Protagonis

 

Ambil dari sini

Kedua anak saya (Ifa dan Zufar ) menyukai film kartun Upin & Ipin. Film kartun dari negeri Jiran yang fenomenal. Kita bisa nonton Upin & Ipin di Televisi mulai pagi, siang atau sore hari. Karena anak-anak sering nonton Upin dan Ipin. Saya juga ikut menonton juga. Saya jadi tahu beberapa episode dari film  Upin & Ipin.

Upin dan Ipin adalah anak yatim. Yatim itu artinya salah satu atau semua orangtuanya meninggal dunia. Meskipun mereka berdua adalah yatim,  hidup mereka terasa menyenangkan dan sempurna. Upin dan Ipin tidak pernah bersedih. Karena sahabat-sahabat siap menemani mereka.

Mei-mei yang rajin, Sartika yang menyenangkan, Mail yang berjiwa wirausaha, Ehsan si Anak pejabat, Fizi yang penakut dan Jarjit yang suka berpantun, Mereka semua adalah sahabat Upin & Ipin. Mereka hidup di desa Durian Runtuh yang alami dan menyenangkan. Desa Durian Runtuh yang asri dengan sungai yang mengalir melintasi desa dan hutan yang masih asri.

Upin dan Ipin suka bermain di alam bebas seperti episode “Ikan Cupang”. Tok Dalang mengajari mereka cara menangkap ikan cupang dan memancing. Tak lupa, pesan untuk menjaga alam sekitar di episode itu. Apabila alam terjaga maka banyak manfaat kita dapatkan, misal : Ikan Gurameh hasil tangkapan Tok Dalang yang lezat. Kata Opa si Upi dan Ipin, Ikan guramih hasil tangkapan di sungai lebih sedap dari Ikan guramih Peliharaan. “Betul… Betul….Betul”, Ujar si Upin dan Ipin.

Upin dan Ipin beserta kawan-kawan suka belajar di sekolah tapi juga suka main bola di tanah lapang. Mereka masih punya waktu bermain dan belajar. Mereka belum dibebani berbagai les privat  atau jam sekolah yang panjang.

Meskipun hidup di desa, Mereka mempunyai cita-cita setinggi langit. Ehsan ingin jadi koki, Mei-mei ingin jadi guru, Upin dan Ipin ingin jadi Austronot, Mail ingin jadi pengusaha sukses. Cita-cita mereka sangat bervariatif.

Tidak hanya berhenti sekedar ingin menjadi Dokter, Insinyur atau Tentara . Apalagi hanya ingin menjadi PNS. Soal besok jika sudah dewasa akhirnya berbeda dengan cita-cita masa kecil. Itu soal lain. Jadilah pemimpi. Itu penting…

Imajinasi adalah dunia mereka. Mereka bermain bola maka menjadi pemain timnas adalah imajinasi mereka. Mereka bermain perang-perangan maka perang ala Ultraman menjadi favorit mereka. Bermain balapan mobil maka dibenak mereka adalah balapan internasional. Setiap permainan memiliki imajinasi masing-masing.

Tok Dalang tidak menolak jika diajak bermain dengan anak-anak. Anak-anak suka bermain di rumah Koh Atong. Koh Atong yang menjual barang loak memiliki berbagai jenis benda. Uncle Muthu suka mengadakan nonton bareng Sepakbola. Uncle Muthu yang berjulan makanan di desa Durian Runtuh.

Film Upin-Ipin tidak mengenal tokoh antagonis. Semua adalah tokoh protagonis. Konflik yang dibangun bukan untuk menyalahkan, mentertawakan atau menuduh salah satu tokoh. Konflik yang dibangun untuk diselesaikan bersama. Ini ciri khusus dari Film Upin dan Ipin. Tidak ada permusuhan hanya kerjasama dan bergembira.

Film Upin dan Ipin memancing imajinasi anak kecil, membangkitkan kesadaran untuk melestarikan lingkungan alam dan mengajarkan keberanian bermimpi.

Apakah kita mempunyai film yang serupa di negeri kita? Kalau ada yang tau. Tolong dong… Share disini.