Bima Suci

Sumber : disini

Tubuhnya besar dan gempal. Dia mempunyai brewok yang lebat. Kalau berbicara tidak bisa halus kepada siapa saja. Orangnya tulus, pemberani dan sakti. Adik dari Puntadewa. Dia adalah sang Bima yang perkasa.  Bima adalah anak kedua dari Pandawa Lima

Bima atau Werkudara hanya berbicara halus kepada seorang saja yaitu Dewa Ruci. Dewa Ruci adalah guru sejati bagi Werkudara. Resi Drona saat itu sedang menggunakan akal liciknya untuk menyingkir Werkudara. Maka, Werkudara ditugaskan mencari Tirta Prawitasari ke dasar Samudra.

Tirta Prawitasari atau Air Kehidupan sebenarnya ada di dasar hati manusia. Karena bujukan Sengkuni atas Drona maka Bima ditugaskan mencari Tirta Prawitasari. Sengkuni berharap jika Bima masuk ke dalam samudra maka dia akan mati terbunuh oleh makhluk dasar laut.

Karena Werkudara itu tulus dan patuh kepada gurunya. Werkudara mengerjakan dengan sepenuh hati tanpa dia pikir panjang. Perintah Gurunya maka Sami’na Wa Atho’na ( Kami mendengar dan Kami Taati). Rantai komando harus ditaati tanpa bantahan. Werkudara masuk ke dalam dasar samudra.

Bima menyelam ke dalam samudra bertemu dengan dua Raksasa yaitu Rukmaka dan Rukmakala. Dua raksasa tersebut dihajar sampai tewas. Ternyata, Dua raksasa itu adalah jelmaan Batara Bayu dan Batara Indra yang disumpah oleh Batara Guru jadi Raksasa. Karena Dua Raksasa itu telah mati maka dua batara yang disumpah naik ke Kahyangan.

Werkudara bertemu dengan Naga bernama Nemburnawa maka sang Naga dihajar habis. Kuku Pancanaka yang dipakai werkudara telah merobek sang Naga. Sang Naga tewas dengan mengenaskan. Selesai berkelahi, Werkudara duduk termenung.

Werkudara bingung kemana lagi harus mencari Tirta Prawitasari. Sengkuni dan kroni mungkin baru terkekeh-kekeh membicarakan ketololan Werkudara. Tetapi, Kalau Sengkuni tau keadaan Bima saat itu. Maka siapakah yang tolol ? Sengkuni atau Werkudara? Werkudara semakin kuat dan berpengalaman berkelahi.

Dia mungkin sudah menyumpah serapahi dirinya sendiri. “Mengapa gue jadi tolol gini? “,Gumamnya.”Sial, gue dikerjain sang guru”, tambahnya dalam hati.  Dia tidak sadar melakukan dua hal besar yaitu membunuh dua raksasa dan seekor naga. Kalau Sengkuni mendengar itu, saya yakin dia akan kencing di celana saking takutnya.

Setelah itu Werkudara duduk terdiam di atas samudra. Di sini,Werkudara bertemu dengan gurunya atau dewanya yang sejati yaitu Dewa Ruci. Werkudara diminta masuk kedalam lubang telinga dewa kerdil itu atau Dewa Ruci. Werkudara masuk dan mendapat wejangan tentang makna kehidupan.

Werkudara juga melihat suatu daerah yang damai, aman, dan tenteram. Setelah itu, Werkudara menjadi seorang pendeta bergelar Begawan Bima Suci dan mengajarkan apa yang telah ia peroleh dari Dewa Ruci. Ksatria yang menjadi Begawan.

Kesetian Werkudara atas gurunya diganjar dengan gelar Begawan Bima Suci. Ini terkait dengan niat dan cara yang baik. Barangsiapa yang berniat baik maka akan mendapat kebaikan. Asal dilakukan dengan cara yang baik pula. Niat dan cara yang baik akan memberi keberkahan dan keberuntungan. Maka, marilah kita berniat baik dan menggunakan cara yang baik

Hahahahaha…….

 

Advertisements

Pengorbanan Gatotkaca

 gatotkaca_surakartaSumber : disini

Gatotkaca adalah ikon yang dianggap Indonesia Bingiittsss….!!!! Padahal nggak terlalu Indonesia juga. Karena tokoh ini diambil dari kisah di Kitab Mahabarata. Orang India juga punya tokoh Gatotkaca versi mereka. Tapi nggak masalah, India tidak mempermasalahkan Gatotkaca versi Indonesia . Hehehehehehe…!!!!!

Sosok yang sempurna sebagai pria perkasa tanpa tanding. Dia mempunyai otot sekuat kawat dan tulang sekuat besi, tidak ada senjata apapun yang mampu melukainya dan bisa terbang pula. Penokohannya mirip Superman.

Kalau Superman pakai baju ketat dan didadanya ada tulisan huruf “S” yang gede. Gatotkaca pakai baju yang bernama Kotang Antakusuma  dan ada lambang mirip matahari bersinar di dadanya. Superman u terbang mesti bagian belakangnya berkibar-kibar dan posisi tengkurap. Kalau Gatotkaca terbang posisinya berdiri sambil memainkan kain selendang dengan kedua tangannya. Lebih gagah khan? Hehehehehe…!!!!

Kostum Gatotkaca lebih atraktif dan etnis dibandingkan kostum Superman yang simpel. Gatotkaca pakai Badong, Caping Basunanda, Kotang Antakusuma, dan Terompah Padakacarma. Semua mempunyai fungsi masing-masing. Semua adalah senjata dan pertahanan buat Gatotkaca tidak sekedar pakaian saja.

Gatotkaca menjadi sakti setelah dimasukkan ke kawah Candradimuka. Kawah yang berisi leburan berbagai jenis senjata. Sehingga badan Gatotkaca adalah yang terkuat dan terbaik diantara para tokoh wayang.

Gatotkaca cuma ada satu kelemahan yaitu senjata Kontawijaya. Kebetulan yang pegang senjata itu adalah musuh bebuyutan pandawa sekaligus pamannya sendiri yaitu Adipati Basukarna. Kelemahan Gatotkaca ini sekaligus menjadi faktor kemenangan Pandawa di perang Baratayudha.

Arjuna mempunyai senjata andalan yaitu Pasopati dan Adipati Basukarna memegang Kuntawijaya sebagai senjata pamungkas. Ini berarti kekuatan mereka berdua adalah seimbang. Maka, harus dibuat tidak seimbang agar Arjuna dapat mengalahkan sang Adipati.

Senjata Pamungkas sang Adipati harus dilepaskan dulu sebelum berhadapan dengan Arjuna. Karena Kontawijaya hanya bisa sekali pakai. Karena Kontawijaya adalah senjata yang eksklusif dan sakti. Arjuna tidak mungkin menghadapi Kontawijaya.

Inilah strategi perang dari sang maestro perang yaitu Kresna. Mau nggak mau…. , Gatotkaca emang harus dikorbankan. Bagi kesatria, Pengorbanan adalah yang sesuatu yang tertinggi dalam hidup mereka. Kresna emang sudah “mengintip” kitab Jiptasara, tentang jalan cerita perang Baratayudha. Emang, Gatotkaca harus dikorbankan.

Kematian Gatotkaca oleh senjata Kuntawijaya adaah faktor penentu kemenangan Pandawa. Karena sang adipati kehilangan senjata pamungkas yaitu Kontawijaya. So, ketika berhadapan dengan Arjuna maka dia sudah sadar jika akan kalah. Kalau sang adipati tewas maka kurawa kehilangan satu-satunya jago panah mereka.

Walhasil, Anak Panah Pasopati memotong leher sang adipati. Gugurlah sang adipati kresna di padang kurusetra. Strategi Kresna berjalan mulus meski dengan pengorbanan yang besar. Bima dirundung sedih karena dua anaknya menjadi tumbal perang Baratayudha yaitu : Antareja dan Gatotkaca.

Ada dua pelajaran yang bisa dipetik yaitu “Pengorbanan” dan “Kelemahan”. Setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan. Pandawa memang memenangkan Perang Baratayudha Jayabinangun. Jangan ditanya kurbannya berapa? Seluruh anak pandawa meninggal mulai Antareja, Abimanyu dan Gatotkaca. Penerus dinasti pandawa adalah anak Abimanyu yaitu Parikesit.

Sekuat dan sesakti apapun manusia. Kita mesti punya kelemahan. Karena itulah kita manusia bukan malaikat atau Dewa. Manusia sekuat apapun bisa tumbang. Romawi, Persia, Yunani, Turki Usmani harus tumbang. Ketidaksempurnaan manusia itu yang membuat manusia itu sempurna. So, kita adalah manusia yang manusiawi.