Soto Kirana

 

Saya jalan-jalan sabtu pagi sendirian. Ternyata, saya belum makan pagi. Mampirlah saya ke SOTO KIRANA. Soto yang juga legendaris di Solo. Hampir setiap pagi, saya membeli soto disini sewaktu masih SD. Orang Tua semua pegawai jadi nggak sempat masak jadi beli lauk matang.

Rasa Soto Ayam disini tidak berubah sejak dulu. Yang berubah adalah lokasinya. Soto Kirana pernah berlokasi di Jalan Honggowongso dan sekarang di Jalan Mr Muh Yamin. Soto Kirana menu utamanya adalah Soto Ayam meskipun menyediakan Soto Gading. Soto Kirana memiliki penggemar setia. Pelayannya pun sudah paham pesanan dari para pelanggan meski kadang aneh-aneh.

Suasana di SOTO KIRANA

Soto Kirana juga tidak membuka cabang hanya ada satu. Lokasinya di depan Masjid Nur Mirah, Jl Mr. Muh Yamin Surakarta. Lokasi luas dan lapang. Soto Kirana memiliki kekhasan yaitu kuah yang gurih dan lezat. Genre kuah masing-masing warung Soto memang berbeda.

Kalau Soto Kirana mempunyai genre kuah yang segar, gurih dan aroma bawang goreng yang semerbak. Kalau sehabis makan disana rasanya pas, nggak terasa kekenyangan dan kurang. Rasanya juga nggak terlalu gurih atau hambar. Rasanya pas banget.

Kalau makan soto paduan yang pas adalah Tahu dan Tempe Goreng yang garing dan gurih. Tempe dan Tahu yang digoreng dengan bumbu yang polos tanpa tepung. Minumannya cukup sederhana saja yaitu Teh Tawar panas ( Teh tanpa Gula). Rasanya sudah pas banget.

Kalau anda ingin makan yang istimewa tapi tidak berat namun cukup mengenyangkan maka Soto Kirana bisa jadi pilihan. Kalau teman yang anda ajak makan tidak terlalu suka soto maka bisa diberi alternatif lain, Misal : Nasi Pecel, Nasi Tumpang atau Nasi Asem-asem Kikil. Semuanya lezat dan dalam porsi yang pas.

Tampak Muka

Harganya cukup bersahabat. Satu Mangkok Soto Ayam hanya 10 ribu rupiah. Kalau minumnya adalah Teh Tawar Panas maka cukup mengeluarkan uang 2 ribu rupiah. Total anda hanya mengeluarkan 12 ribu rupiah untuk hidangan yang lezat dan nikmat.

Soto Ayam dan Teh Tawar

Kalau anda nambah satu tempe goreng dan satu tahu goreng maka nambah cukup 2 ribu rupiah. Anda bisa makan enak kurang dari 15 ribu rupiah. Anda bisa makan enak. Bisa dibandingkan dengan makan di gerai Fast Food. 15 ribu rupiah anda dapat apa?

Ini adalah harga ekonomis. Kalau anda ingin makan mewah yang mahal jatuhnya. Anda mau makan Soto dengan Tempe, Sate paru, Sate Uritan atau Daging Empal dsb. Maka, Habisnya ya banyak. Saya memaparkan diatas adalah harga ekonomis yang enak, murah dan menyenangkan. Bisa dikatakan, Itu harga dasar atau basis.

Tahu dan Tempe Goreng

Monggo dicoba………..!!!!!!

Soto Pak Keman

Kami sekeluarga jalan-jalan keliling  kota menikmati suasana sore hari. Niat awal mau membelikan baju anak. Setelah beli baju di daerah Nonongan Solo, kami menuju ke toko “Urban Baby” di daerah Tipes. Sayang sekali, disana nggak ketemu yang dicari. Maklum sepatu bayi, sulit nyari yang pas.
Selesai sholat maghrib, kami nyari makan malam. Asyikkkkk…..!! Karena udah di Tipes,kami langsung meluncur ke Soto Pak Keman atau lebih dikenal Soto Pak Man. Nggak banyak sih, warung soto yang buka di malam hari.

Orang makan Soto biasanya di pagi hari, misal : soto gading, soto Gading atau soto Triwindu. Soto Pak Man buka di malam hari. Soto Pak Man ini adalah Soto Daging Sapi. Kuah Soto-nya kental, gurih dan beraroma kuat yang menggugah selera.

DSC00674
Soto Daging Sapi
Pak Man ternyata menyediakan lauk pendampingnya cukup variatif mulai tempe goreng, perkedel goreng, empal, limpa goreng, kikil sapi. Ati ampela ayam juga ada disitu.Keunikan soto Pak Man adalah jam buka yang tidak umum. Malam hari bos…..!!!!!!
DSC00669
Tempe, Perkedel dan Jerohan Sapi
Jerohan sapi bisa dimakan langsung atau diiris-iris dulu. Jerohan sapi  teksturnya agak alot maka makan dengan ukuran agak kecil lebih enak untuk dikunyah.
DSC00672
Limpa Goreng iris

Matahari Pasar Singosaren Jl. Gatot Subroto Solo menuju ke arah selatan. Apabila sudah menemukan perempatan sraten maka posisinya Soto Pak Man di sebelah selatan perempatan sraten.

Ada yang unik nih…!!!! Petugas parkir yang sangat aktraktif. Hehehe…!!!! Panggilannya Pak Kucing  Karena suka nyeletuk “meong”. Orangnya gemuk agak gemulai. Menambah serunya makan Soto di malam hari. Makanya, orang juga sering menyebut “Soto Pak Kucing”. Hehehehe…!!!!!

Soto Semarang Pak To

Kalau anda jalan-jalan sekitaran Kota Solo di malam hari. Anda merasa lapar tapi ingin makan dengan porsi ringan. But, anda ingin makan nasi bukan snek. “Soto Semarang Pak To” kayaknya cocok buat makan malam. Saya menyebut kudapan malam yang menyenangkan.

DSC05421_rev
Soto Semarang (Mangkok Kecil)

Porsi tidak berlebihan cocok untuk mengganjal perut. Soto disajikan dengan mangkok kecil. Kalau mau mengudap maka satu mangkok sudah cukup. Perut terasa lapar maka nambah satu mangkok lagi masih memungkinkan.

DSC05425_rev
Angkringan Soto

Soto “minimalis” ,kalau saya menyebutnya. Karena porsi dan lauk yang disajikan juga berukuran minimalis. Hebatnya, “Sate Sundukan” sebagai teman makan soto disediakan dengan ukuran minimalis. Kalau mau makan enak tapi nggak mau gendut kesini aja. Hahahaha…!!!!

DSC05419_rev
Sate Sundukan

Soto Semarang adalah salah satu genre dalam dunia “per-soto-an”. Soto Semarang disajikan dalam mangkok kecil dan menikmatinya dengan ditemani sate kerang. Sate yang direndam dalam air kaldu.

Beberapa orang mencampur air rendaman sate kerang dengan kuah soto. Rasanya jadi agak beda, karena aroma ikan dalam kuah soto membuat lebih eksotis. Saya sering melakukan itu juga. Rasanya jadi lebih mantap.

Kota Semarang khan di pesisir pantai. So, Soto Semarang tidak ingin kehilangan ciri pesisir, disajikan pula sate kerang. Menurut saya lho, Apabila kita makan soto semarang tanpa sate kerang kurang mantep. Karena ciri khas “semarang” jadi hilang. Jadi sulit membedakan dengan soto ayam genre solo. Hehehehe…!!!

DSC05427_rev
Tampak Depan

Lokasinya mudah dijangkau. Soto Semarang Pak To berada di sebelah barat Pengadilan Negeri Solo. Lokasi di trotoar pinggiran Pengadilan Solo. Lokasi ini memang shelter yang disediakan untuk Pedagang Kaki Lima.

Soto Gunting Klaten

Kalau kita mendengar kata “gunting” maka pikirannya tidak mengarah ke kuliner. Gunting adalah alat bantu wajib bagi penjahit, tukang fotocopy maypun pegawai administrasi. Gunting jika masuk dapur maka hanya digunakan untuk membuka makanan atau bumbu yang yang dikemas dalam sachet.

image
Soto mewah ( mepet sawah)

Namun, Saya menikmati Soto juga menggunakan gunting. Ini cuman terjadi hanya di Soto Gunting Klaten. Gunting adalah alat utama untuk makan disana. Apabila kita menikmati soto tanpa dibantu dengan gunting. Maka tidak nikmat lah. Hehehehehe…!!!!!

image
Perlengkapan makan

Soto gunting menyajikan menu yaitu Soto Daging Sapi. Ada yang unik yaitu Soto disajikan berupa nasi disiram dengan kuah soto dan tidak ada daging. Dagingnya disajikan seperti seperti lauk pauk yang lain. Ada beberapa pilihan antara lain : Daging, Limpa, Paru dan Babat dsb. Masih tersedia lauk pauk yang lain seperti Tempe, Tahu , Perkedel dsb.

image
Cara Makan Soto Gunting

Pengunjung yang malas makan daging maka bisa hanya makan nasi dan kuah soto saja. Kalau yang ingin daging maka bisa ambil daging. Anda suka jerohan sapi maka anda bisa ambil Babat atau Limpa. Anda bisa makan utuh atau dipotong-potong terlebih dahulu.
Uniknya, alat pemotongnya adalah gunting. Ini pengalaman kuliner yang menarik. Biasanya kita meminta tolong ke pelayan warung untuk memotong irisan daging. Kita makan di Soto gunting maka kita sendiri yang memotong daging menggunakan gunting.
Memang, Ini cara makan yang sarkas tapi menarik. Anda makan soto sembari memotong daging atau babat sapi. Guntingnya digunakan bergantian.Dagingnya penuh lemak jadi penampakan guntingnya jadi lebih mengerikan. Ini tidak direkomendasikan bagi anda yang suka yang teratur , tertib dan “bersih”. Hehehehehe….!!!!
Walhasil, Saya dan keluarga masih baik-baik saja setelah makan disitu. Hehehehe…!!!!! Sampai hari ini. Kalau yang takut bisa bergidik melihat atraksi potong daging. Lha ada juga yang bergidik lihat lemak sapi, karena terbayang kolesterol dan segala penyakit turunannya. Apalagi ini, sudah lihat daging berlemak masih disuguhi atraksi “barbarian”. Hahahahaha…!!!!!
Maklum, Warung Soto ini pada mulanya adalah langganan para sopir truk. Konon, Sopir truk itu mengetahui warung yang murah tapi enak. Sopir Truk apalagi yang antar provinsi tidak mau makanan yang tidak enak. Banyak yang penasaran dengan warung soto ini .

image
Parkiran Truk

Pengunjungnya tidak hanya sopir truk saja. Banyak pengunjung dengan mobil pribadi dan cenderung mewah menjadi pelanggan disana. Pengacara kondang di Solo juga menjadi pelanggan disana. Kebetulan, kami sekeluarga makan disana bersamaan dengan sang pengacara kondang juga makan disana.
Harganya per mangkok hanya Rp 5000, – . Irisan daging yang berupa empal, limpa, paru dan babat dihargai sama alias dipukul rata yaitu Rp 3000,-/ potong. Harga gorengan nya yaitu tahu, tempe dan lentho dihargai Rp 500,-/biji.

image
Parkir Mobil atau Sang Penyanyi Organ Tunggal

Soal rasa? Istri saya menilai enak dan unik. Ada aroma masakan pedesaan. Aroma pedesaan yaitu aroma kayu bakar dan bumbu rempah. Kalau saya menilai rasanya mantap. Gorengannya enak dan Irisan dagingnya mantap. Tapi ya itu, Cara makan yang agak sarkas. Hehehehe…!!!!
Kalau jadi kebiasaan juga nggak bagus. Ada masalah kesehatan di kemudian hari. Kalau untuk pengalaman kuliner boleh juga. Kalau anda bosan dengan menu yang monoton. Maka, Soto Gunting bisa jadi alternatiif. Soto Gunting adalah Soto dengan segala cerita. Ceritanya yang tidak anda dapatkan di tempat lain. Hehehehehe……!!!!!!

Soto Triwindu

Siang itu cuaca cukup panas. Istri tiba-tiba pengin Soto Triwindu. Salah satu dari Warung Soto yang senior di Kota Solo. Soto Triwindu itu cuman jual Soto Gading Sapi berbeda dengan Soto Gading.

soto triwindu-1
“Silahkan Duduk”

Orang dulu memang simpel. Kasih nama cuman sesuai dengan nama daerah atau landmark terdekat, misal: Gading, Triwindu dan Kartasura. Soto Triwindu karena lapaknya di dekat Pasar Triwindu. Pasar Triwindu ini lebih eksotis lagi. Pasar Triwindu itu tempat ngumpulnya penjual barang antik.

Ini cocok untuk  kolektor . Setelah keliling di Pasar Triwindu dilanjutkan makan Soto di Soto Triwindu. Pasar Triwindu menjual segala sesuatu yang antik mulai Plang Kuno sampai meja antik. Kalau anda suka nonton channel History maka udah paham dengan Pawn Stars dan American Pickers. Kalau di Triwindu masih berwujud pasar rakyat.

Soto Triwindu mempunyai andalan dan satu-satunya menu adalah Soto Daging Sapi. Berbeda dengan soto gading dengan menu andalan soto ayam. Harganya lumayan terjangkau yaitu Rp 11.000,- per mangkuk. Rasanya yang khas ,segar dan tidak eneg. Rasa Gurih yang nendang.

soto triwindu-2
Angkring Soto di Pojok Warung

Soto Triwindu mempunyai lauk yang khas yaitu Lentho. Makanan khas yang terbuat dari kacang tholo, singkong dan kelapa. Lebih mantep lagi, makan soto dengan  irisan empal, babat atau limpa. Arena untuk meracik masih menggunakan Angkring. Dulu, Penjual Soto menjajakan Soto berjalan dari kampong ke kampong menggunakan Angkring.

soto triwindu-3
Soto “dikawal” irisan babat & irisan limpa

Lokasinya di Jalan Teuku Umar Solo. Kalau anda berjalan menyusuri jl Slamet Riyadi maka dicari saja Mc Donald. Dari situ, Anda belok kearah utara maka menyusuri Jl Teuku Umar. Sepanjang jalan itu adalah sentra jajanan. Soto Triwindu ada di ujung jalan sebelum perempatan. Posisinya di sebelah barat jalan.

soto triwindu-4
Menghadap Ke Timur

 

 

Soto Gading

Pak jokowi pulang ke Solo. Dalam rangka apa ya? saya lupa. Saya cuman inget kalau Pak Jokowi mampir ke Soto Gading.  Bu Mega juga gabung dan diikuti oleh segerombolan menteri. Wuih, promo gratis nih buat Soto Gading. Soto Gading di-endorse oleh Pak Jokowi. Apa nggak rejeki nomplok. Koran lokal dan nasional ikut menampilkan fotonya. Klop-lah. Hehehehe..!!!

jokowi dan soto gadingSumber : kompasiana

Alasan dinamakan Soto Gading karena daerah situ namanya Kampung Gading. Nggak ada hubungannya dengan Gading Gajah apalagi dagingnya Gajah. Soto Gading yang ini hanya ada di Solo saja. Eksklusif, Kalau di Solo ada di beberapa tempat.

Soto Gading itu spesialis soto ayam. Soto genre solo agak berbeda dengan genre Lamongan apalagi Bandung. Kalau Soto  Lamongan menggunakan kemiri dan Soto Bandung memakai daging Sapi. Soto Lamongan dengan kuah warna kuning pekat. Soto Bandung dengan kuah Bening. Kalau Soto genre Solo mempunyai kuah yang bening agak kekuning-kuningan.

Soto Gading terasa lebih plain. Komentar saya, “ Soto Gading itu rasanya seimbang antara gurih dan asin”. Soto Gading itu berminyak namun nggak eneg. Bagi yang suka makan porsi besar mesti kurang. Soto Gading terasa segar. Penyajian bisa campur atau pisah dengan nasinya. Soto Gading rasanya orisinil.  *Jiaaaahhhh promosi banget. Hehehehe…!!!!

Kami makan di soto gading selalu memilih duduk di depan panci besar. Saya merasa hangat dan nyaman di depan panci besar soto yang panas mengepul. Hiburan tersendiri melihat pegawai soto gading beraksi.

soto1Aksi “Penuang Soto”

Banyak pula pelanggan yang memiliki special request.”mbak, tanpa micin”, “saya minta kulit ayam”, “pakai seledri nggak pakai mi”, garamnya sedikit aja”, “mbak saya pakai tepong”, “mbak, aku dodo menthok”. bla bla bla….!!!!

Sang “penuang soto” harus tepat meracik sesuai pesanan yang customized. Padahal, pesanan seperti itu bisa datang dalam waktu bersamaan maka harus mampu membedakan dan menghafal. Beda dikit!!! Pelanggan langsung komplain.

Saya bisa tahu semua, karena posisi duduk di depan panci besar. Posisi itu tidak banyak yang berminat.  Rasanya gerah dan panas di posisi tersebut namun unik juga. Saya bisa melihat aksinya secara live. Saya juga jadi tahu ada sesuatu di kuah soto gading.

Ada yang unik untuk bumbu kuah soto. Kuah soto biasanya menggunakan daging ayam kampung saja. Soto Gading menambahi dengan rebusan cakar ayam. Cakar ayam itu diikat setiap sepuluh cakar. Bumbu ini mungkin yang jadi pembedanya. Rasanya jadi lebih unik. Kalau sudah siang, kita bisa pesan soto cakar ayam.

Soto gading itu selalu dicari wong Solo.  Karena keunikan rasa, nostalgia dan keaslian tempat dan suasana.  Ini berlaku untuk Soto Gading Asli atau pusat. Kalau Soto gading yang di cabang nuansa berbeda. Soto Gading yang asli menempati di bangunan tua, sempit dan tidak tinggi. Suasana lebih sempit dan panas. Bisa dibilang nggak nyaman buat makan.

Nilai nostalgia yang tinggi. Rasa yang unik membuat kita kangen rasanya. Situasi yang gerah dan ramai yang dicari. Sentimetil ? ya. Nilai sentimetil yang dicari selain rasa. Jika hari minggu suasana ramai. Warga Solo tumplek blek disitu. Mereka mencari rasa dan suasana yang orisinal.

Pak Jokowi juga sentimentil. Beliau menyempatkan diri mampir di Soto Gading disela-sela pulang kampung dan mengajak gengnya lagi. hehehehehe…!!!! Lha kebetulan saja, Pak Jokowi adalah Presiden RI jadi Soto Gading ikut dikenal juga. Ini sarana promosi gratis buat Soto Gading.

Lauk pauk yang tersedia cukup variatif. Paru goreng, empal goreng, tahu dan tempe goreng yang gurih. Sosis daging sosis basah tersedia pula. Sate uritan, sate sapi dan sate paru juga ada. Makanan cemilan juga ada, itu adalah jajanan  pasar misal : kue ku, lopis, onde-onde dsb

Soal harga itu relatif. Kalau ada yang bilang semangkuk soto harganya 8 rb itu mahal, itu tidak salah. Namun juga ada yang bilang semangkuk soto harganya 8 rb itu murah, itu juga wajar. Makanya harga tergantung siapa yang membayar. Subyektifitas rasa dan nilai sentimentil adalah alasan harga menjadi murah atau mahal.Hehehehe…!!!

Brand soto gading sudah menancap kuat dalam hati konsumen. Khususnya bagi warga Solo baik yang masih di Solo atau di perantauan. Mereka yang perantauan tidak jarang menyempat diri untuk mampir di Soto Gading. Sekedar memuaskan dahaga kerinduan terhadap soto gading. Lihat saja waktu lebaran atau hari natal nanti.

Akibatnya, Warga di luar Solo penasaran. Karena mendengar cerita warga Solo di perantauan yang berkisah tentang betapa sentimentilnya Soto Gading. maka, mereka yang datang ke Solo menjadi penasaran. Seberapa hebatnya Soto Gading?

Mereka yang cocok akan selalu menyempatkan diri mampir ke Soto Gading.  Mereka memilih breakfast di Soto Gading daripada di Hotel. Mereka akan segera memesan Taksi dan melunceur kesana di pagi hari. Sekedar untuk menikmati semangkuk soto. Itu bagi yang sentimentil dan cocok. Kalau yang tidak sentimentil  akan bilang, ” O begini to rasa soto gading, biasa aja tuh!”. Hahahahahahaha…!!!!

Kalau anda ke Solo mau ke Soto Gading. Anda tinggal bilang ke sopir Taksi, “Pak ke Soto Gading yang asli atau yang pertama”. Insya Allah, mereka sudah tahu semua. Patokannya sebelah selatan dari Alun-alun selatan keraton Surakarta.

Kalau anda membawa mobil sendiri, Anda harus mencapai Alun-alun Selatan Keraton Surakarta dulu. Apabila sudah ketemu, menuju ke arah selatan kira-kira 500 m maka akan ketemu Soto Gading. Alun-alun Selatan itu Lapangan besar di sebelah selatan Keraton Solo.

Apesnya, Soto Gading hanya membuka cabang di Soloraya saja. Soto Gading tidak membuka cabang di Luar kota. Para Perantauan yang sentimentil jika rindu soto gading. Mereka harus pulang ke Solo. Mereka menjadwalkan khusus untuk makan disana. Karena di perantauan tidak ada soto gading. hahahahaha….!!!!!