Soto Kirana

 

Saya jalan-jalan sabtu pagi sendirian. Ternyata, saya belum makan pagi. Mampirlah saya ke SOTO KIRANA. Soto yang juga legendaris di Solo. Hampir setiap pagi, saya membeli soto disini sewaktu masih SD. Orang Tua semua pegawai jadi nggak sempat masak jadi beli lauk matang.

Rasa Soto Ayam disini tidak berubah sejak dulu. Yang berubah adalah lokasinya. Soto Kirana pernah berlokasi di Jalan Honggowongso dan sekarang di Jalan Mr Muh Yamin. Soto Kirana menu utamanya adalah Soto Ayam meskipun menyediakan Soto Gading. Soto Kirana memiliki penggemar setia. Pelayannya pun sudah paham pesanan dari para pelanggan meski kadang aneh-aneh.

Suasana di SOTO KIRANA

Soto Kirana juga tidak membuka cabang hanya ada satu. Lokasinya di depan Masjid Nur Mirah, Jl Mr. Muh Yamin Surakarta. Lokasi luas dan lapang. Soto Kirana memiliki kekhasan yaitu kuah yang gurih dan lezat. Genre kuah masing-masing warung Soto memang berbeda.

Kalau Soto Kirana mempunyai genre kuah yang segar, gurih dan aroma bawang goreng yang semerbak. Kalau sehabis makan disana rasanya pas, nggak terasa kekenyangan dan kurang. Rasanya juga nggak terlalu gurih atau hambar. Rasanya pas banget.

Kalau makan soto paduan yang pas adalah Tahu dan Tempe Goreng yang garing dan gurih. Tempe dan Tahu yang digoreng dengan bumbu yang polos tanpa tepung. Minumannya cukup sederhana saja yaitu Teh Tawar panas ( Teh tanpa Gula). Rasanya sudah pas banget.

Kalau anda ingin makan yang istimewa tapi tidak berat namun cukup mengenyangkan maka Soto Kirana bisa jadi pilihan. Kalau teman yang anda ajak makan tidak terlalu suka soto maka bisa diberi alternatif lain, Misal : Nasi Pecel, Nasi Tumpang atau Nasi Asem-asem Kikil. Semuanya lezat dan dalam porsi yang pas.

Tampak Muka

Harganya cukup bersahabat. Satu Mangkok Soto Ayam hanya 10 ribu rupiah. Kalau minumnya adalah Teh Tawar Panas maka cukup mengeluarkan uang 2 ribu rupiah. Total anda hanya mengeluarkan 12 ribu rupiah untuk hidangan yang lezat dan nikmat.

Soto Ayam dan Teh Tawar

Kalau anda nambah satu tempe goreng dan satu tahu goreng maka nambah cukup 2 ribu rupiah. Anda bisa makan enak kurang dari 15 ribu rupiah. Anda bisa makan enak. Bisa dibandingkan dengan makan di gerai Fast Food. 15 ribu rupiah anda dapat apa?

Ini adalah harga ekonomis. Kalau anda ingin makan mewah yang mahal jatuhnya. Anda mau makan Soto dengan Tempe, Sate paru, Sate Uritan atau Daging Empal dsb. Maka, Habisnya ya banyak. Saya memaparkan diatas adalah harga ekonomis yang enak, murah dan menyenangkan. Bisa dikatakan, Itu harga dasar atau basis.

Tahu dan Tempe Goreng

Monggo dicoba………..!!!!!!

Advertisements

Garang Masak ala Pak Manto

Sate Kambing memang mempunyai basis penggemar fanatis. Hehehehe..!!!!! Berapapun banyak warung sate kambing selalu punya penggemar tersendiri. Hampir semua warung sate kambing di Solo selalu dipenuhi pelanggannya, misal : Sate Kambing Mbok Galak, Sate Kambing Pak Manto, Sate Kambing Pak Bejo, Sate Kambing Mbak Tutik, Sate Kambing Pak Brintik dsb.

Menu di warung sate kambing hampir sama semua, yaitu : sate bakar, tongseng, nasi goreng dan nasi godog. Itu-itu saja, hehehehe…!!!! Serbuan Sate Kambing Balibul ala Tegal tidak menggoyahkan pemain lama. Bahkan pemain lama semakin berkibar. Orang Solo cukup konservatif masalah kuliner.

Mereka mematok harga yang tinggi juga masih OK. Artinya, mereka menentukan harga yang mengakibatkan kita harus merogoh kocek lebih dalam. Tetep aja ada yang beli. Hahahaha…!!! Gimana coba. Ancaman asam urat dan berbagai potensi penyakit yang mendera tidak dihiraukan.

pak manto-5
Sate Kambing Pak Manto

Saya ambil satu sampel saja yaitu menu di sebuah warung sate kambing. Garang Masak di Sate Kambing Pak Manto. Harganya satu porsi 40 rb belum termasuk nasi dan minuman. Jangan tanya jumlah penikmatnya. Warung ini sangat ramai.Pak Manto bisa menghabiskan puluhan ekor Kambing.

Garang Masak terdiri dari dua kata yaitu garang dan masak. Garang artinya daging kambing dibakar terlebih dahulu sebelum dimasak. Masak artinya daging yang sudah dibakar kemudian dimasak dengan model Tongseng.

pak manto-3
Garang Masak

Saya mendeskripsikan masakan tongseng secara bebas begini. “Kita masak daging kambing dengan kol atau kubis dan tomat disiram kuah gulai ditaburi merica dan bahan yang menyatukan adalah kecap manis. Garang masak dipanasi diatas tungku arang kayu. Kalau mau lebih pedas ditaburi irisan cabai”

Ada yang unik dari Warung Sate Kambing PakManto. Seluruh meja makan tidak disediakan merica. Kalau mau tambah pedas ditambahi irisan cabai. Kalau di tempat lain. Kalau mau tambah pedas ditaburi merica. Nggak tau kenapa? belum nanya.hehehehe…!!!!

pak manto-4
Irisan Cabai

Garang masak paling nikmat ketika masih panas. Rasa pedas, manis dan panas menyatu. Kalau kita sakit demam, paling cocok makan garang masak yang pedas dengan nasi hangat . Sehabis makan mesti berkeringat. Rasanya segar sekali dilanjutkan minum obat dan tidur.

Pak Manto in Action

Garang masak Pak Manto ini sangat fenomenal. Warungnya ramai sekali. Penggemarnya banyak. Mereka rela merogoh kocek sedalam-dalamnya untuk makan disini. Rasa itu tidak menipu. Jiahahahaha…!!!! Meniru iklan di Televisi. Televisi swasta nasional bahkan sudah meliput warung sate kambing Pak Manto.

Desain Dapur menyesuaikan Cara Memasak

Ada sensasi tersendiri kalau warung sedang ramai. Asap dari pembakaran sate memenuhi warung. Aroma khas sate kambing yang sedang dibakar menyengat hidung kita. Rasa sumpek dan sempitnya ruangan menambah kenikmatan. Maklum, warungnya berukuran kecil tidak sebanding dengan pengunjung.

Kalau mampir ke solo bisa mencoba Garang Masak Pak Manto. Lokasinya mudah dijangkau. Cari dulu lokasi hotel Novotel. Hotel ini ada di tengah kota Solo. Kemudian menuju kea rah selatan kira-kira 200 meter. Lokasinya ada di sebelah barat jalan, tepat sebelum pertigaan disamping biro travel.

Catet, jalan searah dari utara ke selatan. Mau praktis ? naik taksi saja. Semua sopir taksi mesti paham. Selamat berpetualang kuliner

 

 

 

Soto Semarang Pak To

Kalau anda jalan-jalan sekitaran Kota Solo di malam hari. Anda merasa lapar tapi ingin makan dengan porsi ringan. But, anda ingin makan nasi bukan snek. “Soto Semarang Pak To” kayaknya cocok buat makan malam. Saya menyebut kudapan malam yang menyenangkan.

DSC05421_rev
Soto Semarang (Mangkok Kecil)

Porsi tidak berlebihan cocok untuk mengganjal perut. Soto disajikan dengan mangkok kecil. Kalau mau mengudap maka satu mangkok sudah cukup. Perut terasa lapar maka nambah satu mangkok lagi masih memungkinkan.

DSC05425_rev
Angkringan Soto

Soto “minimalis” ,kalau saya menyebutnya. Karena porsi dan lauk yang disajikan juga berukuran minimalis. Hebatnya, “Sate Sundukan” sebagai teman makan soto disediakan dengan ukuran minimalis. Kalau mau makan enak tapi nggak mau gendut kesini aja. Hahahaha…!!!!

DSC05419_rev
Sate Sundukan

Soto Semarang adalah salah satu genre dalam dunia “per-soto-an”. Soto Semarang disajikan dalam mangkok kecil dan menikmatinya dengan ditemani sate kerang. Sate yang direndam dalam air kaldu.

Beberapa orang mencampur air rendaman sate kerang dengan kuah soto. Rasanya jadi agak beda, karena aroma ikan dalam kuah soto membuat lebih eksotis. Saya sering melakukan itu juga. Rasanya jadi lebih mantap.

Kota Semarang khan di pesisir pantai. So, Soto Semarang tidak ingin kehilangan ciri pesisir, disajikan pula sate kerang. Menurut saya lho, Apabila kita makan soto semarang tanpa sate kerang kurang mantep. Karena ciri khas “semarang” jadi hilang. Jadi sulit membedakan dengan soto ayam genre solo. Hehehehe…!!!

DSC05427_rev
Tampak Depan

Lokasinya mudah dijangkau. Soto Semarang Pak To berada di sebelah barat Pengadilan Negeri Solo. Lokasi di trotoar pinggiran Pengadilan Solo. Lokasi ini memang shelter yang disediakan untuk Pedagang Kaki Lima.

Antara Sate Mak Sukur dan Teh Talua

Sesuatu yang paling saya sesali adalah kehilangan foto-foto di Sate Mak Sukur. File foto khusus di Sate Mak Sukur hilang semua. Saya buka file-file di laptop nggak ada semua. Terpaksa saya ambil dari Internet dan disesuaikan dengan ingatan saya tentang Sate Mak Sukur. Sate yang paling legendaris di Padang Panjang, menurut Uda Nedi. Sate Mak Sukur juga ada di Jakarta. Tetapi, Makan sate dimana sate itu berasal. Itu sensasi tersendiri. Rasanya mengambil air dari sumbernya langsung, murni dan alami. hahhaha….!!!! Setelah kami kelelahan main air di Lembah Anai. Kami menuju Sate Mak Sukur, tidak perlu waktu lama untuk sampai disana. Lokasi Sate Mak Sukur berada di sebelah kiri jalan menuju arah Bukittinggi dari Padang. Ada tulisan “Sate Mak Sukur”. Sate Mak Sukur berada di Padang Panjang.

sate mak syukurSumber : Eman Sudinta

Sate Mak Sukur itu sejenis sate Padang yang dijual di Rumah Makan Padang yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sate Padang mirip Sate Yu Rebi di Solo. Sate yang berlemak. Sate Padang menggunakan lidah sapi, jantung, punuk dan lemak sapi. Keunikan sate mak Sukur di Bumbu kuah/sambal. Bumbu Kuah Sate Mak Sukur unik dan berbeda. Bumbu kuah yang bercitarasa minang. Citarasa minang yang dominan adalah rempah-rempah. Bumbu Kuah berwarna kuning cerah, beraroma rempah yang kuat namun nikmat untuk disantap.

sate padangSumber : Princessbrigita

Menurut saya, Bumbu kuah sate mak Sukur lebih unik daripada Sate padang di kota kami. Kami sekeluarga termasuk penggemar masakan Padang. Kalau makan disana mesti pesan sate padang. Setelah mencoba sate mak sukur maka sate padang yang ada di jawa, JAUUHHH… RASANYA!!!! Kalau ukuran sate dan cara peyajian itu sama dengan yang di Jawa. Pakai bumbu kuah yang melimpah dan dialasi dengan daun pisang. Ketupat yang disediakan juga enak. Penyajiannya masih hangat-hangat. Cocok sekali dengan hawa yang dingin dan sejuk.

tumpukan sate padangSumber : Aroengbinang

Ada yang unik pula disini yaitu Teh Talua. Talua yang artinya Telur. Maka, Teh Talua dibuat dari Teh yang dicampur Telur dan dibumbui dengan kayu manis dan jeruk nipis. Apabila mengocok telurnya pas maka timbul busa yang melimpah mirip Teh Tarik. Rasanya antara manis, gurih, aroma teh dan sedapnya kayu manis. teh talua

Teh Talua Meleleh

Sumber : Kuncoro Toro

Teh Talua tergolong minuman penambah stamina. Bahkan ada menyebut teh stamina. Karena diantara para sopir banyak mengkonsumsi untuk stamina selama bekerja. Kalau jenis minuman di daerah saya yang mirip Teh Talua yaitu STMJ. teh talua non meleleh

Sumber : TripAdvisor

STMJ atau Susu Telor Madu Jahe. Ini adalah minuman stamina di daerah kami. STMJ dijual di kedai susu misal : Susu Segar Shi Jack. Inilah minuman stamina ala jawa. Saya makan sate dan ketupat dilanjutkan minum teh talua. Rasanya, hmmm…!!! Sesudah rasa dingin dan lapar beranjak hangat dan perut kenyang. Hehehehe….!!!! Perjalanan kami lanjutkan menuju Bukittinggi. Karena kenyang maka kantuk menyergap saya. Rasa kantuk dan kenyang dan diiringi suara lagu khas Minang yang mendayu-dayu, Terasa nikmat perjalanan ini. Hehehehehe….!!!! Sumber : 1.  http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2011/05/10/perjuangan-pak-syukur-membesarkan-sate-mak-syukur-362634.html 2. http://travel.detik.com/read/2014/06/12/115700/2606160/1519/yang-legendaris-dari-padang-panjang-sate-mak-syukur 3. http://id.openrice.com/jakarta/review/sate-padang-mak-syukur-tanah-abang/18048 4. https://sepanjangjk.wordpress.com/2013/09/02/ 5. http://www.thearoengbinangproject.com/sate-mak-syukur/ 6. http://www.tripadvisor.ca/LocationPhotoDirectLink-g3475331-i80038969-Padang_Panjang_West_Sumatra_Sumatra.html 7. http://m.kompasiana.com/post/read/627428/1/menikmati-teh-talua-hingga-rendang-padang-yang-mendunia.html

Sate Ayam Pak Banjir Solo

Anda mesti pernah makan sate ayam. Kalau belum pernah, mosok sih? Hehehehe…!!! Sate ayam ada dua genre, menurut saya. Genre Ponorogo dan genre Madura. Saya lebih suka genre Madura. Saya lebih milih sate ayam Madura karena bumbu kacang yang lebih kaya lemak dan pakai daging mentah.
Selain itu, sate ayam adalah menu yang memorable untuk saya. Saya ingat sewaktu masih SD. Kalau masuk angin mesti makan sate ayam. Kerokan dilanjutkan makan sate ayam madura 10 tusuk dilanjutkan tidur adalah obat. Ini sugesti untuk sembuh.

imageSate Pak Banjir
Jl. Ronggowarsito Solo

But, Istri saya yang mengenalkan sate ayam yang enak di Solo. Sate Ayam Pak Banjir. Rasa, bumbu dan tekstur yang seimbang. Saya menemukan juga belum lama. Rasanya kembali ke masa SD. Hehehehe…!!!
Sate ayam yang tidak mentah namun tidak terlalu matang. Tekstur daging ayam masih terasa tapi matang. Ini adalah keahlian tukang sate tingkat tinggi. Sate Ayam Pak Banjir mengunakan bahan baku daging ayam mentah beda dengan Sate Ponorogo menggunakan daging ayam rebus.

imageSate Uritan
Sumber : vitakent

Sate Ayam Pak Banjir juga menyediakan Sate Uritan. Uritan adalah bakal calon telur yang belum dibuahi. Uritan itu memang enak tapi termasuk jeroan jadi mengandung banyak kolesterol. Hehehe…!!!
Setusuk sate uritan terdiri atas Bakal calon telur, jeroan ayam dan ati ayam. Rasanya yang mantap dan bakaran sempurna. Kalau mau lebih sehat maka pilih telur sintetis dan daging bersih.
Sate Ponorogo menggunakan sambal untuk rasa pedas. Sate Madura irisan cabai dan bawang merah untuk memberi sensasi pedas yang menyegarkan.
Kalau makan sate mesti memakai lontong atau nasi. Nasi sudah biasa namun Lontong di sate ayam Pak Banjir istimewa. Karena  teskturnya kenyal sehingga memberi sensasi lumer di mulut dan tidak mengenyangkan.

imageSumber : vitakent

Satu porsi sate ayam itu berisi lima tusuk sate uritan, lima tusuk daging ayam bersih, lontong yang diiris-iris kemudian disiram sambal kacang diiringi dengan irisan cabai dan bawang merah.
Sambal kacang untuk sate ayam genre madura tidak pedas dan lebih encer bahkan ada yang menganggap kuah. Irisan cabai sebagai ganti sambal pedas.
Ketika lontong dikunyah maka terasa tekstur lumer di mulut bercampur sambal kacang. Sembari mengunyah lontong, anda mulai mengunyah sate yang “maknyus”. Hmmmm…..!!! Sensasi itu yang saya cari.
Saya penggemar sate ayam genre madura. Sate Ayam Pak Banjir memang istimewa. Terasa seimbang antara sate, lontong, sambal dan irisan cabai-bawang merah. Kalau ditanya kok bisa begitu. Mereka nggak bisa jawab. Ini terjadi secara alamiah saja.
Sate Ayam Pak Banjir ada dua tempat yaitu di sebelah tenggara perempatan nonongan surakarta dan di sebelah barat Bank Indonesia dekat Bakmi Pak Dul. Menurut saya, yang paling enak adalah sebelaha barat Bank Indonesia.
Lokasi yang di barat Bank Indonesia lebih enak seperti deskripsi saya diatas. Saya sudah berkali-kali ke sana, semuanya terasa sama yaitu istimewa. Kalau yang di perempatan nonongan rasanya biasa saja.
Mereka berdua adalah generasi penerus Pak Banjir. Mereka adalah saudara kandung a.k.a kakak-beradik. Rasanya kok berlainan ya. Hehehehe…!!! Apa masalah talented or non talented? Aku tidak tahu.
Keduanya adalah sama-sama warung lesehan di pinggir jalan. Anak saya juga suka sate tapi tanpa kecap. Lebih asyik, makan di sate ayam Pak Banjir di malam hari. Lebih santai, hehehehehe….!!!!

SATE KAMBING “MBOK GALAK” SOLO

Kemarin malam, saya dan istri mendatangi kondangan di tempat saudara istri. Mereka kebetulan baru saja melahirkan anaknya yang pertama. Kami sudah membayangkan makan sate kambing, gulai dan tengkleng. Maklum,Kelahiran anak berarti aqiqah. Lha, kalau aqiqah berarti makan kambing. Biasanya gitu. Lha, yang ini apes. Hehehehehehe…!!!

Menunya nggak ada kambing sama sekali. Ternyata, acara bukan aqiqah tetapi perkenalan ke tetangga baru. Acara aqiqah mungkin sudah di tempat mertua . Mereka langsung menempati rumah baru setelah istrinya melahirkan so ada perkenalan dengan tetangga. Lebai Malang nasib kami. Hehehehehehe. Kami ganti Nasi Padang yang ternyata juga jauh dari ekspektasi kami ( hehehehehe…..!!!!! Sok Inggris, padahal wagu)

Pagi harinya, Istri bilang, “Yah, kita makan pagi di mbok Galak yuk?”, “itung-itung gantinya tadi malam”, “Makan Nasi Gulai”. ” Hahahahaha….!!!” , ternyata sudah terlanjut ingin makan Gulai Kambing. Saya jawab,” Ok Ma, Ifa ikut juga ya?”. Ifa meskipun nggak ikut makan tapi gabung juga asyik. hehehehehe….!!!!!!. Kami berempat menuju ke tempat sate kambing “ Mbok Galak”.

Tampak dari Dalam

Sate Kambing ” Mbok Galak” terletak di kawasan Sumber Solo. Kalau anda tahu SMP IT Nur Hidayah, ya dekat tempat itu. Kalau anda tahu Jembatan Komplang ke barat kira-kira 500 m nanti di utara jalan ada Sate Kambing “Mbok Galak”. Atau, anda tanya saja Kantor Kementrian Agama Surakarta nanti di depan Kantor tersebut ada Sate Kambing “Mbok Galak”.

Namanya Mbok Galak. But, penjualnya sama sekali tidak galak bahkan ramh-ramah. Tidak ada yang mbok-mbok disana. Namun, namanya mbok galak. Tak tahulah, apa arti nama yang penting enak. bhahahahahahaha…….!!!!!!!!

“Pikulan”

tempat bakar sate, Masak Tongseng, Nasi Goreng dan panci berisi Gulai Kambing

Sate Kambing “Mbok Galak” adalah rumah makan sate kambing yang terkenal di Solo. Biasanya, Penjual sate kambing menghidangkan 5 tusuk sate per porsi. Sate Kambing “Mbok Galak” menyajikan 10 tusuk sate. Porsi yang mangstaaaaabbb…!!! Tongseng yang lezat dan Gulai yang menggoda. Menu penutup istimewa yaitu “Thengkleng” ( tertulis di spanduk tuh). Lha yang ini hanya ada di Solo. Tempat lain lewat.

“Sate Kambing 1 porsi yang isi 10 tusuk, Gulai Kambing dan Thengkleng Mas”, pesan mama ke penjual sate. Kita nyari tempat dan nunggu masakan. “Mbak, Thengkleng habis”, pelayan nyeletuk gitu. “Habis?”, gumamku. “ Cepet amat”, sambil geleng kepala. “Pak, diganti Tongseng untuk Thengklengnya”, kata Istriku. “ Ya mbak”, jawab si pelayan.

Itu cuma 8 Tusuk, yang 2 tusuk sudah saya makan. 🙂

Yang warna putih itu taburan Merica. pedes-pedes panas. asyiiiikkkk…..

 Sate Kambing di tempat “Mbok Galak “ cukup istimewa karena jumlah tusuk yang lebih banyak dan mesti ada daging berlemak. Rasanya mak Nyusss. Kalau bicara penyakit, memang yang “mak Nyuss” itu yang tidak sehat. Hehehehe….!!!!!.Sate mesti dilengkapi Lalapan Kubis, Irisan Jeruk Nipis dan Cabe. Tak lupa pula, taburan Merica Bubuk diatas menambah sedapnya sate.

Ketika sedang nikmatnya makan sate, si pelayan datang membawa Thengkleng. “Mbak, ini tadi masih ada sisa”, Kata si Pelayan. Alhamdulillah, akhirnya makan Thengkleng. Kami makan 4 jenis makanan yaitu : Sate Kambing, Thengkleng, Gulai Kambing dan Tongseng. Lapar atau Doyan ya? Hehehehehe……

Tongseng itu Daging kambing mentah dimasak langsung dengan kuah gulai. Ditambahi bumbu rempah-rempah seperti Merica, ketumbar, tomat dsb. Tak lupa diguyur kecap manis. Rasanya, hmmmm… Yummy. Rasanya segar berkuah.

 

Itu terlihat Potongan Daging, Tomat, Kubis dsb

Gulai kambing ya seperti biasanya. Hidangan sate kambing dengan bumbu rempah-rempah. Isi Gulainya adalah daging, jeroan sapi semisal : iso,babat sapi, hati,paru dsb. Gulai ini sedap dimakan apalagi dengan cabai atau acar.

Gulai Kambing

Isinya Jeroan Kambing Bro…!!!!

Thengkleng? Wah ini yang tiada duanya di Solo. Daerah lain, Tulang kambing, Kepala Kambing, Telinga kambing, jeroan kambing, Otak dsb mesti dibuang karena baunya amis dan sulit dimasak. Orang Solo menyulap bahan buangan tersebut menjadi makanan lezat. Ada sumsum, Tulang Muda, Kikil, Kepala Kambing, Mata Kambing, Telinga Kambing, Jeroan Kambing, Otak Kambing dsb.

Cara memakannya bisa dengan meghisap “ sumsum’ atau menyisiri daging yang ada di tulang. Ini keasyikan tersendiri. Otak kambing, hmmmm sangat sedap. Tapi, jangan Tanya kalau mengandung banyak lemak jahat atau kolesterol. Hehehehehehe….!!!! Ini memang bukan makanan sehat tetapi makanan lezat.

Thengkleng
Makan masakan kambing lebih dari sekedar makan namun juga “klangenan” atau hobi. Jadi, Kepuasan hati itu utama termasuk makan “thengkleng”. Pembeli merasa puas karena keinginannya terpenuhi dan diperhatikan.
“Mbok Galak” juga senang karena pembelian juga nambah. Kayak kita, yang sebenarnya beli tiga macam menu jadi empat macam. Beli Tongseng ya, Beli Thengkleng ya. Padahal niat kami hanya beli thengkleng aja. Ada-ada aja, hehehehehe.Sssssttttttttt….!!!! Krupuk di “Mbok Galak” gratis lho.

SATE KERE

Kere itu berkonotasi negatif dalam bahasa jawa. Kere itu artinya fakir, miskin dan orang pinggiran. Kuliner yang satu ini namanya “Sate Kere”. Sate kesukaan orang kere, itu terjemahan bebasnya.

Eits….jangan salah, Sate Kere ternyata tidak hanya disukai orang kere. Kuliner ini menjadi kesukaan semua kalangan baik kaya, miskin, tua dan muda bahkan anak-anak.

Penamaan “kere” disebabkan bahan utama dari sate kere itu sendiri. Sate Kere itu terdiri dari dua bahan utama yaitu  Jerohan Sapi dan Tempe Gembus. Semua adalah bahan sisa tetapi nikmat disantap.

Jerohan sapi itu berisi bermacam-macam organ dalam yang penuh lemak seperti Ginjal, Paru, Hati dan Torpedo. Mirip dengan soto betawi. Cuman lidah nggak ada di sate kere. Kolesterol abis, hahahahaha…….!!!!!!

Torpedo ? hehehehehehe…….!!!!! Bukan rudal yang di kapal selam. Itu Alat Kelamin Sapi Jantan. Jenis daging itu kalau di tempat lain nggak tahu dimasak apa? Rasanya lezat.

Enak tapi berbahaya karena mengandung kolesterol, asam urat, lemak dsb. Sekali-kali boleh lah. Beda dikit dengan junk food. Hehehehehehe…….!!!!!

image

Sate Jerohan

Tempe gembus? Kita semua sudah paham bentuk dan rasa tempe. Tempe gembus itu turunan kedua dari kedelai atau lebih tepatnya limbah padat. Tempe gembus dibuat dari ampas tahu. Ampas tahu adalah limbah pabrik tahu.

Gila, hampir tidak ada yang tersisa untuk makhluk lain. Hehehehe…..!!!!! Itulah wong solo tentang kuliner. Apapun bisa dimasak. Anda jika mendengar nama kuliner tengkleng itu lebih gila. Ah… !!!!! itu untuk postingan besok saja.

Tempe gembus ini biasanya untuk pakan ternak misal : sapi atau babi. Jadi, kita merebut jatah makanan hewan ternak diatas. Hehehehe…..!!!! Meskipun demikian peminatnya banyak lho. Seperti saya sendiri.

image

Sate Gembus

Tempe Gembus yang masih berupa lembaran-lembaran, dipotong-potong seperti coklat batangan. Tempe gembus ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar . Yummy…..!!!! Rasanya mak nyusss.

image

Setusuk sate gembus

Jerohan sapi diiris-iris kecil, ditusuk dengan tusuk sate kemudian dibakar. Rasanya uenaaak sekali. lha penuh dengan lemak. Gurih dan Pedas bercampur dengan lontong atau nasi. Kalau saya lebih suka lontong karena tidak terlalu berat.

image

Sepiring Lontong

Sate jerohan dan sate tempe gembus disiram dengan sambal kacang yang pedas. Jangan lupa taburan irisan cabai dan bawang merah mentah. Aroma lemak sapi bercampur dengan sambal dan taburan cabai. Cukup menggoda iman. Hehehehe….!!! Ada rasa khas kedelai berasal dari tempe gembus. Sate Kere lebih mantap dan berat.

image

Sepiring cabai & bawang merah

Tekstur yang menyenangkan. Ada tekstur kenyal dari lontong. Jerohan yang empuk dan tempe gembus yang mak nyuss. Sate dengan tekstur yang ramah untuk dikunyah namun ancaman buat kesehatan. Heuheuheu….!!!!

Kalau nyari di Solo, ada satu tempat yang terkenal yaitu sate jerohan yu rebi. Dia tidak memakai nama sate kere meskipun jualan juga sate gembus. Ssssttttt…..!!! Mestinya sate kere ya? Hehehehe….!!! Lokasi ada di tengah kota solo.

Kalau sedang jalan-jalan di JL Slamet Riyadi Solo. Jalan itu cuman ada satu di Solo. Anda cari saja Stadion R MALADI SRIWEDARI. Lokasinya berada di belakang stadion tersebut.

image

Sate Jerohan Yu Rebi

Sate Jerohan Yu Rebi berada di deretan kios-kios BUSRI ( mBUri SRIwedari). Mburi itu artinya terletak di belakang. Kios-kios tersebit mayoritas jualan buku. Sate Jerohan Yu Rebi berada di ujung barat, sebelah selatan jalan.

Anda bisa pesan sate jerohan, sate gembus atau campur ( mix sate jerohan dan gembus). Hebat khan….!!!! Makanan yang sangat tidak direkomendasikan ahli gizi maupun dokter. Kayak jualan rokok, buruk bagi kesehatan namun dicari.