JASMERAH

Tanggal 17 agustus 1966 adalah pidato terakhir Bung Karno di perayaan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka. Karena setelah itu Bung Karno bukan lagi seorang presiden. Presiden Soekarno menyampaikan pidato yang terkenal dengan judul JASMERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).

Gejolak politik Indonesia yang menggelora mulai akhir Oktber 1965 – medio 1966. Presiden Soekarno lengser setelah Jenderal Soeharto menerima SUPERSEMAR. SUPERSEMAR menjadi kontroversi sampai saat ini. SUPERSEMAR yang bertujuan memulihkan keamanan menjadi pemindahan kekuasaan, begitu kata beberapa pihak, Ada pro kontra disana. Kita tidak akan membahas kontroversi tersebut.

Kata Jenderal A.H Nasution bahwa JASMERAH adalah judul yang diberikan oleh Kesatuan Aksi terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno.Presiden Soekarno memberi judul pidato itu dengan Karno mempertahankan garis politiknya yang berlaku “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”. Kutipan pidato Presiden Soekarno yang berjudul JASMERAH. Saya ambil dadri tulisan ROSO DARAS :

Abraham Lincoln, berkata: “one cannot escape history, orang tak dapat meninggalkan sejarah”, tetapi saya tambah : “Never leave history”. inilah sejarah perjuangan, inilah sejarah historymu. Peganglah teguh sejarahmu itu, never leave your own history! Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita dimasa lampau. Jikalau engkau meninggalkan sejarah, engkau akan berdiri diatas vacuum, engkau akan berdiri diatas kekosongan dan lantas engkau menjadi bingung, dan akan berupa amuk, amuk belaka. Amuk, seperti kera kejepit di dalam gelap.

Kalimat kunci dalam cuplikan pidato diatas adalah, “Peganglah yang telah kita miliki sekarang, yang adalah AKUMULASI dari pada hasil SEMUA perjuangan kita dimasa lampau”.Sejarah adalah akumulasi peristiwa dari awal sampai akhir hayat. Sejarah adalah rangkaian peristiwa sehingga lahir Bangsa Indonesia.

Presiden Soekarno mengingatkan agar kita menyadari bahwa saat itu (1966). Indonesia berdri sebagai negara berdaulat adalah akumulasi dari perjuangan tanpa henti dari para pejuang kemedekaan. Bangsa Indonesia harus sadar dari mana asalnya.

Bangsa Indonesia harus mengetahui oleh siapa yangmemperjuangkan kemerdekaan, bagaimana cara memperjuangkan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para founding father. Jangan sampai kita seperti ungkapan, “Kacang lali lanjaran”. Ini adalah peribahasa orang jawa. Ungkapan ini artinya “Kacang yang lupa kulitnya”.

Sejarah adalah jatidiri sebuah bangsa. Bangsa yang tidak paham asal-usul adalah bangsa dalam kekosongan. Bangsa tidak mempunyai tujuan hidup karena tidak mengerti yang harus diperjuangkan. Ini pentingnya sebuah sejarah bangsa. JASMERAH artinya kita harus memahami tujuan para Founding Fathers mendirikan sebuah bangsa.

Presiden Soekarno telah mengetahui bahwa akan ada suksesi kepemimpinan. Suksesi yang meninggalkan jejak yang dalam. Oleh karena itu,Presiden Soekarno memberi pesan kepada suksesor untuk selalu mengingatkan sejarah. Kita harus melihat masa lalu untuk menatap masa depan. Presiden Soekarno menyadari sepenuhnya bahwa suka atau tidak suka terjadilah itu suksesi kepemimpinan nasional.

JASMERAH adalah pesan pamungkas beliau. Sehingga beliau menekankan agar bangsa Indonesia tidak lepas dari idealisme awal pendirian bangsa Indonesia. Pidato ini adalah langkah cerdas yang dilakukan Presiden Soekarno. Presiden yang cerdas, visioner dan memiliki rasa seni yang tinggi. Presiden Soekarno menyampaikan pesan dengan bahasa yang indah, tegas dan komprehensif.

Sumber :

  1. https://rosodaras.wordpress.com/tag/jasmerah/ Benang Merah Pidato BungKarno (4-Selesai)
  2. http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2016/06/22/soekarno-dan-pidatonya-yang-tak-terlupakan-372577
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Jangan_Sekali-kali_Meninggalkan_Sejarah


Advertisements

Diplomasi Ja’Far Bin Abi Tholib

Abi Tholib meninggal dunia masih dalam keadaan musyrik meskipun Rasulullah SAW sudah mendakwahi Abu Tholib. Abu Tholib memang tetap musyrik namun sama sekali tidak menghalangi dakwah Islam. Dia mendukung dakwah Islam bahkan dua anaknya menjadi Mujahid Islam.

Mereka adalah Ali bin Abi Tholib dan Ja’far bin Abi Tholib.  Ali bin Abi Tholib sejak kecil sudah ikut Rasulullah SAW. Sehingga Ali menjadi Assabiqunal Awwalun (orang yang paling awal masuk Islam ) paling muda. Abu Tholib membiarkan Ali menjadi seorang Muslim.

Kakaknya yaitu Ja’far bin Abi Tholib sudah beristri dengan Asma binti Umais. Ja’far bin Abi Tholib masuk Islam beserta keluarganya atas ajakan Abu Bakar RA. Ja’far bin Abi Tholib menjadi muslim yang taat dan tabah. Pemuda Al Hasyimi ini bersama istrinya merasakan siksaan suku Quraisy. Sebagaimana yang dirasakan oleh muslimin yang lain. Keduanya bersabar atas siksaan ini. Karena menyadari bahwa jalan menuju surga dipenuhi dengan duri dan penuh dengan hal yang menyakitkan.

Sesuatu yang membuat jengkel dirasakan oleh Sahabat Rasulullah SAW yang lain. Suku Quraisy menghalangi muslimin melakukan ibadah sehingga menghalangi untuk merasakan lezatnya ibadah. Pada saat itulah Ja’far bin Abi Thalib meminta izin kepada Rasulullah saw untuk berhijrah bersama istri dan beberapa orang sahabat lainnya ke negeri Habasyah.

Rombongan kaum muhajirin pertama berangkat ke Habasyah, Ja’far bin Abi Thalib ikut di dalam rombongan tersebut. Mereka tinggal di sana dengan jaminan keamanan An-najasy yang merupakan pemimpin Habasyah yang dikenal adil dan shaleh. Akhirnya, mereka mendapatkan rasa aman sejak mereka masuk Islam dan merasakan nikmatnya ibadah tanpa ada yang mengganggu atau mengacau.

Begitu Quraisy mendengar kabar ini, mereka segera mengirimkan dua orang yang paling gagah diantara mereka kepada An-Najasy. Keduanya adalah: Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah. Mereka berdua membawa hadiah yang akan diberikan kepada An-najasy dan para pemuka agama disana. Hadiah tersebut adalah barang-barang yang disukai oleh penduduk Habasyah.

Suku Quraisy juga berpesan kepada kedua utusan ini agar memberikan hadiah kepada para pemuka agama terlebih dahulu sebelum mereka menghadap An-najasy untuk membicarakan urusan muslimin. Begitu keduanya tiba di Habasyah maka mereka menemui para pemuka agama dan memberikan kepada masing-masing pemuka agama yaitu hadiah. Tidak ada seorang pun dari para pemuka agama yang tidak mendapatkan hadiah dari keduanya.

Singkat cerita, Raja An-Najasy memanggil kaum muslimin sampai dua kali. Karena Sang Raja tidak ingin mengusir mereka sebelum mengetahui alasannya. Kaum Muslimin mengangkat Ja’far Bin Abi Tholib sebagai Juru bicara.

Ja’far bin Abi Tholib sungguh menguasai diplomasi. Ja’far menjelaskan dengan jelas dan urut tentang Islam kepada RajaAn-najasy. Kaum muslimin dipanggil Raja An-najasy sampai dua kali. Berikut petikan penjelasan Ja’far Bin Abi Tholib. Kisah ini berasal dari Ummu Salamah :

Hari 1

Raja An-najasy mengutus seseorang untuk memanggil kami untuk menghadapnya. kami berkumpul sebentar sebelum berangkat menghadapnya. Sebagian dari kami ada yang berkata: “Raja akan menanyakan agama kalian,maka katakanlah terus terang apa yang kalian anut. Biarkan yang menjadi jurubicaranya adalah Ja’far bin Abi Thalib, dan jangan ada yang bicara selainnya.”

Kemudian kami berangkat untuk menghadap An-najasy dan kami dapati bahwa ia juga telah mengundang para pemuka agama.Mereka semua duduk di samping kanan dankiri An-najasy. Mereka semua mengenakan Tayalisah dan menghiasi kepala mereka dengan peci. Mereka pun tak lupa membuka kitab dihadapan mereka. Kami juga melihat ada Amr bin Ash dan Abdullah bin Abi Rabi’ah di dekat raja.Begitu kami sudah ada di majlis, An-najasy melihat ke arah kami dan bertanya:

“Apakah agama yang baru kalian anut sehingga kalian meninggalkan agama kaum kalian juga tidak membuat kalian masuk ke dalam agamaku, juga tidak masuk suatu agama pun yang diketahui manusia?”

Lalu majulah beberapa langkah ke arah An-najasy, seseorang yang bernama Ja’far bin Abi Thalib yang berkata:

“Wahai raja, Kami dulunya adalah kaum jahiliah yang menyembah berhala dan memakan bangkai. Kami melakukan perbuatan keji dan memutuskan tali silaturahmi. Kami adalah kaum yang suka mengganggu tetangga. Yang kuat diantara kami akan memangsa mereka yang lemah. Kami hidup terus-menerus seperti itu sehingga Allah SWT mengutus seorang Rasul kepada kami yang kami kenal nasab, kejujuran, amanah dan harga dirinya… Ia mengajak kami untuk kembali ke jalan Allah. Agar kami mau mengesakan dan menyembah-Nya dan meninggalkan apa yang pernah kami dan kakek moyang kami sembah selain Allahdari bebatuan dan berhala… Rasul ini memerintahkan kami untuk berkata jujur dan menunaikan amanat. Ia juga menyuruh kami untuk menghubungkan silaturahmi dan bertetangga dengan baik. Menolak diri dari perbuatan haram dan pertumpahan darah. Ia juga melarang kami untuk mengerjakan perbuatan keji dan ucapan dosa.Memakan harta anak yatim dan menuduh wanita yang terhormat. Rasul tadi memerintahkan kami untuk beribadah kepada Allah Swt dan agar kami tidak melakukan kemusyrikan terhadap-Nya. Kami juga diperintahkan untuk mendirikan shalat, menunaikan zakat dan berpuasa Ramadhan… kami meyakininya dan kami beriman kepadanya. Kami mengikuti Rasul tadi dengan apa yang diwahyukan kepadanya dari sisi Allah. Maka kami menjalankan apa yang halal, dan kami menolak apa yang haram. Maka tidak ada lain yang dilakukan oleh kaum kami sendiri kecuali melakukan penyiksaan terhadap kami. Mereka menyiksa kami dengan begitu sadis agar mereka dapat menguji kesetiaan kami kepada agama ini dan mengembalikan kami kepada penyembahan berhala. Saat mereka semakin aniaya dan menindas kami. Mereka juga mempersempit ruang gerak kami. Mereka juga menghalangi kami untuk melakukan ibadah agama ini. Maka kami pun keluar dari tanah air menuju negeri mu, dan kami berharap perlindunganmu serta tidak akan dianiaya di bawah kekuasaanmu.”

An-najasy melihat Ja’far bin Abi Thalib dan bertanya:

“Apakah ada yang kalian bawa dari apa yang disampaikan oleh Nabi kalian dari sisi Allah?”

Ja’far menjawab: “Ya.”

An-najasy berkata:

“Bacakanlah kepadaku!”

Maka Ja’far pun membacakan:

“Kaaf Haa Yaa ‘Ain Shaad. (Yang dibacakan ini adalah)penjelasan tetang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya Zakariya. Yaitu tatkala ia berdo’a kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. Ia berkata:”Ya Tuhanku,sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalalu telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku…” (QS. Maryam [19]:1-4) sehingga Ja’far membaca hingga bagian tertentu dari surat tersebut.

Maka menangislah An-najasy sehingga janggutnya basah oleh air mata serta para pemuka agama juga menangis sehingga kitab-kitab merekapun basah dibuatnya.Mereka semua menangis begitu mendengarkan Kalamullah ini. Pada saat itulah An-najasy berkata kepada kami:

“Apa yang dibawa oleh Nabi kalian dan apa yang telah dibawa oleh Isa adalah berasal dari sumber cahaya yang sama!”

Kemudian An-najasy menoleh ke arah Amr dan sahabatnya lalu berkata kepada mereka berdua:

“Pergilah kalian berdua! Demi Allah, aku tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian berdua untuk selamanya!”

Begitu kami keluar dari ruangan An Najasy, Amr bin Ash berkata kepada sahabatnya dengan mengancam kami,

“DemiAllah, aku akan datang kepada Raja esok hari. Aku akan menceritakan kepadanya tentang mereka yang dapat menimbulkan kebencian raja kepada mereka. Aku akan membuat raja membabat mereka dari akarnya!”

Maka berkatalah Abdullah bin Abi Rabi’ah kepadanya:

“Jangan kau lakukan itu, wahai Amr! Mereka semua berasal dari keluarga kita, meskipun mereka saat ini telah meninggalkan kita!”

Amr menjawab:

“Tidak usah ikut campur! Demi Allah, aku akan menceritakan kepada raja apa yang dapat membuat mereka semua resah. Demi Allah,aku akan menceritakannya kepada raja bahwa mereka menganggap bahwa Isa bin Maryam adalah seorang hamba!!!”

Hari 2

Keesokan harinya, datanglah Amr menghadap Raja An-najasy dan berkata kepadanya:

Wahai raja, orang-orang yang engkau beri perlindungan itu mengatakan suatu perkataan keji tentang Isa bin Maryam. Kalau tidak percaya, panggilah mereka dan tanyakan sendiri apa yang mereka katakan terhadap Isa bin Maryam!”

Begitu kami mengetahui hal ini, kami merasa amat khawatir dan kami belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, Sebagian kami berkata:

“Apa yang kalian katakan tentang Isa bin Maryam jika raja menanyakannya?”

Kami pun menjawab:

“Demi Allah, kami tidak akan menjawab kecuali seperti apa yang telah Allah firmankan. Kami tidak akan keluar dari perintah-Nya meski hanya seujung jari sebagaimana yang telah disampaikan oleh Nabi kita. Meski apapun yang menjadi konsekuensinya!”

Kemudian kami sepakat bahwa yang akan menjadi jurubicaranya adalah Ja’far bin Abi Thalib. Begitu An-najasy memanggil, maka kami pun datang menghadapnya, lalu kami melihat adanya beberapa orang pemuka agama dengan pakaian seperti yang telah kami lihat sebelumnya. Kami juga melihat Amr bin Ash dan sahabatnya berada di dekat raja.

Begitu kami tiba di hadapannya, An-najasy bertanya:

“Apa yang kalian katakan tentang Isa bin Maryam?”

Ja’far bin Abi Thalib mengatakan:

“Kami mengatakan tentang Isa bin Maryam sebagaimana yang disampaikan kepada Nabi kami!”

An-najasy bertanya:

“Apa pendapat Nabi kalian tentang Isa bin Maryam?”

Ja’far pun menjawab:

“Nabi berkata tentang Isa bahwa dia adalah hamba Allah sekaligus Rasul-Nya. Ia juga ruh dan kalimat Allah yang diberikan pada diri Maryam yang suci dan perawan.”

Begitu An-najasy mendengar ucapan Ja’far ia langsung memukul tanah dengan tangannya dan berkata:

“Demi Allah, Isa bin Maryam tidak keluar dari apa yang diceritakan oleh Nabi kalian meski seujung rambut!”

Maka para pemuka agama menghembuskan nafas keras dari hidung mereka pertanda tidak setuju begitu mereka mendengar ucapan An Najasy.

An-najasy berkata:

“Meski kalian menghembuskan nafas dengan kesal!”

Kemudian An-najasy menoleh dan berkata:

“Keluarlah, kalian semua aman! Siapa yang mencaci kalian akan terkena denda. Siapa yang menyerang kalian akan dihukum! Demi Allah aku tidak lebih menyukai apabila aku mendapatkan segunung emas daripada salah seorang dari kalian diganggu!

Kemudian An-najasy melihat ke arah Amr dan sahabatnya sambil berkata:

“Kembalikan hadiah kedua orang ini, aku tidak membutuhkannya!”

Maka keluarlah Amr dan sahabatnya dengan putus asa dan merasa kesal… sedangkan kami terus tinggal di wilayah An-najasy di wilayah yang paling baik dan perlindungan yang paling mulia.

Ja’far bersama istrinya menghabiskan 10 tahun dalam perlindungan keamanan An-najasy. Pada tahun 7 H, mereka berdua meninggalkan negeri Habasyah bersama rombongan kaum muslimin lainnya untuk berhijrah ke Yatsrib. Saat mereka tiba di sana, Rasulullah Saw baru saja kembali dari Khaibar, setelah Allah menaklukan daerah tersebut untuk Rasululllah SAW.

Sumber :

https://muslimah.or.id/10337-jafar-bin-abi-thalib-sang-politisi-terkenal.html

http://forsia.lk.ipb.ac.id/2015/02/23/siroh-jafar-bin-abi-thalib-versi-ringkasan-lengkap/

https://buletinmitsal.wordpress.com/sosok/ja%E2%80%99far-bin-abu-thalib/

https://kisahmuslim.com/2071-jafar-bin-abi-thalib.html

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/11/08/02/lpb0jd-kisah-sahabat-nabi-jafar-bin-abu-thalib-si-burung-surga


Kisah Cinta Dewi Amba

Prabu Sentanu dan Dewi Satyawati memiliki anak yaitu Citranggada dan Wicitrawirya. Keduanya adalah saudara seayah dengan Dewabrata. Dewabrata alias Bisma bersumpah menjadi Brahmanacarin (Resi) dan Wadat alias tidak akan menikah. Karena baktinya kepada ayahnya, Dewa memberi kesaktian yang tiada tara (Mahawira) yaitu  tidak dapat mati kecuali atas kemauan sendiri.

Sesuai dengan janji sang Prabu Santanu kepada Dewi Satyawati. Prabu Santanu menyerahkan tahta Hastinapura kepada Citranggada. Bisma menjadi penasihat kerajaan. Citranggada menjadi ksatria yang gagah dan sakti. Ilmu yang diajarkan Bisma diserap dengan baik oleh Citranggada. 

Alkisah, Seorang Raja Gendruwo yang juga bernama Citranggada memberi surat tantangan. Raja Gendruwo marah karena merasa ada dua raja dengan nama yang sama. Kedua Raja tidak mungkin akan hidup bersama dalam satu zaman, maka ia berpikir bahwa salah satu di antaranya harus mati. Citranggada putra Santanu menerima tantangan tersebut.

Menurut Adiparwa, pertempuran mereka berlangsung di tepi sungai Saraswati. Citranggada manusia dan Citranggada Gendruwo sama-sama kuat dan sakti. Namun, Citranggada gandarwa lebih mahir dalam tipu muslihat. Setelah pertempuran sengit berlangsung selama tiga tahun, Citranggada putra Santanu akhirnya gugur.

Sesuai dengan tradisi, maka Wicitrawirya menggantikan kekuasaannya. Pada waktu itu usia Wicitrawirya juga masih muda. Karena Wicitrawirya masih muda untuk melanjutkan pemerintahan, maka ia dibantu oleh saudara tirinya, Bisma. Satyawati sebagai sang ibu menjadi khawatir dengan keberlangsungan keturunan Prabu Santanu. Karena Citranggada meninggal tanpa keturunan.

Satyawati menyampaikan kekhawatirannya kepada Bisma. Bisma menyanggupi untuk meminang ketiga putri dari kerajaan Kasipura atau Giyantipura untuk Wicitrawirya. Bisma mengkuti sayembara di Kerajaan Kasipura untuk mendapatkan ketiga putri yaitu Amba, Ambika dan Ambalika.

Raksasa Wahmuka dan Raksasa Arimuka memiliki tiga saudara perempuan yaitu Amba, Ambika dan Ambalika. Ketika mereka meningkat dewasa, Arimuka dan Wahmuka sepakat mengadakan sayembara untuk mencari calon suami untuk mereka bertiga atas izin Prabu Darmamuka dari Kerajaan Giyantipura.

Pelamar yang sanggup mengalahkan Arimuka dan Wahmuka, akan dinikahkan dengan ketiga putri raja itu. Wahmuka dan Arimuka memiliki kesaktian yang hebat. Apabila salah satu di antara mereka mati, dan yang lain melompati mayat saudaranya, maka yang mati akan hidup kembali. Tetapi itu juga tidak mudah, karena Arimuka dan Wahmuka memiliki ilmu kebal.

Banyak ksatria dan raja yang mengikuti sayembara itu, tetapi semuanya dapat dikalahkan oleh Arimuka danWahmuka. Bisma yang hanya bisa mengalahkan mereka berdua. Keduanya gugur karena bocoran rahasia dari Ki Lurah Semar.  Dewabrata mendapat rahasia tentang bagaimana cara membunuh kedua raksasa kakak beradik itu.

 Menurut Semar, kedua raksasa sakti itu sebenarnya adalah penjelmaan air kawah dan ari-ari ketiga putri Prabu Darmamuka itu. Keduanya kebal dan tidak mempan segala macam senjata. Oleh karena itu, untuk dapat membunuhnya kedua telapak tangan Dewabrata harus dilumuri dengan kunir (kunyit) dan apu (kapur sirih).

Jika Dewabrata dapat memukulmereka bersama-sama sekaligus, maka Wahmuka dan Arimuka pasti akan mati.Ternyata saran Semar itu terbukti. Kedua raksasa itu mati dalam waktu bersamaandan tidak bangun lagi. Karena Dewabrata menempeleng dalam waktu yang bersamaan. Bisma berhasil mengalahkan Wahmuka dan Arimuka. Keduanya kembali ke wujud asli yaitu kawah dan ari-ari.

Dewabrata dapat membunuh Wahmuka dan Arimuka maka berhak atas ketiga putri yaitu Amba, Ambika danAmbalika. Ketiga-tiga putri diboyong ke Hastinapura. Di tengah perjalanan, Dewi Amba memohon kepada Resi Bisma agar dibebaskan, karena dia telah mempunyai seorang kekasih yang bernama Prabu Citramuka dari kerajaan Srawantipura. Permintaan Dewi Amba dikabulkan dan pergilah ia menyusul Prabu Citramuka.

Tetapi Prabu Citramuka menolak Dewi Amba. Karena Dewi Amba telah menjadi milik Dewabrata seperti dalam ketentuan sayembara. Kemudian Dewi Amba kembali menemui Dewabrata dan memohon agar diperkenankan ikut bersama saudarinya yaitu Ambika dan Ambalika ke Hastinapura.

Dewabrata tidak dapat menerima kembali dewi Amba sebagai putri boyongan. Karena Bisma sudah melepas dewi Amba.  Dewi Amba memaksa sehingga menimbulkan kemarahan Dewabrata. Bisma mengancamnya dengan menodongkan pusakanya.

Tanpa sengaja anak panah terlepas dari busurnya dan meluncurmengenai dada Dewi Amba. Sebelum meninggal Dewi Amba mengeluarkan kutukan kepada Dewabrata. Dewi Amba akan membalas dendam dengan perantara seorang prajurit wanita dalam perang Bharata Yudha.

Titisan dewi Amba masuk ke tubuh Dewi Srikandi, Istri Arjuna. Srikandi adalah putri dari Prabu Drupada dan Dewi Gandawati. Kisahnya akan ditulis di postingan selanjutnya.

Vivere Pericoloso

Rentetan peristiwa pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 sungguh panjang dan dinamis. Kemudian disusul dengan munculnya Maklumat 14 November 1945 merupakan titik perubahan sistem pemerintahan Indonesia, yang semula presidensil menjadi parlementer.  Maka muncul dari struktur pemerintah yaitu PerdanaMenteri.

Belanda membonceng sekutu sehingga muncul peristiwa 10 November 1945. Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda I di tanggal 21 Juli 1947 dan disusul  Agresi Militer Belanda II sampai muncul peristiwa Pembebasan Irian Barat. Berbagai cobaan datang silih berganti sampai tahun 1950-an.

1950-an,Era Parlementer mulai bergairah dan bergejolak. Pemerintahan tidak stabil.Pergantian Kabinet terjadi sangat cepat. RIS (Republik IndonesiaSerikat) berubah bentuk kembali menjadi NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Pergantian kabinet menyebabkan Pemerintah menjadi tidak stabil. Karena selalu digoyang oleh parlemen. Badan konstituante tidak berhasil menyusun UUD. Karya besar Pemerintah adalah Pemilu 1955 untuk pertama kali di era Parlementer.

Pemilu 1955 menghasilkan empat partai besar yaitu PNI, Masyumi, PKI dan Partai NU.Empat partai mempunyai kekuatan seimbang sehingga parlemen selalu deadlock untuk memutuskan sesuatu. Kepastian jalan pemerintah menjadi tidak pasti. Tahun1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 juli 1959.

Presiden Soekarno merubah parlementer menjadi presidensial. Persiden Soekarno mengeluarkan MANIPOL USDEK pada tanggal 17 Agustus 1959 ketika Upacara Hari Kemerdekaan RI. DPAS mengusulkan ke pemerintah agar Manifesto Politik dijadikan sebuah ketetapan.MPRS kemudian menetapkan Manifesto Politik sebagai GBHN (Garis Besar HaluanNegara) melalui Tap MPRS No 1/1960 Pada tahun 1960, .

Presiden  Soekarno mengeluarkan pidato negara tanggal17 Agustus 1964 yang berjudul “Tahun Vivere Pericoloso” atau lebih dikenal pidato TAVIP. Pidato yang merefleksikan perjalanan pemerintahan sejak diterbitkan Manipol USDEK. Pidato ini adalah refleksi perjalanan perjuangan revolusi Indonesia yang penuh cobaan dan hambatan namun tetap terus bergerak maju. Perjuangan mewujudkan Indonesia yang sesuai dengan UUD 1945 penuh dengan bahaya minimal menyerempet bahaya atau VIVERE PERICOLOSO.

PidatoTAVIP mempunyai intisari yang dalam , kami kutip sebagian pidato TAVIP PresidenSoekarno.

“Saja tandaskan sekarang sekali lagi : dus : Revolusi minta tiga sjarat mutlak romantik, dinamik, dialektik. Romantik, dinamik, dan dialektik jang bukan sadja bersarang didada pemimpin, tetapi romantik, dinamik, dialektik jang menggelora diseluruh hatinja Rakjat, – romantik, dinamik dan dialektik jang mengelektrisir sekudjur badannja Rakjat dari Sabang sampai Merauke. Tanpa romantik jang mengelektrisir seluruh Rakjat itu, Revolusi ta’akan tahan. Tetapi dinamik jang laksana mengkrandjingkan seluruh Rakjat itu, Revolusi akan mandek ditengah djalan. Tetapi dialektik jang bersambung kepada angan-angan seluruh Rakjat itu, Rakjat ta’akan bersatu dengan rising demandsnja Revolusi, dan Revolusi akan pelan-pelan ambles dalam padang-pasirnja kemasa bodohan, seperti kadang-kadang ada sungai ambles-hilang dalam gurun-gurun-pasir sebelum ia mentjapai samudera lautan.”

Berikut diatas adalah nukilan dari Pidato TAVIP. Perjuangan atau Revolusi harus menginternalisasi tiga hal yaitu Romantis, Dinamis dan Dialeketis :

  1. Romantis

Perjuangan / Revolusi harus dilakukan dengan sepenuh hati. Presiden Soekarno menekankan romantis. Romantis artinya mencintai segenap jiwa dan perasaan, Perjuangan/Revolusi tidak mengenal faktor “transaksional” (imbal-balik). Orang romantis  memberi pengorbanan bagi yang dicintainya.  Romantisme ini untuk Bangsa Indonesia.

Orang Romantis akan timbul keberanian  melindungi yang dicintai. Keberanian untuk “menyerempet” bahaya. Kalau bukan orang romantis maka keberanian itu tidak muncul sehingga tidak berani Vivere Pericoloso.

2.  Dinamis

Revolusi / Perjuangan harus selalu bergerak ke arah kemajuan. Artinya, Revolusi harus dinamis atau bergerak. Orang Dinamis tidak akan mudah berpuas diri namun mudah bersyukur. Orang dinamis bergerak ke arah kemajuan sebagai wujud rasa syukur.

Orang Dinamis berani mencoba,mengevaluasi, merancang kembali dan mencoba lagi menuju yang lebih baik. Maka,tidak ada perjuangan/revolusi tanpa dinamisasi gerakan. Dinamis artinya hidup dan kebalikannya adalah diam artinya mati. Mencoba-coba juga membutuhkan keberanian yang seringkali menyerempet bahaya. Orang Dinamis berani menghadapi Vivere Pericoloso.

3. Dialektis

Agar tetap dinamis maka harus terbuka. Terbuka menghadapi perbedaaan pendapat sehingga terwujud dialektika. Dialektika dengan mempertentangkan sebuah tesa dengan anti tesa sehingga muncul sebuah sintesa. Perjuangan membutuhkan sebuah dialektika.

Orang dialektis menghadapi perbedaan dengan tenang. Memadu padan, menimbang-nimbang dan memilah-milih dari berbagai perbedaan itu butuh keberanian. Orang dialektis diperlukan dalam perjuangan untuk bergerak maju.

Orang Dialektis kadang disayang namun seringkali dibenci . Dia sama sekali tidak surut ke belakang. Dia berani menghadapi resiko. Orang dialektis akrab dengan Vivere Pericoloso.

Presiden Soekarno menghembuskan angin optimisme di Rakyat Indonesia. Bahwa MANIPOL USDEK tetap berdiri tegak selama 5 tahun meskipun diguncang oleh berbagai cobaan. Presiden Soekarno ingin menghimbau seluruh rakyat Indonesia menjaga MANIPOL USDEK. Sayang, setahun kemudian terjadi tragedi yang mengubah segalanya.

Apakah Pidato TAVIP sebuah pertanda? Wallahu A’lam.

Sumber :

https://koransulindo.com/lima-pesan-bung-karno-tentang-tahun-vivere-pericoloso/

https://jakarta45.wordpress.com/2011/05/29/kenegarawanan-tahun-vivere-pericoloso-17-agustus-1964-bung-karno/

https://id.quora.com/Apakah-yang-dimaksud-dengan-Manipol-USDEK

https://id.wikipedia.org/wiki/Manipol_USDEK

https://id.wikipedia.org/wiki/Dekret_Presiden_5_Juli_1959

https://dinayuuhuu.wordpress.com/2013/08/12/analisis-maklumat14-november-1945/

Sarinah

Bung Karno membagi gerakan perempuan menjadi tiga kelompok yang hirarkis. Hirarki  paling bawah dari gerakan perempuan adalah kelompok arisan. Hirarki diatasnya adalah kelompok feminis. Hirarki yang paling tinggi adalah kelompok wanita sosialis.

Kelompok arisan adalah kelompok wanita yang suka kumpul-kumpul. Mereka kadang hanya sekedar kumpul-kumpul minum teh atau ngerumpi. Mereka juga meningkatkan kemampuan dirinya sendiri di bidang kewanitaan. Misal : Kursus menyulam, memasak atau berkebun. Mereka melakukan kegiatan untuk menguatkan eksistensi mereka sebagai wanita. Wanita sebagai ratu Rumah Tangga.

Kelompok feminis adalah kelompok wanita yang berkumpul dan berjuang kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Pria seringkali dianggap kompetitor dan penghalang kemajuan wanita. Biasanya konfrontatif terhadap pria. Kelompok Feminis menganggap pernikahan adalah Lembaga yang memenjarakan wanita.

Kelompok wanita sosialis adalah kelompok wanita yang bersosialisasi dan bekerjasama dengan pria untuk memajukan masyarakat. Mereka menganggap bahwa pria dan wanita sama dan sederajat. Mereka beranggapan bahwa pria dan wanita harus bekerjasama secara setara dan sederajat membangun bangsa.

Ini adalah kesimpulan saya setelah membaca buku SARINAH. Buku yang ditulis oleh Bung Karno di era kemerdekaan. Bung Karno menulis gagasannya tentang pergerakan wanita di sela-sela kesibukan memberi kursus-kursus bagi wanita Indonesia.

Wanita adalah partner sejati lelaki dalam mewujudkankesejahteraan bagi seluruh bangsa Indonesia. Jika kita masih berkutat dengan keterbelakangan maka Indonesia masih dalam masa-masa kegelapan. Namun, Jika kita disibukkan dengan pertentangan antara pria dan wanita. Artinya, kita belum bangkit sepenuhnya.

Bung Karno yang kagum dengan pergerakan wanita sosialis zaman itu. Maka, beliau mencontohkan dengan gerakan sosialis yang ada di Rusia. Mereka sudah bekerjasama untuk membangun bangsa. Seluruh komponen bangsa harus memberi kontribusi untuk negara.

Bung karno memimpikan masyarakat sosialis yang saling bahu-membahu antara pria dan wanita. Masyarakat berbagi tugas alias gotong royong. Lebih spesifik, Bung Karno tidak membeda-bedakan antar kelas yaitu Borjuis dan Proletar. Bung Karno menganjurkan untuk gotong royong seluruh kaum dan golongan di Indonesia dalam bingkai Bangsa Indonesia.

Bangsa Indonesia yang tediri kaum pria dan wanita saling bahu-membahu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkemajuan. Wanita mengambil peran sesuai dengan kodrat dan kemampuan maka Pria juga mengambil peran sesuai dengan kodrat dan kemampuan.

Bung Karno menulis buku SARINAH karena terinspirasi oleh pengasuh beliau sejak kecil yang bernama Sarinah.  Seperti yang tertulis di dalam buku Bung Karno-Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams

Bung Karno menyatakan , “Dia mbok saya. Dia membantu ibu saya. Dari dia saya menerima banyak rasa cinta dan rasa kasih. Dari dia, saya mendapat banyak pelajaran mencintai orang kecil. Dia sendiri pun orang kecil. Tetapi budinya selalu besar. Moga-moga Tuhan membalas kebaikan Sarinah.”

Oleh sebab itu, Perjuangan Bung Karno kental sekali dengan pembelaan orang kecil. Mulai dari Marhaen sampai Sarinah. Bung Karno mempunyai idealisme untuk membantu, menolong, membangkitkan dan memajukan orang kecil.

Idealisme Bung Karno hampir mirip-mirip dengan Sosialisme yang berkembang di eropa mulai tanah Bavaria (Jerman) sampai Rusia. Bung Karno mengambil sari pati sosialisme kemudian disesuaikan dengan kekhasan Indonesia maka muncullah buku Sarinah.

Ajaran Bung Karno yang muncul bukanlah sosialisme namun Nasionalisme. Nasionalisme yang didukung bersama alias gotomg royong oleh seluruh komponen bangsa baik itu proletar, borjuis, pria maupun wanita.

Sarinah adalah sosok wanita yang dihormati Bung Karno.Wanita desa yang menumpang hidup di Keluarga Soekemi Sosrodiharjo-Ida Ayu Nyoman Rai. Sarinah tinggal disitu membantu mengasuh Bung Karno. Dia tidak kawin, tinggal, makan, dan bekerja di rumah keluarga Bung Karno.

Di Tulungagung Jawa Timur, Bung Karno kecil berusia empat hingga enam tahun ditemani dan diasuh oleh Mbok Sarinah di Tulungagung. Mbok Sarinah sangat dekat dan mempunyai arti penting bagi hidup Bung Karno. Karena Mbok Sarinah  yang mengajari untuk cinta rakyat kecil.

Sarinah meninggal 28 Desember 1959. Dimakamkan di pekuburan rakyat Kelurahan Kepatihan Kota Tulungagung, Jawa Timur. Apalagi, Sarinah tidak menikah dan tidak diketahui sanak saudaranya yang tersisa.

Bila berkunjung ke Tulungagung, tidak lupa sang proklamator selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam keluarga Raden Hardjodikromo. Setelahnya, Soekarno selalu menyempatkan diri menghampiri makam Sarinah dan berdoa di sana

Antar-Jemput

Kita mungkin sebagian besar sudah mendengar istilah “Mamah Rempong”. Ini adalah sebutan bagi ibu-ibu muda yang sibuk mulai antar-jemput sekolah,  antar-jemput les, arisan, pengajian,  memasak buat keluarga, mengurus rumah, bahkan sampai ngurusi olshop. Pokoknya sibuk deh…… Mereka tidak kalah sibuk dengan yang bekerja atau berbisnis.

Mamah rempong hidup di era millenial. Maka mereka tidak akan pernah lupa untuk ngeksis di Sosmed. Kalau saya sering mantau di Instagram. Apapun kegiatan mereka musti lapor ke sosmed. Foto dengan berbagai pose dan latar belakang  Mamah Rempong butuh eksistensi. Foto-foto mereka bertebaran di Instagram. Prinsip mereka adalah “Aku Posting Maka Aku Ada”.

Saya juga pelaku antar-jemput anak. Tapi saya laki-laki maka bukan seorang Mamah . Saya bekerja tapi saya masih merasa santai jadi tidak Rempong. Saya menikmati ritual antar-jemput. Tapi, rasanya belum pantas untuk mengeksiskan. Kalau cuman mau berbagi cerita ritual ini maka ini sedang saya lakukan

Ritual antar-jemput sudah saya lakukan sejak mahasiswa. Lho kok bisa…? Anak saya yang sulung masih TK B, lha kok sudah menjalani sejak mahasiswa. Ini ceritanya panjang.

Saya baru punya adik tatkala usia 12 tahun. Hampir menjadi anak tunggal. Eitss… Allah SWT berkehendak lain. Kelahiran adik saya bersamaan dengan saya menjalani UAN SD di hari pertama.

Ketika sang adik masuk SD. Saya di bangku kuliah di semester awal. Bapak ditugaskan di luar kota. Ibu sebagai guru yang harus mengajar sejak pagi sampai siang. Maka saya yang mendapat tugas antar-jemput adik. Saya jalani aktivitas ini sejak adik saya di bangku SD kelas 1.

Ternyata….. Saya tidak hanya antar jemput namun juga mengambil raport. Saya bermain peran sebagai orang tua kalau pas menerima raport. Rasanya gimana gitu….

Ritual antar-jemput anak sudah berlangsung 4 tahun. Ini terhitung sejak si Ifa masuk KB / Playgroup kecil. Dia termasuk anak yang rajin. Dia jarang izin atau bolos. Kalau nggak masuk sekolah maka nggak tenang. Sebenarnya, bapaknya pengin sekali-kali dia bolos. Saya penginnya sedikit nyantai. Ah mosok, Ritual antar-jemput tanpa henti. Hahahaha…

Rasanya gimana gitu pas antar-jemput anak. Pokoknya menyenangkan. Saya bisa bertemu berbagai macam orang. Hasrat untuk mengobrol tersalurkan dengan sesama penunggu. Penunggu ada berbagai macam mulai Mamah Rempong, Ayah, kakek/nenek sampai dengan pembantu.

Sesuatu yang paling menyenangkan adalah bisa “jajan” di kantin sekolah bersama anak-anak TK. Kalau jajan di TK itu rasanya lebih happy. Anak-anak khan happy terus. Auranya menembus kalbu.

Ada lagi yang menyenangkan dari ritual ini. Saya berkenalan dengan guru-guru yang jago mendongeng. Karena intesitas komunikasi yang tinggi. Sampai-sampai, Saya meminta tolong mereka membuat acara mendongeng di masjid-masjid  kawasan padat penduduk atau bantaran sungai di kota Solo. Acara ini diadakan rutin setiap bulan dan sudah 2 tahun berjalan sampai sekarang.

Pelatihan Dongeng rutin untuk guru TK-TK di kawasan padat penduduk atau bantaran sungai di kota Solo juga saya wujudkan. Mereka yang mengisi dan menghandle acara pelatihan. Mereka adalah guru-guru TK dimana anak saya bersekolah. Menyenangkan bukan?

Ya, itu tadi ritual saya. Ritual Antar-Jemput.

 

Pasar Tradisional

Superindo emang bersih karena kebersihan adalah standar mereka. Superindo itu nyaman karena AC-nya sejuk. Parkirnya juga luas. Superindo sangat lengkap dari kebutuhan dapur sampai kebutuhan sehari-hari (consumer goods) tersedia lengkap….kap. Kita bisa mendapatkan produk yang baik.

Hypermart, Carrefour, Makro, Giant dan masih lagi, Mereka adalah pasar modern yang berkonsep one stop shopping. Kita nggak perlu tawar-menawar. Kita bisa milih-milih tanpa terganggu. Kita belanja di satu tempat udah beres semua.

Asap knalpot, bau keringat dan suara bising pedagang tidak akan kita temukan disana. Pokoknya menyenangkan.

Tetapi mengapa? Masih ada yang senang pergi ke pasar kampung sebelah. Pasar itu bernama pasar Tradisional.

Pasar boleh jadi lengkap atau tidak lengkap. Pasar yang kotor, becek,sesak dan bau. Mungkin, Masih ada copet yang berlalu-lalang.

Tidak ada lorong yang bersih dan licin dan tidak ada hiburan musik. Suara yang memekakkan telinga dari para pedagang dan pembeli.

Kita masih harus menghadapi bermacam-macam jenis pedagang. Kita kadang bisa milih-milih namun kadang ada pedagang yang berusaha mengintimidasi kita.

Baunya amis atau anyir. Kalau nyari parkir sulitnya minta ampun. Jangan berharap sejuk udara dari AC. Kita akan menemukan hawa panas dan sesak nafas.

Karena berdesak-desakan antara pedagang, pembeli dan kuli panggul yang membawa barang belanjaan berlalu-lalang.

Aneh, Masih banyak yang suka pergi ke pasar terutama pasar kampung sebelah. Karena satu hal yaitu INTERAKSI.

Ini yang tidak ditemukan di Superindo, Hypermart, Carefour. Belanja di Superindo maka tidak ada kegiatan lain selain berbelanja.

Kalau sudah terpenuhi kebutuhan maka pulang. Kalau pramuniaga sok akrab (baca : interaksi) maka pembeli malah nggak suka. Pramuniaga cukup berkata “terimakasih pak..bu”,habisnya sekian..”,”pakai kardus atau plastik..”. Mereka cukup bicara satu dua patah kata.

Faktor daya tarik utama dari pasar itu adalah Interaksi. Kita belanja namun ada interaksi yang dibangun antara penjual dan pembeli. Interaksi itu sifatnya imbal-balik atau dua arah. Sehingga bisa kemana-mana. Bisa menyenangkan atau konflik.

Awalnya mungkin tawar-menawar kemudian ada negosiasi diantara pembeli dan penjual. Mereka kemudian sepakat dan dibayar. Suatu saat karena uangnya kurang maka hutang dulu. Beberapa hari kemudian, Pembeli yang punya utang datang . Dia melunasi utangnya. Tidak mungkin hanya sekedar membayar utang.

Mereka akan ngobrol kesana-kemari. Mereka jadi akrab dan berkawan. Karena sering ke pasar maka banyak kawan di pasar. Pergi ke pasar bukan sekedar kegiatan transaksional namun menjadi ritual kehidupan.

Itulah daya tarik pasar tradisional. Bagaimanapun manusia bisa hidup mandiri di era digital. Kehadiran orang lain adalah kebutuhan. Percaya deh…!!!

Saya yakin di era digital. Kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Banyak sekali alat bantu mulai Go-Jek, Grab, Sosmed, Online Shop dsb. Hidup kita tergantung di ujung jari kita. Asal ada uang dan Gadget maka semua bisa terpenuhi. How Wonderful Life…!!

Alangkah garing hidup kita. Kalau kita menjalani hidup dengan pola kesendirian. Tanpa kita sadari maka kita menjadi pribadi kesepian. Pribadi yang pemurung dan tertutup. Karena semua bisa dicukupi sendiri.

I don’t need you. Wuih, kalau udah gitu sepi hidup kita.

Manusia yang ada di pasar (baca : pasar tradisional) . Mereka menolak menjadi kesepian. Mereka akan selalu berinteraksi.

Meskipun kadang ke arah positif (persaudaraan) atau ke arah negatif (permusuhan). Mereka menyukai interaksi dan menolak kesendirian.

Asam, Pahit dan Manis

kopi

Saya tidak minum kopi hampir sebulan. Saya pikir jika minum kopi di bulan ramadhan bisa membuat perut saya tidak nyaman. Karena kandungan asam di kopi yang tidak bersahabat. Lha…!!! Dua hari lagi udah lebaran. It’s time for a cup of black coffe. Insya Allah, saya ngopi lagi.

Saya lebih suka kopi hitam yang pahit. Rasa yang masih orisinil. Pahit emang tapi nikmat. Kayak hidup ini kadang pahit dan kadang manis. Asal kita bisa menikmati rasa pahit kopi maka terasa nikmat juga. Hahahahahaha…!!!! Sok filosofis nih yeee….!!!

Kopi emang pahit dan seringkali muncul rasa asam pula. Menarik khan..!!! Asem dan pahit menjadi satu.Dua rasa itu mewakili suasaa sedih dan susah. Tapi, Kopi menghadirkan suasana berbeda terhadap kedua rasa tersebut mulai santai, senang dan nikmat.

Unik sekali ya..? Kopi emang unik. Bahka ada yang mengatakan bahwa itu adalah Minuman Surga. Kopi pernah dilarang oleh otoritas sebuah agama. Karena diikhawatirkan dapat membuat manusia terlena. Kopi terlalu nikmat bagi umat manusia. Namun, rasa nikmatnya mengalahkan pelarangan tersebut dan akhirnya dicabut larangan tersebut.

Kopi bisa merubah persepsi kita terhadap suasana hati antara senang dan sedih. Rasa asam dan pahit yang berkonotasi sedih, susah dan gelap. Kopi menjungkirbailkan dengan suasana yang berbeda mulai nikmat, santai dan bahagia. Buat kopi, Black is happines. That’s why, I prefer black to white. Hahahahaha…!!!!

Racikan kopi mulai berkembang mulai black, white, single or double, cappuccino, macchiato, irish dsb. Minuman kopi disajikan dengan teknik paling sederhana sampai yang rumit. Mulai dari yang manual sampai dengan elektronik. Emang, daya tarik magis minuman ini sangat kuat.

Bagi pemula, Anda bisa memulai dengan kopi sachet-an. Semakin menjamur pula produk ini dari berbagai pabrikan. Mungkin, bagi penggemar kopi garis keras. Kopi Sachet-an bukan dianggap kopi. Itu minuman ringan sebagaiman soft drink.

Tetapi, bagi orang yang tidak terlalu suka kopi namun ingin merasakan kenikmatan secangkir kopi. Kopi sachet-an sudah memuaskan dahaga akan kopi. Karena kopi sachet-an adalah hasil kompromi antara rasa manis berkolaborasi dengan rasa pahit dan asam.

Bahkan sudah ada usaha menghilangkan rasa asam. Trus, apa bisa disebut kopi jika rasa asam itu hilang ? hahahahah….!!!! But, Apakah Kopi harus diwakili rasa asam dan pahit saja? Hehehehehe..!!!! Pusing dah..!!!!

Just Intermeso….!!!!

 

Perpustakaan Kampung Sebelah

Buku adalah jendela ilmu.Itu jargon yang sering saya dengar sewaktu masih kecil. Buku masih lebih unggul daripada internet di era informasi. Keunggulan yang tidak dimiliki oleh internet yaitu lebih fokus. Namun demikian, Internet mempengaruhi perkembangan buku di era informasi.

Oleh sebab itu, Keberadaan perpustakaan masih urgent. Internet masih menjadi pelengkap di perpustakaan. Konon, perpustakaan umum adalah bagian hidup di setiap negara bagian Ameriika Serikat. Budaya baca berbanding lurus dengan kemajuan bangsa. Benarkah…???? Hehehehe…!!!!

ganesha-8
Perpustakaan di Lantai 2

Kampung sebelah saya hadir juga perpustakaan umum. Nama Perpustakaan itu adalah Perpustakaan Ganesha. Kita bisa membaca, berdiskusi bahkan meminjam buku secara gratis. Pemilik perpustakaan ini adalah pengusaha amerika yang bermukim di Solo. Beliau sudah pulang ke negara asal.Perpustakaan adalah kenang-kenangan dari beliau.

Setiap hari Jum’at sore dan Minggu sore diadakan kegiatan English Speaking. Pengunjung perpustakaan ini bermacam, mulai : anak-anak yang mencari buku cerita, remaja yang suka novel atau orang paruh baya yang suka buku yang berat. Ada yang sekedar baca, belajar bahasa inggris atau nonton TV kabel.

ganesha-7
Suasana di dalam Perpustakaan

Perpustakaan Ganesha ini suungguh menyenangkan. Ruang Baca dan Diskusi dilengkapi dengan AC. Kita bisa lesehan bersandar bantal yang besar dan empuk. Kalau mau belajar bahasa Inggris disediakan perangkat audio visual. Semua fasilitas GRATIS TIS TIS…….!!!!

ganesha-1
Belajar Bahasa Inggris via TV kabel

Kalau mau internet juga disediakan fasilitas Wifi . But, Internet bukan prioritas utama disini. Internet adalah fasilitas pelengkap. Kegiatan utama disini adalah membaca, berdiskusi dan belajar. Semua dibuat senyaman mungkin sehingga pengunjung betah untuk berlama-lama di Perpustakaan.

Perpustakaan ini hadir karena keprihatinan minimnya perpustakaan umum di Solo. Karena berbeda dengan negara asalnya yaitu Amerika. katanya, Orang Amerika suka pergi ke perpustakaan dan baca buku. Oleh karena itu, Dia bangun perpustakaan umum dan siapapun boleh datang kesini mulai baca, diskusi dan pinjam buku. Namun sebenarnya, Perpustakaan umum bukannya tidak ada.

ganesha-4
Rak Buku

Setiap pemerintah daerah memiliki Perpustakaan Daerah ( Perpusda). Perpusda ini biasanya hanya ada satu di setiap daerah. Makanya, Setiap kelurahan juga dibuat “pojok buku”. Semua itu untuk meningkatkan budaya membaca buku di masyarakat.

Seandainya banyak bermunculan perpustakaan umum yang sejenis dengan perpustakaan ganesha. Itu sangat menyenangkan. Baca buku menjadi gaya hidup. Baca Buku membuat hidup lebih berwarna. Wawasan yang luas membuat kita lebih bijaksana. Kata orang begitu. hehehehe…!!!!

ganesha-2

ganesha-5