen. Norma mereka longgar dalam birahi. Birahi adalah sesuatu yang harus disalurkan tanpa harus dengan aturan yang rumit. Mereka dengan bebas menyalurkan kepada siapa saja. Tidak ada istilah selingkuh. Semua dilakukan dengan terbuka.
Masyarakat Dukuh Paruk mengartikan nrima ing pandum  secara membabi buta. Nrima ing Pandum  dalam arti harfiah adalah bersyukur atas nikmat Ilahi Robbi. Mereka hanya “menerima” yang diberikan kepada mereka oleh Ilahi Robbi. Mereka tidak berusaha untuk merubah nasib  menjadi lebih baik, sejahtera dan berpengetahuan.
Kemiskinan dan Kebodohan dibumbui ronggeng adalah yang mereka syukuri dan nikmati dalam kehidupan. Kemiskinan dan kebodohan adalah dianggap sebuah “garising pepesthen urip”.  Kedua hal itu harus diterima dengan ikhlas dan rasa syukur. Manusia tidak perlu merubah sesuatu apapun. Apabila dirubah maka akan menganggu keseimbangan alam semesta.
Ironis, Sesuatu yang indah dan selaras dengan alam tetapi Dukuh Paruk tetap mengalami pageblug. Mereka menjadi korban pertarungan politik. Kebodohan mereka membuat dukuh paruk menjadi lebih terpuruk lagi. Terutama Srintil yang kehilangan harkat & martabat kemanusiaan.
Novel ini vulgar tetapi tidak mesum. Hanya novelis handal yang bisa melakukan ini. Kang Tohari mampu mengimajinasikan kehidupan ronggeng yang vulgar tanpa aroma mesum. Ini membutuhkan latihan yang lama untuk mencapai kemampuan tersebut. Itu yang paling top. Two Thumbs Up…!!!
Tokoh utama dalam Novel ini adalah Srintil dan Rasus. Kedua tokoh ini yang menguasai jalan cerita. Kedua tokoh ini merupakan sentral dari Novel. Srintil adalah ronggeng yang kewahyon  “indang” Ronggeng Dukuh Paruk. Rasus adalah anak sebatang kara. Rasus yang mencintai Srintil. Karena bayangan ibunya yang berada di dalam diri Srintil.
Rasus kehilangan ayah dan ibu karena tragedi tempe bongkrek beberapa tahun silam. Dia diasuh oleh nenek. Rasus merindukan sosok ibu yang tidak pernah dia temui. Dia membayangkan sosok ibu di dalam diri Srintil. Karena status Srintil menjadi Ronggeng. Rasus kecewa. Rasus melarikan diri dari Dukuh Paruk. Dalam bagian akhir cerita,  Rasus menjadi tumpuan warga Dukuh Paruk.
Konflik percintaan antara Rasus dan Srintil adalah awal cerita. Puncak dari cerita adalah kehancuran Dukuh Paruk karena kebodohan & kemiskinan yang mendera. Akhir cerita adalah harkat martabat Srintil sebagai manusia terjerembab yang dikuti dengan rasa penyesalan Rasus.
Rasus mencintai Srintil. Karena bayangan sosok ibu di dalam diri Srintil. Tragiis, Srintil “direbut” oleh Dukuh Paruk. Srintil harus menjadi Ronggeng . Karena Srintil diyakini bahwa “indang” dukuh Paruk bersemayam dirinya. Ronggeng diyakini akan memberi kemakmuran bagi Dukuh Paruk. Rasus kecewa, jiwanya berontak dan akal sehat rasus menolak status Srintil yang baru.
Rasus yang rasional, modern dan tidak tertarik takhyul. Rasus dipaksa mengalah dengan lingkungan. Karena Rasus memiliki kecintaan kepada Dukuh Paruk. Maka, Rasus menolak ketika srintil mengungkapkan rasa cinta kepada Rasus. Rasus berpikir bahwa Srintil telah menjadi milik dukuh Paruk. Rasus tidak berhak atas Srintil.
Rasus membawa rasa sakit hati ketika meninggalkan dukuh Paruk. Dukuh Paruk yang berjasa atas kehidupan si Rasus.  Pelarian Rasus bermuara menjadi seorang serdadu TNI. Ironis, Dukuh Paruk yang dia cintai habis terbakar. Pelaku pembakaran adalah yaitu TNI. Dukuh Paruk dianggap sebagai bagian dari pemberontak negara yaitu PKI.
Keterlibatan warga Dukuh Paruk atas pemberontakan PKI adalah karena kebodohan & kemiskinan warga dukuh Paruk. Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk dianggap bagian dari strategi agitasi dan penghasutan rakyat untuk melawan negara. Padahal, hal itu terjadi karena penipuan yang dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk.
Rombongan Ronggeng Dukuh Paruk harus mendekam di dalam penjara. Mereka masih beruntung. Karena tidak harus berhadapan dengan regu tembak. Seluruh anggota Rombongan dibebaskan kecuali Srintil. Mereka pulang membawa trauma. Tidak ada niat secuilpun dari warga dukuh Paruk untuk memberontak. Hanya orang yang kejam memanfaatkan mereka. Hanya orang tidak berperasaan yang menindas mereka.
Srintil mengalami nasib lebih mengenaskan. Kemanusiaan srintil tidak dianggap lagi. Srintil menjadi pemuas birahi para oknum pemerintah yang ada di penjara. Srintil mengalami trauma. Dia merasa menjadi ronggeng adalah malapetaka. Maka, Srintil berusaha melupakan ronggeng dan menjadi perempuan seutuhnya. Perempuan normal yang berkeluarga dan berketurunan. Dunia Ronggeng adalah dunia masa lalu yang kelam.
Srintil masih mencintai Rasus. Malang, Rasus tidak segera datang. Karena Tugas Negara di Tanah Seberang. Bajus yang hadir. Bajus memberi harapan Srintil untuk berkeluarga. Bajus seolah-olah memberi harapan ke Srintil. Impian Srintil melambung tinggi bersama Bajus.
Untung dapat dapat diraih dan Malang tidak dapat ditolak. Bajus ternyata hanya seorang perayu ulung. Ternyata, Dia tidak ingin menikah dengan Srintil. Bajus adalah manusia proyek yang mengejar recehan dengan segala cara termasuk menjual srintil. Srintil dibeli dengan kebaikan hatinya dengan menemani Srintil, membahagiakan Goder dan membangun rumah Srintil.
Bajus sudah impoten sejak insiden Jatiluhur. Hasratnya bukan perempuan tetapi uang. Srintil dijual kepada Blengur. “Orang Kuat” yang suka main perempuan. Hati si Blengur luluh melihat Srintil. Blengur tidak berani menjamah Srintil. Bajus tidak peduli asalkan proyek bisa ditangan.
Srintil telah mengalami serentetan tragedi kehidupan. Dia mengetahui bahwa bajus telah menjual dirinya. Akal Sehat Srintil tidak kuat menerima dan jiwanya terguncang. Srintil menjadi Sakit Jiwa dan harus dipasung di rumah. Harkat kemanusiaan lengkap sudah hilang entah kemana. Dia menjadi manusia tanpa akal dan jiwa.
Penugasan di Kalimantan sudah berakhir. Rasus gamang hendak kemana. Hati kecilnya merasa dipanggil oleh tanah air kecilnya yaitu Dukuh Paruk. Rasus pulang ke rumah. Dia mendapati bahwa Dukuh Paruk telah porak – poranda. Kebanggaan dukuh Paruk telah hancur. Tragisnya, Kebanggaan Dukuh Paruk adalah pujaan hati yaitu Srintil.
Hati Rasus kecut. Dia merasa bersalah membiarkan srintil mengalami kemalangan.
Rasus juga menyesal mengapa keputusannya untuk melarikan diri di waktu dahulu adalah salah. Rasus merasa ada tanggung jawab yang ditinggalkannya sebagai warga Dukuh Paruk dan kepada kekasih hati.
Rasus merasa mendapat “pencerahan”. Dukuh Paruk harus dirawat dan dijaga. Rasus adalah putra “asli” dukuh Paruk. Segala yang terjadi di Dukuh Paruk disebabkan kebodohan dan kemiskinan. Dukuh Paruk adalah korban dari pertarungan politik. Rasus harus melakukan “pencerahan” bagi dukuh Paruk. Sehingga hidup mereka menjadi lebih baik.
Kang Tohari adalah seorang kyai. Pembinaan masyarakat adalah tugas utamanya. Kang Tohari berpesan bahwa hidup harus sesuai aturan Ilahi. Tujuan yang baik dengan cara yang tidak pas maka malapetaka bisa saja terjadi.
Warga Dukuh Paruk adalah masyarakat yang dasarnya baik. Birahi harus dikelola dengan baik. Sehingga ada perbedaan antara hewan dan manusia. Warga Masyarakat memang harus terus didakwahi tanpa harus digurui. Tujuan utama dakwah yaitu menghapus kebodohan dan kemiskinan.
Kebodohan juga yang menyebabkan malapetaka. Warga dukuh Paruk hanya sebagai korban. Mereka harus diayomi dan dibina. Mereka rela untuk dibina bukan dibinasakan dan distigma sebagai eks PKI. Ini adalah kritik kepada pemerintah bukan subversi.
Kebodohan yang menyebabkan kemiskinan. Maka, kewajiban bagi orang pintar untuk memberdayakan masyarakat awam. Orang pintar harus memberdayakan bukan memperdaya. Itu pesan halus yang disampaikan Kang Tohari dalam “Dakwah” di Novel ini.
Kang Tohari hanya membaca zaman. Ronggeng Dukuh Paruk adalah novel humanis nan menyentuh. Gambaran kemiskinan dan kebodohan sangat kental dan menyentuh. Karena kang Tohari memang berasal dari desa dan kembali ke desa.
Novel ini akan selalu relevan dalam setiap zamannya. Novelis yang mampu membaca zaman dan menghantarkan pesan. Novel yang tidak hanya menghibur namun juga men”cerah”kan.
Selamat Membaca. hehehehehehehe…..!!!

Arti kata :

Kongruen      :  sebangun ( http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kongruen )

Birahi             :  persenggamaan ( http://id.m.wikipedia.org/wiki/Berahi )

Bromocorah :  residivis ( http://artikata.com/arti-322411-bramacorah.html )

Kemelaratan : kemiskinan ( http://www.artikata.com/arti-340300-melarat.html )

Kawula alit    : rakyat kecil ( http://artikata.com/arti-333399-kawula.html )

Nrima ing pandum : Kejujuran, keiklasan, menerima segala takdir Allah SWT
( http://sacrosact.blogspot.com/2010/02/10-filosofi-hidup-orang-jawa.html )

Garising pepesthen urip : takdir kehidupan yang tidak bisa diubah

Pageblug : bencana ( bencana alam, kekeringan, kelaparan, wabah penyakit )

Kewahyon : mendapat karunia dari Allah SWT

Lima Hari Kerja

image

Kira2 seperti ini model saya kalau ngantor di hari Sabtu 🙂

Siklus orang kerja di kantor ada dua yaitu enam hari kerja dan lima hari kerja.. Siklus lima hari kerja berarti Sabtu dan Ahad adalah hari libur. Hari sabtu buat aktivitas yang menyenangkan dan hari ahad untuk istirahat atau dibalik saja. Kita mempunyai waktu bersenang-senang sekaligus waktu istirahat. Saya kira cukup nyaman yang lima hari kerja.

Kalau saya apes. Hari Sabtu masih masuk kantor. Hehehehehe….!!!! Nggak efektif sama sekali hari sabtu. Saya jadi sering bolos di hari sabtu. Lha gimana? Kalau masuk juga banyak nganggur. Pikiran sudah melayang kemana-mana makanya tidak masuk kadang lebih efektif. Bisa kumpul keluarga, menyelesaikan urusan bisnis dengan istri atau datang ke kondangan.

Istri suka meledek, hampir semua kantor libur kok saya masuk sendiri. “Ayah nggak bisa main bareng dengan ifa”, kata istri. “ Lha kok nggak bisa kenapa ma?”, jawab saya. “ Lha gimana, hari senin sampai sabtu bekerja nanti hari minggu sudah njagong atau ke tempat eyang, ayah khan nggak bisa main khusus dengan ifa”, jawab istri.

“Bener juga”, kata saya di dalam hati. Hari sabtu artinya karyawan sudah nggak mau mikir pekerjaan lagi. Pikiran mereka cuma mau santai. Paling banter ngerumpi atau njagong bersama teman. Kalau udah jam 11 siang, pikiran para karyawan yaitu kabur dari kantor. So,Kantor sudah kosong di jam 12 siang. Penghuni kantor sudah kabur. Biasanya yang kabur pertama adalah kepala kantor atau bos dulu. ( hahahahaha….!!! Pengalaman pribadi tanpa menyinggung siapapun).

Kalau Bos sudah kabur maka kopral nggak berani tegur. Karena bos kabur maka giliran kopral melarikan diri. Hehehehehehehe….!!!!! Kegiatan di kantor di hari sabtu selain ngopi dan ngeteh yaitu main internet gratisan sepuas-puasnya. Kita bisa browsing, download atau baca berita mulai gossip, klenik, politik. Kalau perlu bawa eksternal memory. Nggak usah kerja pokoknya download internet.

 Nggak jelas sama sekali, Lembaga/kantor yang masih memberlakukan masuk kerja hari sabtu. Wakakakaka…..!!!!! Makanya, bagi yang sudah merasakan nikmat libur hari sabtu harus bersyukur. Bersyukur dengan berkumpul dengan keluarga, nyari uang tambahan yang halal,usaha nyari jodoh bagi yang masih jomblo.

Kalau yang hari sabtu masih masuk. Sabar aja deh. Kasihan deh lu. Hehehehehehe……!!!!!!!!!

TRAVEL TO JOGJA (PART 3)

Karena niat semula adalah jalan-jalan. Kami pulang ambil jalan alternatif lagi. Kami menuju ke arah Cangkringan Sleman kemudian berbelok ke arah Kalasan Sleman. Jalannya berkelok-kelok dan melewati persawahan.

Sleman memang indah sekali. Persawahan masih menghampar luas. Hawa sejuk pegunungan sangat terasa. Berdiri dibawah kaki gunung merapi. Gunung paling aktif di dunia. Rasanya nikmat sekali

Masuk kalasan berarti masuk ke jalan utama Solo-Jogjakarta kembali. Hufff, jalannya ramai sekali. Maklum, truk-truk yang biasa lewat jalur pantura sekarang lewat jalur selatan. Jembatan Comal masih dalam perbaikan. Tegal bergolak, Jogjakarta kena dampak. Hehehehe…!!!!

Kami mulai masuk wilayah Klaten sampai dengan daerah Karangwuni.Kami masuk menuju arah Pedan dan menuju Juwiring. Hari sudah mulai gelap, tepat adzan maghrib sampai di Juwiring Klaten.

Kami menyusuri Juwiring sampai daerah Delanggu. Kami menuju arah timur ke arah Wonosari Klaten. Kami susuri Wonosari menuju Gawok Sukoharjo. Kami sampai Gawok jam 18.30 WIB.

Perjalanan menuju rumah eyang di Baturan sudah dekat. Kami sampai di Baturan pukul 19.00 WIB. Kami disambut tawa ceria si Ifa. Kami sampai rumah jam 20.30 WIB. Capek sekali tapi puas.heheheheheheehehehehehe…….!!!!!!!!!

BACA BACA DAN MEMBACA

Alhamdulillah, saya mengunjungi toko buku sore ini tadi. Saya sudah lama nggak kesana. Rasanya senang sekali. Itung-itung update buku. Ifa senang sekali diajak ke toko buku. Menurut pengamatan saya, dia lebih excited ke toko buku daripada ke Superindo ( kesimpulan yang maksa banget…..hehehe)

Apalagi diajak ke toko buku Gramedia yanng ada di Solo Square Mall. Toko buku yang nyaman nan lengkap trus makan di Mie Horizon. Hehehehehe…!!! Ifa lari kesana kemari sambil membawa tas belanja. Dia ambil berbagai buku dan peralatan tulis. Pokoknya meyenangkan lihat deretan buku, VCD dan ATK.

Mama ifa memang concern dengan pendidikan ifa. Mama ifa ingin membeli buku stiker. Stiker yang ditempel ke gambar yang sesuai. Buku ini bersifat tematik, misal: profesi, , alam semesta, hobi dsb. Mama ifa juga suka membeli buku cerita bergambar. Mama ifa akan bercerita ke si ifa sambil menunjuk gambar yang ada di buku.

Ini adalah pendidikan. Itu menurut saya. Hahahahaha…!!! Pendidikan tidak melulu tentang membaca, menulis dan berhitung. Pendidikan adalah tentang stimulus kepada akal, rasa dan karsa.

Kita menanamkan kegemaran membaca. Pengenalan buku bergambar. Pengalaman menempel di buku tempel. Kita bercerita dari buku cerita. Itu sebuah pengalaman. Fungsinya menanamkan kegemaran membaca tanpa harus diajari cara membaca. Ifa penasaran dengan isi buku. Ini lebih penting

Dia memang baru dua tahun enam bulan. Dia belum bisa bercerita apalagi membaca. Pengalaman membeli buku juga stimulus. Makanya, saya mengajak ke Gramedia untuk memberi stimulus tentang buku. Suatu tempat yang menyenangkan yang dipenuhi dengan buku. Dia suka buku.

Konon, otak balita seperti spon di usia emas ( 2- 5 tahun). Mereka akan merekam dan masuk di long term memory. Makanya, kita harus memberi ingatan yang bagus. Ifa melihat, memegang, mengambil dan memperhatikan buku di toko buku. Itu pengalaman langsung.

Kami memberi kesan bahwa tempat yang menyenangkan adalah toko buku, perpustakaan dan alam terbuka. Ini kesan pertama yang terus diingat dan menjadi konsep diri sampai tua.

Bayangkan, Mall adalah tempat yang terindah bagi anak-anak untuk pertama kali. Karena kita mengenalkan mall lebih dini daripada alam terbuka, perpustakaan dan toko buku. So, anak kita lebih suka di mall daripada membaca atau berpetualang. Karena long term memory merekam kejadian itu.

Gemar membaca memang baik. But, kita tidak bisa memaksakan ke anak kita. Kita hanya bisa merangsang untuk mencintai buku. Pendidikan itu soal kebiasaan menurut kata ahli. Makanya, agar menjadi kebiasaan maka dirangsang. Jika sudah terbiasa maka nggak harus disuruh.

Kita nasehati anak sehari tiga kali, “nak baca buku itu nanti kamu jadi pinter lho!”. Hasilnya adalah kita dianggap cerewet aja.heheheheehe…!!!!

Kalau distimulus kemudian si anak suka. Dia akan melakukan dengan sukarela. bahkan, kita yang repot melayani permjntaan anak tentang buku.

TRAVEL TO JOGJA (PART 2)

Seperti rencana sebelumnya. Kami merencanakan jalan kaki menuju AMBARUKMO PLASA. Rasanya kayak kisah lagu tempo dulu. Berjalan berduaan dan bergandengan tangan menyusuri jalan, melintasi jembatan. So sweet, hehehehehehe…!!!!!
Ambarukmo Plasa adalah mall terbesar di Yogyakarta dan sekitarnya. Kami sudah sering kesitu. Bahkan tujuan kami kesitu adalah mengambil pesanan kami di ELC Yogyakarta. Kami tahu ada ELC di yogya maka istri sering beli mainan disana bahkan pakai inden segala. Hehehehehe…!!!!
Makan malam di SOLARIA Ambarukmo Plasa. Kami pesan menu favorit masing-maisng yaitu Ifumi dan Fuyung Hay. Saya menyukai karena rasa dan tekstur ifumi yang unik . Istri menyukai Fuyung Hay karena hal yang sama.
Kami pulang ke hotel jalan kaki ( beuh…!!!! capai sekalee) dan tidak lupa beli cemilan yaitu pempek Palembang. Kami makan sewaktu tiba di kamar hotel. Cemilan malam maksudnya. But, rasanya sangat jauh dari PEMPEK MEGARIA CIKINI kesukaan kami.
Pagi hari, saya menuju ke daerah Wirobrajan. Itu tujuan kami yang utama yaitu manasik haji. Kami melaksanakan manasik haji sampai pukul 09.30 WIB. Balik lagi ke hotel deh…!! Istirahat sebentar dan persiapan check out. Pukul 12.00 WIB, kami check out setelah sholat dhuhur ashar di jamak khosor.
Wisata kuliner berlanjut ke NASI GORENG MAFIA. Warung nasi goreng dengan konsep baru dan unik. Warung masi goreng mafia adalah franchise dari Bandung. Kami pesan 3 bungkus nasi goreng yaitu nasi goreng brandal, nasi goreng preman dan nasi goreng brandal. Semua dibungkus karena masih ada tujuan lain.
Perjalanan berlanjut ke JEJAMURAN. Ini adalah  favorit saya. Tempat dimana kita dapat merasakan citarasa makanan berlemak tapi bukan lemak. Semua menu adalah vegetarian. No Cholesterol dan All is Vegetable. Jadi, Menu lebih sehat di Jejamuran. Coba aja, pasti ketagihan. Saya saja ketagihan . Heheheheheh
Saya sudah bawa nasi goreng mafia tiga bungkus. Kami sudah makan di Jejamuran. Ehhh….!!!! Masih aja mampir di mie ayam mas yudi. Ini pesanan khusus istri saya. Dia mau kasih oleh-oleh ke anak saya si Ifa . Ifa sudah ketularan mamanya. Dia penggemar mie juga.
Kami pesan dua bungkus untuk eyang, dua bungkus untuk pakde Aji tersayang, mbak warti satu bungkus kecil, Ifa dapat dua bungkus besar. ( hehehehehehe…!!!! tentu saja buat mama dan ayahnya pula). Itulah perilaku manusia penggemar mie.