Pasar Tradisional

Superindo emang bersih karena kebersihan adalah standar mereka. Superindo itu nyaman karena AC-nya sejuk. Parkirnya juga luas. Superindo sangat lengkap dari kebutuhan dapur sampai kebutuhan sehari-hari (consumer goods) tersedia lengkap….kap. Kita bisa mendapatkan produk yang baik.

Hypermart, Carrefour, Makro, Giant dan masih lagi, Mereka adalah pasar modern yang berkonsep one stop shopping. Kita nggak perlu tawar-menawar. Kita bisa milih-milih tanpa terganggu. Kita belanja di satu tempat udah beres semua.

Asap knalpot, bau keringat dan suara bising pedagang tidak akan kita temukan disana. Pokoknya menyenangkan.

Tetapi mengapa? Masih ada yang senang pergi ke pasar kampung sebelah. Pasar itu bernama pasar Tradisional.

Pasar boleh jadi lengkap atau tidak lengkap. Pasar yang kotor, becek,sesak dan bau. Mungkin, Masih ada copet yang berlalu-lalang.

Tidak ada lorong yang bersih dan licin dan tidak ada hiburan musik. Suara yang memekakkan telinga dari para pedagang dan pembeli.

Kita masih harus menghadapi bermacam-macam jenis pedagang. Kita kadang bisa milih-milih namun kadang ada pedagang yang berusaha mengintimidasi kita.

Baunya amis atau anyir. Kalau nyari parkir sulitnya minta ampun. Jangan berharap sejuk udara dari AC. Kita akan menemukan hawa panas dan sesak nafas.

Karena berdesak-desakan antara pedagang, pembeli dan kuli panggul yang membawa barang belanjaan berlalu-lalang.

Aneh, Masih banyak yang suka pergi ke pasar terutama pasar kampung sebelah. Karena satu hal yaitu INTERAKSI.

Ini yang tidak ditemukan di Superindo, Hypermart, Carefour. Belanja di Superindo maka tidak ada kegiatan lain selain berbelanja.

Kalau sudah terpenuhi kebutuhan maka pulang. Kalau pramuniaga sok akrab (baca : interaksi) maka pembeli malah nggak suka. Pramuniaga cukup berkata “terimakasih pak..bu”,habisnya sekian..”,”pakai kardus atau plastik..”. Mereka cukup bicara satu dua patah kata.

Faktor daya tarik utama dari pasar itu adalah Interaksi. Kita belanja namun ada interaksi yang dibangun antara penjual dan pembeli. Interaksi itu sifatnya imbal-balik atau dua arah. Sehingga bisa kemana-mana. Bisa menyenangkan atau konflik.

Awalnya mungkin tawar-menawar kemudian ada negosiasi diantara pembeli dan penjual. Mereka kemudian sepakat dan dibayar. Suatu saat karena uangnya kurang maka hutang dulu. Beberapa hari kemudian, Pembeli yang punya utang datang . Dia melunasi utangnya. Tidak mungkin hanya sekedar membayar utang.

Mereka akan ngobrol kesana-kemari. Mereka jadi akrab dan berkawan. Karena sering ke pasar maka banyak kawan di pasar. Pergi ke pasar bukan sekedar kegiatan transaksional namun menjadi ritual kehidupan.

Itulah daya tarik pasar tradisional. Bagaimanapun manusia bisa hidup mandiri di era digital. Kehadiran orang lain adalah kebutuhan. Percaya deh…!!!

Saya yakin di era digital. Kita bisa mencukupi kebutuhan sendiri. Banyak sekali alat bantu mulai Go-Jek, Grab, Sosmed, Online Shop dsb. Hidup kita tergantung di ujung jari kita. Asal ada uang dan Gadget maka semua bisa terpenuhi. How Wonderful Life…!!

Alangkah garing hidup kita. Kalau kita menjalani hidup dengan pola kesendirian. Tanpa kita sadari maka kita menjadi pribadi kesepian. Pribadi yang pemurung dan tertutup. Karena semua bisa dicukupi sendiri.

I don’t need you. Wuih, kalau udah gitu sepi hidup kita.

Manusia yang ada di pasar (baca : pasar tradisional) . Mereka menolak menjadi kesepian. Mereka akan selalu berinteraksi.

Meskipun kadang ke arah positif (persaudaraan) atau ke arah negatif (permusuhan). Mereka menyukai interaksi dan menolak kesendirian.

Advertisements

Asam, Pahit dan Manis

kopi

Saya tidak minum kopi hampir sebulan. Saya pikir jika minum kopi di bulan ramadhan bisa membuat perut saya tidak nyaman. Karena kandungan asam di kopi yang tidak bersahabat. Lha…!!! Dua hari lagi udah lebaran. It’s time for a cup of black coffe. Insya Allah, saya ngopi lagi.

Saya lebih suka kopi hitam yang pahit. Rasa yang masih orisinil. Pahit emang tapi nikmat. Kayak hidup ini kadang pahit dan kadang manis. Asal kita bisa menikmati rasa pahit kopi maka terasa nikmat juga. Hahahahahaha…!!!! Sok filosofis nih yeee….!!!

Kopi emang pahit dan seringkali muncul rasa asam pula. Menarik khan..!!! Asem dan pahit menjadi satu.Dua rasa itu mewakili suasaa sedih dan susah. Tapi, Kopi menghadirkan suasana berbeda terhadap kedua rasa tersebut mulai santai, senang dan nikmat.

Unik sekali ya..? Kopi emang unik. Bahka ada yang mengatakan bahwa itu adalah Minuman Surga. Kopi pernah dilarang oleh otoritas sebuah agama. Karena diikhawatirkan dapat membuat manusia terlena. Kopi terlalu nikmat bagi umat manusia. Namun, rasa nikmatnya mengalahkan pelarangan tersebut dan akhirnya dicabut larangan tersebut.

Kopi bisa merubah persepsi kita terhadap suasana hati antara senang dan sedih. Rasa asam dan pahit yang berkonotasi sedih, susah dan gelap. Kopi menjungkirbailkan dengan suasana yang berbeda mulai nikmat, santai dan bahagia. Buat kopi, Black is happines. That’s why, I prefer black to white. Hahahahaha…!!!!

Racikan kopi mulai berkembang mulai black, white, single or double, cappuccino, macchiato, irish dsb. Minuman kopi disajikan dengan teknik paling sederhana sampai yang rumit. Mulai dari yang manual sampai dengan elektronik. Emang, daya tarik magis minuman ini sangat kuat.

Bagi pemula, Anda bisa memulai dengan kopi sachet-an. Semakin menjamur pula produk ini dari berbagai pabrikan. Mungkin, bagi penggemar kopi garis keras. Kopi Sachet-an bukan dianggap kopi. Itu minuman ringan sebagaiman soft drink.

Tetapi, bagi orang yang tidak terlalu suka kopi namun ingin merasakan kenikmatan secangkir kopi. Kopi sachet-an sudah memuaskan dahaga akan kopi. Karena kopi sachet-an adalah hasil kompromi antara rasa manis berkolaborasi dengan rasa pahit dan asam.

Bahkan sudah ada usaha menghilangkan rasa asam. Trus, apa bisa disebut kopi jika rasa asam itu hilang ? hahahahah….!!!! But, Apakah Kopi harus diwakili rasa asam dan pahit saja? Hehehehehe..!!!! Pusing dah..!!!!

Just Intermeso….!!!!

 

Perpustakaan Kampung Sebelah

Buku adalah jendela ilmu.Itu jargon yang sering saya dengar sewaktu masih kecil. Buku masih lebih unggul daripada internet di era informasi. Keunggulan yang tidak dimiliki oleh internet yaitu lebih fokus. Namun demikian, Internet mempengaruhi perkembangan buku di era informasi.

Oleh sebab itu, Keberadaan perpustakaan masih urgent. Internet masih menjadi pelengkap di perpustakaan. Konon, perpustakaan umum adalah bagian hidup di setiap negara bagian Ameriika Serikat. Budaya baca berbanding lurus dengan kemajuan bangsa. Benarkah…???? Hehehehe…!!!!

ganesha-8
Perpustakaan di Lantai 2

Kampung sebelah saya hadir juga perpustakaan umum. Nama Perpustakaan itu adalah Perpustakaan Ganesha. Kita bisa membaca, berdiskusi bahkan meminjam buku secara gratis. Pemilik perpustakaan ini adalah pengusaha amerika yang bermukim di Solo. Beliau sudah pulang ke negara asal.Perpustakaan adalah kenang-kenangan dari beliau.

Setiap hari Jum’at sore dan Minggu sore diadakan kegiatan English Speaking. Pengunjung perpustakaan ini bermacam, mulai : anak-anak yang mencari buku cerita, remaja yang suka novel atau orang paruh baya yang suka buku yang berat. Ada yang sekedar baca, belajar bahasa inggris atau nonton TV kabel.

ganesha-7
Suasana di dalam Perpustakaan

Perpustakaan Ganesha ini suungguh menyenangkan. Ruang Baca dan Diskusi dilengkapi dengan AC. Kita bisa lesehan bersandar bantal yang besar dan empuk. Kalau mau belajar bahasa Inggris disediakan perangkat audio visual. Semua fasilitas GRATIS TIS TIS…….!!!!

ganesha-1
Belajar Bahasa Inggris via TV kabel

Kalau mau internet juga disediakan fasilitas Wifi . But, Internet bukan prioritas utama disini. Internet adalah fasilitas pelengkap. Kegiatan utama disini adalah membaca, berdiskusi dan belajar. Semua dibuat senyaman mungkin sehingga pengunjung betah untuk berlama-lama di Perpustakaan.

Perpustakaan ini hadir karena keprihatinan minimnya perpustakaan umum di Solo. Karena berbeda dengan negara asalnya yaitu Amerika. katanya, Orang Amerika suka pergi ke perpustakaan dan baca buku. Oleh karena itu, Dia bangun perpustakaan umum dan siapapun boleh datang kesini mulai baca, diskusi dan pinjam buku. Namun sebenarnya, Perpustakaan umum bukannya tidak ada.

ganesha-4
Rak Buku

Setiap pemerintah daerah memiliki Perpustakaan Daerah ( Perpusda). Perpusda ini biasanya hanya ada satu di setiap daerah. Makanya, Setiap kelurahan juga dibuat “pojok buku”. Semua itu untuk meningkatkan budaya membaca buku di masyarakat.

Seandainya banyak bermunculan perpustakaan umum yang sejenis dengan perpustakaan ganesha. Itu sangat menyenangkan. Baca buku menjadi gaya hidup. Baca Buku membuat hidup lebih berwarna. Wawasan yang luas membuat kita lebih bijaksana. Kata orang begitu. hehehehe…!!!!

ganesha-2

ganesha-5